<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139</id><updated>2011-09-13T22:00:45.717+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='berita purworejo'/><category term='Traveler'/><category term='berita Batam'/><category term='Kuliner'/><category term='Pesona Purworejo'/><category term='Pesona Kemiri'/><category term='Pesona Batam'/><title type='text'>Blogger Kemiri</title><subtitle type='html'>Kecamatan Kemiri Punya Blog</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>81</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3940128611351468863</id><published>2011-04-28T15:04:00.002+07:00</published><updated>2011-04-28T15:08:27.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>TARO CEKOK MONDHOL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nSW587Ft9zQ/TbkgHSbcrLI/AAAAAAAAAog/K_wGB6OEZgw/s1600/cekokmondol1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nSW587Ft9zQ/TbkgHSbcrLI/AAAAAAAAAog/K_wGB6OEZgw/s320/cekokmondol1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600542921190059186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kesenian Cekok Mondhol merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang bernunansa keagamaan Islam. Kesenian ini tumbuh dan berkembang di Desa Ngasinan Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Letak desa ini di daerah pegunungan, perbatasan Kabupaten Purworejo dengan Kabupaten Wonosobo. Berawal dari ide sekelompok pemuda desa, komunitas pengajian untuk membentuk grup kesenian yang bisa dijadikan hiburan sekaligus tuntunan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gerak, lagu dan syairnya serta musik iringannya hasil adaptasi dari kesenian yang ada di daerah Magelang yaitu Kubro Siswo yang kemudian dimodifikasi dengan hasil kreativitas para pemuda setempat, dipelopori oleh pemuda yang bernama Purwadi sekitar tahun 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cekok&lt;/span&gt;” adalah istilah Jawa yang memiliki arti memasukkan jamu atau obat ke mulut yang berguna untuk kesehatan tubuh. ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mondhol&lt;/span&gt;” juga istilah Jawa yang artinya bungkusan kain yang diikat. Relevan dengan syair lagu yang berisi nasehat keagamaan Islam, hidup bernegara dan bermasyarakat, maka harapannya nasehat yang diberikan tersebut disimpan untuk dijadikan tuntunan hidup, hal ini dapat dilihat dari simbol yang ada pada kostum mereka yaitu blangkon yang terdapat mondholannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak tarinya energik dengan dominasi gerak kaki. Ditarikan oleh kaum laki-laki karena banyak hentakan kaki. Kostum yang dipakai adalah surjan lengkap dengan celana komprang, kain batik, lontong, kamus (sabuk), blangkon yang terdapat mondholannya. Alat musiknya terdiri dari kenthongan sejumlah 3 buah, ketipung sejumlah 4 buah yang terbentuk dalam 1 set, bedhug sejumlah 1 buah dan tamborin sejumlah 1 buah. Kesenian ini sering ditampilkan pada acara-acara yang diselenggarakan oleh desa setempat dan sekitarnya, juga orang yang punya hajatan dan pada festival kesenian rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber :http://pdkpurworejo.wordpress.com/2010/05/03/tari-cekok-mondhol/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3940128611351468863?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3940128611351468863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/taro-cekok-mondhol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3940128611351468863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3940128611351468863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/taro-cekok-mondhol.html' title='TARO CEKOK MONDHOL'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nSW587Ft9zQ/TbkgHSbcrLI/AAAAAAAAAog/K_wGB6OEZgw/s72-c/cekokmondol1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8862616246489115364</id><published>2011-04-28T14:20:00.004+07:00</published><updated>2011-04-28T15:02:28.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>MAKAM GIRI CEMENTOKO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-B3-77NfLzQM/Tbkew-k1UqI/AAAAAAAAAoY/USpcwvutMhs/s1600/budayapurworejoGiri%2BCumanthoko.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 163px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-B3-77NfLzQM/Tbkew-k1UqI/AAAAAAAAAoY/USpcwvutMhs/s320/budayapurworejoGiri%2BCumanthoko.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600541438391964322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makam ini di berlokasi di Bukit Satria Desa Kaliwatubumi Kec. Butuh Kabupaten Purworejo. Tokoh-tokoh yang dimakamkan di sini adalah berkaitan dengan sejarah Kadipaten (Kabupaten) Kutoarjo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bupati-bupati yang menjabat di Kadipaten Kutoarjo di antaranya yaitu :&lt;br /&gt;1. Raden Tumengung Soerokoesoemo&lt;br /&gt;2. Raden Tumenggung Pringgoatmojo sampai tahun 1870.&lt;br /&gt;3. Pangeran Poerboatmodjo.Nama asli Pangeran Poerboatmodjo adalah Raden Mas Toekijo, putra dari Mas Tumenggung Pringgoatmodjo (Raden Mas Sarimin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Raden Mas Toekijo menjabat Mantri Pengairan Boro, karena jasanya diangkat :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dengan Surat Keputusan Gubernur Jenderal di Bogor tanggal 30 Juli 1887 dianugerahi gelar Adipati hingga gelar dan nama selengkapnya adalah Raden Adipati Toekijo Poerboatmodjo.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan Surat Keputusan Gubernur Jenderal di Bogor tanggal 1 Oktober 1910  dianugerahi gelar Pangeran hingga gelar dan nama selengkapnya adalah  Pangeran Toekijo Poerboatmodjo.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan Surat Keputusan Gubernur Jenderal di Bogor tanggal 19 Oktober 1870 menjadi Regent (Bupati) Kutoarjo.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;4. Raden Tumenggung Poerbohadikoesoemo sampai tahun 1933.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1933 Kabupaten Kutoarjo digabungkan menjadi satu dengan Kabupaten Purworejo dengan Bupati R.A.A. Hasan Danoeningrat dan selanjutnya Kutoarjo berstatus sebagai kawedanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kepemimpinan R.T. Pringgoatmojo mempunyai penasehat spiritual yaitu Eyang Giri Cementhoko yang berasal dari keturunan Raja Mataram yang mengemban tugas agar bertapa di Gunung Satria, Desa Kaliwatubumi Kecamatan Butuh. Keduanya sepakat apabila meninggal dunia mereka akan dikebumikan secara berdampingan di Gunung Satria Desa Kaliwatubumi Kecamatan Butuh. R.T. Pringgoatmodjo lalu membeli tanah di Gunung Satria tersebut untuk tempat pemakaman beliau dan Eyang Giri Cementhoko beserta keluarga. Kemudian menyusul keluarga Bupati R.T. Pringgoatmodjo antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pangeran Poerboatmodjo – Bupati Kutoarjo masa 1870 – 1915.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;R. Adipati Aryo Poerbokoesoemo – Bupati Kutoarjo masa 1915 – 1933.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;R. T. Poerboatmodjo Adi Surjo Bupati Kendal putra dari R.A.A. Poerbokoesoemo.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Makam Eyang Giri Cementhoko dibuat cungkup yang tertutup. Di sebelah timur terdapat makam R.T. Pringgoatmojo beserta istrinya, sedangkan di belakang (utara) makam R.T. Pringgoatmodjo terdapat Yoni berukuran 96 x 96 cm, dan tinggi 80 cm. Pada bagian tengahnya terdapat lubang persegi berukuran 28 x 28 cm sedangkan ceratnya patah.&lt;br /&gt;Makam R. Adipati Aryo Poerbokoesoemo dan makam R.T. Poerboatmodjo Adi Surjo (Bupati Kendal) berada di sebelah selatan Makam Giri Cementhoko. Kondisi bangunan makam Bupati-bupati tersebut baik jirat maupun nisan sudah diganti bahan baru.&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 cungkup Makam Eyang Giri Cementhoko di pugar oleh Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Purworejo dengan anggaran APBD II Tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: http://budayapurworejo.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8862616246489115364?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8862616246489115364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/makam-giri-cementoko.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8862616246489115364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8862616246489115364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/makam-giri-cementoko.html' title='MAKAM GIRI CEMENTOKO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-B3-77NfLzQM/Tbkew-k1UqI/AAAAAAAAAoY/USpcwvutMhs/s72-c/budayapurworejoGiri%2BCumanthoko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-5584036196889218200</id><published>2011-04-28T14:02:00.004+07:00</published><updated>2011-04-28T14:19:40.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>KESENIAN CEPETAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4c7k8qHFurg/TbkSb6QnZ6I/AAAAAAAAAoQ/zsUuBWlgFGU/s1600/cepetan.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 300px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4c7k8qHFurg/TbkSb6QnZ6I/AAAAAAAAAoQ/zsUuBWlgFGU/s320/cepetan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600527882316638114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kesenian Cepetan merupakan jenis kesenian yang terlahir di Desa Kedungkamal Kecamatan Grabag Kab.Purworejo yang terinspirasi dari seorang pepuda yang bernama Tujan. Pada saat itu Kepala Desa Kedungkamal  dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI  tanggal 17 Agustus 1959 berkeinginan untuk partisipasi dalam pawai budaya tingkat kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Keinginan tersebut disampaikan kepada seorang pemuda yang bernama Tujan.Mengapa hal itu disampaikan kepadanya dengan alasan karena pemuda Tujan pernah berpengalaman ikut menjadi anggota penari kuda kepang pada group kuda kepang desa lain. Maka pada saat itu pemuda Tujan mennyampaikan ide membentuk group kesenian yang diberi nama Cepetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian Cepetan  terdiri dari 2 (dua) ekor penari  Barongan , 2 ekor penari Banteng .2 orang penari jaran kepang, 2 penari topeng  Pregiwati, 10 penari Topeng Raksasa Sekipu sehimgga jumlah penari keseluruhan ada 22 orang . Para penari tampil dengan tarian yang sangat sederhana berbaris sambil menari-nari sesuai dengan irama musik yang ada. Tarian Cepetan tampil menari sambil berjalan dan biasanya ditempatkan dibarisan paling depan karena para penari mengenakan topeng yang menakutkan sehingga bisa membuka jalan untuk peserta pawai yang lain kecuali juga bisa menarik perhatian penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penari Cepetan menggunakan kostum yang menggambarkan raksasa berbaju amboradul dan menggunakan topeng raksasa yang menakutkan. Topeng dari kata bata gepeng ditata untuk membangun langgar sebagai tempat untuk belajar mengaji para santri . Jika santri telah menyelesaikan belajar Al Qur’an 30 jus mereka bisa disebut telah katam . Untuk itu mereka mengadakan acara ritual yang disebut Khataman . Ketika kataman mereka diarak pawai keliling desa dan paling depan biasanya kesenian Cepetan. Pelaksanaan acara khataman yang seperti ini bisa menghidupi dan melestarikan kesenian Cepetan. Barongan adalah gambaran seekor binatang yang sangat menakutkan dan dapat memangsa apa saja harapannya setelah santri khatam mereka menjadi orang berilmu  yang sabar dan dapat menerima masukan apa saja dan dari mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Bantheng dari kata tibane entheng harapannya setelah khatam para santri  dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam hidupnya menjadi ringan. Jaran kepang dari kata jaran yang maknanya  mlajar sak paran-paran mempunyai makna agar setelah para santri khatam dapat mencari rejeki kemana-mana dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iringannya terdiri dari beberapa instrumen :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kendang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kethuk kenong&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecrek/ kecer&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kempul gong&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Iringannyapun sangat sederhana sekali hanya dengan irama yang monoton untuk mengiringi para penari menampilkan tariannya. Dengan irama yang ada seorang penyanyi atau waranggono nembang ( menyanyikan) lagu-lagu yang populer saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kata Cepetan berasal dari kata Cepet yang konon cerita merupakan makluk halus yang suka menggoda manusia dengan membawa manusia ke tempat yang jauh dalam waktu singkat. Terkadang menyimpan (menahan) manusia yang mereka bawa ( kecepet) ditempat yang sulit dilihat oleh mata kepala manusia biasa. Kepercayaan masyarakat agar orang yang kecepet segera dilepas oleh Si Cepet maka dicari muter-muter sambil membunyikan tetabuhan yang terdiri dari alat-alat dapur seperti tampah, irus, piring ,gelas dan sebagainya. Konon cerita Cepet mendengar tetabuhan tersebut tergiur dan menari-nari  sehingga lengah dalam mengawasi tahanannya (orang yang kecepet) sehingga tahanannya bisa lepas dan bisa terlihat dengan mata kepala kita. Kata Cepet dengan harapan supaya cepat selesai dan tercapai apa yang menjadi cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian Cepetan dari berdiri sampai sekarang di Kabupaten Purworejo hanya satu group saja hal ini mungkin dikarenakan kesenian ini kurang menarik untuk ditampilkan sebagai kesenian panggung atau seni pertunjukan. Kesenian Cepetan sering dipakai untuk acara-acara yang sifatnya pawai atau arak-arakan saja. Bapak Tujan Kartowijoyo yang lahir th 1921 mencipta kesenian ini sampai sekarang (Th 2010) masih aktif membina kesenian ini dan telah membuat kader untuk melestarikan kesenian ini kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber :http://pdkpurworejo.wordpress.com/2010/05/04/kesenian-cepetan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-5584036196889218200?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/5584036196889218200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/kesenian-cepetan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5584036196889218200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5584036196889218200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/kesenian-cepetan.html' title='KESENIAN CEPETAN'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4c7k8qHFurg/TbkSb6QnZ6I/AAAAAAAAAoQ/zsUuBWlgFGU/s72-c/cepetan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-9104340892302093266</id><published>2011-04-28T13:13:00.002+07:00</published><updated>2011-04-28T13:17:29.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>SITUS BATU GAJAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sgx0YrL2Z0Y/TbkF_4C3ltI/AAAAAAAAAoI/xrpONrLAcOo/s1600/BudayaPurworejo%2BBatu%2BGajah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sgx0YrL2Z0Y/TbkF_4C3ltI/AAAAAAAAAoI/xrpONrLAcOo/s320/BudayaPurworejo%2BBatu%2BGajah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600514206546237138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Situs Batu Gajah merupakan kelompok menhir dengan jumlah 5 buah yang merupakan delta pertemuan antara sungai Kodil dengan sungai Bogowonto. Benda cagar budaya ini terletak di Desa Mudalrejo Kec. Loano . &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Menhir 1 dan 2 mengarah ke selatan dimana pada radius 200 meter diarah ini mengalir Sungai Kodil. Sementara 150 meter dari kelompok menhir ini, mengalir Sungai Bogowonto. Kelompok menhir ini khususnya menhir 1, 2, 3 dan 4 jika dihubungkan akan membentuk bidang persegi panjang dengan menhir 5 terletak di bagian tengah. Bidang ini memiliki orientasi Barat Timur, mengarah ke Sungai Bogowonto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik dari keletakan dan arah menhir dan susunan menhir serta orientasi menhir, dapat diduga bahwa kelompok menhir ini berfungsi sebagai sarana pemujaan arwah nenek moyang. Pusat pemujaan dititik beratkan pada menhir 5 yang berada di bagian tengah yang dikelilingi oleh empat menhir lainnya. Hal ini didukung oleh keberadaan 2 buah sungai yang mengalir di bagian selatan (Sungai Kodil) dan dibagian barat (Sungai Bogowonto). Sementara fungsi yang mengarah pada pertanda adanya penguburan atau pertanda batas antara daerah sakral dengan daerah profan kiranya kurang mendukung. Temuan megalit yang mengarah pada upacara penguburan, seperti batu dakon atau lumpang batu tidak dijumpai disekitar situs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperkuat dengan pernyataan Dr. Haris Sukendar yang menyatakan bahwa menhir-menhir yang diletakkan ditempat yang strategis umumnya lebih sesuai untuk pemujaan (Sukendar, 1983). Sejalan dengan pendapat ini, R.P. Soejono mengemukakan bahwa pendirian bangunan-bangunan megalit selalu berdasarkan kepercayaan akan adanya hubungan antara yang masih hidup dengan yang mati, terutama kepercayaan akan pengaruh kuat arwah nenek moyang terhadap kesejahteraan masyarakat dan kesuburan tanaman (Soejono, 1984 : 194).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dioleh dari sumber : http://budayapurworejo.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-9104340892302093266?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/9104340892302093266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/situs-batu-gajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/9104340892302093266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/9104340892302093266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/situs-batu-gajah.html' title='SITUS BATU GAJAH'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sgx0YrL2Z0Y/TbkF_4C3ltI/AAAAAAAAAoI/xrpONrLAcOo/s72-c/BudayaPurworejo%2BBatu%2BGajah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-7508245675386921491</id><published>2011-04-28T02:04:00.002+07:00</published><updated>2011-04-28T02:10:08.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>KESENIAN INCLING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-C1KYa_ps_dk/Tbhp9gQ1BII/AAAAAAAAAoA/zqnWy03JyNo/s1600/incling.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-C1KYa_ps_dk/Tbhp9gQ1BII/AAAAAAAAAoA/zqnWy03JyNo/s320/incling.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600342641988666498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesenian Incling Desa Semagung Kecamatan BAGELEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Riwayat singkat Kesenian Incling ini sebenarnya bersumber dari sebuah cerita yang terdapat di Jawa Timur dan khususnya Karesidenan Madiun yang berpusat di Ponorogo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adapun cerita ringkasnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Di Ponorogo ada seorang bernama Suromenggolo, ia seorang yang sakti mandraguna. Dalam hidupnya ia mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sarinten, ia adalah wanita yang sangat cantik sekali. Karena kecantikannya itu ia dilamar oleh seorang dari Trenggalek bernama Singalodra. Karena Sarinten tidak mau, maka Sarinten dibunuh oleh Singajaya atas perintah Singalodra.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karenanya marahlah Suromenggolo. Sehubungan dengan itu ia memasang umbul-umbul sebagai tanda menantang perang terhadap Singalodra. Umbul-umbul tersebut terlihat pula oleh Singalodra dan kawan-kawannya. Terjadilah peperangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam peperangan ini mereka masing-masing saling mengerahkan prajurit. Keduanya sangat kuat. Singalodra mengeluarkan kekuatannya/kesaktiannya dengan gigi siungnya, sedang Suromenggolo dengan kekuatan/kesaktiannya pada cemeti/pecut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdi-abdi Suromenggolo dalam keadaan yang demikian ini tidak dapat berbuat lebih bayak. Mereka hanya bimbang/bingung. Padahal seharusnya ia memihak pada bendara atau tuannya. Kadang-kadang ia menggambarkan peperangan ini bagaikan pertarungan ayam jantan (adu jago). Sebagai gambaran bahwa seekor ayam akan bertarung dengan gigihnya bahkan sampai matipun ia rela.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dengan gambaran abdi-abdi yang demikian itu dapat ditangkap oleh kedua prajurit. Sehingga mengakibatkan peperangan semakin seru. Mereka masing-masing saling menggunakan kekuatan lahir : silat, pedang dan lain sebagainya. Kekuatan batin dengan berbagai macam ilmu kebatinan.&lt;br /&gt;Demikianlah cerita singkat tentang Kesenian Incling Semagung yang diilhami dari cerita aslinya dalam cerita Singalodra melawan Suromenggolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SKENARIO TARI INCLING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penthul dan Bejer (Tembem) dengan menuntun Onclong keluar menuju arena pentas. Penthul dan Bejer adalah abdi Suromenggolo yang sedang menuntun kuda tuannya untuk latihan perang dalam menghadapi Singalodra. Onclong sebagai Suromenggolo membawa Cemethi sebagai pusaka. Sebelum dimulai gladen/latihan perang selalu didahului dengan manembah (nyembah/mangenjali) sebagai pertanda bahwa sebelum melakukan sesuatu harus mohon petunjuk kepada Tuhan pencipta alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onclong memberi aba-aba dengan cemethi, para prajurit keluar menuju ke arena dengan berpacu naik kuda. Diikuti oleh barongan dan cepetan sebagai gambaran buron wana, yang hanya berfungsi sebagai rerenggan saja, bahwa di hutan pada waktu itu banyak sekali hewan-hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua prajurit turun dari kudanya selain/kecuali onclong. Dalam keadaan demikian ini Penthul dan Bejer mulai mengadu ayam (Adu Jago) yang dimainkan oleh Pemencak (2 orang) sebagai gambaran bahwa jago tidak kenal menyerah jika bertarung dengan lawannya. Melukiskan hal tersebut pada prajurit Suromenggolo yang tidak akan menyerah dan mundur sejengkalpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.  Atas perintah onclong semua prajurit naik kuda. Mereka bersama-sama mengadakan persiapan-persiapan dengan berbaris (barisan berkuda).&lt;br /&gt;Pemencak yang dalam hal ini sebagai pemimpin regu mulailah melaksanakan perang pedang. Perang dengan bersenjata tajam. Dengan semangat juan yang menyala-nyala, sinar matanya yang menunjukkan melawan setiap siasat musuhnya, maka bertarunglah dengan gigihnya. Penthul dan Bejer beserta Barong dan Cepet hanya sebagai suporter saja. Lebih-lebih Barongan dan Cepet , mereka juga saling bertempur walaupun hanya sedikit agak gegojegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.  Setelah semuanya siap siaga maka mulailah onlcong memberi aba dengan cemethi, agar semua prajurit mulai berangkat berperang melawan Singalodra. Dengan memacu kudanya mereka berangkat menuju ke medan laga. Tetapi karena semua prajurit menggunakan kuda, maka Penthul dan Bejer sangat ketinggalan. Mereka berdua lari sekuat enaga untuk mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS IRINGAN YANG DIGUNAKAN OLEH KESENIAN INCLING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Angklung  : 3 buah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kempul  : 2 buah laras 5 dan 2&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gong Suwuk : 1 buah laras 2&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bende : 2 buah laras 5 dan 3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kendang : 1 buah berfungsi sebagai pamurba irama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bedug : 1 buah berfungsi sebagai penegas langkah beksan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecrek : 1 pasang (2 kepingan ) yang berfungsi sebagai penegas langkah beksan dan atau keprak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dalam mengiringi tarian Incling, iringan tidak mempunyai nama (istilah) nama iringan atau nama gendhing.&lt;br /&gt;Buka dan suwuk sangat dutentukan oleh spontanitas dari para penabuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS/NAMA TARIAN YANG DIPERGUNAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tanpa nama :  Penthul dan Bejer membawa onclong keluar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Balapan : Prajurit keluar seluruhnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adu Jago : Perang para prajurit yang diwakili oleh 2 orang pemencak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baris : Naik kuda dalam bentuk barisan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perang gaman : perang pedang dengan naik kuda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Balapan : prajurit masuk&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS PAKAIAN YANG DIPERGUNAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Onclong : Baju dan celana hitam dengan menggunakan kain sampur, keris, dan kacamata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prajurit : Kuda berleher panjang, baju putih, rompi merah, celana hitam, berkain dibuat seperti ekor ayam, sampur, keris, kacamata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penthul Tembem : kuda hitam biasa, baju sloncer, celana hitam, berkain, blangkon, topeng&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barongan : dua orang dalam barongan bercelana hitam komprang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : http://pdkpurworejo.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-7508245675386921491?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/7508245675386921491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/kesenian-incling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7508245675386921491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7508245675386921491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/kesenian-incling.html' title='KESENIAN INCLING'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-C1KYa_ps_dk/Tbhp9gQ1BII/AAAAAAAAAoA/zqnWy03JyNo/s72-c/incling.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8740560846984932141</id><published>2011-04-28T00:27:00.002+07:00</published><updated>2011-04-28T00:34:23.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>WR SUPRATMAN LAHIR DI PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KtDed2fiFH4/TbhTdh_foMI/AAAAAAAAAnw/3HsSwAQ1tms/s1600/9e70e3f9d06e1c7ceae28dfed8335ccc.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KtDed2fiFH4/TbhTdh_foMI/AAAAAAAAAnw/3HsSwAQ1tms/s320/9e70e3f9d06e1c7ceae28dfed8335ccc.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600317903441207490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemkab Purworejo Luruskan Sejarah WR Supratman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PURWOREJO(KRjogja.com)&lt;/span&gt; - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo berupaya meluruskan sejarah kelahiran Wage Rudolf (WR) Supratman. Hal ini dikarenakan tempat dan tanggal lahir pahlawan nasional yang tercantum pada buku-buku sejarah sekarang masih salah dan tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.&lt;br /&gt;Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Purworejo, Drs Agus Budi Supriyanto MSi mengatakan, pelurusan tersebut terus dilakukan pemkab setelah turunnya keputusan Pengadilan Negeri (PN) Purworejo tahun 2007. "Keputusannya, WR Supratman asli Purworejo," ujarnya kepada KRjogja.com disela sosialisasi pelurusan sejarah WR Supratman di Pendopo Bupati Purworejo, Senin (16/11).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pahlawan nasional pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut lahir di Dukuh Trembelang Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo pada 19 Maret 1903. Selama ini, sejarah menulis WR Supratman dilahrkan di Jatinegara Jakarta pada 9 Maret 1903.&lt;br /&gt;Menurutnya, pelurusan sejarah tersebut mempunyai arti penting bagi Kabupaten Purworejo. "Ini merupakan pengakuan sejarah, dan sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Setelah disosialisasikan, nanti tidak ada lagi yang salah menulis tanggal dan tempat lahir WR Supratman," terangnya.&lt;br /&gt;Dalam sosialisasi yang digelar di Pendopo Bupati Purworejo, turut hadir puluhan perangkat desa dari Kecamatan Kaligesing, Purworejo dan Banyuurip. "Sekarang sosialisasi pada perangkat desa, nantinya kami berencana menyosialisasikan pada anak sekolah di Purworejo," paparnya.&lt;br /&gt;Senada Budayawan Purworejo, Soekoso DM Spd menuturkan, selain upaya sosialisasi di kabupaten, Pemkab Purworejo juga harus mengupayakan pelurusan sejarah di tingkat pusat. "Sejarah harus diluruskan, seluruh Indonesia layak tahu jika sebenarnya WR Supratman itu asli Purworejo, bukan Jakarta seperti informasi yang selama ini beredar. Bukti sudah ada dan disahkan Departemen Sosial RI," imbuhnya.&lt;br /&gt;Pemkab Purworejo juga telah mengirimkan surat kepada Departemen Pendidikan Nasional RI. Pemkab meminta pemerintah merubah buku sejarah baru yang akan dicetak dengan mencantumkan tempat dan tanggal lahir WR Supratman sesuai keputusan PN Purworejo.(M-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber : http://www.krjogja.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8740560846984932141?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8740560846984932141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/wr-supratman-lahir-di-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8740560846984932141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8740560846984932141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/wr-supratman-lahir-di-purworejo.html' title='WR SUPRATMAN LAHIR DI PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KtDed2fiFH4/TbhTdh_foMI/AAAAAAAAAnw/3HsSwAQ1tms/s72-c/9e70e3f9d06e1c7ceae28dfed8335ccc.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2973073206259932135</id><published>2011-04-28T00:01:00.002+07:00</published><updated>2011-04-28T00:05:23.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>LEGENDA NYAI BAGELEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-j9lJuyE1vfc/TbhMaxX6d3I/AAAAAAAAAng/lTaD4CXA8DY/s1600/BudayapurworejoNyi%2BBagelen.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-j9lJuyE1vfc/TbhMaxX6d3I/AAAAAAAAAng/lTaD4CXA8DY/s320/BudayapurworejoNyi%2BBagelen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600310159449159538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut ceritera rakyat nama Bagelen itu sudah ada sejak jaman dahulu, yaitu negeri Medangkamulan atau Medang Gele atau Pagelen yang memerintah negeri itu ialah Sri Prabu Kandiawan yang berputera lima orang yang masing-masing memerintah Negara Bagian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Putra sulung bernama Sri Panuwun, ahli dalam pengairan, pertanian dan pemerintahan dan memerintah Negara bagian Medang Gele, yang akhirnya bernama Pagelen.&lt;br /&gt;Putra yang kedua bernama Si Sendang Garbo, ahli perdagangan dan memerintah didaerah Jepara. Putra yang ketiga berkedudukan di Prambanan bernama Karungkala. Yang keempat bernama Sri Petung Laras atau tunggul Ametung memerintah di Kediri. Dan yang bungsu bernama Sri Djetayu, memerintah di Kahuripan. Kerajaan Medangkamulan adalah negeri yang aman, tentram dan makmur. Karena rajanya berlaku adil dan jujur. Sri Prabu Kadiawan meninggal dalam tahun yang ditandai dengan suryasengkala “RUPA TRI MUKSENG LEBU“ yang berarti kurang lebih 1031 yang kemudian yang menggantikan ialah putranya yang sulung, Sri Panuwun.&lt;br /&gt;Prabu Panuwun mempunyai dua orang anak, tetapi semuanya cacat. Maka sang Prabu bersedih yang selanjutnya bersemedi untuk mohon petunjuk Dewata. Akhirnya diperoleh suatu petunjuk gaib, bahwa ia harus pergi kesuatu sendang di Somolangu. Di daerah tersebut Sang Prabu Panuwun memperistri anak perempuan Kyai Somolangu. Dari perkawinannya itu kemudian dianugrahi seorang anak perempuan yang diberi nama “Raden Rara Wetan” Yang kelak terkenal dengan nama “ NYAI BAGELEN “ dan menjadi pewaris daerah Bagelen.&lt;br /&gt;Setelah dewasa Rara Wetan menjadi isteri Pangeran Awu Awu Langit yang berkedudukan di daerah Ngombol.&lt;br /&gt;Karena Sri Panuwun berpindah kedudukan di Hargopura (Hargorojo), maka Pangeran Awu Awu Langit menggantikan kedudukannya di Bagelen .&lt;br /&gt;Pengairan di daerah tersebut maju sehingga pertanian-pun maju dengan pesat. Hasil pertanian yang utama ialah padi ketan wulung dan kedele. Dan Nyai Bagelen bersama suaminya disamping sebagai petani maju juga beraktifitas sebagai penenun.&lt;br /&gt;Perkawinannya dengan Pangeran Awu Awu Langit Nyai Bagelen dikaruniai tiga orang anak. Yang sulung bernama Raden Bagus Gento, dan yang kedua dan ketiga masing-masing perempuan yang bernama Raden Rara Taker dan Raden Rara Pitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-cy3wFekWpDg/TbhMbBpwFXI/AAAAAAAAAno/QBhB0TTAdVA/s1600/budayapurworejonyibagelen.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 309px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-cy3wFekWpDg/TbhMbBpwFXI/AAAAAAAAAno/QBhB0TTAdVA/s320/budayapurworejonyibagelen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600310163818943858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Selasa Wage, ketika Nyai Bagelen sedang menenun dan anak-anaknya asyik bermain-main tidak jauh dari ia bekerja , tiba-tiba Nyi Bagelen alangkah terkejut karena bukan putranya yang sedang menyusu, melainkan seekor anak lembu. Kemudian dicarilah kedua anak perempuannya dan ditanyakan kepada suaminya yang sedang asyik memilihi bibit ketan wulung. Karena jawaban dari suaminya kurang mengenakkan, maka dengan alat tenunnya didorongnya lumbung padi dan kedele sehingga isinya berhamburan. Lumbung padi itu terlempar jauh dan tersangkut di pohon beringin di desa Krendetan dan yang sebuah lagi jatuh di desa Penatak (Somorejo).&lt;br /&gt;Padi dan kedele berhamburan jatuh di desa Ketesan dan Wingko-tinumpuk. Namun bukan main terkejutnya Nyai Bagelen ketika dilihat kedua anak perempuannya terbaring pada bekas lumbung dalam keadaan telah meninggal.&lt;br /&gt;Terjadilah pertengkaran antar suami istri. Dan suaminya Pangeran Awu Awu langit memutuskan pulang ke daerah asalnya dan kemudian meninggal di desa Awu-Awu. Ketika mendengar berita suaminya meninggal, maka Nyai Bagelen berpesan kepada anaknya sulung Raden Bagus Gento; semua anak cucu serta keturunanku dilarang atau berpantang untuk berpergian atau jual beli , mengadakan hajad pada hari pasaran Wage, karena hari pasaran itu saat jatuhnya bencana dan merupakan hari yang naas. Kecuali itu juga bagi orang-orang asli Bagelen berpantang untuk menanam kedele, memelihara lembu, memakai pakaian yang menyerupai pakaian yang dipakai Nyai Bagelen waktu datang bulan yaitu : kain lurik, kebaya gadung melati dan kemben bangau tulis.&lt;br /&gt;Setelah menyampaikan pesan itu , Nyai Bagelen masuk ke kamarnya dan kemudian menghilang, tanpa meninggalkan bekas atau murca&lt;br /&gt;Dan selanjutnya Raden Bagus Gento menggantikan kedudukannya memerintah daerah Bagelen.&lt;br /&gt;Raden bagus Gento mempunyai anak yang bernama Kyai Rodjo Pandito, yang setelah meninggal dimakamkan di desa Margorejo. Kyai Rodjo Pandito mempunyai putra yang bernama Dewi Rengganis dan makamnya di desa Semono.&lt;br /&gt;Komplek petilasan Nyai Bagelen terdapat sejumlah makam kuno dan peninggalan sejarah Buddha yang berupa stupa-stupa berjumlah sembilan buah dengan masing-masing ukuran stupa yang berbeda dan dinyatakan sebagai peninggalan sejarah purbakala yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diolah dari sumber :&lt;br /&gt;http://budayapurworejo.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2973073206259932135?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2973073206259932135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/legenda-nyai-bagelen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2973073206259932135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2973073206259932135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/legenda-nyai-bagelen.html' title='LEGENDA NYAI BAGELEN'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-j9lJuyE1vfc/TbhMaxX6d3I/AAAAAAAAAng/lTaD4CXA8DY/s72-c/BudayapurworejoNyi%2BBagelen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8305174616259693675</id><published>2011-04-27T14:11:00.005+07:00</published><updated>2011-04-27T23:50:28.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>KESENIAN CHING PHO LING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-rvUfuk52nAA/TbhJP2ch_qI/AAAAAAAAAnY/9gnMyeLiQyY/s1600/CHING%2BPHO%2BLING.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rvUfuk52nAA/TbhJP2ch_qI/AAAAAAAAAnY/9gnMyeLiQyY/s320/CHING%2BPHO%2BLING.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600306673297260194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DI DAERAH PURWOREJO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAWA TENGAH CERMINAN BUDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PISOWANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purworejo secara administrasi merupakan salah satu daerah kabupaten di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Kabupaten Purworejo menurut Koen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tjaraningrat termasuk ke dalam wilayah budaya Bagelen yang kaya dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;seni pertunjukan rakyat. Bagelen pada abad XVIII menjadi wilayah Mata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ram yang disebut wilayah Negaragung, daerah inti kerajaan yang langsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diperintah dari pusat kerajaan (Djuliati, 2000:12)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan seni pertujukan rakyat di daerah Bagelen ditandai dengan adanya berbagai bentuk seni pertunjukan yang masih hidup dan berkembang di daerah tersebut. Setidaknya&lt;br /&gt;ada kurang lebih 30 bentuk seni pertunjukan rakyat yang berupa tari, musik&lt;br /&gt;dan teater.&lt;br /&gt;Dilihat dari bentuk pertunjukannya, seni pertunjukan rakyat di daerah Purworejo nampaknya dilatarbelakangi oleh kondisi dan fenomena setempat yang pernah terjadi pada masa lalu. Dengan kata lain bahwa kesenian rakyat yang hidup dan berkembang di daerah Purworejo merupakan representasi atau pengungkapan peristiwa masa lalu ke dalam suatu wujud kesenian. Peristiwa masa lalu yang pernah terjadi di daerah Purworejo di antaranya pada masa terjadinya perang Dipanegara melawan kolonial pada tahun 1825-1830, pengaruh kekuasaan kerajaan Mataram Baru dan masuknya agama Islam. Realitas tersebut digarisbawahi oleh Sedyawati (1995: 1), di antaranya bahwa bentuk seni pertunjukan yang membawa pesan ke-Islaman telah berlangsung turun-menurun dan mempunyai masyarakat pendukung di tiap-tiap daerahnya. Nuansa ke-Islam-an tercermin dengan digunakannya instrumen terbang (rebana), jidur atau bedug kecil dan lagu-lagu yang disajikan dengan bahasa Arab. Pengaruh perang Dipanegara tercermin pada tema keprajuritan serta bentuk sajian dengan pola lantai berbaris, gerak, busana, dan peralatan tari yang digunakan. Seni pertunjukan rakyat yang berkembang di daerah ini pada umumnya disajikan secara kelompok&lt;br /&gt;dan hampir semuanya menggunakan pola lantai berbaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sembilan bentuk seni pertunjukan rakyat yang sampai sekarang masih hidup dan berkembang di daerah Purworejo, adalah: Dolalak, Ching Pho Ling, Kobrosiswa, Kuda Kepang, Kuntulan, Madya Pitutur, Samanan, Kemprang, dan Slawatan. Dari bentuk-bentuk yang telah disebutkan, Dolalak merupakan salah satunya yang paling berkembang, kondisi ini ditandai&lt;br /&gt;dengan jumlah kelompok atau perkumpulan Dolalak yang ada. Eksistensi saat ini, kesenian Dolalak disajikan oleh penari-penari perempuan yang sebelumnya selalu disajikan oleh penari laki-laki. Saat ini tercatat kurang lebih 120 kelompok Dolalak wanita tersebar di seluruh wilayah Purworejo. Untuk itu Dolalak di Kabupaten Purworejo dijadikan sebagai kesenian unggulan. Keberadaan Dolalak yang menjamur sangat berbeda apabila dibandingkan dengan seni pertunjukan Ching Pho Ling yang keberadaannya sangat memprihatinkan. Kesenian Ching Pho Ling yang pernah hidup di beberapa tempat di wilayah Purworejo seperti di Kecamatan Kaligesing, Kecamatan Bagelen, saat ini hampir punah dan satu-satunya yang masih hidup&lt;br /&gt;terdapat di Desa Kesawen, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram Baru merupakan sebuah kekuasaan politik yang berpusat di daerah Yogyakarta, dan sejak awal abad XVII mulai menguasai Pulau Jawa. Wilayah kekuasaan Mataram merupakan lingkaran-lingkaran konsentris yang berpusat di keraton, tempat kediaman raja dan tempat ibukota kerajaan. Konsentris pertama disebut kutagara, ibukota kerajaan, adalah tempat&lt;br /&gt;pengaruh raja yang paling kuat. Konsentris kedua adalah negaragung, wilayah yang disediakan bagi lungguh (tanah yang disediakan atau dipinjamkan sebagai sarana nafkah) para kerabat dan pejabat kerajaan. Adapun konsentris ketiga disebut daerah mancanagari, jabarangkah dan pasisiran yang diperintah oleh seorang bupati kepala daerah Konsentris kedua yang disebut daerah nagaragung biasanya di bawah wewenang seorang wadana yang disebut wadana jaba. Bagelen merupakan salah satu daerah negaragung yang tidak dipimpin oleh seorang wadana&lt;br /&gt;jaba tetapi oleh Demang Adipati. Untuk itu wewenang daerah Bagelen dikuasai oleh beberapa orang demang. Para demang ini bertugas mengurus masalah pajak serta masalah-masalah umum yang berada di kawasan wilayahnya. Para demang biasanya bertanggung-jawab kepada para Patuh, yaitu pejabat dan kerabat kerajaan yang menguasai lungguh. Para patuh sebagai&lt;br /&gt;golongan priyayi atau sentana merupakan orang yang menerima lungguh pada umumnya tinggal di ibukota kerajaan dan tidak mengelola sendiri tanah mereka. Mereka menyerahkan pengelolaan lungguhnya kepada para demang setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu sistem feodal seperti Mataram yang pada masa itu belum banyak mengembangkan ekonomi uang, untuk menggaji pegawai ataupun memberi tunjangan kepada keluarga raja pada umumnya diberikan tunjangan dalam bentuk tanah, yang kemudian tanah garapan untuk nafkah tersebut disebut dengan nama tanah lungguh. Para penerima lungguh oleh&lt;br /&gt;para raja selanjutnya juga diberikan wewenang untuk menarik pajak atau hasil atas tanah lungguh. Tanah lungguh bagi para priyayi (pejabat kerajaan) dapat bersifat sementara, artinya hak untuk memungut pajak hanya dapat dilakukan selama si penerima lungguh menjabat. Ada pula tanah lungguh yang bersifat permanen, biasanya diberikan kepada keluarga raja, dan&lt;br /&gt;para sentana yang dikasihi oleh raja. Tanah lungguh yang kedua disebut tanah ganjaran atau tanah pusaka yang dapat dimiliki secara turun-temurun (Djuliati, 2000:51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para demang yang diberi kuasa atas tanah lungguh pada umumnya tidak mengerjakan sendiri, tetapi juga menyerahkan lagi kepada para penggarap yang disebut bekel, dan kemudian para bekel menyewakan kepada para petani yang disebut sikep. Untuk itu seorang demang juga disebut seorang kontraktor besar yang dapat mengontrakkan lungguh. Sebagian para&lt;br /&gt;demang juga terdapat orang Cina, meskipun jumlah mereka hanya sekitar 13 % dari seluruh jumlah demang. Menurut Crawfurd, munculnya demang Cina disebabkan sebagian dari patuh terlibat hutang kepada Cina sehingga mereka menggadaikan lungguhnya yang kemudian menggantikan fungsinya sebagai demang. Setidaknya telah terjadi hegemoni oleh demang Cina&lt;br /&gt;terhadap para bekel (Djuliati, 2000:58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian tersebut memberikan gambaran bahwa daerah Purworejo yang merupakan wilayah Bagelen (nagaragung) mempunyai ikatan ekonomis lewat para demang tehadap para patuh yang berada di pusat kerajaan. Dari ikatan ini yang kemudian melahirkan tradisi audiensi yang disebut pisowan an, dimana para demang harus melaporkan hasil kerjanya kepada para pa-&lt;br /&gt;tuh termasuk raja. Perjalanan para demang menuju ke pusat pemerintahan yang lebih tinggi untuk keperluan audensi, biasanya diikuti atau diiring oleh para pengawal. Dengan demikian perjalanan para demang berupa barisan atau arak-arakan yang jumlahnya tergantung dari tingkat kewibawaan seorang demang. Para pengiring juga membawa perlengkapan seperti payung, senjata seperti pedang sebagai alat pertahanan/pengamanan dan alat bunyi-bunyian seperti kendang dan kecrek untuk hiburan di dalam perjalanan. Mengacu pada pernyataan diawal tulisan ini bahwa seni pertunjukan di daerah Purworejo tidak lepas dari pengaruh sejarah masa lalu, Ching Pho Ling nampaknya juga merupakan salah satu wujudnya. Ikatan ekonomi&lt;br /&gt;demang dan patuh yang melahirkan tradisi pisowanan merupakan sumber penciptaan lahirnya bentuk seni pertunjukan seperti Ching Pho Ling. Dalam kalangan masyarakat Jawa istilah Ching Pho Ling sangat asing, karena tidak merupakan perbendaharaan kata dalam bahasa Jawa.&lt;br /&gt;Berdasarkan sumber (Wiryo Pranoto dan Parto Atmojo) istilah Ching Pho Ling mempunyai arti sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kata Ching Pho Ling diambil dari tiga nada instrumen bende, yaitu nada 3 (lu), 2 (ro), dan 7 (pi) yang bunyinya ”ning, nung, ning” dan kemudian menjadi Ching Pho Ling.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kata Ching Pho Ling diartikan berasal dari gabungan nama samaran tiga orang prajurit/pengawal ki demang yang bernama Bunching, Dipo, dan Keling kemu-dian diambil nama bagian akhir. Ching Pho Ling tidak hanya semata-mata sebagai gambaran bentuk barisan pisowanan, namun juga sebagai barisan pengamanan. Maka dari itu properti yang digunakan Ching Pho Ling adalah berupa pedang yang dapat digunakan sebagai senjata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kata Ching Pho Ling diambil dari aspek kewibawaan barisan demang, mana kala dalam perjalanan pisowanan terdapat musuh, maka musuh akan berlari sekencang-kencangnya dan terkencing-kencing karena ketakutan, musuh akan berlari sejauh mungkin (bahasa Jawa sak pol-pol’e), sampai akhirnya jatuh terguling-guling. Apabila diambil dari akhir kata-kata tersebut, maka akan menjadi ching-pol-ling yang kemudian diucapkan Ching Pho Ling.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ching Pho Ling dilihat dari bahasa China ada yang memberi arti, Ching artinya bersih atau aman, ”Pho” artinya menjamin, dan ”Ling” artinya perintah. Jadi kata Ching Pho Ling mempunyai arti ”perintah untuk menjamin keamanan dan kejahatan”.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan yang berbeda dari narasumber tersebut disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda. Namun demikian masyarakat setempat sebagai pendukung seni pertunjukan tidak memasalahkan dari mana Ching Pho Ling dan apa artinya, mereka tetap menyebutnya dengan nama Ching Pho Ling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FUNGSI KESENIAN CHING PHO LING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan kesenian dalam berbagai bentuk pada dasarnya untuk kepentingan manusia, sehingga dapat bermanfaat dalam hidupnya. Fungsi kesenian dalam masyarakat dapat bermacam-macam, yang sangat ditentu kan oleh masyarakat Pendukungnya.Soedarsono(1998:57) setidaknya membuat pembagian, bahwa fungsi seni (seni pertunjukan) sebagai sarana ritual, ungkap estetik dan hiburan pribadi. Ching Pho Ling diperkirakan lahir di beberapa desa di wilayah Purworejo pada akhir pemerintahan pejajah di Indonesia, sekitar tahun 1940-an (Depdiknas, 200:11) Desa-desa yang pernah mempunyai kesenian tersebut di antaranya adalah, Desa Kaligesing yang letaknya berada di wilayah timur&lt;br /&gt;dan berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta yang pernah menjadi pusat kerajaan Mataram. Butuh nama sebuah desa sekarang menjadi nama salah satu kecamatan, letaknya di sebelah barat wilayah Purworejo, dan Desa Kesawen yang letaknya ada di bagian utara wilayah Purworejo. Pada saat ini seni pertunukan Ching Pho Ling di daerah Purworejo hampir punah&lt;br /&gt;dan hanya satu-satunya yang masih bertahan hidup di Desa Kesawen. Secara geografis Desa Kesawen, Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo merupakan daerah pegunungan.&lt;br /&gt;Disebutkan pada awal tulisan ini, sekitar abad XVIII Bagelen merupakan daerah wilayah Mataram. Untuk kelancaran jalannya pemerintahan Bagelen dibagi menjadi empat kadipaten, yaitu: Kadipaten Brengkelan yang sekarang menjadi Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo, Kadipaten Semawung yang sekarang menjadi Kecamatan Kutoarjo, Kadipaten Karang Duwur, sekarang menjadi Kecamatan Kemiri dan Kecamatan Pituruh; dan Kadipaten Ngaran atau Ungaran yang sekarang menjadi Kabupaten Kebumen. Masing-masing kadipaten dipimpin oleh seorang adipati yang membawahi kademangan yang dipimpin oleh seorang demang. Secara mekanisme kerjanya seorang bawahan dalam hal ini demang selalu mengadakan audiensi atau kunjungan (pisowanan dalam Bahasa Jawa) dengan atasannya, yaitu adipati atau raja. Seorang demang sangat besar peranannya, karena sebagai pemimpin langsung masyarakat. Dalam pisowanan, demang melaporkan situasi dan kondisi masyarakat yang dipimpinnya. Pada saat demang mengadakan pisowanan kepada atasannya, biasanya selalu disertai dengan&lt;br /&gt;para pengiringnya. Sebagai contoh, demang Martosonto yang bertempat tinggal di wilayah Kadipaten Karang Duwe (Pituruh), sangat berwibawa dan disegani oleh demang-demang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Ching Pho Ling di Desa Kesawen Kecamatan Pituruh tidak dapat dilepaskan dengan keberadaan masa lalu demang Martosonto. Kesawen dan juga Kaligesing masyarakatnya hidup dari pertanian dan tanah tegalan, sangat jauh tempat tinggalnya dari pusat hiburan yang ada di&lt;br /&gt;kota. Untuk itu tidak mengherankan kalau peristiwa budaya seperti pisowanan yang ada pada masa lalu dijadikan ide untuk mewujudkan bentuk pertunjukan.Masyarakat setempat mengungkapkan kegembiraan, mengungkapkan rasa keindahan dan berfungsi sebagai hiburan. Lahirlah seni pertunjukan yang bentuknya seperti barisan atau iring-iringan dan disebut Ching&lt;br /&gt;Pho Ling. Dalam perkembangan selanjutnya seni tersebut berkembang fungsinya karena faktor internal dan ekternal. Pertunjukan Ching Pho Ling tidak hanya sekedar untuk hiburan sebagai pelepas kegembiraan tetapi juga untuk keperluan-keperluan yang terkait dengan aktivitas masyarakatnya. Faktor internal, yaitu pengaruh masyarakat setempat, menjadikan kegiatan hajadan seperti perkawinan, khitanan, kelahiran bayi, dan acara-acara hajad desa seperti bersih desa dan sejenisnya juga dilengkapi dengan pertunjukan Ching Pho Ling. Demikian pula pengaruh eksternal dengan prakarsa pemerintah setempat untuk mempergelarkan pada even tertentu seperti perayaan hari besar nasional dan penyambutan tamu daerah. Fungsi hiburan dalam berbagai guna telah terjadi karena faktor internal dan eksternal. Di Desa Kesawen sejak tahun 1957 kesenian Ching Pho Ling terwadahi dalam suatu organisasi yang diberi nama Tunggul Wulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BENTUK DAN MAKNA PERTUNJUKAN CHING PHO LING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni pertunjukan Ching Pho Ling bentuk yang nampak atau wujudnya merupakan sajian tari dan musik. Kelompok penari disajikan oleh sembilan orang laki-laki, sedang kelompok musik terdiri enam orang yang juga laki-laki. Sembilan orang penari mempunyai peran yang berbeda, yaitu satu orang penari berperan sebagai pimpinan barisan dan disebut pemayung/komendir. Delapan penari lainnya secara berpasangan berperan sebagai penari pemencak, penari pengiring, penari pembawa instrumen musik kendang buntung atau ketipung, dan penari pembawa instrumen kecrek. Mencermati jumah penari yang terdiri dari delapan orang dengan pola lantai berbaris berpasangan dan seorang pimpinan barisan yang disebut pemayung, setidaknya merupakan gambaran atau cerminan barisan atau iring-iringan pisowanan seperti yang biasa dilakukan oleh seorang demang saat menuju pusat pemerintahan (Kadipaten). Tampilnya peran pemayung&lt;br /&gt;atau pimpinan barisan yang di dalam pertunjukan selalu memegang bendera, juga merupakan gambaran wibawa seorang demang. Dua orang penari yang disebut pemencak dengan membawa properti pedang juga memantap kan kesan adanya unsur pengamanan dalam barisan tersebut. Demikian pula peran penari yang membawa properti kendang dan kecrek juga sebagai&lt;br /&gt;gambaran agar para pengawal tidak kesepian selama perjalanan pisowanan, karena alat tersebut dapat dibunyikan sebagai hiburan saat perjalanan dirasakan melelahkan. Sebagai karya seni, Ching Pho Ling diungkapkan melalui unsur:&lt;br /&gt;gerakan, suara musik, dan rupa rias busana. Tari yang ditimbulkan oleh gerak tubuh penari, merupakan unsur terkuat untuk mewujudkan bentuk pertunjukan, sedangkan unsur yang lain, yaitu suara yang ditimbulkan dari alat musik dan rupa yang dapat diamati pada busana dan properti dan bersifat penopang dalam mewujudkan bentuk fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur sajian Ching Pho Ling terdiri atas tiga bagian, yaitu : maju baris, mundur baris, dan perangan. Maju baris merupakan bagian pertama yang diawali dengan tetabuhan dan dilanjutkan dengan tampilnya para penari berbaris berpasangan yang dipimpin oleh seorang pemayung yang membawa bendera ke tengah arena pentas. Gerak awal yang dilakukan adalah&lt;br /&gt;sembahan, yang dimaknai sebagai wujud penghormatan baik kepada sang pemberi kehidupan (Tuhan) atau penonton. Setelah gerak sembahan kelompok penari berbaris dengan berbagai variasi, seperti maju-mundur, berputar, berhadapan, silang dan berganti tempat, dengan posisi tubuh berdiri dan jongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian maju baris berikutnya posisi barisan ditempat. Peran penari pemencak melakukan gerakan mengayun-ayunkan pedang ke kiri dan ke kanan, penari pengiring dengan gerak merentangkan tangan dengan memegang sampur (selendang), sedang empat penari pembawa instrumen kendang dan kecrek dengan gerak memaikan alat yang dibawanya.&lt;br /&gt;Bagian kedua disebut mundur baris, para penari melakukan gerakan berbaris seperti pada bagian pertama (maju-baris) dengan berbagai variasi. Akhir dari bagian ini delapan penari membentuk satu baris berbentuk setengah lingkaran, kecuali dua orang pemencak yang mempersiapkan diri berada di tengah untuk adegan perangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ketiga atau terakhir disebut perangan, yaitu saat kedua orang pemencak yang membawa senjata pedang melakukan adegan perkelahian. Pada bagian perangan, selain menunjukkan keterampilan menggunakan pro-perti pedang, juga dilakukan gerak kaki seperti menendang. Bagian perangan dirasakan sangat menarik, karena gerak sepasang penari didominasi&lt;br /&gt;gerakan jongkok yang terkesan seperti gerak-gerik sepasang ayam laki-laki (bahasa Jawa disebut jago) yang sedang diadu. Dalam adegan perangan terkadang juga ditampilkan gerakan lucu oleh pemencak. Selama kedua penari pemencak melakukan adegan perangan, peran pemayung tampil sebagai penengah atau bagaikan seorang wasit yang memberikan aba-aba dengan alat peluit. Akhir dari adegan perangan ditandai dengan menyatunya kedua&lt;br /&gt;pemencak dan pemayung di tengah-tengah arena dan dilakukan gerakan&lt;br /&gt;sembahan sebagai tanda selesai pertunjukan. Mencermati dari sajian tari, vokabuler atau pembendaharaan gerak yang ada sangat minim dan sederhana. Gerak yang hadir hanya gerak perang dengan alat pedang dan gerak kaki tendangan. Secara keseluruhan gerak yang hadir didominasi dengan gerak berbaris. Gerak berbaris ini hadir bada dua bagian yang disebut maju baris dan mundur baris. Dominasi barisan setidaknya memberikan gambaran perjalanan pisowanan yang cukup jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Musik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan musik dalam pertunjukan CPL memberikan suasana yang dapat mendukung gerak tari. Alat musik yang digunakan terdiri atas :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tiga buah bende berlaras pelog barang bernada 3 (lu), 2 (ro), dan 7 (pi).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua buah kendang buntung/ketipung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trompet&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua set kecrek&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Dari penggunaan jenis-jenis instrumen tersebut, dapat diasumsikan bahwa lagu atau iringan yang disajikan sangat ”sederhana” dengan menggunakan tempo yang ajeg (monotone). Kecuali pada jenis-jenis instrumen yang digunakan dalam kesenian Ching Pho Ling mempunyai fungsi yang berbedabeda, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tiga buah bende yang digunakan untuk mengiringi kesenian Ching Pho Ling membentuk sebuah pola yang dibentuk oleh ketiga tabuhan bende tersebut. Tiga bende sebagai iringan kesenian Ching Pho Ling dipukul secara ajeg dan membentuk satuan pola bende. Pukulan bende berfungsi sebagai penggarap ritme atau memberikan keajegan pada irama yang disajikan. Tiap satuan pola bende tersusun dari tiga nada yang ditimbulkan dari nada 3 (lu), 2 (ro), 7 (pi) pada instrumen gamelan Jawa. Satuan pola bende disajikan terus-menerus selama berlangsungnya tari Ching Pho Ling. Satuan pola tabuhan bende dapat digambarkan sebagai berikut. p . p . p . p . . p . . . p . . . . . . . . . p&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kendang buntung/ketipung, tabuhan kendang buntung/ketipung (kendang hanya satu sisi berisi kulit) pada dasarnya selalu mengikuti gerak tarinya yang disebut dengan kendangan mungkus, dan juga memberikan aba-aba kepada para penari untuk melakukan peralihan posisi-posisi tertentu. Disela-sela gerak tari, tabuhan ken-dang menyajikan tabuhan pematut atau isian (suara kendang terisi tidak terasa vakum). Dengan tabuhan kendang mungkus akan dapat memberikan kemantapan gerak tarinya, seperti pada gerak perangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trompet, selama sajian kesenian Ching Pho Ling, trompet secara terus menerus menyajikan lagu secara ”bebas” sesuai dengan tempo yang ditentukan oleh pemain kendang. Dalam hal ini penyaji trompet ditutut untuk membuat lagu dengan permainan bebas tergantung dari kemampuan penyajinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecrek, suatu alat penggarap ritme dengan menyajikan sebuah pola tabuhan, yang tempo sajiannya sesuai dengan tempo yang ditentukan oleh pemain kendang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Suara-suara yang muncul dan instrumen yang digunakan pada pertunjukan Ching Pho Ling akan dapat menimbulkan suasana rame yang men-dukung seluruh gerak dalam setiap adegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busana, Rias dan Properti Penggunaan busana penari dalam kesenian Ching Pho Ling sangat nampak pengaruh busana seorang sentana/priyayi Jawa. Selain itu juga pengaruh busana kolonial, yang sangat lekat dengan penggunaan topi yang biasa digunakan oleh para priyayi Barat. Untuk wajah, para penarinya tidak mengggunakan rias. Secara rinci penggunaan busana seluruh penari menggunakan busana sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tutup kepala, berupa Blangkon dikombinasi topi bangsawan Barat ber-warna hitam. Tutup kepala penari kesenian Ching Pho Ling menggunakan dua jenis, yaitu iket dan topi laken (topi zaman Belanda). Pada topi juga dihiasi dengan gombyok yang dibuat dari benang yang diletakkan di samping dan di depan. Jas tertutup berwarna hitam Baju&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baju digunakan untuk penutup badan bagian atas dengan model beskap berlengan panjang, dan berwarna hitam. Pada bagian bahu kiri dan kanan dipasang semacam tanda pangkat dan di bagian ujungnya diberi rumbai-rumbai benang. Pada bagian depan dipasang benang (ukuran besar) diisi gombyok berwarna merah. Selain itu menggunakan slempang berwarna merah putih yang digantungkan pada bahu. Tanda pangkat dibagian bahu baju&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Celana hitam komprang dengan warna hitam tanpa menggunakan hiasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kain yang diwiru dan stagen Kain, seluruh penari kesenian Ching Pho Ling kain baik yang diikatkan pada punggung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sabuk, epek timang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sampur atau selendang, diikatkan pada pinggang dengan ikatan dibagian kiri. Sampur ini digunakan sebagai alat bantu memantap-kan gerak tangan. Sampur dengan warna putih atau kuning, pada kedua ujungnya diberi hiasan gombyok.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selempang berwarna merah putih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kacamata hitam, sebagai hiasan penutup mata atau muka, dengan warna hitam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Properti yang dimaksud adalah alat-alat yang digunakan oleh penari sebagai kelengkapan menari ataupun untuk memantapkan gerak tari. Alat yang digunakan pada kesenian Ching Pho Ling disesuaikan dengan peran penari, yaitu sebagai: pimpinan/komendir/pemayung, pengawal dan pengamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pedang, dua bilah pedang yang digunakan oleh peran pengamanan yang disebut pemencak. Pedang merupakan salah satu bentuk senjata untuk melawan musuh. Sesuai dengan fungsinya penari Ching Pho Ling merupakan satu kelompok pengamanan demang dalam pisowanan. Dalam kesenian Ching Pho Ling, pedang dibawa oleh dua orang penari yang disebut pemencak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keris juga merupakan salah satu bentuk senjata untuk melawan musuh. Keberadaan keris sebagai properti dalam kesenian Ching Pho Ling sebagai kelompok pengamanan demang dalam pisowanan. Dalam kesenian Ching Pho Ling, keris dibawa oleh para penari lainnya (selain pemencak).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bendera Bendera yang dibawa oleh pemayung atau kemendir dalam pisowanan ini merupakan lambang dari seorang demang. Masing-masing demang memiliki bendera yang berbeda sebagai simbol atau identitasnya. Dalam kesenian Ching Pho Ling menggunakan dua bendera yang dibawa oleh seorang penari yang disebut pemayung atau kemendir&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisowanan dalam pertunjukan Ching Pho Ling, merupakan fenomena sosio-kultural ketika seorang demang melaporkan tugasnya di wilayah kekuasaannya. Untuk melakukan pisowanan, seorang demang diikuti oleh pengawal yang menunjukkan semangat patriotisme yang mengandung nilai-nilai, perjuangan, kesetiaan, kemerdekaan, kebersamaan, dan lain-lainnya&lt;br /&gt;Dalam pisowanan berbentuk barisan/arak-arakan dengan membawa alat-alat senjata untuk menjaga keselamatan rombongan. Selain itu juga membawa peralatan musik sederhana yang dibunyikan untuk menghilang kan kepenatan selama perjalanan. Bentuk arak-arakan tersebut kemudian menjadi sumber ide dari lahirnya seni pertunjukan Ching Pho Ling yang ber&lt;br /&gt;fungsi menjadi sebuah tontonan, sehingga kesenian Ching Pho Ling di Purworejo merupakan kesenian yang dikembangkan dari budaya pisowanan yaitu arak-arakan seorang demang saat menuju ke kadipaten.&lt;br /&gt;Kreativitas muncul adalah pada pengembangan gerak, iringan maupun busananya, sehingga bentuknya menjadi menarik sebagai tontonan yang berfungsi sebagai hiburan masyarakat. Keberadaan kesenian ini sangat memprihatinkan yang jumlahnya hanya tinggal satu di Kabupaten Purworejo, namun masih tetap eksis. Untuk mengantisiasi kepunahan seni itu per-&lt;br /&gt;lu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber : Nanik Sri Prihatini adalah Dosen Jurusan Tari dan pada Program&lt;br /&gt;Pascasarjana ISI Surakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8305174616259693675?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8305174616259693675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/kesenian-ching-pho-ling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8305174616259693675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8305174616259693675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/kesenian-ching-pho-ling.html' title='KESENIAN CHING PHO LING'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rvUfuk52nAA/TbhJP2ch_qI/AAAAAAAAAnY/9gnMyeLiQyY/s72-c/CHING%2BPHO%2BLING.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-5421932232007044758</id><published>2011-04-27T14:11:00.003+07:00</published><updated>2011-04-27T16:45:04.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>TRADISI PETHIK TIRTA DI JENAR LOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-opoV1DWn1RM/TbflOqJhI5I/AAAAAAAAAnQ/nbzDeGJ9Kqg/s1600/250px-Petiktirta.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 250px; height: 205px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-opoV1DWn1RM/TbflOqJhI5I/AAAAAAAAAnQ/nbzDeGJ9Kqg/s320/250px-Petiktirta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600196701653640082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pethik tirta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; adalah salah satu tradisi Kuno dari desa yang ada di Desa Jenar Lor. Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Pethik tirta itu berasal dari kata ‘pethik’ yang artinya ambil dan ‘tirta’ yang artinya air. Menurut etimologis, pethik tirta yaitu upacara pengambilan air (yang dilakukan di sumur Talang, yaitu sumur beji/tua yang ada di Dusun Talang Bagus, Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi) yang dipercaya membawa berkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Asal mulanya upacara ini ada hubungannya dengan adanya pembukaan ‘bulak’ (kawasan yang luas untuk pertanian) yang berada di Desa Jenar Lor, Jenar Kidul, Walikoro, Sruwoh, Singkil, Wingko, Pundensari, Jenar wetan. Sekarang ‘bulak’ itu sangat terkenal dengan nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bulak Kethip&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara pethik tirta di Desa Jenar Lor sudah terlaksana dari jaman Hindhu-Budha dan sebelum Islam masuk di kawasan Jenar. Setelah masuknya Agama Islam. Tradisi ini tetap ada dan jadi tradisi rutin tahunan dengan tujuan utama yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bersyukur kepada Tuhan Yamg Maha Esa yang telah memberikan rejeki dari hasil panen yang melimpah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pethik tirta merupakan bentuk ucapan terimakasih kepada para Leluhur yaitu Bethara Loano yang membuat sumur dan membukan lahan pertanian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pethik tirta perwujudan rasa bersyukur warga desa karena telah diberikan keselamatan lahir dan batin, panjang umur dan murah rejeki.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber http://webcache.googleusercontent.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-5421932232007044758?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/5421932232007044758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/tradisi-pethik-tirta-di-jenar-lor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5421932232007044758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5421932232007044758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2011/04/tradisi-pethik-tirta-di-jenar-lor.html' title='TRADISI PETHIK TIRTA DI JENAR LOR'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-opoV1DWn1RM/TbflOqJhI5I/AAAAAAAAAnQ/nbzDeGJ9Kqg/s72-c/250px-Petiktirta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-5155851592526982449</id><published>2010-11-11T13:50:00.004+07:00</published><updated>2010-11-11T14:02:06.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>PURWOREJO DISERBU RATUSAN PENGUNGSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TNuUU-sTcGI/AAAAAAAAAnA/J0Hb6AAr_zY/s1600/PENGUNGSI.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 205px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TNuUU-sTcGI/AAAAAAAAAnA/J0Hb6AAr_zY/s320/PENGUNGSI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538183254929272930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purworejo, CyberNews. Perluasan kawasan rawan bencana (KRB) III bencana letusan Gunung Merapi yang semula 15 KM ditambah menjadi 20 KM berdampak pada meningkatkan jumlah pengungsi. Di Kabupaten Magelang, tempat penampungan sementara (TPS) maupun tempat penampungan akhir (TPA) yang disediakan pemerintah sudah tidak mampu lagi menampung jumlah pengungsi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya terjadi eksodus gelombang pengungsian ke daerah tetangga, termasuk ke Kabupaten Purworejo. Hingga Minggu (7/11) malam, sedikitnya sudah ada 384 pengungsi yang masuk ke wilayah Kabupaten Purworejo. Mereka datang secara sporadis sejak Sabtu (6/11) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengungsi itu ditampung di tiga lokasi, yaitu di rumah dinas Wakil Ketua DPRD sebanyak 36 orang, Pondok Pesantren An Nawawi Berjan sebanyak 250 orang dan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial di Kelurahan Cangkrep Purworejo sebanyak 62 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo RM Abdullah mengatakan, 36 pengungsi yang menempati rumah dinas itu ditampungnya secara pribadi. "Mereka minta difasilitasi untuk mengungsi karena merasa sudah tidak aman tinggal di daerahnya. Kebetulan dari tiga rumah dinas hanya satu yang terpakai sehingga yang lain bisa dimanfaatkan untuk menolong saudara-saudara pengungsi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pengungsi yang ditampung di BLK bermula dari ketidaksengajaan. Sebanyak 62 orang yang merupakan warga dari Kecamatan Borobudur dan Salam yang menumpang satu armada truk itu mulanya hanya berusaha menyingkir dari kampung halamannya yang sudah sangat mencekam pada Sabtu (6/11) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah warga yang tinggal di sekitar BLK itu berempati dan memberikan bantuan kepada para pengungsi yang terdiri dari anak-anak, orang tua. Secara swadaya warga mengumpulkan bantuan, baik bahan makanan maupun pakaian, perlengkapan tidur, maupun obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya gelombang pengungsi tersebut membuat Tim SAR Purworejo langsung mengirimkan logistik ke tempat-tempat penampungan pengungsi. Diperkirakan jumlah pengungsi yang eksodus ke Purworejo akan terus bertambah jika kondisi Gunung Merapi tak kunjung stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Nur Kholiq /CN14 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-5155851592526982449?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/5155851592526982449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/11/purworejo-diserbu-ratusan-pengungsi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5155851592526982449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5155851592526982449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/11/purworejo-diserbu-ratusan-pengungsi.html' title='PURWOREJO DISERBU RATUSAN PENGUNGSI'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TNuUU-sTcGI/AAAAAAAAAnA/J0Hb6AAr_zY/s72-c/PENGUNGSI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2729755097641784124</id><published>2010-11-11T13:01:00.004+07:00</published><updated>2010-11-11T13:43:38.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>HUJAN ABU ROBOHKAN RUMAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TNuQbHnLLDI/AAAAAAAAAmw/poA4Aj_lbY0/s1600/98506_pasca-erupsi-merapi_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TNuQbHnLLDI/AAAAAAAAAmw/poA4Aj_lbY0/s320/98506_pasca-erupsi-merapi_300_225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538178962356382770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hujan Abu Robohkan Sejumlah Rumah Warga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PURWOREJO - Hujan abu vulkanik dari erupsi Merapi yang mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo, Jumat (5/11) lalu mengakibatkan sejumlah rumah milik warga roboh. Sebagian roboh karena tertimpa pohon tumbang dan sebagian lagi roboh setelah tiang penyangga tidak mampu menahan beban abu yang ketebalanya lebih dari lima senti meter.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Bahkan, hujan abu di wilayah Kecamatan Kutoarjo telah mengakibatkan dua orang mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat tidak mampu menahan beban abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data di bagian Linmas Kecamatan Kutoarjo menyebutkan, dua orang warga yang terluka itu merupakan pasangan suami-istri Amad Rosyid (81) dan Nasiyah (64), warga RT 01 RW 06 Kelurahan Bandung, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camat Kutoarjo, Bambang Sadya Hastono SH menyebutkan, hujan abu di wilayahnya Jumat (5/11) lalu memang sangat deras hingga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan, musibah yang menimpa Amat Rosyid itu terjadi pada Jumat (5/11) malam saat keduanya sedang berada di dalam rumah. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke aparat Kecamatan Kutoarjo. Bersama warga masyarakat, petugas melakukan evakuasi terhadap kedua korban yang tertimbun rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Rumah korban memang tidak permanen, saat roboh masih ada rongga sehingga keduanya justru selamat meskipun menderita luka-luka,'' ujar Bambang. (H43-69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RST Rawat 43 Pengungsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAGELANG-Rumah Sakit Tentara (RST) dr Soedjono Kota Magelang sedikitnya merawat 43 pasien pengungsi erupsi Gunung Merapi. Pasien tersebut merupakan limpahan dari RSU Muntilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sedikitnya 43 pengungsi Merapi yang dirawat di RSU Muntilan dilimpahkan ke RST. Mereka dirawat di bangsal Seruni dan Cempaka. Kami juga menyiapkan 100 tempat tidur di aula rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien saat tanggap darurat seperti ini,'' kata Kepala RSU dr Soedjono, Kolonel CKM (Corps Kedokteran Militer) dr Budi Santoso, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, pihaknya telah menyiapkan 300 personel dalam tanggap darurat ini, 16 di antaranya adalah dokter. Selain itu juga di dukung tiga dokter dari Jakarta, yang dipimpin dr Junaedi SPpd. ''Jika masih kurang kami juga siap meminta bantuan dari jaringan rumah sakit tentara di seluruh Indonesia,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pasien pengungsi Merapi paling banyak menderita ISPA, selain itu mengalami patah tulang saat evakuasi dan lainnya adalah penyakit bawaan sebelum erupsi Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga hari terakhir ini, lanjut dia, tidak hanya warga lereng Gunung Merapi saja yang dilarikan ke rumah sakitnya karena gangguan abu vulkanik. Siswa sekolah di Kota Magelang yang saat terjadi hujan abu vulkanik lebat berada di luar ruangan, juga mengalami gangguan pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ada sekitar sepuluh lebih siswa SMP di Kota Magelang yang dilarikan ke sini karena saat menghirup abu vulkanik dan langsung pingsan. Empat masih dirawat dan lainnya sudah diperbolehkan pulang,'' katanya. (H33-28) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2729755097641784124?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2729755097641784124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/11/hujan-abu-robohkan-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2729755097641784124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2729755097641784124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/11/hujan-abu-robohkan-rumah.html' title='HUJAN ABU ROBOHKAN RUMAH'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TNuQbHnLLDI/AAAAAAAAAmw/poA4Aj_lbY0/s72-c/98506_pasca-erupsi-merapi_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1701598616809494335</id><published>2010-09-17T00:08:00.000+07:00</published><updated>2010-09-17T00:09:51.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>PULAU BATAM RIWAYATMU DULU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJJlR1qOkI/AAAAAAAAAmQ/ooZvkyBm-cQ/s1600/PANTAI+NONGSA.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJJlR1qOkI/AAAAAAAAAmQ/ooZvkyBm-cQ/s320/PANTAI+NONGSA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517553398274734658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEMPAT BATAM DILAHIRKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Disini dulu tinggal Raja Isa atau Nong Isa. Hari pengukuhannya sebagai wakil Raja Riau Lingga yang memerintah Nongsa tanggal 18 Desember 1829 menjadi Hari lahir kota Batam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keriuhan senda gurau pemuda dan pemudi Kampung Nongsa Pantai yang sedang bermain bola voli memecah keheningan sore yang mendung. Mereka tampak riang dan menikmati permainan bola dengan tangan itu. Tanah lapang berpasir diatara rumah yang berhadap-hadapan menjadi arenanya. Tentu saja mereka tidak sehebat pemain yang professional, rata-rata nyeker alias tidak bersepatu, bahkan ada yang pakai sarung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suara tawa terdengar riuh ketika melihat tingkah pemain yang gagal mengembalikan bola atau yang gagal menjebol pertahanan lawan dan terjatuh karena pukulannya tidak mengenai bila malah mengenai mukanya. Tepuk tangan dan kata-kata penyemangat dari penonton menambah riuhnya suasana di kampong tua sore itu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJJaTv-xyI/AAAAAAAAAmI/jboLYTcf1V8/s1600/NONGSA-SPOREjpg.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJJaTv-xyI/AAAAAAAAAmI/jboLYTcf1V8/s320/NONGSA-SPOREjpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517553209809225506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemerisik daun kelapa yang bergesekan seperti bernyanyi dilambai angin pantai. Sebagian warga lainnya menikmati indahnya panorama laut yang membentang berbatas negeri jiran, Malaysia dari Gazebo berderet menghadap ke pantai. Empat gazebo berderet menhadap lautan. Kapal-kapal besar dan kecil hilir mudik melintasi selat Malaka. Suasana sore yang begitu nyaman dan damai sembari menunggu bedug Maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah suasana di RT 01 RW 06, Kampung Nongsa Pantai, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa ketika matahari akan kembali ke peraduan. Sebanyak 43 kepala Keluarga, 190 jiwa mendiami kampong cikal bakal Pemeritahan Kota Bata mini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1960, Ramadan di kampong ini suasana lebih semarak daripada Ramadan sepuluh tahun terakhir ini. Warganya gegap gempita menyambut Ramadan, ayat-ayat suci Alquran lebih sering terdengar dari rumah-rumah yang semuanya rumah panggung, rumah adapt Melayu. “apalagi di malah tujuh likur (malam 27), sepanjang pantai ini akan diterangi obor,” cerita Hamzah, 58 th.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJJFLvEp5I/AAAAAAAAAmA/lOIAERByQ1k/s1600/NONGSA+KAMPUNG.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJJFLvEp5I/AAAAAAAAAmA/lOIAERByQ1k/s320/NONGSA+KAMPUNG.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517552846880679826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Itu perintah dari imam Raja Daud dan Raja Tama. Ada yang disuruh membuat tiga, lima dan tujuh buah obor setiap rumah. Selain imam masjid, mereka juga guru ngaji disini,” imbuhnya. Matanya seperti menerawang ke masa mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, Kampung Nongsa Pnatai jumlah penduduknya lebih banyak dari yang sekarang. Sehingga suasana kampong ini lebih padat dan lebih semarak. Kampong Nongsa Pantai semakin padat ketika proyek pembangunan Batam View mulai dikerjakan di tahun 80 an, banyak pendatang yang tinggal di kampong ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hamzah, anak muda di kampungnya sekarang beda dengan masa mudanya.&lt;br /&gt;“Dulu, kalau disuruh ngaji, kami langsung ngaji, ketemu imam saja kami takut, yang tidak berubah disni adalah kelapanya mas…” tukasnya lantas tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah menuturkan, anak muda zamannya selalu berebut mengumandangkan adzan di mushala jika waktu Maghrib tiba. Setelah shalat berjamaah mereka mengaji kepada imam Raja Daud atau Raja Tama hingga menjelang waktu Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal kisah kehidupan warga Kampung Nongsa Pantai medio tahun 60-90an. Sebuah kampong tidak jauh dari jembatan Sungai Nongsa atau terminal feri. Kampong yang dulu didiami Raja Isa atau Nong Isa. Keturunan Yang&lt;br /&gt;Dipertuan Muda Riau. Ayahandanya adalah Raja Ali sedangkan Ibundanya bernama Raja Buruk binti Raja Abdulsamad ibni Daeng Kamboja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pengukuhannya sebagai wakil yang diberi mandate memerintah Nongsa dan sekitarnya oleh Kerajaan Riau Lingga, tanggal 18 Desember 1829 menjadi landasan Hari jadi Kota Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta sejarah baru Kota Batam ini ditemukan oleh penggiat penelitian sejarah Melayu Kepri, Aswandi Syahri ketika sedang mencari dokumen-dokumen sejarah kerajaan Riau-Lingga, terutama temntang Raja Ali Haji di Arsip Nasional (ANRI) dan Perpustakaan Nasional (PNRI), Jakarta medio 2006 silam. “Tidak sengaja saya temukan satu lembar arsip dalam satu bundelan. Ternyata isinya tentang pengukuhan Raja Isa di Nongsa,” tutur Aswandi Sayri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKAM ISA SERING DIZIARAHI WARGA&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJH_pGaP5I/AAAAAAAAAl4/T5pv12p4sOI/s1600/NONG+ISA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJH_pGaP5I/AAAAAAAAAl4/T5pv12p4sOI/s320/NONG+ISA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517551652172349330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan Ramadan, warga Nongsa Pantai bergotong royong emmbersihkan areal pemakaman zuriat Raja Isa. Mereka bahu membahu menjaga kebersihan makam yang terletak di tanah yang tinggi itu. Kita harus melewati 59 buah anak tangga itu untuk mencapai keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Areal pemakaman bersejarah ini telah dipugar. Gapura dan tembok yang membatasi arealnya bercat kuning berles hijau, warna khas Melayu. Sementara di kiri dan kanannya, pohon aren dan pohon kapas, serta pohon liar tumbuh rimbun. Cukup meneduhkan di hari yang panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Raja Isa sebenarnya masih ada tapi sudah tidak tinggal di Nongsa Pnatai. Mereka termasuk warga yang dipindahkan ke kavling Nongsa. Hamzah menerangkan ihwal pria asli Selayar yang menetap di Kampung Nongsa Pnatai sejak umur lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Areal pemakaman zuriat Raja Isa atau Nong Isa, kini sering diziarahi warga Batam, baik keturunannya maupun warga yang penasaran dengan tokoh penting bagi Bata mini. Meskipun sebenarnya makam Raja Isa sendiri tidak diketahui secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggiat penelitian sejarah Melayu Kepri, Aswandi Syahri memaparkan sejarah Raja Isa berdasarkan dokumen yang ia dapat dari Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional, Jakarta 2006 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan sumber yang ditulis pada 1833. lebih jauh menjelaskan bahwa Raja Isa berusia 50 tahun ketika itu, dan kampong kecil tempat ia bersemayam terletak di hulu Sungai Nongsa.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BATAMPOS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1701598616809494335?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1701598616809494335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/09/pulau-batam-riwayatmu-dulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1701598616809494335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1701598616809494335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/09/pulau-batam-riwayatmu-dulu.html' title='PULAU BATAM RIWAYATMU DULU'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJJJlR1qOkI/AAAAAAAAAmQ/ooZvkyBm-cQ/s72-c/PANTAI+NONGSA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-6713378651787997843</id><published>2010-09-16T22:25:00.004+07:00</published><updated>2010-09-16T22:34:58.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>BUAH NAGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJI48Yfmz2I/AAAAAAAAAlw/Z_jYy235QlU/s1600/B+NAGA1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 217px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJI48Yfmz2I/AAAAAAAAAlw/Z_jYy235QlU/s320/B+NAGA1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517535103500603234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUAH TANGAN KHAS PULAU BATAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkebunan buah naga itu menghampar di kanan dan kiri jalan. Jumlahnya puluhan. Menghampar sepanjang enam pulau, dari pulau Tonton hingga Galang Baru. Dari kejauhan, batang buah naga yang berbentuk segitiga, dengan duri pendek, terlihat kehijauan diterpa sinar matahari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkebunan buah naga itu rata-rata memenajang dari pinggir jalan raya hingga ke pinggir pantai. Beberapa dianatranya menyediakan kafe. Seperti perkebunan buah naga milik Sani Sembiring. Di sana ada kafe bernama Naga Zone Juice House, kafe khusus bagi pengunjung yang ingin menikmati segarnya jus buah naga, langsung di lokasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJI4f0-9iPI/AAAAAAAAAlg/2wKfXIsu-vg/s1600/B+NAGA2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJI4f0-9iPI/AAAAAAAAAlg/2wKfXIsu-vg/s320/B+NAGA2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517534612932102386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di hari Sabtu dan Mingu, tempat ini banyak dikunjungi turis-turis, local dan mancanegara. Ada yang datang ingin menikmati minuman jus buah naga ada juga yang ingin memetik langsung dari batangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sani Sembiring, dia sudah menggarap lahan buah naga di pulau Setokok itu sejak 15 tahun silam. Harga surat tanah saat itu, dengan luas sekitar dua hektar, Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Bersama 36 petani lainnya, Sani menggarap lahan itu untuk perkebunan buah naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja kerasnya terbayar. Buah naga Batam kini terkenal, tak hanya ke seluruh Indonesia. Tapi juga ke Negara-negara tetangga. Bahkan petani buah naga Batam menyuplai bibit ke daerah-daerah lainnya. Perkebunan buah naga pun kini menjadi agro wisata yang banyak dikunjungi turis-turis asing. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BATAMPOS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-6713378651787997843?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/6713378651787997843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/09/buah-naga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6713378651787997843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6713378651787997843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/09/buah-naga.html' title='BUAH NAGA'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJI48Yfmz2I/AAAAAAAAAlw/Z_jYy235QlU/s72-c/B+NAGA1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1166117908267677989</id><published>2010-09-16T19:08:00.001+07:00</published><updated>2010-09-16T22:13:42.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>JEMBATAN BARELANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJI0C4jz70I/AAAAAAAAAlY/q6WHQxdtOkc/s1600/barelang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJI0C4jz70I/AAAAAAAAAlY/q6WHQxdtOkc/s320/barelang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517529717629251394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KISAH JEMBATAN 400 MILIAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Skenarionya cermat, menjadi kawasan Rempang – Galang sebagai pusat pertumbuhan perekonomuan baru. Pulau Batam diperkirakan akan sesak dengankegiatan industru, sehingga pembangunan akan bergeser ke kawasan Rempang –Galang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dibangunlah enam jembatan dengan biaya lebih dari Rp 400 miliar. Jembatan pertama dinamakan jembatan Tengku Fisabilillah. Jembatan bertipe cable stayed bridge itu paling banyak dikunjungi wisatawan local maupun asing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Lalu ada jembatan II atau Nara Singa II yang menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah, jembatan III atau dikenal juga dengan jmembatan Raja Ali Haji menghubungkan Pulau Nipah dan Pulau Setokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jembatan IV atau dikenal juga dengan jembatan Sultan Zainal Abidin menghubungkan Pulau Setokok dengna Pulau Rempang, jembatan V atau jembatan Tuanku Tambusai menghubungkan Pulau Rempang dan Galang dan terakhir jembatan VI atau jembatan Raja Kecil menghubungkan Pulau Galang dan Galang Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jembatan-jembatan itulah, enam pulau menyatu dengan Batam. Rempang yang luas lahannya sekitar 16.583 hektar bakal di tata sedemikian rupa dengan pembagian sekitar 217 hektar disiapkan untuk kawasan industri, permukiman 656.59 hektar, pariwisata seluas 447,14 hektar, fasilitas umum 127,82 hektar, jasa 181,04 hektar dan pertanian 1.198,57 hektar. Begitu juga dengan kawasan Galang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, setelah 12 tahun berdiri, yang bisa dinikmati dari pembangunan jembatan-jembatan tersebut hanyalah pemandangan-pemandangan di bawah jembatannya. Atau membuat Batam terkenal karena konstruksi jembatan I yang kokoh dan kini menjadi ikon VISIT BATAM 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara scenario menjadikan Rempang – Galang sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru, belum juga berjalan. Pembangunan kawasan Rempang – Galang tak kunjung terjadi akibat permasalahan lahan. Padahal puluhan investor siap mengucurkan dana. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BATAM POS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1166117908267677989?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1166117908267677989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/09/jembatan-barelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1166117908267677989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1166117908267677989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/09/jembatan-barelang.html' title='JEMBATAN BARELANG'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJI0C4jz70I/AAAAAAAAAlY/q6WHQxdtOkc/s72-c/barelang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1873851778030524439</id><published>2010-09-16T18:44:00.003+07:00</published><updated>2010-09-16T18:49:02.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>KEKAYAAN PULAU NATUNA KEPULAUAN RIAU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJIDmutSvAI/AAAAAAAAAlQ/k2ETwwBlWTw/s1600/napoleon.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJIDmutSvAI/AAAAAAAAAlQ/k2ETwwBlWTw/s320/napoleon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517476457390193666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEKAYAAN LAUT NATUNA YANG DIINCAR NELAYAN ASING &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IKAN NAPOLEON SEKILO HARGANYA RP 1 JUTA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nelayan asing yang mencari ikan di perairan KEPRI, khususnya Natuna dan Anambas, ternyata tidak hanya tergiur dengan banyaknya jenis dan jumlah ikan yang hidup di perairan ini, mereka yang tergiur pesona ikan Napoleon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harganya di tingkat nelayan saja mencapai 1 juta / kg. Bayangkan kalau sudah masuk pasar Singapura, Hongkong dan Taiwan harganya bisa jauh lebih mahal,&lt;/span&gt; “ ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kep Anambas, Zukhrin, kemaren.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Zukhrin tidak munafikan, jika ikan yang pada jaman ORBA sempat ingin di monopoli bisnisnya oleh keluarga Cendana ini memang potensinya sangat besar. Apalagi kondisi terumbu karang yang rata-rata masih alami di Anambas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar informasi, ikan Napoleon yang dalam bahasa china disebut “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shu Mei&lt;/span&gt;” ini panjangnya bisa mencapai 1.5 m, bahkan beberapa jenis bisa mencapai ukuran 1.80 m pada usia 50 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Napoleon ini ternyata salah satu ikan karang besar yang hidup pada daerah tropis. Kehidupan ikan yang dalam bahasa lazimnya  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cheilunus undulates&lt;/span&gt; ini umumnya sama dengan ikan karang lainnya yang hidup secara soliter. Para penyelam biasanya menemukan ikan ini berenang sendiri pada daerah sekitar karang. Umumnya sangat jinak dengan para penyelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keunikan ikan yang juga sering dijuluki si buruk rupa ini adalah lingkar bola matanya yang dapat melihat arah sudut pandang sampai 180 derajat. Kebiasaan hidup sendiri pada kedalaman tertentu membuat ikan ini sangat dinantikan oleh para penyelam. Si buruk rupa yang bernilai jutaan rupiah per kg ini. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BATAM POS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1873851778030524439?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1873851778030524439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/09/kekayaan-pulau-natuna-kepulauan-riau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1873851778030524439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1873851778030524439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/09/kekayaan-pulau-natuna-kepulauan-riau.html' title='KEKAYAAN PULAU NATUNA KEPULAUAN RIAU'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TJIDmutSvAI/AAAAAAAAAlQ/k2ETwwBlWTw/s72-c/napoleon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-43276118510145198</id><published>2010-07-20T19:00:00.003+07:00</published><updated>2010-07-20T19:05:29.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>PESTA RAKYAT DAN PRODUK PENINGGALAN LELUHUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TEWQ3NdludI/AAAAAAAAAlA/0idvPA1hkXs/s1600/393a1966a57c64ce9540cfc6d69ac01a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TEWQ3NdludI/AAAAAAAAAlA/0idvPA1hkXs/s320/393a1966a57c64ce9540cfc6d69ac01a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495958198456531410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Purworejo, CyberNews.&lt;/span&gt; sebagai salah satu daerah di lereng perbukitan Menoreh sejatinya memiliki akar budaya yang cukup tua. Posisinya yang juga sebagai salah satu daerah kekuasaan kasultanan Jawa membuat Purworejo memiliki banyak sekali produk-produk budaya, terutama berupa kesenian yang merupakan peninggalan leluhur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah disadari atau tidak, kesenian-kesenian rakyat yang dulu berkembang saat ini mulai luntur. Penetrasi budaya barat membuat kesenian rakyat nyaris ditelan zaman. Produk-produk budaya pop justru mendominasi kehidupan generasi kini, sementara kesenian asli nyaris dibiarkan tertelan oleh zaman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akankah kesenian rakyat yang merupakan warisan tak ternilai itu dibiarkan hanya tinggal sejarah dan generasi penerus tak lagi mengenalnya?&lt;/span&gt; Panitia Pesta Kebangkitan Seniman Tradisional Purworejo 2010 barangkali sedikit dari sekian banyak elemen yang sepertinya tidak rela kesenian rakyat ditelan oleh zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dilatarbelakangi keprihatinan itulah, digelar pesta seni rakyat tradisional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikinya lima belas kesenian rakyat yang sebagian besar nyaris punah difestivalkan. Even itu dipusatkan di komplek SD Pius Kutoarjo, Sabtu (22/5) akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;Beberapa kesenian yang dipentaskan antara lain Dolanan bocah tradisional "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jamuran&lt;/span&gt;". Pembimbing penyaji kesenian ini Sarwini SPd menjelaskan, sebagian besar anak-anak saat ini sudah tidak mengenal dolanan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jamuran&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pada dekade 60-an hingga 70-an, dolanan ini masih kerap dimainkan di pelosok-pelosok desa. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekarang sepertinya sudah tergusur mainan seperti play station dan tayangan televisi,&lt;/span&gt;" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai mainan sekaligus kesenian, dolanan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jamuran&lt;/span&gt;" memiliki pesan-pesan luhur kepada anak-anak. Antara lain menjadi media pembelajaran sikap sportif, kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa senasib sepenanggungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami sangat senang karena ternyata ada even yang memfasilitasi pelestarian kesenian ini. Dengan festival ini diharapkan generasi-generasi sekarang mengenal kesenian-kesenian asli produk budayanya sendiri,&lt;/span&gt;" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua panitia GY Dwiantoro mengungkapkan, kesenian lain yang hampir punah dan ikut ditampilkan dalam festival tersebut antara lain kesenian Cepetan dari Grabag, Kubro Siswo dari Bener, Jan Janen dari Bruno, Ande-ande Lumut, Samanan dari Ngombol, Cing Poling dari Pituruh, Incling dari Kaligesing, dan Gojeg Lesung yang memang ada hampir di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selama ini yang masih bisa bertahan hanya Dolalak sebagai ikon Purworejo dan Kuda Lumping. Sebagian besar kesenian rakyat yang lainnya justru sudah tidak banyak dikenal,&lt;/span&gt;" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan, penampilan kesenian-kesenian yang sudah nyaris punah itu memang tidak diperlombakan. Pesta seni rakyat itu dimaksudkan sebagai media edukasi sekaligus promosi agar kesenian-kesenian tradisional itu tidak hilang dari benak masyarakat. Terutama, bagi generasi-generasi penerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dwiantoro, meski baru pertama kali digelar, pesta seni rakyat itu mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat. Dari berbagai generasi ikut serta menyaksikan pementasan setiap kelompok seni.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( Nur Kholiq /CN13 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-43276118510145198?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/43276118510145198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/pesta-rakyat-dan-produk-peninggalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/43276118510145198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/43276118510145198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/pesta-rakyat-dan-produk-peninggalan.html' title='PESTA RAKYAT DAN PRODUK PENINGGALAN LELUHUR'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TEWQ3NdludI/AAAAAAAAAlA/0idvPA1hkXs/s72-c/393a1966a57c64ce9540cfc6d69ac01a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-5561300809003616415</id><published>2010-07-20T18:54:00.001+07:00</published><updated>2010-07-20T18:57:14.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>50 PERISTIWA SEJARAH BUDAYA DIDOKUMENTASIKAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PERISTIWA&lt;/span&gt;  sejarah dan budaya lokal terkesan makin terpinggirkan. Bahkan belakangan ini semakin banyak peristiwa sejarah, seni, dan budaya yang merupakan aset berharga bagi bangsa telah terhapus dari memori masyarakat setempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang melatarbelakangi Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Yogyakarta melakukan pendokumentasian 50 peristiwa sejarah dan budaya di Kabupaten Kebumen. Penelitian dilakukan peneliti madya BPSNT Yogyakarta, Drs Tugas Tri Wahyono di Kabupaten Kebumen dan Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tugas Tri Wahyono, sejarawan lulusan UNS 1991 itu, Selasa (25/5) mendatangi Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen dan diterima Kepala Bidang Kebudayaan Ir Made Wirawan dan Kepala Seksi Sejarah, Seni dan Nilai Tradisional Drs Slamet ZT. Tugas menjelaskan, kedatangan dia mendapat mandat dari BPSNT Pusat, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, menginventarisasikan berbagai peristiwa sejarah dan budaya di Kebumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Kebumen dan Purworejo termasuk daerah unik di Jateng selatan. Sebab di daerah itu memiliki kekayaan sejarah, seni, dan budaya yang patut dilestarikan. Dia mendapat tugas mendata dan mendokumentasikan sedikitnya 50 peristiwa sejarah dan budaya. Mulai dari sejarah lokal, sejarah tokoh pendiri daerah, hasil kerajinan, dan seni tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data awal yang dihimpun itu akan disusun menjadi semacam data dasar mengenai sejarah, asal usul dan identitas masyarakat lokal. Informannya bisa tokoh sejarah, tokoh masyarakat, pejabat instansi terkait, hingga pelaku sejarah. Untuk keperluan identifikasi itu dia telah mengakses dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelusuran itu dia mencatat, di Kebumen banyak peristiwa sejarah layak didokumentasikan. Mulai sejarah Dinasti Kolopaking dan Arung Binang sebagai pendiri Kebumen, sejarah tokoh lokal berciri penyebar agama seperti Syekh Anom Sidakarsa di Petanahan, dan Syekh Ibrahim Asmarakandi di Kuwarisan Panjer.&lt;br /&gt;Data Masih Minim Kemudian ada tokoh lokal pendiri daerah seperti Joko Sangkrib di Bulupitu Kutowinangun, tokoh pedalaman seperti kisah Mbah Kepadangan atau Untung Suropati di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam. Tugas juga mengidentifikasi hasil kerajinan, seperti motif dan tipe batik tulis di Kebumen. Ada batik Tanuraksan, batik Jemur Pejagoan, dan batik Karangkembang Alian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kebumen, Ir Made Wirawan menyambut baik kegiatan penelitian dari  BPSNT Yogyakarta. Bahkan dia mengharapkan semakin banyak peristiwa sejarah dan budaya serta seni di Kebumen didokumentasikan supaya bisa berkembang. Saat ini semakin banyak jenis seni budaya yang kian terpinggirkan dan terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Made Wirawan yang didampingi Slamet ZT menjelaskan, dari 50 Cagar Budaya itu telah diberi papan nama agar dilindungi dan dirawat secara berkala. Bahkan beberapa juru kunci makam dan petilasan itu tahun 2009 menerima tali asih dari APBD. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Komper Wardopo-89)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-5561300809003616415?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/5561300809003616415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/50-peristiwa-sejarah-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5561300809003616415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5561300809003616415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/50-peristiwa-sejarah-budaya.html' title='50 PERISTIWA SEJARAH BUDAYA DIDOKUMENTASIKAN'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-7944269156762858374</id><published>2010-07-20T18:44:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T18:54:28.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>PERGESERAN ARAH KIBLAT SHALAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TEWONo4FQeI/AAAAAAAAAk4/Y65zNUwh8LI/s1600/1a768117fc8b0aabe1a1b1e2cb53bc22.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TEWONo4FQeI/AAAAAAAAAk4/Y65zNUwh8LI/s320/1a768117fc8b0aabe1a1b1e2cb53bc22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495955285237645794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ditentukan lewat Bayangan Tiang Pancang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pergeseran arah kiblat dari barat menjadi barat laut menjadi perbincangan hangat. Masjid dan mushola tidak harus dirombak, hanya disesuaikan shafnya. Akibat gempa bumi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AWALNYA&lt;/span&gt; kiblat adalah barat. Fatwa MUI No 3 tahun 2010 tentang Kiblat itu di antaranya menyebutkan bahwa letak geografis Indonesia berada di bagian timur Kakbah/Makkah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap barat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa tersebut kemudian direvisi karena didapati bahwa letak Indonesia tidak persis di arah timur Kakbah, tetapi agak ke selatan. Karena itu, arah Kakbah adalah barat laut. Ada teknik sederhana untuk menentukan arah kiblat, selain memakai peralatan canggih. Yakni dengan metode Rosydul Qiblat, dengan cara menegakkan tiang pancang tinggi di depan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan dari tiang pancang yang ada di sebelah timur itu dalam ilmu falaq dipastikan tepat lurus dengan Kakbah di Makkah sebagai episentrum arah kiblat masjid di seluruh dunia. Tentu saja metode itu tidak bisa dalam sembarang waktu. Tetapi berpatokan pada posisi matahari tepat di atas Kakbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan arah kiblat yang pas atau Rosydul Qiblat, bisa didapati pada Almanak Menara Kudus yang sejak dahulu telah memublikasikan. Tradisi falak atau astronomi di Kudus sudah berlangsung sejak era Sunan Kudus Raden Dja’far Shadiq. Masjid Al Aqsha atau dikenal masyarakat dengan sebutan Masjid Menara Kudus adalah salah buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid yang dibangun Sunan Kudus pada 10 Muharram 956 H atau 17 Februari 1549 diyakini arah kiblatnya telah sesuai dengan letak Kakbah di Makkah, tetapi pada waktu berikutnya terjadi pergeseran arah kiblat dari posisi awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itu terjadi ketika pada tahun 1950-an, KH Turaichan Adjhuri mengusulkan pelurusan arah kiblat Masjid Menara kepada KH Asnawi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Mbah Asnawi sempat kaget, tetapi setelah dijelaskan oleh Abah saya, akhirnya mafhum, bahwa arah kiblatnya bergeser,”&lt;/span&gt; jelas KH Khoiruzzad Adjhuri, putra KH Turaichan Adjhuri Es Syarofi ini. Pasalnya, menurut Mbah Asnawi, masjid yang dibangun adalah Sunan Kudus tentunya sudah memperhitungkan arah kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai cerita, Sunan Kudus memang dikisahkan adalah seorang yang ahli ilmu agama, termasuk ilmu falak. Bahkan Sunan Kudus menyandang sebutan sebagai Waliyul Ilmi, salah seorang Wali dari gugusan Wali Songo yang mempunyai kepintaran dalam berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi falakiyah Sunan Kudus diteruskan oleh KH Turaichan Adjhuri Es Syarofi. Beliau ahli dalam ilmu falak yang diakui oleh dunia internasional. Maka, dalam penentuan arah kiblat oleh Sunan Kudus, maupun usulan pelurusan oleh Kiai Turaichan tidak menggunakan alat modern seperti theodolit karena belum ada, tetapi dengan perhitungan dengan perangkat ilmu falak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zad, panggilannya akrabnya, menilai usulan Mbah Turaichan bukan bermakna penyalahan kepada perhitungan Sunan Kudus terhadap arah kiblat Masjid Menara. Tetapi lebih pada pemaparan baru terkait faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran arah kiblat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Ada banyak hal yang membuat bergeser, di antaranya gempa bumi, perkembangan dan pergeseran tanah,”&lt;/span&gt; terang kiai sepuh di Kudus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Mbah Turaichan ketika muda itu, lanjutnya, tidak membenarkan atau menyalahkan, tetapi memberikan informasi sesuai bidang keilmuannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Ini yang perlu dipahami masyarakat agar tak terjadi salah kaprah tentang kisah Abah,”&lt;/span&gt; tandas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak perlu memugar masjid karena menelan biaya besar. Dia menyarankan untuk mengarahkan diri ketika shalat agak ke kanan atau barat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Kalau jadi imam di Masjid Menara arah shalat saya agak condong ke barat,”&lt;/span&gt; tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masjid Agung Solo &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah kiblat Masjid Agung Surakarta juga bergeser. Pengukurannya dilakukan Tim Ahli Hisab dan Rukyat Kanwil Kementerian Agama Jateng pada awal 2008. Hasilnya, arah kiblat masjid bersejarah di Kota Bengawan melenceng 10 derajat ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, belum ada tanda-tanda untuk menyesuaikan arah yang telah ditentukan. Hingga saat ini, para jamaah masih menggunakan garis atau shaf yang lama. Di tempat pengimaman pun, belum diubah arah kiblatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Masjid Agung Surakarta Ir H Abdul Basid, pihaknya belum berani mengubah arah kiblat yang lama. Sebab, sertifikat hasil pengukuran arah kiblat oleh Kanwil Kementerian Agama Jateng belum diterima. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Kami belum menerima sertifikat  keterangan. Sehingga belum berani untuk mengubah arah karena tidak ada dasarnya. Kalau tidak punya dasar, lantas mengubah justru akan salah,”&lt;/span&gt; katanya usai menjalani shalat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, setelah pengukuran awal 2008 lalu, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta telah memberi tanda arah kiblat yang baru. Bentuknya berupa lakban yang dipasang sesuai shaf. Namun, belakangan tanda itu sudah tidak ada lagi entah ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takmir Masjid, ujar Basid, pernah meminta sertifikat ke Kanwil Jateng beberapa bulan lalu, namun tidak menuai hasil. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Katanya sudah diserahkan ke Kantor Solo (Kementerian Agama Solo). Setelah kami minta, ternyata sertifikatnya hancur diterjang banjir dan tidak bisa dibaca lagi,”&lt;/span&gt; ungkap pria berkacamata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya sertifikat yang dinantikan keluar, pengurus masjid tidak akan membongkar bangunan tempat ibadah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, bangunan itu merupakan salah satu cagar budaya yang harus dilestarikan. Pembetulan arah kiblat masjid di Kabupaten Purworejo sudah mulai dilakukan. Tidak hanya menggunakan alat teknologi modern, tetapi juga menggunakan metode klasik ilmu falaq berupa Rosydul Qiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo Drs H Khozin Sukardi menyebutkan, setelah ada pemberitahuan dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah, pihaknya langsung mengirimkan surat edaran ke KUA agar mengoordinasikan pembetulan arah kiblat. Termasuk juga mengumumkan surat edaran tersebut melalui siaran radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan, pada Jumat (16/7) pukul 16.26.44 merupakan waktu yang tepat matahari persis di atas Kakbah. Kemenag Kabupaten Purworejo menginstruksikan agar pengurus masjid di seluruh Kabupaten Purworejo agar pada jam tersebut dilakukan pembetulan arah kiblat dengan menggunakan metode klasik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagino, takmir Masjid Agung Al Izhar Kutoarjo yang merupakan salah satu masjid sentral mengungkapkan, masjid yang dibangun tahun 1887 itu sudah beberapa kali mengalami perubahan arah kiblat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Awalnya persis di tempat pengimaman. Tapi sekarang sudah bergeser ke utara sekitar tiga meter dengan arah condong ke barat laut,”&lt;/span&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, selama menjadi takmir sudah terjadi tiga kali perubahan arah kiblat. Pertama tahun 1984 yang dibenahi oleh Depag. Selanjutnya tahun 1997 dan terakhir tahun 2009. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katanya hari ini (kemarin-red) mau diperbaiki lagi karena rotasi matahari bergeser,&lt;/span&gt;” katanya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Zakki Amali, Arif M Iqbal, Nur Kholiq-41)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-7944269156762858374?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/7944269156762858374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/pergeseran-arah-kiblat-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7944269156762858374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7944269156762858374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/pergeseran-arah-kiblat-shalat.html' title='PERGESERAN ARAH KIBLAT SHALAT'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/TEWONo4FQeI/AAAAAAAAAk4/Y65zNUwh8LI/s72-c/1a768117fc8b0aabe1a1b1e2cb53bc22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2431708855635560957</id><published>2010-07-20T18:40:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T18:43:21.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>PILKADA PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;600 Polisi Dikerahkan Amankan Pilkada Purworejo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Purworejo, CyberNews.&lt;/span&gt; Polres Purworejo bersiap menyambut pilkada 2010. Sebanyak 600 personil akan disiagakan untuk mengamankan pilkada. Sementara, gelar pasukan dan simulasi pengamanan kerusuhan dalam pilkada berlangsung di Alun-Alun Kota Purworejo, Selasa (13/7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolres Purworejo AKBP Agus Krisdiyanto mengatakan pihaknya menyiapkan 600 personil kepolisian untuk pilkada 2010. Petugas dari polres akan dibantu anggota TNI dan instansi lain seperti aparat perlindungan masyarakat (linmas) Pemerintah Kabupaten Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan selama proses pilkada sejumlah kerawanan harus diwaspadai. Potensi gangguan keamanan itu antara lain premanisme dan kerusuhan massa. Penyebab timbulnya gangguan keamanan umumnya adalah kecurangan dalam pilkada, seperti praktik politik uang. Selain itu, pergerakan massa pendukung pasangan calon juga berpeluang menimbulkan gesekan yang berujung pada gangguan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Money politic jangan sampai dilakukan oleh para calon karena sangat berpotensi memicu aksi anarkis. Kami berharap pemilukada 2010 akan lancar dan kondusif,”&lt;/span&gt; ujarnya seusai gelar pasukan, Selasa (13/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolres menambahkan gelar pasukan operasi Mantap Praja Pengamanan Pemilukada 2010diperlukan untuk menyiapkan anggotanya dalam menghadapi situasi terburuk seperti huru hara massa. Pengamanan pilkada, katanya, memerlukan kerjasama berbagai pihak. Pihaknya bertekad mengamankan pilkada sesuai prosedur dan tidak akan melanggar HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gelar pasukan, Polres Purworejo menyimulasikan penanganan kerusuhan yang dipicu praktik politik uang. Polisi bekerjasama dengan TNI, Satpol PP dan petugas linmas. Aparat kepolisian menghadapi massa yang emosi dan menuntut pembubaran KPU. Simulasi itu menggambarkan bentrok fisik antar demonstran bersenjata dan polisi. Seorang demontsran disimulasikan tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polres mengerahkan ratusan personil dan mobil water canon dari Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Purworejo. Massa yang beringas memaksa polisi menembakkan peluru karet. Tindakan polisi justru menyulut amarah massa yang menyandera ketua KPU. Bahkan demonstran juga menyiapkan bom untuk meledakkan gedung. Kerusuhan akhirnya dapat dipadamkan setelah polisi mengerahkan satuan anti teror dari Polwil Kedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setelah simulasi ini, kami berharap anggota siap mengamankan jalannya pemilihan kepala daerah,"&lt;/span&gt; kata Kapolres.&lt;br /&gt;Sebelumnya, juga telah menyiapkan 4208 petugas linmas yang akan mengamankan 1565 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan 494 desa dan kelurahan di Purworejo. Kepala Seksi Linmas Kantor Kesbangpolinmas menyatakan tiap desa dan TPS  akan dijaga oleh dua petugas linmas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( Nur Kholiq /CN13 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2431708855635560957?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2431708855635560957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/pilkada-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2431708855635560957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2431708855635560957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/pilkada-purworejo.html' title='PILKADA PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-6826403536137619953</id><published>2010-07-20T18:26:00.001+07:00</published><updated>2010-07-20T18:37:59.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>LIMA PERLINTASAN KA DI PURWOREJO DIBUATKAN POS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sering Makan Korban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Purworejo, CyberNews&lt;/span&gt;. Kecelakaan kereta api hingga memakan korban jiwa di sejumlah pos perlintasan KA tanpa palang pintu di Kabupaten Purworejo akhirnya menyadarkan Departemen Perhubungan (Dephub) untuk mengambil kebijakan antisipasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Perkeretaapian membangun pos penjagaan di lima perlintasan tanpa palang pintu. Yaitu perlintasan Andong Kecamatan Butuh, Tegalkuning Kecamatan Banyuurip, pelintasan Sucenjurutengah Kecamatan Bayan, perlintasan Krendetan Kecamatan Bagelen, dan perlintasan SMA PMB Majir Kecamatan Kutoarjo.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dishubkominpar Grahito Ganjar, melalui Kabid Lalu Lintas Muh Baidin Kamis (1/7) mengungkapkan, lima perlintasan tersebut yang selama ini dianggap perlintasan maut karena rawan terjadi kecelakaan yang melibatkan kereta api yang melintas dengan pengguna jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekarang sudah dimulai membangun pos penjagaan dan setelah itu diteruskan dengan pembuatan palang pintu&lt;/span&gt;," katanya.&lt;br /&gt;Pembangunan lima pos perlintasan tersebut dipastikan akan selesai tahun 2010. Selanjutnya, Pemkab Purworejo akan melakukan seleksi untuk merekrut petugas penjaga pintu perlintasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Baidin, setelah pos penjagaan itu ada, diharapkan akan mengurangi kecelakaan dan secara otomatis mengurangi jumlah korban jiwa yang meninggal akibat kecelakaan tertabrak kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan, ada 31 perlintasan di Kabupaten Purworejo yang tidak dilengkapi dengan palang pintu pengaman. Sementara, total keseluruhan perlintasan sebanyak 39 titik.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( Nur Kholiq /CN26 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-6826403536137619953?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/6826403536137619953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/lima-perlintasan-ka-di-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6826403536137619953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6826403536137619953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/lima-perlintasan-ka-di-purworejo.html' title='LIMA PERLINTASAN KA DI PURWOREJO DIBUATKAN POS'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-5816687575346186692</id><published>2010-07-20T18:22:00.001+07:00</published><updated>2010-07-20T18:25:53.673+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>MENGGALI POTENSI PETERNAKAN PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;KABUPATEN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Purworejo pada 2008 tercatat memiliki sekitar 9 sektor yang mampu memberikan kontribusi pada PDRB, yakni pertanian, industri dan pengolahan, pertambangan dan galian, listrik, gas, air bersih, bangunan, perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesembilan sektor tersebut, kontribusi terbesar ada di sektor pertanian yang mencapai 33,63 persen; disusul jasa 18.18%; perdagangan, hotel dan restoran 16,74%; industri pengolahan 10.64% serta sektor lainnya rata-rata di bawah 10%.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sebagai sektor yang memberikan kontribusi terbesar, pertanian tidak lepas dari subsektor peternakan. Namun, kenyataan di lapangan kedua komponen ini belum dioptimalkan meskipun ada potensi besar yang bisa dikembangkan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu sentra pertanian di Jawa Tengah, tentunya kaya akan produksi limbah pertanian seperti jerami padi, jagung, ketela pohon, jerami tebu dan lain sebagainya yang tentu sangat mendukung sebagai pakan selain rumput.&lt;br /&gt;Ketersediaan limbah pertanian dan hijauan makanan ternak (HMT) yang ada sangat memungkinkan untuk pengembangan ternak secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan boleh dikatakan Purworejo surplus pakan hijauan ternak, namun kurang ternak. Potensi ketersediaan hijauan makanan ternak (HMT) dan cariying capacity yang ada sangat mendukung. Cariying capacity merupakan kemampuan ketersediaan hijauan makanan ternak terhadap daya tampung ternak yang dihitung dalam animal unit (AU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HMT di Purworejo mampu menampung kebutuhan pakan ternak 464.709 AU/tahun setara dengan 464.709 ekor sapi dewasa atau setara 6.505.926 ekor kambing/domba/tahun. Dari total potensi HMT tersebut baru termanfaatkan kurang lebih 13,17%, sedangkan yang 86.83% belum dioptimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketersediaan pakan dari rumput lapangan 71.288 AU dan rumput unggul 334.697 AU. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi luas panen limbah pertanian untuk jerami padi tahun 2008 sekitar 49.248 ha dengan produksi 281.240 ton dan cariying capacity 29.070 AU. Di samping itu ada limbah jerami jagung, kedelai, kacang tanah, daun tebu, dan daun ketela pohon dengan daya dukung ternak 3.573-11.219 AU yang juga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan/cadangan seperti jerami fermentasi maupun silase sangat baik untuk ternak terutama pada musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sinergisnya sektor pertanian dengan subsektor peternakan terlihat dari populasi ternak yang belum begitu menggembirakan. Ini terbukti jumlah populasi ternak ruminansia besar (sapi, kerbau, kuda) maupun kecil (kambing, domba) yang belum meningkat secara signifikan bahkan cenderung mengalami fluktuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, Kabupaten Purworejo telah menjadikan kambing PE sebagai salah satu jenis komoditi unggulan, bahkan telah menjadi ikon kebanggaan daerah yang terkenal hingga skala nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kambing PE telah dijadikan sebagai ciri khas Purworejo, bukan berarti jenis ternak lainnya seperti sapi, kerbau, kuda, kelinci, dan lain sebagainya hanya dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;Alami Penurunan&lt;br /&gt;Setidaknya ada 10 jenis komoditas agribisnis peternakan yang tersebar ini, mulai sapi potong, sapi perah, kuda, kerbau, babi, kambing, kambing PE, domba, sampai kelinci dan unggas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip data dari BPS Purworejo (2008), hampir semua populasi jenis ternak di Purworejo mengalami penurunan dari tahun 2004 hingga tahun 2007. Sedangkan populasi kambing PE cenderung naik-turun (fluktuatif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh berbeda pula nasib sapi potong. Selama 3 tahun (2004-2007) dari total 16 kecamatan yang ada relatif stagnan bahkan menurun yakni pada angka 13.851 ekor tahun 2004 menjadi 13.067 pada tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk populasi kerbau justru turun drastis dari tahun 2004 sebanyak 2.311 ekor menjadi 1.696 pada tahun 2007. Begitu pula dengan domba yang menurun drastis dari 63.536 ekor tahun 2004, pada tahun 2008 hanya tinggal 45.603 ekor.&lt;br /&gt;Dukungan konkret semua pihak baik pemerintah daerah, instansi/lembaga penelitian/perguruan tinggi, swasta maupun masyarakat petani-peternak sendiri sangat diperlukan guna mendukung optimalisasi seperti pembuatan jerami fermentasi,silase, dan lain sebagainya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya, semoga pemerintah daerah tergerak untuk bisa menyinergikan sektor pertanian dengan subsektor peternakan, sehingga potensi limbah pertanian yang melimpah bisa sepenuhnya termanfaatkan dengan baik untuk membuka peluang peningkatan populasi ternak. (10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;— Dedy Winarto SPt MSi, alumnus Undip, dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-5816687575346186692?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/5816687575346186692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/menggali-potensi-peternakan-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5816687575346186692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5816687575346186692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/menggali-potensi-peternakan-purworejo.html' title='MENGGALI POTENSI PETERNAKAN PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-7301780550320192043</id><published>2010-07-20T18:15:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T18:22:04.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>SEMBILAN PASANG CABUP SAMPAIKAN VISI MISI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Purworejo, CyberNews.&lt;/span&gt; Pendidikan, kesehatan, pertanian dan upaya menarik investor menjadi program utama semua pasangan calon kepala daerah Purworejo 2010-2015.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat isu itu dipaparkan para calon dalam penyampaian visi misi dan program calon kepala daerah pada rapat paripurna di gedung DPRD Purworejo, Rabu (14/7). Penyampaian visi misi itu sekaligus menandai dimulainya kampanye Pilkada Purworejo 2010.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Rapat paripurna penyampaian visi misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Purworejo dipimpin oleh Ketua DPRD Purworejo Yuli Hastuti. Calon kepala daerah menyampaikan visi misnya berdasarkan nomor urut. Visi misi semua calon hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengedepankan upaya peningkatan kualitas pendidikan serta perluasan pelayanan kesehatan. Selain itu optimalisasi potensi Purworejo sebagai kawasan pertanian juga dinilai akan mempu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, semua calon juga menjanjikan peningkatan investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Di luar empat hal pokok itu, keinginan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan efisien juga menjadi tekad para kontestan Pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhmad Fauzi-Supeniwati menyatakan akan berusaha meningkatkan kualitas pendidikan untuk memperluas lapangan kerja. Selain itu, kemajuan ekonomi daerah perlu terus dimaksimalkan. Legiman Misdiyono-Hartono menjanjikan pengembangan pertanian, industri dan pengurangan tenaga kerja. Kemandirian pembangunan desa dan upaya menarik investasi juga menjadi tekad keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahsun Zain-Suhar menekankan tiga hal, yakni peningkatan kualitas pertanian untuk kesejahteraan masyarakat, investasi dan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuswantoro-Subeno berjanji mewujudkan pendidikan bermutu, akses yang mudah bagi petani, kualitas teknologi informasi dan teknologi pertanian, rehabilitasi lingkungan dan optimalisasi kelautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashal Badri-Fatkur Rejeki mengampanyekan transparansi keuangan daerah, penyehatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penarikan investor serta pengembangan agribisnis dan potensi ekonomi yang lebih modern. Angko Setiyarso Widodo-Sudiyo mengandalkan pengembangan sektor pertanian. Selain menjaga agribisnis sebagai lokomotif perekonomian daerah, pasangan itu juga berjanji menjaga biaya produksi pertanian agar tetap terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuniarso Kwartono Adi-Zaenal Mustofa menjanjikan pengembangan ekonomi di wilayah kecamatan dan pedesaan. Dalam bidang pendidikan, pasangan itu menjanjikan pemberian beasiswa ke luar negeri bagi pemuda Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponidjo-Yophi Prabowo juga menjanjikan perlindungan bagi petani, peningkatan pendidikan dan pengembangan agrobisnis dan agrowisata. Tak jauh berbeda, Daromi Irdjas-Subkhan menyatakan akan mengembangkan perekonomian kecamatan dan desa, agrobisnis, kelautan serta maksimalisasi potensi pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai memaparkan visi misinya, para calon menandatangani ikrar kampanye damai. Poin penting dalam ikrar kampanye damai adalah komitemen untuk menjaga situasi yang kondusif serta menerima apapun hasil pilkada dengan lapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Melalui penyampaian visi misi ini, kampanye pilkada sudah dimulai. Kami berharap semua pasanangan calon mampu menjaga keamanan dan mewujudkan kampanye yang sehat,&lt;/span&gt;" ujar Ketua Dewan Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Ketua KPU Purworejo Muslikhin Madiani mengharapkan visi misi dan program para kandidat menjadi dasar bagi masyarakat untuk menentukan pilihan pada coblosan 31 Juli mendatang. Masyarakat diminta mencermati visi misi tiap calon agar tidak salah pilih.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( Nur Kholiq /CN13 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-7301780550320192043?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/7301780550320192043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/sembilan-pasang-cabup-sampaikan-visi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7301780550320192043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7301780550320192043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/07/sembilan-pasang-cabup-sampaikan-visi.html' title='SEMBILAN PASANG CABUP SAMPAIKAN VISI MISI'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8964512497377830517</id><published>2010-06-10T12:50:00.002+07:00</published><updated>2010-06-10T12:52:46.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>DESA WISATA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purworejo Rintis Lima Desa Wisata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purworejo, CyberNews. Kebijakan Pemkab Purworejo untuk mengembangkan sektor pariwisata mulai nampak. Setidaknya terlihat dari rencana Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Pariwisata (Dishubkominpar) yang mulai merintis desa wisata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dishubkominpar Grahito Ganjar mengungkapkan, ada lima desa yang menjadi rintisan desa wisata. Yaitu Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag, Desa Keburuhan Kecamatan Ngombol, Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi, Desa Somongari&lt;br /&gt;Kecamatan Kaligesing, dan Desa  Karangrejo Kecamatan Loano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kelima desa itu, tiga di antaranya potensi andalannya adalah wisata pantai yang selama ini sudah menjadi tujuan wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan Grahito, sebelum Pantai Keburuhan dan Jatimalang dikunjungi wisatawan, Pantai Ketawang justru sudah lebih dulu menjadi tujuan wisata  tradisional sejak lama. Bahkan saat hari libur seperti hari raya, ribuan pengunjung memadati pantai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam perkembangannya, justru Pantai Jatimalang  dan Keburuhan yang mendapat  fasilitas dari pemerintah. Sedangkan Pantai Ketawang terbengkalai dengan adanya kontrak penambangan pasir besi selama 20 tahun sejak tahun 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi Desa Somongari adalah adanya ritual Jolenan. Di samping juga potensi wisata sejarah sebagai tempat kelahiran WR Soepratman dan wisata agro sebagai pusat buah durian dan manggis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padnani, ketua kelompok tani Murakabi Desa Karangrejo menjelaskan, pengembangan desa wisata dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan UGM dan perguruan tinggi lainnya. Bahkan para anggota kelomtan ini telah  mendapat pelatihan pula dari balai pembenihan tanaman hutan Jawa Bali di Sumedang, untuk mengembangkan berbagai tanaman langka. Di samping juga dikembangkan potensi petualangan dengan kegiatan outbond.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( Nur Kholiq /CN16 )http://suaramerdeka.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8964512497377830517?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8964512497377830517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/06/desa-wisata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8964512497377830517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8964512497377830517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/06/desa-wisata.html' title='DESA WISATA'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-4968046020618518084</id><published>2010-06-10T12:46:00.002+07:00</published><updated>2010-06-10T12:49:54.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>RUMAH BAMBU DARI PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rumah Bambu yang Mendapat Nilai Lebih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UNTUK memperoleh keindahan rumah tinggal tidak harus selalu dengan bahan yang mewah dan mahal. Berbekal bahan sederhana pun, akan menawan kalau mendapat sentuhan seni. Selain itu akan tercipta bangunan yang indah dan asri, walau tidak dengan biaya yang mahal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, rumah bambu asal Purworejo. Ketika diikutsertakan dalam Mega Jateng Expo, belum lama ini. Walau dengan prinsip kesederhanaan, ternyata stan Pemkab Purworejo berhasil keluar sebagai juara pertama lomba antarstan kategori pemkab/pemkot.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak kepalang tanggung, stan dari kota penghasil buah manggis ini mampu menyingkirkan 34 stan lainnya. Tak ayal kemenangan itu menorehkan tinta emas dalam expo tingkat Jateng yang menggabungkan tiga event tahunan, yaitu Jateng Expo 2006, Peringatan 600 tahun pendaratan Laksamana Cheng Ho di Tanah Jawa, dan Hari Jadi Ke-56 Jawa Tengah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Mega Jateng Expo 2006 Kabupaten Purworejo Drs Mulyadi MM, kemarin mengaku seakan-akan tidak percaya apa yang diperoleh daerahnya. Dikemukakan, sejak awal dia tidak mempunyai ambisi apa pun, bahkan kriteria penilaian yang dilakukan dewan juri pun tidak diketahuinya. Apalagi stan kabupaten/kota lainnya dari segi potensi dan pendanaan, lebih memadai dibanding dengan Pemkab Purworejo.&lt;br /&gt;Dia mengaku hanya menerapkan prinsip, ''&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barang sekecil apa pun yang ditampilkan memiliki nilai jual&lt;/span&gt;''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide menampilkan rumah bambu itu sebenarnya berawal dari koran ini yang pernah mewartakan rumah bambu mulai diekspor. Lantas, menurut pemikiran dia, apa salahnya rumah joglo buatan warga Kalijambe, Kecamatan Bener itu diangkat dalam sebuah event. '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Maka apa salahnya bila stan Purworejo dibuat rumah bambu, sambil melakukan promosi daerah,&lt;/span&gt;'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sangat Sederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat jatah stan ukuran 3 x 3 meter, sebagian dirombak, dan stan dibuat berbentuk rumah yang keseluruhannya terbuat dari bambu wulung (hitam), termasuk aksesorinya. Dengan pertimbangan waktu, dan kepraktisan dalam pembuatan dan pembongkaran, maka rumah bambu dibuat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami memang sengaja menggunakan bahan yang hampir seluruhnya terbuat dari bambu. Sama sekali tidak menggunakan bahan pabrikan, seperti tripleks, gabus, dan lain-lain. Setiap aksesori yang kami pajang, kami beri label alamat pembuat dan harga,&lt;/span&gt;'' kata Mulyadi yang juga Kabag Perekonomian Setda Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai produk daerah yang dipamerkan, dia akui sangat sederhana dibandingkan daerah lain, karena daerah lain memamerkan produk yang biasa diekspor. Sementara itu dari Purworejo hanya menampilkan hasil kerajinan/indusrtri usaha kecil dan menengah.&lt;br /&gt;Tanpa disangka, berbekal rumah bambu, ternyata stan Purworejo dinyatakan menang. Dia tahu kemenangan itu saat malam penutupan, di mana penjaga stan dipanggil untuk menerima trofi. Kemudian esok paginya, dia menerima informasi stan Purworejo keluar sebagai juara pertama. (Eko Priyono-24) http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-4968046020618518084?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/4968046020618518084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/06/rumah-bambu-dari-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/4968046020618518084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/4968046020618518084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/06/rumah-bambu-dari-purworejo.html' title='RUMAH BAMBU DARI PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-397572921811461764</id><published>2010-06-10T12:40:00.002+07:00</published><updated>2010-06-10T12:45:55.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>KELAPA IKON PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelapa sebagai Ikon Purworejo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Dedy Winarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KABUPATEN Purworejo merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang kegiatan perekonomiannya kental diwarnai sektor pertanian. Sumbangan sektor ini bagi PDRB mencapai 33,63 persen. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping produksi padinya yang melimpah, daerah ini juga dikenal sebagai sentra kelapa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cocos nucifera&lt;/span&gt;) di Jawa Tengah. Tidak heran bila kita berkunjung ke kota Purworejo dari arah barat pasti kita menjumpai banyak patung tunas kelapa. Itulah salah satu ciri khas kabupaten ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, potensi kelapa yang telah menjadi salah satu ikon Purworejo ini masih belum didayagunakan secara optimal. Padahal bahan bakunya cukup melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya dukung populasi, produksi, dan lahan sangat mendukung untuk optimalisasi potensi kelapa ini. Luas perkebunan kelapa di Kabupaten Purworejo tahun 2006 mencapai kurang lebih 893,510 ha dengan produksi rata-rata 12.117.319 ton per tahun dengan melibatkan 6.413 orang petani dan perajin gula kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data BPS Kabupaten Purworejo (2008), dari 16 kecamatan di kabupaten ini, hanya Kaligesing yang tingkat produksi kelapanya rendah: 455,699 ton. Selebihnya di atas 500 ton, bahkan 12 kecamatan mampu memproduksi kelapa dalam hingga ribuan ton sepanjang tahun. Tiga kecamatan dengan produksi tertinggi adalah Bruno 3.199,39 ton , disusul Grabag 3.180,39 ton, kemudian Pituruh 2,428,94 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis komoditas kelapa di Purworejo yakni kelapa dalem (butiran) dan kelapa deres untuk pembuatan gula merah (gula jawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil panen kelapa di seluruh wilayah kecamatan pada tahun 2008 menurut data BPS Kabupaten Purworejo tercatat 25.395,11 ton jenis kelapa dalem dan 10.545,82 ton kelapa deres dari lahan seluas 29.733,17 ha, dan menempati peringkat pertama di Jateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkebunan kelapa dalem menjadi mata pencaharian utama petani di daerah ini, karena melibatkan 70.253 petani, sedangkan kelapa deres 7.155 petani. Dalam waktu 5 tahun terakhir ini, produksi tertinggi dicapai tahun 2004, dengan total produksi kelapa dalem mencapai 37.798,62 ton sedangkan kelapa deres 19.677,55 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, secara umum untuk kelapa deres, Purworejo berada di urutan kelima di Jateng. Tetapi produksinya, dihitung dalam bentuk gula merah, mencapai 19.677,55 ton dengan luas areal 1.012,16 ha. Dengan demikian, setiap hektare mampu menghasilkan 20.221,92 kg. Angka ini juga jauh melampaui produktivitas di tahun-tahun terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Deptan (2007), setiap tahun Indonesia menghasilkan rata-rata 15,5 miliar butir kelapa, atau setara 3 juta ton kopra. Bahan ikutan yang dapat diperoleh dari jumlah itu adalah 3,75 juta ton air kelapa, arang tempurung 0,75 juta ton, serat sabut 1,8 juta ton, dan 3,3 juta ton serbuk sabut.&lt;br /&gt;Optimalisasi Pemanfaatan Selama ini, diversifikasi pemanfaatan produk kelapa khususnya di Purworejo hanya terbatas pengolahan pada gula kelapa (gula merah) dan minyak goreng saja. Selebihnya dijual dalam bentuk buah kelapa segar (utuh). Bayangkan saja, mulai akar, batang, daun, bunga, dan buah kelapa, dapat dihasilkan berbagai produk kebutuhan hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi pemanfaatan secara tradisional, produk kelapa digunakan untuk konsumsi segar, dibuat kopra, santan, minyak kelapa, atau gula merah. Seiring perkembangan pasar dan dukungan teknologi, permintaan akan berbagai produk turunan kelapa semakin meningkat, seperti dalam bentuk tepung kelapa parut (desiccated coconut/DC), serat sabut, serbuk sabut, arang tempurung, dan arang aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air dari buah kelapa pun bisa dijadikan nata de coco, cuka, minuman kesehatan, sirup, sampai kecap. Sedangkan sabutnya diolah menjadi serat untuk karpet, keset, geotekstil, jok kendaraan, mebel, pengganti palet kayu dan plastik, matras, serta tali. Juga sebagai media tanam, pembuatan dashboard, penyaring udara, serta peredam panas dan suara untuk konstruksi bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengoptimalkan potensi kelapa agar benar-benar menjadi komoditas unggulan, perlu kerja sama berbagai pihak. Mulai petani, pemerintah, perguruan tinggi sebagai perancang teknologi tepat guna, sampai dengan investor. Harapannya, bila ada keseimbangan dari hulu hingga hilir, taraf hidup masyarakat, khususnya petani kelapa, jauh akan lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;— Dedy Winarto SPt MSi, alumnus Undip, dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; http://suaramerdeka.com&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-397572921811461764?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/397572921811461764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/06/kelapa-ikon-purworejo.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/397572921811461764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/397572921811461764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/06/kelapa-ikon-purworejo.html' title='KELAPA IKON PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8017488686510381322</id><published>2010-05-18T19:57:00.001+07:00</published><updated>2010-05-18T20:00:26.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>TARI DOLALAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.683 Siswa Tampilkan Tari Dolalak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PURWOREJO - Penampilan tari dolalak massal 1.683 siswa SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Purworejo, Minggu (2/5) pagi memukau masyarakat. Tari dolalak massal di alun-alun usai upacara itu digelar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan masyarakat berbondong-bondong menyaksikannya secara langsung. Meskipun berlangsung tidak lebih dari 30 menit, tapi penampilan para siswa membawakan tarian khas Purworejo itu mampu menyuguhkan hiburan yang menarik untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, saat menari para siswa tidak mengenakan seragam sekolah tapi memakai kostum khas dolalak berupa pakaian berenda dan celana pendek lengkap dengan eblek, topi, serta khas kaca mata hitam.&lt;br /&gt;Tepuk tangan penonton langsung bergema saat ribuan penari itu memasuki alun-alun dari sisi sebelah utara dan selatan. Mereka langsung membentuk formasi seperti huruf u sesuai jenjang tingkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan terdepan diisi penari siswa SD disusul siswa SMP dan secara berurutan SMA dan SMK. Untuk menyeragamkan gerakan, ada sejumlah penari yang bertugas sebagai instruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Langsung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penampilan tari massal dolalak itu spesial karena iramanya tidak mengikuti lagu compact disc (CD), tetapi penyanyi langsung yang diiringi pengrawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penyanyinya 21 siswa, penabuh kemprang 9 siswa, dan penabuh bedug 5 siswa. Mereka berasal dari SMP 24,” ungkap Untariningsih dari Sanggar Tari Prigel yang mengoordinasikan tarian massal tersebut.&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Bambang Aryawan MM mengungkapkan, siswa yang terlibat dalam kegiatan tari massal itu merupakan perwakilan dari sekolah-sekolah di bawah 16 UPTD Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka direkrut UPTD masing-masing. Para siswa itu dilatih di sekolah masing-masing dengan mempelajari prokem gerakan tari dolalak. Kami hanya mengkoordinasikan pada gladi resik selama dua hari,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut diungkapkan Bambang, kegiatan tari dolalak massal itu memang bukan yang pertama. Dalam peringatan Hardiknas tahun lalu juga diselenggarakan kegiatan yang sama namun jumlah penarinya tidak sebanyak tahun ini.  &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(H43-72) http=//suaramerdeka.com &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8017488686510381322?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8017488686510381322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/05/tari-dolalak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8017488686510381322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8017488686510381322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/05/tari-dolalak.html' title='TARI DOLALAK'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3801729136885883953</id><published>2010-04-19T21:45:00.003+07:00</published><updated>2010-04-19T21:49:34.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Traveler'/><title type='text'>RIBUAN WISATAWAN PADATI PANTAI JATIMALANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xtO7mSC0I/AAAAAAAAAkY/yuRFv1zNJfQ/s1600/pantai+jm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 193px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xtO7mSC0I/AAAAAAAAAkY/yuRFv1zNJfQ/s320/pantai+jm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461860551377423170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Purworejo, CyberNews&lt;/span&gt;. Liburan beberapa hari pada tahun baru 2010 berdampak pada peningkatan kunjungan wisata di Kabupaten Purworejo. Dari beberapa obyek wisata yang ada, kunjungan terbanyak di Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan yang memanfaatkan waktu liburan di pantai itu jumlahnya mencapai ribuan. Bukan hanya wisatawan lokal Purworejo saja, tapi beberapa wisatawan dari daerah tetangga juga ikut memadati kawasan Pantai Jatimalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kunjungan wisata mulai terjadi sejak Kamis (31/12) siang. Memasuki malam tahun baru, pengunjung semakin banyak. Apalagi ada acara pesta kembang api yang menandai momentum pergantian tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, Jumat (1/1), wisatawan yang berkunjung jumlahnya semakin banyak. Kondisi itu terus bertahan hingga Minggu (3/1) kemarin. Sebagian besar adalah wisatawan keluarga.&lt;br /&gt;Berbeda dengan hari biasa, harga tiket masuk ke kawasan Jatimalang naik dari  Rp 1.000 per orang menjadi Rp 3.000 per orang. Untuk melayani pembelian tiket, saking banyaknya pengunjung, Pemkab melibatkan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan Pujo, pengunjung kebanyakan berasal dari luar daerah yang memanfaatkan masa liburan akhir tahun. Di antaranya berasal dari Yogya, Magelang, Kebumen, Wonosobo dan Purwokerto. Sebagian lain pengunjung lokal dari Purworejo. Beberapa berasal dari Jawa Barat dan Jawa Timur, hal ini terlihat dari banyaknya kendaraan berplat nomor luar daerah yang diparkir&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.( Nur Kholiq /CN14 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.suaramerdeka.com"&gt;www.suaramerdeka.com &lt;/a&gt;(03 Januari 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3801729136885883953?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3801729136885883953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/ribuan-wisatawan-padati-pantai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3801729136885883953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3801729136885883953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/ribuan-wisatawan-padati-pantai.html' title='RIBUAN WISATAWAN PADATI PANTAI JATIMALANG'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xtO7mSC0I/AAAAAAAAAkY/yuRFv1zNJfQ/s72-c/pantai+jm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-6026317266321621503</id><published>2010-04-19T21:41:00.002+07:00</published><updated>2010-04-19T21:44:43.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>WR.SUPRATMAN DIYAKINI LAHIR DI PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PURWOREJO &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;- Pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf (WR) Soepratman, yang semula dikenal lahir di Meester Cornelis Jatinegara, Jakarta, kini lebih diyakini dia benar-benar dilahirkan di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kaligesing, Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan seperti itu merupakan hasil seminar nasional Pelurusan Sejarah dan Tempat Tanggal Lahir Pahlawan Nasional Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, di Pendapa Kabupaten Purworejo, Selasa (18/7).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyimpulan seperti itu antara lain berdasar kesaksian beberapa orang yang hadir pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo pada 9 Januari 1978. Mereka terdiri atas Atmorejo alias Kasoem (90), Martowijoyo alias Tepok (102), Ranupawiro (67), dan Ny Martodikromo (80), seluruhnya warga Desa Somongari. Pada pokoknya mereka memberikan kesaksian bahwa WR Soepratman lahir di Somongari, Kaligesing, Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan kesimpulan itu juga didasari kesaksian peneliti sejarah WR Soepratman, yakni Dwi Raharja (Kak Har), yang pernah mewawancarai Martowijoyo (Tepok) dan Atmorejo (Kasoem), serta kakak sulung WR Soepratman, Roekiyem Soepratiyah. Mereka itu menyatakan WR Soepratman memang lahir di Desa Somongari, Purworejo.Bahan lain untuk memastikan tempat lahirnya di Somongari adalah adanya lingkaran batu di teras rumah kakak ibu kandung WR Sopratman. Itu dimaknai merupakan tempat ditanamnya (plasenta) bayi WR Soepratman. Sementara itu, keterangan bahwa tempat kelahiran WR Soepratman di MeesterCornelis Jatinegara dinilai tidak memiliki bukti dan sumber data otentik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanggal Lahir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tentang tanggal lahir WR Soepratman yang semula 5 Maret 1903 bertepatan dengan hari Kamis Kliwon, hasil seminar tersebut meyakini yang benar adalah 19 Maret 1903 bertepatan dengan hari Kamis Wage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang Pengadilan Negeri Purworejo 9 Januari 1978 menyatakan, lahirnya bayi WR Soepratman adalah hari Kamis yang diikuti malam Jumat Kliwon, yang berarti adalah hari Kamis Wage. Menurut perhitungan penanggalan Masehi bertepatan dengan tanggal 19 Maret 1903.&lt;br /&gt;Atas kesepakatan tersebut, panitia mengharap dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam penulisan kembali sejarah kehidupan WR Soepratman lebih lanjut. Serta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan-kebijakan pembangunan di segala bidang, terutama yang berkaitan usaha peningkatan apresiasi terhadap jasa-jasa dan perjuangan para pahlawan.&lt;br /&gt;Salah satu tim perumus, Drs Arie Edy Prasetyo MBA, ketika ditemui sebelum berlangsung seminar menandaskan, di mana pun tempat lahirnya WR Soepratman tetap warga Indonesia. &lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;(yon-24) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.suaramerdeka.com"&gt;www.suaramerdeka.com&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (20 Juli 2006)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-6026317266321621503?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/6026317266321621503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/wrsupratman-diyakini-lahir-di-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6026317266321621503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6026317266321621503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/wrsupratman-diyakini-lahir-di-purworejo.html' title='WR.SUPRATMAN DIYAKINI LAHIR DI PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1105519920284945868</id><published>2010-04-19T21:36:00.002+07:00</published><updated>2010-04-19T21:41:43.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>(GAMELAN COKRONEGORO I) USIA 350 TAHUN, DIYAKINI WARISAN SULTAN AGUNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KABUPATEN Purworejo merupakan satu dari sedikit daerah di Jawa yang memiliki banyak peninggalan benda-benda bersejarah. Bahkan, di kabupaten yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani ini banyak sekali ditemukan benda-benda cagar budaya (BCB) yang keberadaannya di lindungi negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa BCB yang ditemukan merupakan peninggalan dari beberapa periodisasi sejarah. Misalnya periode sejarah Hindu-Buddha banyak ditemukan benda-benda seperti lingga dan yoni. Juga pada masa kerajaan Islam Mataram hingga masa pemerintahan Bupati Purworejo pertama KR Adipati Cokronagoro I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan masih menjadi "misteri" asal usulnya adalah seperangkat gamelan Cokronagoro I yang tersimpan di Museum Tosan Aji (MTA). Perangkat alat musik Jawa itu diyakini merupakan warisan dari Raja Mataram Sultan Agung dan hingga kini usianya sudah mencapai sekitar 350 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda itu seperti menjadi garis pengikat yang membuktikan adanya keterkaitan antara wilayah Mataram (Ngayogyakarta dan Surakarta) dengan Kabupaten Purworejo yang dulunya bernama Bagelen. Perangkat gamelan itu memang sudah tidak difungsikan lagi. Terakhir dibunyikan lima tahun lalu. "Sekarang tidak dimainkan karena kualitas suara sudah berkurang. Tidak stem lagi," ujar staf MTA, Soebowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian gamelan hingga kini masih lengkap di antarnya, gambang gangsa, gambang biasa, demung, demang, saron, bonang, slentem, kenong, kempul, kecer, dan gong kesemuanya terbuat dari perunggu kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamelan Kyai Cokronagoro I, menurut sejarah, merupakan hadiah dari Sri Susuhunan Pakubuwono VI kepada Bupati Purworejo pertama kala itu, KR Adipati Cokronagoro I. Nama gamelan kemudian ditetapkan sama dengan nama bupati penerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah itu merupakan penghargaan pribadi kepada pimpinan wilayah Purworejo sebagai salah satu satu daerah pangkuan Kasunanan Surakarta. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Konon Sri Susuhunan mendapat gamelan itu dari leluhurnya lagi. Raja Mataram II, kami percaya yang dimaksud adalah peninggalan Sultan Agung,&lt;/span&gt;" ungkap Soebowo. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Nur Kholiq-46)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.suaramerdeka.com"&gt; www.suaramerdeka.com&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (06 April 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1105519920284945868?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1105519920284945868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/gamelan-cokronegoro-i-usia-350-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1105519920284945868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1105519920284945868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/gamelan-cokronegoro-i-usia-350-tahun.html' title='(GAMELAN COKRONEGORO I) USIA 350 TAHUN, DIYAKINI WARISAN SULTAN AGUNG'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3746652377803916212</id><published>2010-04-19T21:28:00.003+07:00</published><updated>2010-04-19T21:35:47.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>KERAJINAN MINIATUR BEDUG PENDOWO DARI PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xp4QmvRBI/AAAAAAAAAkQ/zxLaUgaK-JU/s1600/dar1.h1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xp4QmvRBI/AAAAAAAAAkQ/zxLaUgaK-JU/s320/dar1.h1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461856863344608274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purworejo, CyberNews. &lt;/span&gt;Segala sesuatu membutuhkan proses untuk menjadi lebih baik. Ungkapan filosofis itu disadari sepenuhnya oleh Soenarjadi (70), warga Borokulon, Purworejo yang membuat kerajinan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan saja menciptakan manusia dari jabang bayi, tumbuh dewasa baru kemudian tua&lt;/span&gt;,” ucapnya memberikan permisalan. Demikian halnya dengan karya seni kerajinan alam yang mulai dia buat sejak satu setengah tahun lalu. Mulanya hanya satu jenis karya yang dihasilkan, yaitu celengan berbentuk silinder.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan namun pasti, proses kreatif kakek enam cucu ini mulai merangsang lahirnya ide-ide untuk menghasilkan berbagai produk yang lebih inovatif dan variatif. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hal-hal kecil ternyata mampu memberikan inspirasi,&lt;/span&gt;” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencontohkan keberadaan Bedug Pendowo di masjid agung Purworejo yang tersohor di mana-mana. Bersamaan dengan digelarnya kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Pesantren IV Jawa Tengah di Purworejo beberapa waktu lalu, dia membuat souvenir berbentuk miniatur Bedug Pendowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu mudah ditebak, hasilnya souvenir bedug itu laris manis dibeli oleh para peserta dan rombongan MHQ untuk kenang-kenangan. “Souvenir seperti ini tidak ada di daerah lain,” ujar salah satu pembeli.&lt;br /&gt;Bukan hanya celengan dan miniatur bedug. Sejumlah karya yang sudah dihasilkan Soenarjadi antara lain, gantungan kunci dari kulit buah mahoni, vas bunga, tempat tisu, tempat alat tulis, baju dari kulit kayu, pensil boneka yang dilengkapi dengan akar wangi, dan masih banyak yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya malah berkeinginan menghiasi tembok ruang tamu saya dengan serbuk gergaji. Mungkin nanti bisa dipercantik dengan lukisan-lukisan yang juga kita buat dari bahan alam. Ya biji-bijian atau kulit kayu,&lt;/span&gt;” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pensiunan guru kesenian SD ini memasarkan produknya? “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Itu dia yang masih jadi kendala,&lt;/span&gt;” katanya. Dia pun berfikir, mungkin sudah saatnya karya seni itu lebih dioptimalkan pemasarannya untuk memetik nilai ekonomisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kegiatan bazar, selama ini pemasaran produk masih terbatas di wilayah Purworejo saja. Kalau pun ada yang dibawa ke luar daerah, itu biasanya hanya sebagai oleh-oleh orang yang kebetulan sudah mengetahui kerajinan alam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu bapak beranak lima ini biasanya hanya melayani pesanan untuk souvenir pernikahan atau kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di Purworejo. Jumlah pesanannya pun sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang dalam jumlah terbatas anaknya memang membawanya ke Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kerajinan ini cukup memiliki daya tarik. Kualitasnya juga tidak kalah dibandingkan dengan produk kerajinan dari Yogyakarta. Tapi mungkin kurang promosi saja,&lt;/span&gt;” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun berharap Pemkab Purworejo bisa memfasilitasinya. Misalnya dengan gencar melakukan promosi ke berbagai daerah pada even-even pameran kerajinan. Sehingga produk itu semakin dikenal di daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan dia mengandaikan kerajinan itu bisa menjadi salah satu souvenir khas Kabupaten Purworejo yang tidak ditemukan di daerah lain. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mungkin bisa dikembangkan jika sektor pariwisata di Purworejo juga berkembang,&lt;/span&gt;” tandasnya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( nur kholiq/cn05 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt; Sumber :&lt;a href="http://%20www.suaramerdeka.com"&gt; www.suaramerdeka.com&lt;/a&gt;&lt;a href="http://%20www.suaramerdeka.com"&gt; &lt;/a&gt;(17 Juli 2007)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3746652377803916212?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3746652377803916212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/kerajinan-miniatur-bedug-pendowo-dari.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3746652377803916212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3746652377803916212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/kerajinan-miniatur-bedug-pendowo-dari.html' title='KERAJINAN MINIATUR BEDUG PENDOWO DARI PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xp4QmvRBI/AAAAAAAAAkQ/zxLaUgaK-JU/s72-c/dar1.h1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1546044104190287872</id><published>2010-04-19T21:25:00.001+07:00</published><updated>2010-04-19T21:27:58.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>MASJID TIBAN, MASJID UNIK DARI PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purworejo, CyberNews.&lt;/span&gt; Unik, historis, dan mistis. Itulah kesan yang ada jika melihat Masjid Tiban di Desa Jenarkidul, Kecamatan Purwodadi, Purworejo. Banyaknya benda-benda purbakala yang semuanya memiliki cerita yang melatarbelakanginya sudah cukup menjadi bukti dari kesan-kesan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gapura dan kolah, di Masjid Tiban juga terdapat batu hitam. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan Hajar Aswad. Yang menarik, cerita yang berkembang batu hitam tersebut konon merupakan bagian dari Hajar Aswad yang ada di Ka’bah Masjidil Haram Makkah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Masjid Tiban, M Djalal Sujuti BA menceritakan, konon saat membangun Ka’bah di Makkah, Nabi Ibrahim AS melemparkan salah satu batu dari Hajar Aswad Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang kejatuhan batu tersebut, sambung Djalal, nantinya akan berdiri sebuah masjid. Di bawah batu hitam tersebut terdapat sebuah tulisan arab. Saat ini batu hitam tersebut berada di sebelah selatan Masjid Tiban dan dipugar untuk melindungi posisi aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda purbakala lainnya adalah empat buah saka guru yang terbuat dari tatal kayu Jati yang diikat menggunakan lempengan besi. Saka guru tersebut diyakini memiliki ukuran yang sama dengan saka yang dibuat Sunan Kalijaga untuk Masjid Agung Demak. Sampai saat ini saka guru itu masih menjadi penyangga utama bangunan atap masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, di bawah saka guru tersebut terdapat empat buah umpak penyangga tiang Yoni dan Lingga dalam bentuk laki-laki dan perempuan. Umpak batu yang merupakan bangunan masa peradaban Hindu-Budha itu menunjukkan terjadinya kesinambungan budaya. Sekaligus wujud toleransi karena produk dari bangunan agama lain masih tetap diakomodir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, benda lainnya yang juga dianggap purbakala adalah sumur tiban yang terletak di sebelah utara masjid. Sumur ini mensuplai kebutuhan air untuk bersesuci di masjid. Sumur ini juga dipercaya muncul secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airnya tidak pernah kering. Tidak sedikit warga dari luar daerah yang datang ke masjid ini hanya untuk merasakan kesegaran air dari sumur tersebut. Bahkan sejumlah warga dari luar negeri juga sudah mendatangi masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda purbakala terakhir yang ada di Masjid Tiban adalah bedug kuno. Konon bedug tersebut dibuat dari cabang kayu Jati Pendowo yang batang utamanya dibuat untuk Bedug Kyai Bagelen atau Bedug Pendowo yang merupakan bedug terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, bedug pendowo berada di Masjid Darul Muttaqin, Kauman, Purworejo. Bedug ini juga dinyatakan sebagai benda purbakala dan menjadi warisan peradaban yang terus dijaga kelestariannya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( Nur Kholiq /CN08 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : www.suaramerdeka.com (10 Sept 2008)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1546044104190287872?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1546044104190287872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/masjid-tiban-masjid-unik-dari-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1546044104190287872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1546044104190287872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/masjid-tiban-masjid-unik-dari-purworejo.html' title='MASJID TIBAN, MASJID UNIK DARI PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-273627694182497282</id><published>2010-04-19T21:20:00.002+07:00</published><updated>2010-04-19T21:24:56.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>RENYAHNYA KUE SEMPRONG PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xnjT5FXtI/AAAAAAAAAkI/8pggqhCc2pQ/s1600/f28a927299d52cb7f750f29a2e799690.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xnjT5FXtI/AAAAAAAAAkI/8pggqhCc2pQ/s320/f28a927299d52cb7f750f29a2e799690.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461854304426352338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ANDA termasuk hobi ngemil?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Jika ya, sudah pasti Anda kenal dengan kue semprong. Jenis panganan tradisional yang biasa menjadi hidangan setiap acara hajatan yang digelar masyarakat di pedesaan.     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit mencari kue semprong. Hampir bisa dipastikan semua pedagang panganan di pasar-pasar tradisional menyediakan kue ini. Harganya juga sangat terjangkau. Kue ini menjadi salah satu cemilan yang sangat asyik dinikmati sembari nonton televisi, terutama jika dipadu dengan secangkir kopi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Dusun Solotiyang, Desa Maron, Kecamatan Loano, Purworejo, masih ada beberapa perajin yang sampai sekarang masih setia memproduksi penganan ini. Hasil produksinya juga diakui memiliki keunggulan kualitas dibandingkan produk kue semprong dari daerah lain.&lt;br /&gt;"Pedagang langganan yang mengambil semprong dari sini banyak yang bilang rasa kuenya lebih manis dan renyah. Memang dalam memproduksi, kami mengupayakan semaksimal mungkin untuk menjaga rasa," ujar Sawiyah (55), salah satu perajin yang tinggal di RT 1 RW 3 tersebut.&lt;br /&gt;Perajin yang memiliki tujuh orang pekerja ini menambahkan, kue semprong khas Purworejo memiliki keunggulan yang menjadi nilai tawar. Yakni rasa manisnya benar-benar gula, bukan obat gula. Sedangkan renyahnya tercipta dari proses pembakaran alamiah yang tetap dipertahankan para perajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembakarannya tidak menggunakan oven, tapi panasnya dihasilkan dari arang kayu yang dibarakan menggunakan kipas angin. Jadi rasanya khas, berbeda jika di oven," katanya menambahkan kue tersebut dibuat dari bahan tapioka, terigu, gula pasir, mentega, telur, dan wijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu orang perajin bila semua pekerjanya masuk rata-rata bisa memproduksi kue semprong satu kuintal.  Harganya bervariasi tergantung jenisnya. Yang paling mahal jenis semprong wijen harganya Rp 40.000 per kg, semprong biasa Rp 12.000 per kg, dan semprong lempit Rp 15.000 per kg. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( Nur Kholiq / CN13 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.suaramerdeka.com"&gt;www.suaramerdeka.com&lt;/a&gt; (30 Maret 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-273627694182497282?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/273627694182497282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/renyahnya-kue-semprong-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/273627694182497282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/273627694182497282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/renyahnya-kue-semprong-purworejo.html' title='RENYAHNYA KUE SEMPRONG PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xnjT5FXtI/AAAAAAAAAkI/8pggqhCc2pQ/s72-c/f28a927299d52cb7f750f29a2e799690.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1867283504782868939</id><published>2010-04-19T21:01:00.002+07:00</published><updated>2010-04-19T21:20:08.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>MASJID SANTREN BAGELEN (HADIAH DARI ISTRI RAJA MATARAM SULTAN AGUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xmeWGrOaI/AAAAAAAAAkA/Wn95elafSns/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xmeWGrOaI/AAAAAAAAAkA/Wn95elafSns/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461853119609256354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purworejo, Cybernews. &lt;/span&gt;Purworejo dikenal menyimpan banyak benda purbakala yang masuk kategori benda cagar budaya (BCB). Salah satunya adalah Masjid Santren atau juga dikenal Masjid Baidlowi yang terletak di Dusun Santren, Desa/Kecamatan Bagelen, Purworejo. Masjid ini merupakan masjid tertua di wilayah Bagelen karena dibangun sekitar tahun 1618 M pada saat kejayaan Kerajaan Mataran Islam dibawah pimpinan Raja Sultan Agung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejumlah sumber yang berhasil di lacak Suara Merdeka, Masjid Santren ini di bangun oleh arrsitek Kasan Muhamad Shufi atas perintah istri Raja Mataram Sultan Agung sebagai hadiah atas perlawanan Kiai Baidlowi yang membantu Mataram melawan Bekanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu bukti bahwa Masjid Santren dibuat atas perintah istri Raja Mataram, di salah satu tiang Rawa dekat mihrab terdapat sebuah prasati dalam huruf Arab, yang artinya : “Masjid ini dibangun di negeri yang agung untuk leluhur yang sudah meninggal atas perintah istri Sultan Mtaram, diberikan kepada ustadz Baidlowi dan sebenarnya yang membuat masjid ini Khasan Muhammad Shufi, semoga dia mendapat ridla Allah, berupa nikmat dunia dan akhirat dan ditetapkan imannya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari prasasti tersebut diketahui bahwa Masjid Santren dibangun oleh Khasan Muhammad Shufi saat kejayaan Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masjid Santren memiliki nilai sejarah, maka masjid ini termasuk dalam bangunan cagar budaya. Menurut Kiyai Widodo Haryoko (56), pengurus Ta’mir Masjid Santren, nama lain Khasan Muhammad Shufi adalah Adipati Pragolopati seorang prajurit dari Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Progolopati dikejar-kejar oleh tentara Belanda. Dia melarikan diri dari arah utara masuk ke wilayah Bagelen dan bersembunyi di tempat seorang ulama bernama kiyai Baidlowi. Kiyai Baidlowi bahkan turut membantu Progolopati dalam peperangan melawan&lt;br /&gt;Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas jasa itulah, Progolopati melaporkan ke Mataram. Selanjutnya oleh istri Raja Mataram, kiyai Baidlowi dibangunkan sebuah masjid yang diarsiteki oleh Pragolopati alias Khasan Muhammad Shufi pada 1618.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masjid tertua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Santren termasuk masjid tertua di wilayah bagelen dengan arsitektur tradisional Jawa dengan atap ijuk tumpang satu. Kontruksi kayu seta gonjo Masjid Santren sama dengan yang ada di Masjid Menara Kudus dan Masjid Kajoran Klaten. Di kayu blandar yang menghubungkan tiang-tiang masjid terdapat ukiran yang sangat menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini terdiri empat tiang soko guru berbentuk bulat setinggi sekitar tujuhmeter dan berdiameter 40 cm serta 12 soko rowo. Selain itu masjid ini juga memiliki mimbar dari kayu jati yang penuh dengan ukiran unik dan mencerminkan karya seni tingkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah masjid ini kepada Kiyai Baidlowi mencerminkan keadaan Mataram yang sangat bergantung pada hubungan baiknya dengan Bagelen. Keberadaan masjid ini menandai perkembangan Islam di wilayah Bagelen pada masa pemerintahan Sultan Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai Baidlowi beseta puteranya RKH Chasan Moekibad dimakamkan di areal masjid ini. Para peziarah di hari-hari besar Islam banyak yang berkunjung ke tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di areal masjid ini juga ditemukan makam Adipati Pragolopati alias Khasan Muhammad Shufi yang membangun masjid ini, ungkap Widodo. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; ( Nur Kholiq) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : www.suaramerdeka.com (4/sept/3008)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1867283504782868939?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1867283504782868939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/masjid-santren-bagelen-hadiah-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1867283504782868939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1867283504782868939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/04/masjid-santren-bagelen-hadiah-dari.html' title='MASJID SANTREN BAGELEN (HADIAH DARI ISTRI RAJA MATARAM SULTAN AGUNG'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S8xmeWGrOaI/AAAAAAAAAkA/Wn95elafSns/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1745637198629915949</id><published>2010-03-25T17:34:00.001+07:00</published><updated>2010-03-25T17:35:35.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>PANTAI PASIR PUNCU DAN KETAWANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s8aF5XcdI/AAAAAAAAAjA/s1mhpDFtwNw/s1600/pasir+puncu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s8aF5XcdI/AAAAAAAAAjA/s1mhpDFtwNw/s320/pasir+puncu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452518192819171794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh dua kilometer dari Kota Purworejo atau sebelas kilometer dari Kota Kecamatan Kutoarjo ke selatan, tepatnya di Hardjobinangun dan Ketawang Kecamatan Grabag, kita dapat menikmati wisata bahari Pantai Pasir Puncu dan Ketawang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan ini memiliki pesona tersendiri dengan panorama Pantai Laut Selatan yang menarik dan menawan. Perjalanan wisata ke kawasan tersebut sungguh memikat. Dari kota Kutoarjo, di sepanjang jalan wisatawan dapat menyaksikan berbagai keindahan dan keunikan alam Purworejo berupa hamparan sawah di kiri-kanan jalan dan rangkaian Pegunungan Geger Menjangan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan akan terasa makin pendek karena di sepanjang jalan menuju kawasan wisata tersebut ditanami berbagai jenis pohon rindang seperti Asam Jawa dan Mahoni. Kesejukan ini seolah memberikan nuansa baru sehingga tanpa terasa wisatawan telah memasuki pintu gerbang kawasan wisata pantai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu gerbang inilah wisatawan akan berjumlah dengan dua buah jalan berpasir, di mana jalan ke kiri menuju Pantai pasir Puncu dan Jalan ke kanan Pantai Ketawang dengan jarak masih-masing kira-kira 2 kilometer dan 1,5 kilometer. Situasi sepanjang ke dua jalan ini hampir sama; di kiri – kanan jalan berupa perkebunan tebu yang tertata rapi. Begitupula keindahan pantainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Selatan yang indah dengan ombak besar memecah pantai putih membuih. Adalah pantai Pasir Puncu memiliki keistimewaan yang jarang diperoleh di tempat lain. Tempat ini merupakan muara kali Rebung, Kali Kedungmacasan dan Kali Pedegolan. Ketiga kali yang berbapu menyatu menjadi satu muara yang kemudian dikenal sebagai sungai jali ini menciptakan suatu pesona yang cukup langka. Kondisi ini semakin lebih indah tatkala gelombang air laut menggulung kepantai menyambut kedatangan air sungai. Perpaduan antara air sungai yang berwarna keruh dengan air laut yang berwarna biru itu menghasilkan pemandangan sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran menarik lain yang dapat dinikmati wisatawan di Pantai Pasir Puncu di samping keindahan pantainya adalah wisata air dengan naik perahu tempel di muara sungai Jali. Di pantai pasir Puncu maupun Ketawang, wisatawan dapat denganleluasa menyaksikan betapa indahnya suasana matahari terbenam di ufuk barat. Untuk mencapai kawasan wisata Pantai Puncu Pasir dan Ketawang, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, bus mini (Purnomo, Langgeng, dan lain-lain) atau menggunakan andong yang selalu siap melayani setiap dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi jalannya sudah beraspal, kecuali 1,5 sampai 2 kilometer sebelum obyek. Kedua pantai tersebut dapat dapat juga dicapai melalui Kecamatan Purwodadi, sekitar 12 kilometer dari Kota Purworejo. Bila jalur ini yang hendak ditempuh, maka wisatawan bisa singgah terlebih dahulu di obyek wisata Pantai Jatimalang Indah yangt idak kalah menariknya dengan Pantai Pasir Puncu dan Ketawang. Pantai Jatimalang Indah masuk dalam wilayah Kecamatan Purwodadi, Purworejo.&lt;br /&gt;SUMBER : http://www.bawanacamp.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1745637198629915949?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1745637198629915949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/pantai-pasir-puncu-dan-ketawang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1745637198629915949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1745637198629915949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/pantai-pasir-puncu-dan-ketawang.html' title='PANTAI PASIR PUNCU DAN KETAWANG'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s8aF5XcdI/AAAAAAAAAjA/s1mhpDFtwNw/s72-c/pasir+puncu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3383202284290952780</id><published>2010-03-25T17:30:00.005+07:00</published><updated>2010-03-25T17:33:55.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>CURUG WATUSUMO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s7_28SasI/AAAAAAAAAi4/vLqWH1n11Co/s1600/curug+watusumo.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s7_28SasI/AAAAAAAAAi4/vLqWH1n11Co/s320/curug+watusumo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452517742128294594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu Wong Pordjo (Orang Purworejo) tahukah kamu dimana letak Curug (air terjun) Watusomo? Dan apakah kamu pernah kesana? Saya pikir,teramat jarang orang yang tahu keberadaan curug ini termasuk kamu dan sebagian besar wong pordjo sendiri. Jika pun tahu,mereka hanya tahu saja dari pembicaraan orang-orang dan belum tentu mereka pernah pergi ke sana. Kecuali penduduk yang ada di sekitar curug tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir demikian,karena beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman mengunjung curug ini. Tujuan kami hanya sekedar berrefreshing dan mengobati rasa penasaran bagi teman-teman yang belum pernah kesana. Saya melihat tak ada yang istimewa dari curug ini. Ketinggian curug ini hanya sekitar 15 meter.Di sekitar curug banyak terdapat bebatuan yang beranekaragam ukuran. Air yang jatuhpun tidak terlalu deras. Tidak ada kedung ( kolam/tempat air) di bawah curug. Jadi air yang jatuh langsung mengalir kebawah melalui sela-sela bebatuan. Lokasi curug juga lumayan jauh dari pemukiman penduduk. Di sekitar curug banyak terdapat sawah dan ladang.Jadi curug yang berada di kecamatan Gebang ini dapat dikatakan curug ini hanyalah curug biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meskipun demikian curug ini bisa dijadikan tempat alternatif untuk bermain dan menikmati "pijatan air terjun" yang jatuh. Jadi tak ada salahnya kamu dan teman-teman di lain waktu untuk berkunjung ke curug Watusomo sekedar untuk jalan-jalan menikmati pemandangan alam di sekitar curug. Karena tidak jauh dari lokasi curug terdapat batu yang cukup besar. Dan dari atas batu itu bisa melihat pemandangan alam dengan bagus. Bahkan batu besar itu sangat berpotensi untuk dijadikan lokasi panjat tebing karena di sisi batu tersebut berbentuk cekung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : http://www.bawanacamp.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3383202284290952780?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3383202284290952780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/curug-watusumo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3383202284290952780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3383202284290952780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/curug-watusumo.html' title='CURUG WATUSUMO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s7_28SasI/AAAAAAAAAi4/vLqWH1n11Co/s72-c/curug+watusumo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2561714501224607552</id><published>2010-03-25T17:26:00.001+07:00</published><updated>2010-03-25T17:29:29.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>GOA SEPLAWAN, PESONA ALAM YANG MENGAGUMKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s66qbKDrI/AAAAAAAAAiY/LsdpbcGTzjg/s1600/GOASEPLAWAN.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s66qbKDrI/AAAAAAAAAiY/LsdpbcGTzjg/s320/GOASEPLAWAN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452516553357135538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegunungan Menoreh membentang dari kabupaten Kulon Progo D.I. Yogyakarta hingga kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Proses evolusi alam selama berjuta-juta tahun itu telah membentuk permukaan pegunungan purba itu sedemikian rupa sehingga menghadirkan keajaiban panorama alam. Pada beberapa puncak-puncak pegunungan tersebut terdapat sejumlah goa alam yang sangat menawan dan salah satunya adalah goa Seplawan di Purworejo. Sedangkan lainnya ada di Kulon Progo yaitu goa Kiskendo juga ada goa Silumbu, goa Silawang dan goa Gong. Ketiga goa itu semuannya terdapat di daerah Purworejo.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goa Seplawan adalah satu-satunya goa di Purworejo yang sudah dijadikan obyek wisata. Goa ini tepatnya berada di desa Donorejo,kecamatan Kaligesing sekitar 40 kilometer ke timur dari pusat kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goa Seplawan itu merupakan satu situs yang sangat bernilai tinggi. Sebab, goa yang ditemukan pada 15 Agustus 1979 itu di salah satu sudut goa ditemukan sebuah arca emas 22 karat setinggi 9 cm dengan berat 1,5 kg. Arca itu berupa patung sepasang pria dan wanita yang sedang bergandengan tangan. Para ahli arkeolog meyakini bahwa patung itu adalah Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Arca itu merupakan peninggalan pada zaman Hindu Siwa. Kini arca tersebut disimpan di Museum Nasional. Sebagai gantinya , Pemerintah membangun replika arca didepan mulut goa, replika itu ukurannya lebih besar dari yang sebenarnya sehingga menyerupai monumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki keistimewaan sebagai situs pra sejarah ada keistimewaan lainnya yaitu keindahan goa Seplawan itu sendiri. Goa itu memiliki ornamen-ornamen yang sangat indah dan mengagumkan seperti adanya stalaktit dan stalakmit dengan ukuran beraneka ragam. Ornamen lainnya pun tak kalah menariknya seperti Flow stone, helektit, soda straw, gowerdam dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goa Seplawan mempunyai panjang sekitar 700 Meter sedangkan cabang-cabang goa sekitar 150-300 meter. Jalur yang khusus untuk para pengunjung sudah ada penerangan lampu sedangkan untuk cabang-cabang goa tidak dipasang lampu karena kondisinya yang berlumpur. Sehingga ada yang memberi nama cabang goa itu dengan istilah "istana lumpur" karena saking banyaknya lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi obyek wisata Goa Seplawan sudah dilengkapi dengan fasilitas sarana dan prasana seperti kamar mandi/WC, Mushola kecil yang sederhana, Gashebo, Gardu Pandang dan juga ada taman-taman bunga yang indah. Pemandangan disekitar goa seplawan sangat indah selain itu udaranya juga sejuk karena kawasan ini berada di ketinggian sekitar 800 mdpl. Melalui gardu pandang pengunjung bisa melihat pantai selatan, kota Kulon Krogo, serta Waduk Sermo. Bahkan jika naik ke salah satu bukit di kawasan goa itu, pengunjung bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan Sindoro dan juga Gunung Slamet. Namun, gunung-gunung itu hanya bisa dilihat pada pagi hari. Maka, banyak para pengunjung yang camping di Seplawan sehingga pada pagi harinya bisa melihat keindahan alam dari kawasan Seplawan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini segmen pengunjung masih didominasi dari kalangan muda dan sedikit dari orang tua. Mereka berasal dari daerah Purworejo dan sekitarnya. Pengunjung Goa Seplawan masih sangat sedikit. Hal ini karena lokasinya yang jauh dari pusat kota dan kawasan Seplawan itu masih terlalu sederhana. Dan ini menjadi pekerjaan rumah pemda untuk mengembangkan obyek wisata mengingat Goa Seplawan memiliki ciri khas tersendiri baik dari segi sejarah dan keindahan alamnya. Sehingga nantinya dengan pengembangan obyek Goa Seplawan itu akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : http://www.bawanacamp.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2561714501224607552?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2561714501224607552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/goa-seplawan-pesona-alam-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2561714501224607552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2561714501224607552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/goa-seplawan-pesona-alam-yang.html' title='GOA SEPLAWAN, PESONA ALAM YANG MENGAGUMKAN'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s66qbKDrI/AAAAAAAAAiY/LsdpbcGTzjg/s72-c/GOASEPLAWAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3120074868306834526</id><published>2010-03-25T17:18:00.004+07:00</published><updated>2010-03-25T17:24:49.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>AIR TERJUN SILANGIT AIR TERJUN TIGA TINGKAT</title><content type='html'>&lt;div class="belt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s5BAH8OMI/AAAAAAAAAh4/YrwsF6adGr0/s1600/SILANGIT+1Terjun+Pertama+dari+bawah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s5BAH8OMI/AAAAAAAAAh4/YrwsF6adGr0/s320/SILANGIT+1Terjun+Pertama+dari+bawah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452514463238076610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s5SEg_b1I/AAAAAAAAAiA/3W4MLLOPHcs/s1600/SILANGIT+2Terjun+Kedua+dari+bawah.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s5SEg_b1I/AAAAAAAAAiA/3W4MLLOPHcs/s320/SILANGIT+2Terjun+Kedua+dari+bawah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452514756474662738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s5jcHbwYI/AAAAAAAAAiQ/YrzJ_oGX4i0/s1600/SILANGIT+3Terjun+Ketiga+dari+bawah.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s5jcHbwYI/AAAAAAAAAiQ/YrzJ_oGX4i0/s320/SILANGIT+3Terjun+Ketiga+dari+bawah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452515054867693954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;PURWOREJO, Curug Silangit merupakan satu dari beberapa curug atau air terjun yang dimiliki Purworejo. Curug Silangit terletak Kecamatan Kaligesing, sekitar 20 kilometer dari Kota Purworejo.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Obyek wisata ini sangat cocok sebagai tempat untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan.  Pemandangan sekitarnya indah, dengan suasana pedesaan yang nyaman sejuk. Lingkungannya masih asli karena belum dijadikan obyek wisata komersial. Lokasi Curug Silangit mudah dijangkau kendaraan roda empat karena letaknya tak jauh dari tepi jalan raya Kaligesing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa daerah di Purworejo memiliki aset wisata yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu obyek potensial yang belum tergali adalah Curug Silangit yang terdapat di daerah Kaligesing tepatnya di dusun Jeketro desa Kaligono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi Curug Silangit ini sangat mudah dijangkau, karena letaknya tak jauh dari tepi jalan raya Kaligesing. Perjalanan menuju ke sana bisa ditempuh dengan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Jika menggunakan angkutan umum, bisa menggunakan angkutan umum jurusan Purworejo-Kaligesing yang terminal angkotnya berada di belakang Pasar Baledono. Dari terminal tersebut turun di Palpitu kemudian jalan kaki sekitar 15-30 menit ke arah kanan yang juga merupakan jalur menuju ke obyek wisata Goa Seplawan. Lokasi Curug Silangit bisa ditanyakan kepada penduduk setempat. Karena di daerah tersebut juga banyak terdapat rumah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi pengguna kendaraan roda dua atau roda empat, kendaraan bisa diparkirkan di halaman rumah penduduk sekitar yang memang sering dijadikan tempat parkir oleh para pengunjung. Dari lokasi tempat parkir menuju ke lokasi curug bisa ditempuh lebih kurang sekitar 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu daya tarik Curug Silangit adalah karena Curug tersebut mempunyai 3 tingkatan curug(terjunan air). Curug pertama atau yang paling atas sendiri adalah curug yang paling tinggi sekitar 30 meter. Curug kedua sekitar 10 meter atau setinggi pohon kelapa. Dan yang paling bawah juga sekitar 10 meteran. Setiap curug dibawahnya terdapat kedung/kolam yang sering dijadikan tempat mandi bagi para pengunjung. Tiap-tiap kedung itu rata-rata memiliki kedalaman lebih dari 5 meter. Bahkan salah satu kedung itu pernah diukur oleh penduduk setempat menggunakan bambu yang sangat panjang namun bambu itu tidak sampai menyentuh dasar kedung tersebut. Jadi jika akan mandi ditempat tersebut harus hati-hati, dan jika tidak pandai berenang lebih baik untuk berenang dipinggir atau menggunaka pelampung biar lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curug Silangit biasanya ramai dikunjungi pada hari minggu atau hari libur lainnya. Dan paling ramai adalah jika pada musim penghujan karena air terjun tersebut sangat deras. Pengunjung curug Silangit kebanyakan adalah anak-anak muda. Biasanya jika ingin pergi ke Goa Seplawan banyak yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke Curug Silangit karena memang satu akses dengan Jalur menuju Goa Seplawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan yang dimiliki curug Silangit sebenarnya bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah jika pemerintah mau mengembangkan potensi tersebut. Namun sayang hingga detik ini pemerintah masih kesulitan untuk mengembangkan potensi wisata tersebut. Tentu saja adalah masalah dana yang minim. Namun jika pemerintah memang serius untuk mengembangkan menjadi obyek wisata komersial bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak. Sehingga akan terwujud obyek wisata alternatif yang menyenangkan di Purworejo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3120074868306834526?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3120074868306834526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/air-terjun-silangit-air-terjun-tiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3120074868306834526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3120074868306834526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/air-terjun-silangit-air-terjun-tiga.html' title='AIR TERJUN SILANGIT AIR TERJUN TIGA TINGKAT'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S6s5BAH8OMI/AAAAAAAAAh4/YrwsF6adGr0/s72-c/SILANGIT+1Terjun+Pertama+dari+bawah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1909964615519534233</id><published>2010-03-06T01:03:00.003+07:00</published><updated>2010-03-06T01:09:26.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>LOMBA KAMBING PE DI KEMIRI LOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S5FIwwlkHFI/AAAAAAAAAgo/IToleZgtw6c/s1600-h/kambing-etawa-0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S5FIwwlkHFI/AAAAAAAAAgo/IToleZgtw6c/s320/kambing-etawa-0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445213426981018706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PURWOREJO, Kelompok Tani Ternak Karya Mandiri Desa Kemiri Lor Kecamatan Kemiri Minggu lalu menggelar lomba kambing PE tingkat Kabupaten Purworejo di lapangan Macan Tutul Kemiri. Lomba dibuka oleh wakil Bupati Purworejo H Mahsun Zain. Wakil Bupati Purworejo dalam sambutannya mengatakan, lomba tersebut sejalan dengan program pembangunan Kabupaten Purworejo.&lt;span class="fullpost"&gt;  Untuk itu, ke depan Pemerintah Daerah akan terus memberikan peluang dalam pengembangan ternak secara mandiri. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ini era global maka harus mampu berkompetisi secara berkualitas,&lt;/span&gt;” tandasnya. Adapun kambing yang dilombakan meliputi pejantan PE, betina PE, pejantan Jawa Randu dan betina Jawa Randu.&lt;br /&gt;Kelompok Tani Ternak Karya Mandiri berdiri pada tahun 2006. Namun jumlah anggotanya sudah mencapai 35 orang dengan populasi kambing PE 140 dan Jawa Randu 40 ekor. Kelompok ini juga mendapat bantuan uang dari pemkab sejumlah Rp 21 juta untuk modal pertama, namun jumlah sudah dikembalikan seratus persen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disamping itu juga mendapat bantuan kambing PE tahun 2007 sebanyak 22 ekor, tahun 2008 22 ekor dan tahun 2009 juga mendapat bantuan untuk digulirkan kepada anggota. Sedangkan tujuan diadakan lomba kambing PE yaitu ingin menjadikan Kemiri Lor sebagai tujuan ternak alternatif selain di Kaligesing, dan sebagai sentra ternak bibit-bibit kambing PE.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keluar sebagai juara pertama yaitu kambing PE milik Sugeng dari desa Plipir Kecamatan Purworejo, juara dua PE milik Agus dari Kelurahan Sindurjan Kecamatan Purworejo,juara tiga milik Teguh dari Pandanrejo Kecamatan Kaligesing. Untuk kelas besar juara satu yaitu kambing milik Kusnadi dari Desa Besole Kecamatan Bayan, juara dua milik Suyitno dari Desa Dilem dan juara tiga kambing milik Jumar dari Pucangagung Kecamatan Bayan.* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1909964615519534233?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1909964615519534233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/lomba-kambing-pe-di-kemiri-lor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1909964615519534233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1909964615519534233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/lomba-kambing-pe-di-kemiri-lor.html' title='LOMBA KAMBING PE DI KEMIRI LOR'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S5FIwwlkHFI/AAAAAAAAAgo/IToleZgtw6c/s72-c/kambing-etawa-0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2905831784423659696</id><published>2010-03-06T00:59:00.001+07:00</published><updated>2010-03-06T01:01:08.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>GEGER MENJANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S5FGzamKX2I/AAAAAAAAAgY/j_laCxOgW9w/s1600-h/Geger+Menjangan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S5FGzamKX2I/AAAAAAAAAgY/j_laCxOgW9w/s320/Geger+Menjangan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445211273594298210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PURWOREJO, Geger Menjangan merupakan wisata alam yang indah, terletak di tepi jalan raya Purworejo-Magelang. Lokasinya masih di kawasan Kota Purworejo sehingga sangat mudah dijangkau. Kawasan Geger Menjangan meliputi areal seluas 25 hektar.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di dalam kawasan Geger Menjangan terdapat makam ulama besar Purworejo Kyai Imam Puro yang setiap menjelang bulan puasa dikunjungi puluhan ribu peziarah dari berbagai daerah di Jawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemandangan di atas Geger Menjangan sangat indah. Di puncak Geger Menjangan terdapat gardu pandang untuk melihat pemandangan yang indah di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2905831784423659696?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2905831784423659696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/geger-menjangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2905831784423659696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2905831784423659696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/03/geger-menjangan.html' title='GEGER MENJANGAN'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S5FGzamKX2I/AAAAAAAAAgY/j_laCxOgW9w/s72-c/Geger+Menjangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2249625084330461769</id><published>2010-02-03T18:43:00.003+07:00</published><updated>2010-02-03T18:51:05.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>WISATA RELIGI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2ljB2n0uKI/AAAAAAAAAfo/hXiWgS_89UU/s1600-h/bedug+pwr.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2ljB2n0uKI/AAAAAAAAAfo/hXiWgS_89UU/s320/bedug+pwr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433983308892780706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEDUG TERBESAR DI DUNIA &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bedug terbesar di dunia yang ditabuh sebagai tanda waktu sholat ini, berada di dalam Masjid Darul Muttaqien, alun-alun Purworejo, Bedug ini merupakan karya besar umat Islam yang pembuatannya diperintahkan oleh Adipati Cokronagoro I, Bupati Purworejo pertama yang terkenal sangat peduli terhadap perkembangan agama Islam. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mulanya, Cokronagoro I sangat menginginkan memiliki sebuah bangunan Masjid Agung di tengah kota sebagai pusat kegiatan ibadah sekaligus memberikan ciri Islamiyah pada Kabupaten Purworejo yang dipimpinnya. &lt;br /&gt;Maka di sebelah barat alun-alun kota Purworejo yang berdekatan dengan kediaman (pendopo) Bupati , didirikanlah Masjid Agung Kadipaten yang sekarang bernama Masjid Darul Muttaqien. Masjid ini dibangun pada hari Ahad, tanggal 2 bulan Besar Tahun Alip 1762 Jawa, bertepatan dengan tanggal 16 April 1834 M, seperti tercantum pada prasasti yang terpasang di atas pintu utama masjid yang berada di Desa / Kelurahan Sindurjan. &lt;br /&gt;Untuk membangun masjid ini tampaknya Cokronagoro I tak ingin asal jadi. Ia meminta para ahli untuk mendapatkan kayu terbaik sebagai bahan utama pendirian masjid. Dibangun dengan gaya arsitektur Jawa berbentuk Tanjung Lawakan lambang Teplok yang mirip Masjid Agung Keraton Solo, bahan-bahan untuk membuat tiang utama masjid ini berasal dari kayu jati bang yang mempunyai cabang lima buah dengan umur ratusan tahun dan diameter lebih dari 200 cm dan tingginya mencapai puluhan meter. &lt;br /&gt;Di atas tanah seluas kurang lebih 8.825 m2 masjid ini akhirnya berdiri megah di pusat kota Purworejo sebagai setra kegiatan dakwah dan ibadah muslim. &lt;br /&gt;Kemegahan masjid tak ada gunanya tanpa banyaknya jumlah jamaah sebagai syarat utama memakmurkan masjid. Untuk itu, dipikirkan sarana “ mengundang “ jamaah hingga terdengar sejauh-jauhnya lewat tabuhan bedug sebagai tanda waktu sholat menjelang adzan dikumandangkan ( saat itu belum ada alat pengeras suara ). &lt;br /&gt;Sekali lagi Cokronagoro I memerintahkan pembuatan Bedug dengan ukuran sangat besar dengan maksud agar dentuman bunyi bedug terdengar sejauh mungkin sebagai panggilan waktu sholat umat muslim untuk berjamaah di masjid ini. &lt;br /&gt;Raden Patih Cokronagoro bersama Raden Tumenggung Prawironagoro ( Wedono Bragolan ) yang juga adik dari Cokronagoro I menjadi pelaksana tugas membuat Bedug Besar itu. Sama seperti bahan pembuatan masjid yang menggunakan kayu jati pilihan , bedug besar ini pun disepakati dibuat dari pangkal ( bonggol ) kayu jati bang bercabang lima ( dalam ilmu bangunan Jawa/Serat Kaweruh Kalang, disebut pohon jati pendowo ). Daerah tempat pohon jati ini berasal adalah Dusun Pendowo, Desa Bragolan, Kecamatan Purwodadi. &lt;br /&gt;Konon, pohon jati yang digunakan untuk membuat bedug ini sebelumnya dianggap sebagai pohon keramat yang tak boleh ditebang. Namun karena Islam tak mengenal tahyul, dan atas perintah Bupati, maka pohon jati yamg telah berusia ratusan tahun itu ditebang juga. &lt;br /&gt;Kyai Irsyad seorang ulama dari Loano yang juga dipanggil Mbah Junus akhirnya berhasil menebang sekaligus mematahkan mitos keramat pohon jati tersebut. &lt;br /&gt;Ukuran atau spesifikasi bedug ini adalah : Panjang 292 cm, keliling bagian depan 601 cm, keliling bagian belakang 564 cm, diameter bagian depan 194 cm, diameter bagian belakang 180 cm. Bagian yang ditabuh dari bedug ini dibuat dari kulit banteng. &lt;br /&gt;Pembuatan bedug yang akhirnya dicatat sebagai terbesar di dunia ini, ternyata tak semudah yang dikira. Berbagai kendala harus dilalui sehingga memakan waktu pengerjaan yang cukup lama. Para ulama dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan karya agung ini senantiasa berdoa agar mendapat ridlo dari Alloh SWT. &lt;br /&gt;Akhirnya pada tahun 1837, bedug terbesar di dunia ini rampung dibuat dan diletakkan di dalam Masjid Agung Kabupaten Purworejo ( sekarang Masjid Darul Muttaqien ) yang ditabuh menjelang adzan sebagai tanda waktu sholat. &lt;br /&gt;Hingga sekarang warisan karya sejarah Islam ini terpelihara dengan baik dan tetap ditabuh sesuai fungsinya sebagai tanda waktu sholat. Para pengunjung seperti tak pernah surut mendatangi Masjid Darul Muttaqien, menyaksikan dari dekat bedug raksasa yang telah dicatat sebagai situs sejarah yang turut memberikan makna bagi perkembangan Islam di tanah Jawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Klenteng&lt;br /&gt;    Terletak di Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo tepatnya di belakang pasar Baledono Purworejo. Bangunan ini didirikan pada tahun 1888 oleh masyarakat Konghucu/Buddha. Bangunan ini dihiasi dengan ukiran-ukiran serta ornamen-ornamen yang memiliki nilai estetika budaya tinggi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gereja &lt;br /&gt;Gereja ini didirikan pada tahun 1927 oleh Mgr. Fisser, M.Sc. dengan arsitektur bergaya gothic. Sampai saat ini gereja ini terawat dengan baik karena terletak di area Buderan dimana selain gereja di komplek tersebut ada juga lembaga pendidikan yaitu SLTP dan SLTA Buderan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2liBT5AGOI/AAAAAAAAAfg/6bC-F40DQsw/s1600-h/santa_perawan1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2liBT5AGOI/AAAAAAAAAfg/6bC-F40DQsw/s320/santa_perawan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433982200057960674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja ini dibangun pada tahun 1879 dengan arsitektur gaya Eropa beratap pilar dan pilaster bergaya Yunani. Gereja ini bertempat di sebelah timur alun-alun dan sangat ramai dikunjungi umat pada hari Minggu dan hari-hari besar keagamaan seperi Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2lhtDSxOaI/AAAAAAAAAfY/rKGUEcAYuGA/s1600-h/gereja_protestan1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 193px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2lhtDSxOaI/AAAAAAAAAfY/rKGUEcAYuGA/s320/gereja_protestan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433981852005251490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2249625084330461769?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2249625084330461769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/02/wisata-religi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2249625084330461769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2249625084330461769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/02/wisata-religi.html' title='WISATA RELIGI'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2ljB2n0uKI/AAAAAAAAAfo/hXiWgS_89UU/s72-c/bedug+pwr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1300211231042511938</id><published>2010-02-03T18:42:00.000+07:00</published><updated>2010-02-03T18:43:21.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>SEJARAH PURWOREJO</title><content type='html'>Hamparan wilayah yang subur di Jawa Tengah Selatan antara Sungai Progo dan Cingcingguling sejak jaman dahulu kala merupakan kawasan yang dikenal sebagai wilayah yang masuk Kerajaan Galuh. Oleh karena itu menurut Profesor Purbocaraka, wilayah tersebut disebut sebagai wilayah Pagaluhan dan kalau diartikan dalam bahasa Jawa, dinamakan : Pagalihan. Dari nama “Pagalihan” ini lama-lama berubah menjadi :&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; Pagelen dan terakhir menjadi Bagelen. Di kawasan tersebut mengalir sungai yang besar, yang waktu itu dikenal sebagai sungai Watukuro. Nama “ Watukuro “ sampai sekarang masih tersisa dan menjadi nama sebuah desa terletak di tepi sungai dekat muara, masuk dalam wilayah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Di kawasan lembah sungai Watukuro masyarakatnya hidup makmur dengan mata pencaharian pokok dalam bidang pertanian yang maju dengan kebudayaan yang tinggi.&lt;br /&gt;Pada bulan Asuji tahun Saka 823 hari ke 5, paro peteng, Vurukung, Senin Pahing (Wuku) Mrgasira, bersamaan dengan Siva, atau tanggal    5 Oktober 901 Masehi, terjadilah suatu peristiwa penting, pematokan Tanah Perdikan (Shima). Peristiwa ini dikukuhkan dengan sebuah prasasti batu andesit yang dikenal sebagai prasasti Boro Tengah atau Prasasti Kayu Ara Hiwang.&lt;br /&gt;Prasasti yang ditemukan di bawah pohon Sono di dusun Boro tengah, sekarang masuk wilayah desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip dan sejak tahun 1890 disimpan di Museum Nasional Jakarta Inventaris D 78 Lokasi temuan tersebut terletak di tepi sungai Bogowonto, seberang Pom Bensin Boro.&lt;br /&gt;Dalam Prasasti Boro tengah atau Kayu Ara Hiwang tersebut diungkapkan, bahwa pada tanggal 5 Oktober 901 Masehi, telah diadakan upacara besar yang dihadiri berbagai pejabat dari berbagai daerah, dan menyebut-nyebut nama seorang tokoh, yakni : Sang Ratu Bajra, yang diduga adalah Rakryan Mahamantri/Mapatih Hino Sri Daksottama Bahubajrapratipaksaya atau Daksa yang di identifikasi sebagai adik ipar Rakal Watukura Dyah Balitung dan dikemudian hari memang naik tahta sebagai raja pengganti iparnya itu.&lt;br /&gt;Pematokan (peresmian) tanah perdikan (Shima) Kayu Ara Hiwang dilakukan oleh seorang pangeran, yakni Dyah Sala (Mala), putera Sang Bajra yang berkedudukan di Parivutan.&lt;br /&gt;Pematokan tersebut menandai, desa Kayu Ara Hiwang dijadikan Tanah Perdikan(Shima) dan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak, namun ditugaskan untuk memelihara tempat suci yang disebutkan sebagai “parahiyangan”. Atau para hyang berada.&lt;br /&gt;Dalam peristiwa tersebut dilakukan pensucian segala sesuatu kejelekan yang ada di wilayah Kayu Ara Hiwang yang masuk dalam wilayah Watu Tihang.&lt;br /&gt;“ … Tatkala Rake Wanua Poh Dyah Sala Wka sang Ratu Bajra anak wanua I Pariwutan sumusuk ikanang wanua I Kayu Ara Hiwang watak Watu Tihang …”&lt;br /&gt;Wilayah yang dijadikan tanah perdikan tersebut juga meliputi segala sesuatu yang dimiliki oleh desa Kayu Ara Hiwang antara lain sawah, padang rumput, para petugas (Katika), guha, tanah garapan (Katagan), sawah tadah hujan (gaga).&lt;br /&gt;Disebut-sebutnya “guha” dalam prasasti Kayu Ara Hiwang tersebut ada dugaan, bahwa guha yang dimaksud adalah gua Seplawan, karena di dekat mulut gua Seplawan memang terdapat bangunan suci Candi Ganda Arum, candi yang berbau harum ketika yoninya diangkat. Sedangkan di dalam gua tersebut ditemukan pula sepasang arca emas dan perangkat upacara. Sehingga lokasi kompleks gua Seplawan di duga kuat adalah apa yang dimaksud sebagai “parahyangan” dalam prasasti Kayu Ara Hiwang.&lt;br /&gt;Upacara 5 Oktober 901 M di Boro Tengah tersebut dihadiri sekurang-kurangnya 15 pejabat dari berbagai daerah, antara lain disebutkan nama-nama wilayah : Watu Tihang (Sala Tihang), Gulak, Parangran Wadihadi, Padamuan (Prambanan), Mantyasih (Meteseh Magelang), Mdang, Pupur, Taji (Taji Prambanan) Pakambingan, Kalungan (kalongan, Loano).&lt;br /&gt;Kepada para pejabat tersebut diserahkan pula pasek-pasek berupa kain batik ganja haji patra sisi, emas dan perak. Peristiwa 5 Otober 901 M tersebut akhirnya pada tanggal 5 Oktober 1994 dalam sidang DPRD Kabupaten Purworejo dipilih dan ditetapkan untuk dijadikan Hari jadi Kabupaten Purworejo. Normatif, historis, politis dan budaya lokal dari norma yang ditetapkan oleh panitia, yakni antara lain berdasarkan pandangan Indonesia Sentris.&lt;br /&gt;Perlu dicatat, bahwa sejak jaman dahulu wilayah Kabupaten Purworejo lebih dikenal sebagai wilayah Tanah Bagelen. Kawasan yang sangat disegani oleh wilayah lain, karena dalam sejarah mencatat sejumlah tokoh. Misalnya dalam pengembangan agama islam di Jawa Tengah Selatan, tokoh Sunan Geseng diknal sebagai muballigh besar yang meng-Islam-kan wilayah dari timur sungai Lukola dan pengaruhnya sampai ke daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupatn Magelang.&lt;br /&gt;Dalam pembentukan kerajaan Mataram Islam, para Kenthol Bagelen adalah pasukan andalan dari Sutawijaya yang kemudian setelah bertahta bergelar Panembahan Senapati. Dalam sejarah tercatat bahwa Kenthol Bagelen sangat berperan dalam berbagai operasi militer sehingga nama Begelen sangat disegani.&lt;br /&gt;Paska Perang Jawa, kawasan Kedu Selatan yang dikenal sebagai Tanah Bagelen dijadikn Karesidenan Bagelen dengan Ibukota di Purworejo, sebuah kota baru gabungan dari 2 kota kuno, Kedungkebo dan Brengkelan.&lt;br /&gt;Pada periode Karesidenan Begelen ini, muncul pula tokoh muballigh Kyai Imam Pura yang punya pengaruh sampai ke Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hampir bersamaan dengan itu, muncul pula tokoh Kyai Sadrach, penginjil Kristen plopor Gereja Kristen Jawa (GKJ).&lt;br /&gt;Dalam perjalanan sejarah, akibat ikut campur tangannya pihak Belanda dalam bentrokan antara para bangsawan kerajaan Mataram, maka wilayah Mataram dipecah mejadi dua kerajaan. Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Tanah Bagelen akibat Perjanjian Giyanti 13 pebruari 1755 tersebut sebagai wilayah Negara Gung juga dibagi, sebagian masuk ke Surakarta dan sebagian lagi masuk ke Yogyakarta, namun pembagian ini tidak jelas batasnya sehingga oleh para ahli dinilai sangat rancu diupamakan sebagai campur baur seperti “rujak”.&lt;br /&gt;Dalam Perang Diponegoro abad ke XIX, wilayah Tanah Bagelen menjadi ajang pertempuran karena pangeran Diponegoro mndapat dukungan luas dari masyarakat setempat. Pada Perang Diponegoro itu, wilayah Bagelen dijadikan karesidenan dan masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda dengan ibukotanya Kota Purworejo. Wilayah karesidenan Bagelen dibagi menjadi beberapa kadipaten, antara lain kadipaten Semawung (Kutoarjo) dan Kadipaten Purworejo dipimpin oleh Bupati Pertama Raden Adipati Cokronegoro Pertama. Dalam perkembangannya, Kadipaten Semawung (Kutoarjo) kemudian digabung masuk wilayah Kadipaten Purworejo.&lt;br /&gt;Dengan pertimbangan strategi jangka panjang, mulai 1 Agustus 1901, Karesienan Bagelen dihapus dan digabungkan pada karesidenan kedu. Kota Purworejo yang semula Ibu Kota Karesidenan Bagelen, statusnya menjadi Ibukota Kabupaten.&lt;br /&gt;Tahun 1936, Gubernur Jenderal Hindia belanda merubah administrasi pemerintah di Kedu Selatan, Kabupaten Karanganyar dan Ambal digabungkan menjdi satu dengan kebumen dan menjadi Kabupaten kebumen. Sedangkan Kabupaten Kutoarjo juga digabungkan dengan Purworejo, ditambah sejumlah wilayah yang dahulu masuk administrasi Kabupaten Urut Sewu/Ledok menjadi Kabupaten Purworejo. Sedangkan kabupaten Ledok yang semula bernama Urut Sewu menjadi Kabupaten Wonosobo.&lt;br /&gt;Dalam perkembangan sejarahnya Kabupaten Purworejo dikenal sebagai pelopor di bidang pendidikan dan dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan tenaga kerja di bidang pendidikan, pertanian dan militer.&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh yang muncul antara lain WR Supratman Komponis lagu Kebangsaan “Indonesia raya”. Jenderal Urip Sumoharjo, Jenderal A. Yani, Sarwo Edy Wibowo dan sebagainya.&lt;br /&gt;Para tokoh maupun tenaga kerja di bidang pertanian pendidikan, militer, seniman dan pekerja lainnya oleh masyarakat luas di tanah air dikenal sebagai orang-orang Bagelen, nama kebangsaan dan yang disegani baik di dalam maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Buku POTENSI WISATA PURWOREJO – Yayasan Arahiwang Purworejo Jakarta).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1300211231042511938?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1300211231042511938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/02/sejarah-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1300211231042511938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1300211231042511938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/02/sejarah-purworejo.html' title='SEJARAH PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2257838319220551371</id><published>2010-02-03T18:39:00.001+07:00</published><updated>2010-02-03T18:41:30.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>WISATA KULINER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2lgugCwqLI/AAAAAAAAAfQ/a7P6WeojbPo/s1600-h/wisata+kuliner.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2lgugCwqLI/AAAAAAAAAfQ/a7P6WeojbPo/s320/wisata+kuliner.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433980777390975154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai Wisata Kuliner di Kabupaten Purworejo :  -Sate Tupai atau Kuda Barat Polsek Butuh Purworejo   -Dawet Hitam Timur jembatan Butuh  -Ayam-Bebek Goreng Dargo, komplek Pujasera Timur Stasiun Purworejo   -Mi goreng  Mi rebus pak Prapto, komplek Pujasera Timur Stasiun Purworejo   -Ayam goreng Restu Ibu, depan RSU Saras Husada Purworejo   -Soto Stasiun Purworejo  -&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakso Sukar Purworejo, Kutoarjo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Bakso Muncul jalan Purworejo-Jogja   -Bakso Mantep, komplek pasar Baledono, samping Indomaret Alun-alun  -Sate Winong, di Winong (jalur Purworejo-Suren Kutoarjo)  -Durian dikomplek pasar Suronegaran, pasar Baledono, Pantok, sepanjang jalur Purworejo-Kaligesing   -Sop Pak Giyo  -Sop Iga Selera, Boro &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2257838319220551371?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2257838319220551371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/02/wisata-kuliner.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2257838319220551371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2257838319220551371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/02/wisata-kuliner.html' title='WISATA KULINER'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2lgugCwqLI/AAAAAAAAAfQ/a7P6WeojbPo/s72-c/wisata+kuliner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-834450994571411097</id><published>2010-02-03T18:37:00.001+07:00</published><updated>2010-02-03T18:39:28.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>DURIAN SOMONGARI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2lgTURoSEI/AAAAAAAAAfI/tclMLjBKnFo/s1600-h/durensomongari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2lgTURoSEI/AAAAAAAAAfI/tclMLjBKnFo/s320/durensomongari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433980310375647298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi buah durian termasuk buah yang sangat populer di Indonesia. Selain rasanya yang khas, baunya pun sangat merangsang bagi yang menyukai buah durian.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kecamatan di Kabupaten Purworejo merupakan penghasil utama buah durian seperti Kec. Kaligesing, Kec. Bruno, Kec. Bener, dan Kec. Loano. Durian Purworejo memiliki ciri khusus bila dibanding durian daerah lain. Yang membedakannya antara lain bentuknya bulat telur dengan warna hijau kekuning-kuningan, durinya pendek dan rapat, serta rasanya manis kepahit-pahitan. Meskipun kulitnya tipis sekitar 3 mm, namun agak sulit dibelah. Bobotnya berkisar antara 1-4 kg per buah, dalam setiap buah ada lima juring (ruang) yang berisi 5-10 daging buah. Daging buah berwarna kuning dan tebal, seratnya halus, kadar airnya sedikit sehingga baunya cukup menyengat hidung. Hasil buah durian Purworejo melimpah sekitar bulan November sampai dengan bulan Februari setiap tahunnya. &lt;br /&gt;Di kota Purworejo hampir di sepanjang jalan dan pasar terdapat orang berjualan durian bila musimnya tiba. Sementara bagi konsumen luar kota seperti Yogya, Magelang, dan kota sekitarnya Purworejo menjadi tujuan utama memborong durian baik untuk dijual lagi maupun untuk dimakan sendiri. Kemasyhuran Purworejo sebagai penghasil durian tak diragukan lagi sehingga bila musim durian tiba kota Purworejo identik dengan kota durian. Diestimasi perputaran bisnis buah durian ini per musim berkisar antara 15 hingga 20 milyar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-834450994571411097?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/834450994571411097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/02/durian-somongari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/834450994571411097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/834450994571411097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/02/durian-somongari.html' title='DURIAN SOMONGARI'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/S2lgTURoSEI/AAAAAAAAAfI/tclMLjBKnFo/s72-c/durensomongari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-101152122439242469</id><published>2010-01-03T20:21:00.002+07:00</published><updated>2010-01-03T20:27:04.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SEJARAH KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH, KAMPUNG HALAMANKU</title><content type='html'>Hamparan wilayah yang subur di Jawa Tengah Selatan antara Sungai Progo dan Cingcingguling sejak jaman dahulu kala merupakan kawasan yang dikenal sebagai wilayah yang masuk Kerajaan Galuh. Oleh karena itu menurut Profesor Purbocaraka, wilayah tersebut disebut sebagai wilayah Pagaluhan dan kalau diartikan dalam bahasa Jawa, dinamakan : Pagalihan. Dari nama “Pagalihan” ini lama-lama berubah menjadi : &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagelen dan terakhir menjadi Bagelen. Di kawasan tersebut mengalir sungai yang besar, yang waktu itu dikenal sebagai sungai Watukuro. Nama “ Watukuro “ sampai sekarang masih tersisa dan menjadi nama sebuah desa terletak di tepi sungai dekat muara, masuk dalam wilayah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Di kawasan lembah sungai Watukuro masyarakatnya hidup makmur dengan mata pencaharian pokok dalam bidang pertanian yang maju dengan kebudayaan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Asuji tahun Saka 823 hari ke 5, paro peteng, Vurukung, Senin Pahing (Wuku) Mrgasira, bersamaan dengan Siva, atau tanggal 5 Oktober 901 Masehi, terjadilah suatu peristiwa penting, pematokan Tanah Perdikan (Shima). Peristiwa ini dikukuhkan dengan sebuah prasasti batu andesit yang dikenal sebagai prasasti Boro Tengah atau Prasasti Kayu Ara Hiwang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti yang ditemukan di bawah pohon Sono di dusun Boro tengah, sekarang masuk wilayah desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip dan sejak tahun 1890 disimpan di Museum Nasional Jakarta Inventaris D 78 Lokasi temuan tersebut terletak di tepi sungai Bogowonto, seberang Pom Bensin Boro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Prasasti Boro tengah atau Kayu Ara Hiwang tersebut diungkapkan, bahwa pada tanggal 5 Oktober 901 Masehi, telah diadakan upacara besar yang dihadiri berbagai pejabat dari berbagai daerah, dan menyebut-nyebut nama seorang tokoh, yakni : Sang Ratu Bajra, yang diduga adalah Rakryan Mahamantri/Mapatih Hino Sri Daksottama Bahubajrapratipaksaya atau Daksa yang di identifikasi sebagai adik ipar Rakal Watukura Dyah Balitung dan dikemudian hari memang naik tahta sebagai raja pengganti iparnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pematokan (peresmian) tanah perdikan (Shima) Kayu Ara Hiwang dilakukan oleh seorang pangeran, yakni Dyah Sala (Mala), putera Sang Bajra yang berkedudukan di Parivutan.&lt;br /&gt;Pematokan tersebut menandai, desa Kayu Ara Hiwang dijadikan Tanah Perdikan(Shima) dan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak, namun ditugaskan untuk memelihara tempat suci yang disebutkan sebagai “Parahiyangan”. Atau para hyang berada.&lt;br /&gt;Dalam peristiwa tersebut dilakukan pensucian segala sesuatu kejelekan yang ada di wilayah Kayu Ara Hiwang yang masuk dalam wilayah Watu Tihang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … Tatkala Rake Wanua Poh Dyah Sala Wka sang Ratu Bajra anak wanua I Pariwutan sumusuk ikanang wanua I Kayu Ara Hiwang watak Watu Tihang …”&lt;br /&gt;Wilayah yang dijadikan tanah perdikan tersebut juga meliputi segala sesuatu yang dimiliki oleh desa Kayu Ara Hiwang antara lain sawah, padang rumput, para petugas (Katika), guha, tanah garapan (Katagan), sawah tadah hujan (gaga).&lt;br /&gt;Disebut-sebutnya “guha” dalam prasasti Kayu Ara Hiwang tersebut ada dugaan, bahwa guha yang dimaksud adalah gua Seplawan, karena di dekat mulut gua Seplawan memang terdapat bangunan suci Candi Ganda Arum, candi yang berbau harum ketika yoninya diangkat. Sedangkan di dalam gua tersebut ditemukan pula sepasang arca emas dan perangkat upacara. Sehingga lokasi kompleks gua Seplawan di duga kuat adalah apa yang dimaksud sebagai “parahyangan” dalam prasasti Kayu Ara Hiwang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara 5 Oktober 901 M di Boro Tengah tersebut dihadiri sekurang-kurangnya 15 pejabat dari berbagai daerah, antara lain disebutkan nama-nama wilayah : Watu Tihang (Sala Tihang), Gulak, Parangran Wadihadi, Padamuan (Prambanan), Mantyasih (Meteseh Magelang), Mdang, Pupur, Taji (Taji Prambanan) Pakambingan, Kalungan (kalongan, Loano).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para pejabat tersebut diserahkan pula pasek-pasek berupa kain batik ganja haji patra sisi, emas dan perak. Peristiwa 5 Otober 901 M tersebut akhirnya pada tanggal 5 Oktober 1994 dalam sidang DPRD Kabupaten Purworejo dipilih dan ditetapkan untuk dijadikan Hari jadi Kabupaten Purworejo. Normatif, historis, politis dan budaya lokal dari norma yang ditetapkan oleh panitia, yakni antara lain berdasarkan pandangan Indonesia Sentris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, bahwa sejak jaman dahulu wilayah Kabupaten Purworejo lebih dikenal sebagai wilayah Tanah Bagelen. Kawasan yang sangat disegani oleh wilayah lain, karena dalam sejarah mencatat sejumlah tokoh. Misalnya dalam pengembangan agama islam di Jawa Tengah Selatan, tokoh Sunan Geseng diknal sebagai muballigh besar yang meng-Islam-kan wilayah dari timur sungai Lukola dan pengaruhnya sampai ke daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupatn Magelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembentukan kerajaan Mataram Islam, para Kenthol Bagelen adalah pasukan andalan dari Sutawijaya yang kemudian setelah bertahta bergelar Panembahan Senapati. Dalam sejarah tercatat bahwa Kenthol Bagelen sangat berperan dalam berbagai operasi militer sehingga nama Begelen sangat disegani.&lt;br /&gt;Paska Perang Jawa, kawasan Kedu Selatan yang dikenal sebagai Tanah Bagelen dijadikn Karesidenan Bagelen dengan Ibukota di Purworejo, sebuah kota baru gabungan dari 2 kota kuno, Kedungkebo dan Brengkelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode Karesidenan Begelen ini, muncul pula tokoh muballigh Kyai Imam Pura yang punya pengaruh sampai ke Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hampir bersamaan dengan itu, muncul pula tokoh Kyai Sadrach, penginjil Kristen pelopor Gereja Kristen Jawa (GKJ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan sejarah, akibat ikut campur tangannya pihak Belanda dalam bentrokan antara para bangsawan kerajaan Mataram, maka wilayah Mataram dipecah mejadi dua kerajaan. Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Tanah Bagelen akibat Perjanjian Giyanti 13 pebruari 1755 tersebut sebagai wilayah Negara Gung juga dibagi, sebagian masuk ke Surakarta dan sebagian lagi masuk ke Yogyakarta, namun pembagian ini tidak jelas batasnya sehingga oleh para ahli dinilai sangat rancu diupamakan sebagai campur baur seperti “rujak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perang Diponegoro abad ke XIX, wilayah Tanah Bagelen menjadi ajang pertempuran karena pangeran Diponegoro mndapat dukungan luas dari masyarakat setempat. Pada Perang Diponegoro itu, wilayah Bagelen dijadikan karesidenan dan masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda dengan ibukotanya Kota Purworejo. Wilayah karesidenan Bagelen dibagi menjadi beberapa kadipaten, antara lain kadipaten Semawung (Kutoarjo) dan Kadipaten Purworejo dipimpin oleh Bupati Pertama Raden Adipati Cokronegoro Pertama. Dalam perkembangannya, Kadipaten Semawung (Kutoarjo) kemudian digabung masuk wilayah Kadipaten Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertimbangan strategi jangka panjang, mulai 1 Agustus 1901, Karesienan Bagelen dihapus dan digabungkan pada karesidenan kedu. Kota Purworejo yang semula Ibu Kota Karesidenan Bagelen, statusnya menjadi Ibukota Kabupaten.&lt;br /&gt;Tahun 1936, Gubernur Jenderal Hindia belanda merubah administrasi pemerintah di Kedu Selatan, Kabupaten Karanganyar dan Ambal digabungkan menjdi satu dengan kebumen dan menjadi Kabupaten kebumen. Sedangkan Kabupaten Kutoarjo juga digabungkan dengan Purworejo, ditambah sejumlah wilayah yang dahulu masuk administrasi Kabupaten Urut Sewu/Ledok menjadi Kabupaten Purworejo. Sedangkan kabupaten Ledok yang semula bernama Urut Sewu menjadi Kabupaten Wonosobo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan sejarahnya Kabupaten Purworejo dikenal sebagai pelopor di bidang pendidikan dan dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan tenaga kerja di bidang pendidikan, pertanian dan militer.&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh yang muncul (berasal dari Purworejo) antara lain W.R. Supratman, komponis lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Ada lagi Jenderal Urip Sumoharjo, Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, Sarwo Edy Wibowo (mertua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tokoh maupun tenaga kerja di bidang pertanian pendidikan, militer, seniman dan pekerja lainnya oleh masyarakat luas di tanah air dikenal sebagai orang-orang Bagelen, nama kebangsaan dan yang disegani baik di dalam maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Buku POTENSI WISATA PURWOREJO – Yayasan Arahiwang Purworejo Jakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://purworejo.go.id//index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=55&amp;Itemid=38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http:// mahmudi.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-101152122439242469?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/101152122439242469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/01/sejarah-kabupaten-purworejo-jawa-tengah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/101152122439242469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/101152122439242469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/01/sejarah-kabupaten-purworejo-jawa-tengah.html' title='SEJARAH KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH, KAMPUNG HALAMANKU'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-6780653530285027607</id><published>2010-01-03T20:07:00.003+07:00</published><updated>2010-01-03T20:20:08.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN BUDAYA JAWA; CARA TRADISI ATAU TRADISIONALISME?</title><content type='html'>Oleh: Prapto Yuwono &lt;br /&gt;Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;Kalau dipertanyakan apa yang menjadi ciri khas kebudayaan Jawa, jawabnya barangkali seperti apa yang dikatakan oleh Frans Magnis Suseno, bahwa ciri khasnya terletak dalam kemampuan luar biasa kebudayaan Jawa untuk membiarkan diri dibanjiri oleh gelombang-gelombang kebudayaan yang datang dari luar, dan dalam banjir itu mempertahankan keasliannya. Kebudayaan Jawa katanya, justru tidak menemukan diri dan berkembang kekhasannya dalam isolasi, melainkan dalam pencernaan masukan-masukan dari luar.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu disampaikannya dalam kata pendahuluan bukunya yang sangat populer pada waktu itu (1984) Etika Jawa, Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Inti isi buku itu memang dapat dikatakan sebagai argumentasinya bahwa nilai-nilai “kejawaan”lah seperti prinsip rukun dan hormat yang menjadi sikap moral orang Jawa, yang selalu dipakainya untuk menghadapi segala tantangan dan perubahan jaman. Inti prinsip rukun adalah tuntutan untuk mencegah segala kelakuan yang bisa menimbulkan konflik terbuka. Tujuannya ialah keselarasan sosial dan keadaan yang rukun. Suatu keadaan disebut rukun, apabila semua pihak dalam kelompok berdamai satu sama lain. Sedangkan inti prinsip hormat adalah suatu tuntutan agar setiap orang dalam cara bicara dan membawa diri selalu harus menunjukkan sikap hormat terhadap orang lain, sesuai dengan derajat kedudukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pernyataan itu benar maka kita harus merasa bangga, barangkali dan mudah-mudahan sampai saat ini pun “kemampuan” itu masih menjadi tameng kebudayaan Jawa dalam menghadapi tantangan global. Kata “barangkali” dan mudah-mudahan memang tampak skeptis, tapi memang sejak pernyataan Frans Magnis Suseno tersebut hingga saat ini belum ada penelitian semacam itu (setelah kurang lebih 20 tahun berlalu); untuk mencari tahu dan menjawab pertanyaan apakah orang Jawa saat ini masih mempergunakan prisip-prisip moral tersebut. Jadi rasa bangga untuk sementara harus dikesampingkan dan ditunda dahulu. Jangan-jangan orang-orang Jawa sekarang justru telah meninggalkan prinsip-prinsip itu; karena bukankah saat ini banyak orang Jawa telah melakukan tindakan-tindakan yang secara kontradiktif berseberangan dengan prinsip moral rukun dan hormat tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks masih mempertanyakan bagaimanakah budaya Jawa sekarang, masihkah memiliki kemampuan dan “tameng” seperti itu ?; makalah ini diajukan. Akan tetapi buru-buru perlu disampaikan bahwa apa yang akan dibahas dalam makalah ini bukanlah hasil dari suatu penelitian yang mendalam, melainkan masih sekedar pemikiran awal dari upaya menjawab pertanyaan persoalan besar itu pada saat ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jawa di Suriname&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2005, kami, Program Studi Jawa UI kedatangan dua orang tamu dari Negara Suriname, Amerika Selatan. Mereka adalah wartawan sebuah media elektronik yang akan meliput berbagai kegiatan dan kehidupan orang Jawa di Indonesia. Ada hal yang mengejutkan dari bahasa yang mereka gunakan dalam wawancara, ternyata mereka memakai bahasa Jawa Ngoko; masih cukup kental lafalnya, dan hampir seluruh pilihan katanya lengkap, tapi hanya warna dialeknya yang unik, karena terdengar agak aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat surprise! Bayangan kami sebelumnya, saat surat pemberitahuan kunjungan mereka kami terima, wawancara pasti akan menggunakan bahasa Inggris atau mungkin bahasa Belanda. Keterkejutan itu memang ada akhirnya, karena pihak pemandu kunjungan mereka yang adalah Duta Besar Indonesia untuk Negara Suriname pada saat itu adalah Bapak Drs. Suparmin Sunjoyo menjelaskan bahwa mereka adalah dua orang wartawan Garuda TV, yang memang adalah TV-nya komunitas Jawa yang ada di Suriname saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil wawancara balik dan spontan yang kami lakukan terhadap mereka, tentu saja karena alasan “rasa heran” mengapa di sana komunitas Jawa (yang telah 5 generasi turunan orang Jawa hidup di Suriname) masih menggunakan bahasa Jawa dan punya Garuda TV lagi, kami akhirnya mendapat kesimpulan jawaban berdasarkan gambaran dan cerita kehidupan orang Jawa Suriname yang sudah sejak 150 tahun yang lalu bermukim di sana hingga saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jawa di Suriname ternyata jumlahnya menduduki peringkat ke lima dari beberapa komunitas asing yang sejak lama bermukin di sana. Kalau diurut dari yang paling banyak (kalau tidak salah ingat) adalah turunan Afrika, kemudian turunan India, Cina, Belanda (Eropah), baru Jawa. Dan kalau dihitung ternyata orang Jawa di sana kurang lebih berjumlah 60.000 orang; menduduki peringkat ke lima dari kurang lebih 600.000 orang jumlah seluruh penduduk Suriname saat itu. Maka berdasarkan landasan prinsip negara yang demokratis, dapat dimaklumi mengapa Negara Suriname membolehkan komunitas Jawa di sana memiliki media komunikasi elektronik yang bernama Garuda TV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja bagian besar program tayangan media ini sudah pasti bertujuan membangun kesadaran kolektif “kejawaan” di Suriname, dengan tayangan lebih banyak mengenai kebudayaan Jawa menurut tradisi Jawa di sana dan dengan menggunakan bahasa Jawa Ngoko. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata keterwakilan komunitas Jawa di parlemen Suriname juga patut diperhitungkan karena dapat mencuatkan dua orang Jawa menjadi menteri (kalau tidak salah ingat lagi): yakni Menteri Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Kahakiman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja, setelah mendengar alasan mengapa mereka melakukan kunjungan muhibah dan meliput kehidupan orang Jawa di Indonesia — yang ini baru patut dibanggakan — mereka masih mengaku orang Jawa, dan menganggap kita adalah bagian dari nenek moyang mereka, yang telah menciptakan bahasa Jawa dan budaya Jawa yang hingga kini masih mereka hayati dan banggakan; dan yang menciptakan Candi Borobudur, Wayang Kulit dan Gamelannya yang mereka akui sangat adiluhung. Oleh karena itu senyampang dengan perjalanan peliputan mereka, mereka pun akan berupaya membeli seperangkat gamelan dan komplit dengan wayangnya. Tidak ketinggalan mereka pun akan menjajagi kalau bisa, membeli dan sekaligus “memboyong” pabrik (home industry) kecap manis dan sepegawainya untuk di bawa ke Suriname. Bahkan menurut informasi dari Bapak Duta Besar kita tersebut, hal seperti itu telah pernah dilakukan dengan “memboyong” pabrik krupuk sepegawainya dari Kota Ciamis, Jawa Barat. Ketika ditanya juga mengenai bagaimanakah sikap bangsa lain di Suriname terhadap orang Jawa dalam pergaulan hidup sehari-hari, ternyata orang Jawa adalah orang yang terkenal dianggap bijaksana dan selalu dapat menjadi “penengah” atau wasit atas berbagai persoalan dan konflik sosial budaya yang sering terjadi di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Elastisitas Kebudayaan Jawa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat kita tarik sebagai kesimpulan dari cerita di atas adalah suatu fenomena yang realitasnya adalah bahwa orang Jawa dengan kebudayaannya dapat terus hidup (survival) meskipun jauh di perantauan dan dapat berdampingan serta melebur dengan masyarakat dan kebudayaan lain yang sama sekali berlainan karakternya. Hal ini membuktikan bahwa orang Jawa dan kebudayaan Jawa memiliki kemampuan untuk terus menerus hidup menyesuaikan diri dengan tantangan dan perubahan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain mungkin sifat kebudayaan Jawa memang cukup elastis, sehingga dapat selalu lentur dan cair dalam menghadapi situasi dan tantangan apa pun. Bukankah hal seperti itu pun telah dibuktikan sejak lama melalui kehidupan komunitas transmigran asal Jawa di seluruh pelosok tanah air Indonesia bahkan Nusantara; yang selalu dapat bertahan untuk hidup mulai dengan keterbatasan sarana dan fasilitas, akan tetapi pada akhirnya dapat sukses dan kaya. Tapi yang selalu harus menjadi catatan dan patut dibanggakan, bahwa mereka selalu dapat hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial-budaya tempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pengembaraan budaya Jawa ke seluruh Indonesia maupun ke manca negara itu, akulturasi pun dengan demikian terus selalu terjadi antara budaya tempatan dengan budaya Jawa sebagai pendatang. Akan tetapi selalu saja dapat kita amati, bahwa nilai-nilai kejawaan tampaknya masih cukup jelas terlihat bahkan mendominasi.&lt;br /&gt;Rasa-rasanya kita masih selalu saja mendengar “kebanggaan” mereka sebagai keturunan Jawa di perantaun di mana pun. Ingat dengan istilah Pujakesuma (Putra Jawa Keturunan Sumatera) di Sumatera Utara, yang selalu bangga dengan pola pikir Jawanya. Atau baru-baru ini komunitas Jawa yang telah lama berada di Malaysia; yang justru mengakui bahwa kesenian Reog yang mereka mainkan memang adalah kesenian Reog yang berasal dari daerah Ponorogo di Jawa Timur sesuai dengan asal daerah mereka, yang mereka bawa serta dalam perantauan mereka. Jadi bukan Reog-nya orang Malaysia, seperti yang telah diakui lalu digembar-gemborkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Malaysia sebagai milik asli kebudayaan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sekali lagi dapat disimpulkan, fakta-fakta di atas adalah sebuah fenomena yang membuktikan bahwa nilai-nilai kebudayaan Jawa selalu saja dapat beradaptasi di mana pun, kapan pun dan dengan siapa pun. Dan nilai-nilai itu adalah nilai-nilai yang mungkin saja seperti yang disebut oleh Frans Magnis Suseno sebagai prinsip rukun dan hormat. Mungkin karena sikap-sikap inilah orang jawa selalu dapat elastis, cair dan melebur dengan budaya tempatan di mana pun. Jadi dengan kata lain kebudayaan Jawa sudah cukup teruji menghadapi tantangan dan perubahan jaman dalam skala nasional, regional maupun global.&lt;br /&gt;Tradisi atau Tradisionalisme&lt;br /&gt;Kalau ditarik ke dalam kerangka teoritis, maka fenomena di atas adalah contoh fakta-fakta positif yang menggambarkan sikap kita terhadap kebudayaan Jawa atau cara pandang kita terhadap kebudayaan Jawa dalam mengahadapi tantang dan perubahan jaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap itu adalah sikap yang yakin dan sadar bahwa nilai-nilai dalam kebudayaan Jawa sungguh kuat dan elastis dalam menghadapi setiap tantangan jaman. Dengan kata lain pandangan itu secara teoritis lebih melihat tradisi sebagai tradition; seluruh kepercayaan, anggapan, dan tingkah laku melembaga yang diwariskan dan diteruskan dari generasi ke generasi yang memberikan kepada masyarakatnya sistem norma untuk dipergunakan menjawab tantangan pada setiap perkembangn sosial. Ia bersifat dinamis; bila tidak dapat menjawab tantangan jaman, akan berubah secara wajar atau lenyap dengan sendirinya (Kamus Istilah Sosiologi: 1984:223).&lt;br /&gt;Berbeda dengan cara pandang positif itu adalah sebaliknya cara pandang negatif: yaitu tradisionalisme; sikap atau pandangan memuji-muji secara berlebihan kebudayaan masa lampau. Sikap ini lebih didasari oleh sikap emosional, konvensional dan konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita cermati, kedua sikap atau cara pandang itu sangat kontradiktif. Tapi bukankah kedua cara pandang ini selalu saja sama-sama hadir dan bersaing dalam kehidupan sosial- budaya masyarakat Jawa secara keseluruhan sekarang ini? Meskipun keduanya pun sama-sama memiliki tujuan dan tanggungjawab bersama dalam rangka pelestarian dan pengembangan kebudayaan Jawa. Dualisme itu mungkin dapat dipertegas; dengan membuat oposisi antara orang-orang “tua” yang Jawa dan orang-orang “muda” yang Jawa. Dibandingkan dengan orang “muda” Jawa mungkin orang-orang “tua” Jawa lebih bersikap emosional, konvensional dan bahkan cenderung tradisionalisme; karena itu mereka adalah pembela mati-matian nilai-nilai kebudayaan Jawa dan tanpa kenal kompromi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan Jawa misalnya, mereka selalu bersifat menggurui, memaksa, tidak menyadari bahwa jaman telah berubah. Cara pandang dan pola pikir pun sudah jauh berubah. Namun mereka para orang “tua” Jawa tidak mau tahu. Sikap tidak kenal toleransi dan kompromi itu akahirnya pun membuahkan kesia-siaan. Mereka gagal menularkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip moral Jawa kepada anak-anaknya. Tanpa mereka sadari anak-anaknya bahkan seringkali mencemooh sikap dan tindakan-tindakan orang tuanya yang seperti itu. Dan pada akhirnya jauhlah jarak nilai dan prinsip moral antara orang “tua” Jawa dengan orang “muda” Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang “muda” pun sebenarnya sudah banyak yang mulai sadar bahwa betapa nilai-nilai kejawaan memang merupakan nilai-nilai yang baik dan adiluhung. Akan tetapi, caranya memahami sangat berbeda dengan orang-orang “tua” mereka. Contoh yang sangat gamblang adalah seperti yang dilakukan oleh dua orang wartawan dari Suriname itu. Bukankah apa yang mereka lakukan adalah suatu upaya kembali kepada jati diri nilai-nilai kejawaan yang sama-sama kita hayati itu. Mereka bahkan adalah wakil dari masyarakat Jawa generasi ke lima di Suriname, yang tampaknya mulai sadar bahwa mereka perlu masa lalu untuk meneguhkan eksistensi mereka di masa mendatang. Itulah cara orang “muda” Jawa. Tidak perlu dipaksa. Tidak perlu diberitahu terus menerus, yang akibatnya akan mengakibatkan dan menimbulkan kebosanan dan apatisme.Yang harus kita maklumi adalah bahwa cara mereka adalah cara yang sadar dan rasional. Bahkan jika perlu mereka berupaya melakukan penelitian yang mendalam untuk meyakinkan bahwa nilai-nilai kejawaan itu memang masih penting dan relevan dengan realitas kehidupan masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian ada suatu upaya pengayaan. Tidak semua aspek nilai-nilai kebudayaan Jawa dapat dan harus dilestarikan atau bahkan dikembangkan. Orang-orang “tua” sudah seharusnya mulai sadar dan mengendorkan cara-cara yang emosional dan konservatif itu. Berikan “kebebasan” kepada orang-orang “muda” Jawa untuk menilai dan memahami dengan cara mereka sendiri. Kita harus yakin bahwa nilai-nilai kebudayaan Jawa yang baik atau yang adiluhung itu pasti akan diterima dengan baik pula. Berikanlah mereka waktu untuk mengalami berbagai tantangan bahkan benturan budaya dengan budaya lain; sambil sementara kita pun menyediakan waktu dan kesempatan untuk menjawab semua pertanyaan dan kegelisahan pilihan nilai-nilai kehidupan ala kejawaan yang mereka perlukan. Bukankah orang-orang “muda” Jawa di Suriname memerlukan waktu lima generasi untuk mulai mempertanyakan jati diri mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup dan Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prinsip rukun dan hormat adalah inti dari nilai-nilai “kejawaan”. Secara sadar atau tidak komunitas Jawa yang berada di Suriname hingga generasi ke lima tersebut atau pun saudara-saudara kita yang bermukim di lokasi-lokasi pemukiman transmigran di seluruh nusantara itu, sudah barang tentu telah melaksanakan prinsip-prinsip itu. Oleh karenanya mereka dapat hidup berbaur dan berterima di antara komunitas-komunitas lain, bahkan mereka pun dapat ikut berperan dalam rangka membangun masyarakat yang rukun dan damai karena cenderung mendapat kepercayaan sebagai komunitas yang dianggap selalu mengedepankan kebijakan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan sosial-budayanya. Dengan kata lain nilai-nilai “kejawaan” dengan sendirinya telah mengalami ujian yang berat dan panjang, dan yang pada akhirnya membuat bangga orang-orang “muda” Jawa sebagai generasi penerus orang-orang “tua” Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan demikian sikap atau prinsip rukun dan hormat tidak perlu selalu dipaksa-paksakan untuk dipahami atau dihayati oleh generasi penerus masyarakat Jawa. Biarkanlah nilai-nilai itu membuktikan sendiri ketahanan, keuletan dan keuniversalannya. Lebih baik orang-orang “tua” Jawa hendaknya selalu memberikan suri tauladannya untuk bersikap dan bertindak rukun dan hormat dalam kehidupan sehari-hari. Karena hal itu dapat membuktikan bahwa orang-orang “tua” Jawa memang adalah penghayat dan pelaksana prinsip-prinsip rukun dan hormat yang adiluhung itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini lebih penting dan berharga daripada cara menularkannya dengan paksaan secara emosinal, konvensional dan konservatif. Dengan kata lain berkenaan dengan tanggung jawab kita yang selalu mengupayakan pelestarian apalagi pengembangan nilai-nilai kebudayaan Jawa itu, hendaklah secara sadar bersikap tradition; seluruh kepercayaan, anggapan, dan tingkah laku melembaga yang diwariskan dan diteruskan dari generasi ke generasi, yang memberikan kepada masyarakatnya sistem norma untuk dipergunakan menjawab tantangan pada setiap perkembangan sosial, dan bersifat dinamis; bila tidak dapat menjawab tantangan jaman, akan berubah secara wajar atau lenyap dengan sendirinya. Jadi bukan bersikap tradisionalime; sikap atau pandangan memuji-muji secara berlebihan kebudayaan masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bacaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kamus Istilah Sosiologi (1984). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;2. Suseno, Frans Magnis (1984). Etika Jawa, Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.&lt;br /&gt;Biodata Penulis:&lt;br /&gt;Nama: Prapto Yuwono, S.S., M.Hum.&lt;br /&gt;Pekerjaan: Dosen, di Program Studi Jawa, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya,&lt;br /&gt;Universitas Indonesia, Jakarta.&lt;br /&gt;Pengampu: Mata Kuliah Manusia dan Kesenian Indonesia, Apresiasi Budaya Jawa, Sejarah Jawa, Sejarah Kesusastraan Jawa, Ihktisar Kebudayaan Jawa dan Seminar Kebudayaan Jawa.&lt;br /&gt;Penulis: Buku: Sistem Hukum Jawa Abad Ke-18, Jakarta: Penerbit; Wedatama Widya Sastra, 2003.&lt;br /&gt;Sumber: http://visitbayumas.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-6780653530285027607?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/6780653530285027607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/01/pelestarian-dan-pengembangan-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6780653530285027607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6780653530285027607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2010/01/pelestarian-dan-pengembangan-budaya.html' title='PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN BUDAYA JAWA; CARA TRADISI ATAU TRADISIONALISME?'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2188976229418135146</id><published>2009-12-15T13:56:00.001+07:00</published><updated>2009-12-15T13:57:50.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>MASJID SANTREN BAGELEN, SEBUAH HADIAH DI TAPAL BATAS PERTAHANAN MATARAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SyczXmguemI/AAAAAAAAAe4/9huQDqHv6sA/s1600-h/masjid+santren+bagelen.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SyczXmguemI/AAAAAAAAAe4/9huQDqHv6sA/s320/masjid+santren+bagelen.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415353557504129634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Santren Bagelen yang dikenal dengan Masjid Kiai Baidlowi terletak kurang lebih 160 meter di timur Sungai Bogowonto, tepatnya di Dusun Santren, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Komplek masjid yang dikelilingi makam tersebut secara geografis berada pada posisi 7 derajat-48 derajat Lintang Selatan dan 110 derajat-4 derajat Bujur Timur dengan ketinggian 12,72 meter diatas permukaan laut.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid tertua di wilayah Bagelen ini dibangun sekitar tahun 1618, tepatnya pada masa puncak keemasan Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Sultan Agung. Masjid Santren merupakan hadiah dari istri Sultan Agung atas jasa perlawanan Kiai Baidlowi dalam membantu Mataram melawan Belanda. &lt;br /&gt;Arsitek Masjid Santren ialah Kiai Kasan Muhammad Shufi. Bukti Masjid Santren merupakan hadiah dari Mataram berdasarkan pada prasasti bertuliskan Arab yang berada di salah satu tiang (saka rawa) yang terletak di dekat mihrab ruang utama masjid.&lt;br /&gt;Prasasti itu berbunyi: "Masjid ini dibangun di negeri yang agung, untuk leluhur yang sudah meninggal atas perintah istri Sultan Mataram, diberikan kepada ustadz Baidlowi dan sebenarnya yang membuat masjid ini Khasan Muhammad Shufi, semoga ia mendapat ridla Allah, berupa nikmat dunia dan akhirat dan ditetapkan imannya."&lt;br /&gt;Berdasarkan prasasti tersebut, diketahui jika Masjid Santren dibangun oleh Khasan Muhammad Shuufi saat kejayaan Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645). Karena masjid Santren memiliki nilai sejarah cukup tinggi, maka masjid ini masuk dalam kategori banguan cagar budaya. &lt;br /&gt;Juru Pelihara Masjid Santren Bagelen, Kiai Widodo Haryoko (56) menambahkan bahwa Khasan Muhammad Shufi (Arsitek Masjid) tidak lain yakni Adipati Pragolopati, seorang prajurit Mataram. Konon ceritanya, Adipati Pragolopati sempat dikejar tentara Belanda dan berhasil menyeberang Sungai Bogowonto dan masuk ke wilayah Bagelen. &lt;br /&gt;"Sungai Bogowonto dulu merupakan garis pertahanan terakhir Kerajaan Mataram dengan nama Negara Agung (daerah yang merupakan daerah di luar ibu kota). Asal mula Bagelen konon dari pengucapan orang Jawa atas Back Line (Garis Pertahanan)," jelasnya.&lt;br /&gt;Pragolopati bersembunyi di tempat seorang ulama bernama Kiai Baidlowi. Akhirnya Kiai Baidlowi turut membantu dalam pertempuran melawan Belanda. Adipati Pragolopati melapor ke Kerajaan Mataram atas jasa Kiai Baidlowi tersebut.&lt;br /&gt;Alhasil istri Raja Mataram memberi hadiah kepada Kiai Baidlowi dengan sebuah bangunan masjid yang kemudian diarsiteki sendiri oleh Adipati Pragolopati alias Kiai Khasan Muhammad Shufi pada tahun 1618.&lt;br /&gt; Kharisma Masjid Tertua&lt;br /&gt;Masjid Santren Bagelen ini merupakan masjid tertua di wilayah Kecamatan Bagelen, Purworejo. Bangunan bersejarah ini memiliki arsitektur tradisional Jawa dengan atap tajuk tumpang satu. Kontruksi bangunan terbuat dari kayu jati, gonjo Masjid Santren nyaris sama dengan Masjid Menara Kudus dan Masjid Kajoran Klaten.&lt;br /&gt;Kayu blandar yang menghubungkan tiang-tiang masjid terdapat ukiran yang sangat menawan. Disangga empat tiang (saka), yaitu saka guru berbentuk bulat setinggi sekitar tujuh meter dan berdiameter 40 cm dan dilengkapi dengan 12 saka rowo membuat masjid ini terlihat cukup kokoh.&lt;br /&gt;Selain itu, koleksi masjid yang cukup menakjubkan yakni memiliki mimbar dari kayu jati. Mimbar itu penuh dengan ukiran yang mencerminkan sebuah karya seni tingkat tinggi. Jika ditelaah secara strategi politis, Masjid Santren yang dihadiahkan kepada Kiai Baidlowi ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya Bagelen sebagai daerah pertahanan terakhir. &lt;br /&gt;Keberadaan masjid ini juga dipercaya menandai perkembangan Islam di wilayah Kedu Selatan pada masa pemerintahan Sultan Agung. Kiai Baidlowi beserta puteranya RKH Chasan Moekibad dipercaya dikebumikan di seputar komplek masjid tersebut. &lt;br /&gt;Haryoko menambahkan, sekitar tahun 2000 ditemukan sebuah batu dan juga kayu jati yang tertanam di bawah tanah di sisi belakang masjid dan sangat diyakini sebagai makam Adipati Pragolopati yang tidak lain adalah Kiai Khusen Muhammad Shufi.&lt;br /&gt;Para ulama dan pemimpin pondok serta umat muslim baik dari dalam atau luar kota Purworejo cukup banyak yang datang ke Masjid Santren ini, khususnya di hari-hari besar Islam. Selain melakukan ziarah, mereka juga banyak yang ber i'tikaf. &lt;br /&gt;Keturunan Kiai Badlowi dan RKH Chasan Moekibad disinyalir banyak tersebar hingga luar daerah. Mereka yang datang berziarah kebanyakan masih memiliki kekerabatan. Sebagian adalah para ulama besar dan pemilik pondok pesantren daerah di Jawa Timur, seperti di Blitar dan Ngawi. Selain itu banyak peziarah yang berasal dari daerah Cirebon, Jakarta, dan Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Hendri Utomo (Alumnus Ilmu Sejarah UNY) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2188976229418135146?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2188976229418135146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/masjid-santren-bagelen-sebuah-hadiah-di.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2188976229418135146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2188976229418135146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/masjid-santren-bagelen-sebuah-hadiah-di.html' title='MASJID SANTREN BAGELEN, SEBUAH HADIAH DI TAPAL BATAS PERTAHANAN MATARAM'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SyczXmguemI/AAAAAAAAAe4/9huQDqHv6sA/s72-c/masjid+santren+bagelen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-4094468298839110080</id><published>2009-12-15T13:52:00.002+07:00</published><updated>2009-12-15T14:00:36.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>BENTENG PENDEM, SEBUAH KENANGAN YANG TERPENDAM DI PALORI GLUGU, PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sycyq1JZHXI/AAAAAAAAAew/zjBWZauetbI/s1600-h/Benteng+pengintai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sycyq1JZHXI/AAAAAAAAAew/zjBWZauetbI/s320/Benteng+pengintai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415352788338679154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Hendri Utomo (Alumnus Ilmu Sejarah UNY)&lt;br /&gt;Benteng Pendem terletak di Desa Kalimaro, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Benteng tersebut menyimpan sejarah eksistensi Jepang di Kabupaten Purworejo. Dari ranah historis, awal mula pendirian Benteng Pendem tepatnya setelah Jepang resmi menyusun kekuatan di semua negara jajahannya, termasuk Indonesia, pada 7 Maret 1942.&lt;br /&gt;Sistem yang diterapkan Jepang untuk memperkuat pertahanan di negara koloninya yaitu dengan cara menguasai Buttai (Batalion dalam istilah Jepang, Red) di setiap titik-titik yang dianggap strategis. Tangsi Belanda di Purworejo akhirnya tak luput dari target penguasaan Jepang.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Setelah menguasai tangsi, Jepang mengembangkan sistem pertahananya dengan membuat benteng-benteng pertahanan untuk menangkal serangan musuh baik dari laut maupun udara. Upaya itu akhirnya direalisasikan.&lt;br /&gt;Jepang segera mengutus 15 orang Heiho untuk menyelidiki perbukitan di daerah Kalimaro, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Letaknya terbukti cukup strategis yakni di atas perbukitan dengan jangkauan pandangan cukup jelas ke laut lepas Samudera Hindia. Jepang akhirnya memantapkan diri untuk segera membuat sebuah benteng pertahanan di daerah tersebut.&lt;br /&gt;Sekitar 15 orang Heiho melakukan Ormed (Orientasi Medan). Lima belas utusan berpencar, tujuh orang ke Kalimaro melewati Dusun Bapangsari dengan rute menyusur gunung Buthak. Sementara 8 orang serdadu Jepang lainnya berangkat menyusur dari arah Stasiun Wojo dan melewati Watukandang hingga sampai ke Kalimaro.&lt;br /&gt;Orientasi cukup berhasil dan 15 utusan tersebut pulang melewati Desa Tlogokotes yang saat itu masih tergabung dengan Desa Somorejo. Rencana pembangunan benteng berlanjut, beberapa hari kemudian Jepang mendatangi Desa Tlogokotes, kemudian mengumpulkan perangkat desa dengan tujuan meminta bantuan. Akhirnya dikumpulkanlah para Kucho (Kepala Desa) dan Kucho yang berhasil dikumpulkan yaitu Partodiwiryo (Kucho Somorejo), Somodiharjo (Kucho Bapangsari) dan R. Cokro (Kucho Dadirejo). Ketiganya kemudian dimintai bantuan.&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu Jepang meminta tanah warga seluas 500 hektar yang terdiri dari 135 hektar tanah di Desa Tlogokotes, 197 hektar tanah di Desa Bapangsari dan 174 hektar tanah di Desa Dadirejo.&lt;br /&gt;Tidak hanya cukup dengan merampas, Jepang juga meminta kepada para Kucho untuk menyediakan peralatan serta  tenaga manusia guna pembangunan. Keinginan Jepang terpenuhi, masing-masing desa akhirnya sanggup menyediakan sekitar 200 orang pekerja. Para pekerja tersebut diupah sesuai jabatannya. Pekerja kuli dibayar 25 sen, tukang 50 sen, mandor 75 sen dan kepala mandor mendapatkan 1 rupiah.&lt;br /&gt;Dengan tenaga yang diperoleh dari tiga desa tersebut, ternyata Jepang masih kekurangan tenaga, akhirnya mendatangkan romusha (pekerja paksa) dari luar daerah. Nasib mereka lebih tragis, mereka dipaksa terus bekerja dan tidak dibayar.&lt;br /&gt;Proses pembangunan Benteng Pendem dikerjakan secara bertahap. Tahap awal, Jepang membuat jalan sepanjang 4 km dari jalan raya Desa Krendetan. Jalan itu dibuka dengan cara memerintah para pekerja untuk menebangi pohon kelapa, sementara batang pohon itu dibelah menjadi dua dan ditata sebagai alas jalan. Warga setempat pada waktu itu lebih akrab mengenalnya dengan jalan Palori Glugu.&lt;br /&gt;Setelah Jepang selesai membuat jalan, kemudian membuat pagar kawat berduri seluas 500 hektar yang dipasang di daerah yang dianggap rahasia dan hanya khusus serdadu Jepang yang boleh berada di dalamnya. Karena tertutupnya daerah tersebut, warga setempat waktu itu menyebutnya sebagai Daerah Tutupan.&lt;br /&gt;Setelah jalan dan pagar duri selesai dibuat, barulah Jepang membangun sekitar 29 benteng pertahanan beserta lograk (parit-parit yang menghubungkan antar benteng) dengan waktu pengerjaan selama delapan bulan dengan sitem kerja siang dan malam.&lt;br /&gt;Konon kisah tragis kemudian berlangsung setelah benteng pertahanan tersebut selesai dibangun. Seluruh penduduk yang berada di dekat benteng semua diusir dan harta mereka boleh dibawa. Namun rumah-rumah warga yang tidak lagi berpenghuni dibakar oleh Jepang. Proses sterilisasi dilakukan bertepatan pada 1 Syawal, sekitar pukul 10.00 WIB. Benteng Pendem di Kalimaro pernah dikunjungi oleh Ir. Soekarno beserta Sultan Hamengkubuwono IX. &lt;br /&gt;Pemimpin batalion Jepang di Kalimaro saat itu bernama Oeda Soecoe. Untuk pengamanan, waktu itu di setiap tapal batas tak lepas dari penjagaan serdadu Dai Nippon yang selalu aktif berpatroli.&lt;br /&gt;Setelah Jepang mengalami kekalahan di Asia Pasific, kekuasaan Jepang di Daerah koloninya satu persatu lepas, termasuk Indonesia. Pemerintah Jepang diakhir sejarah pendudukannya di Kalimaro memerintahkan tentara Dai Nippon untuk membuang semua persenjataan berat ke laut selatan dan beberapa bagian di pantai Congot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng Perekam Sejarah Pendudukan Jepang&lt;br /&gt;Benteng Pendem memiliki 29 komplek yang tersebar di areal seluas 500 hektar. Delapan benteng yang tersisa hingga saat ini berbahan dari cor beton masih terlihat utuh meskipun tak terawat. Material penyusun benteng berupa campuran batu bata halus, batu kerikil, kapur polasi dan berkerangka besi. &lt;br /&gt;Tebal dinding benteng mencapai 35-60 cm. Sementara 21 benteng lainnya terbuat dari bahan kayu jati gelondongan. Namun peninggalan berharga itu sudah tidak ada, karena habis dimakan rayap dan dimanfaatkan warga untuk membangun rumah warga yang telah dibakar oleh Jepang usai pembangunan benteng.&lt;br /&gt;Dari 8 benteng yang tersisa, memiliki ciri khusus yakni letaknya yang berjauhan. Ukuran benteng kecil-kecil yang dihubungkan dengan selokan bernama lograk. Antara bangunan satu dengan lainnya berbeda bentuk, disesuaikan dengan fungsinya. Posisi benteng kebanyakan menghadap ke dataran yang lebih rendah ke arah laut selatan. Letaknya juga cukup strategis untuk pengintaian yaitu berada di lereng dan puncak bukit. Lokasi yang cukup tertutup membuat benteng tersebut akrab dikenal dengan Benteng Pendem. Dan benar, ketika penulis datang ke sana, banyak bangunan benteng yang hanya terlihat pintu atau lobang pengintainya saja.&lt;br /&gt;Kedelapan benteng yang masih berdiri hingga saat ini, diantaranya:&lt;br /&gt;Benteng Penangkis Serangan Udara Dan Pengintai Laut Selatan&lt;br /&gt;Dilihat dari fungsinya, benteng tersebut dibuat untuk menangkis serangan udara dan untuk mengintai musuh yang berada di laut selatan. Komplek benteng ini memiliki satu ruangan utama selebar 3 m, panjang 4 m dan tinggi 1,2 m. &lt;br /&gt;Selain itu ada ruangan kecil yang diduga sebagai tempat para opsir beristirahat dengan ukuran lebar 1 m, panjang 2 m dan tinggi 1,2 m. Terdapat juga ruangan sangat kecil yang belum diketahui fungsinya dengan lebar 0,5 m, panjang 1 m dan tinggi 1,2 m. Ruang terakhir dalam benteng tersebut yaitu sebuah ruang tertinggi yang dipergunakan untuk pengintaian dengan ukuran lebar 0,5 m, panjang 0,5 m dan tinggi 0,5 m. Sementara penghubung ruangan utama, terdapat sebuah tangga terbuat dari besi dengan diameter 3 cm.&lt;br /&gt;Untuk masuk ke dalam benteng tersebut pengunjung bisa masuk dari dua pintu kecil. Ukuran pintu itu terlalu kecil sehingga menyebabkan setiap pengunjung harus merunduk jika ingin masuk. Benteng tersebut juga dilengkapi dengan lubang udara (fentilasi) berbentuk jendela ukuran kecil sebanyak empat buah.&lt;br /&gt;Benteng Pusat Komunikasi&lt;br /&gt;Kondisi benteng yang difungsikan sebagai pusat komunikasi tersebut saat ini hanya terlihat pintu masuk serta jendela saja karena sudah tertimbun tanah. Pengunjung yang datang juga tidak sulit untuk masuk karena kandungan oksigen cukup terbatas.&lt;br /&gt;Ukuran benteng sama dengan benteng pengintai dan penangkis serangan udara, yaitu terdiri dari dari satu ruangan utama dan beberapa ruangan kecil lainnya. Diduga Jepang juga melengkapi benteng ini dengan radar serta peralatan komunikasi radio jarak jauh. Konon disinilah para perwira Jepang memperoleh informasi dari luar kawasan itu serta mendeteksi serangan musuh.&lt;br /&gt;Benteng Amunisi Pemasok Persenjataan&lt;br /&gt;Benteng amunisi, terdiri dari dua pintu masuk dan dua ruangan berbentuk persegi panjang. Melihat ukurannya, benteng ini terhitung paling panjang dan paling besar bila dibanding benteng lainnya. Terdapat dua pintu masuk berukuran 1 m, panjang 5 m dan tinggi 1,2 m. Masing-masing ruangannya berukuran sama yaitu lebar 2 m, pajang 6 m dan tinggi 1,2 m. Konon dua ruangan ini dipakai oleh serdadu Jepang untuk menyimpan senjata dan amunisi. Letaknya lebih tersembunyi dibanding benteng lainnya, mungkin dimaksudkan agar sulit ditemukan musuh.&lt;br /&gt;Benteng Penjagaan &lt;br /&gt;Benteng penjagaan sesuai fungsinya dipergunakan serdadu Jepang untuk berjaga-jaga sekaligus sebagai tempat tinggal para opsir dan perwira. Diperkirakan setiap benteng dihuni oleh kurang lebih 43 tentara Heiho. Ukuran benteng lebih kecil dibanding benteng penangkis serangan udara dan juga tanpa dilengkapi lubang pengintai. Jika dilihat dari luar hanya nampak bagian muka dengan pintu yang sempit sekali. Bahkan sebagian besar bagian benteng terpedam di dalam tanah. Benteng jenis ini yang paling banyak jumlahnya, letaknya pun berpencar dan sangat strategis, jangkauan pandang hanya sekitar 3 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-4094468298839110080?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/4094468298839110080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/benteng-pendem-sebuah-kenangan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/4094468298839110080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/4094468298839110080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/benteng-pendem-sebuah-kenangan-yang.html' title='BENTENG PENDEM, SEBUAH KENANGAN YANG TERPENDAM DI PALORI GLUGU, PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sycyq1JZHXI/AAAAAAAAAew/zjBWZauetbI/s72-c/Benteng+pengintai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2992751684475102464</id><published>2009-12-15T13:32:00.002+07:00</published><updated>2009-12-15T13:36:48.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>NAPAK TILAS RUMAH BUPATI PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SycuWG_DjpI/AAAAAAAAAeY/WyF8OaHL0Ic/s1600-h/Pendopo+Kabupaten+baru+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 189px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SycuWG_DjpI/AAAAAAAAAeY/WyF8OaHL0Ic/s320/Pendopo+Kabupaten+baru+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415348034303397522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan seperti pada foto di samping adalah Rumah Dinas Bupati Purworejo. Diantara sekian banyak Benda Cagar Budaya (BCB) di Purworejo, yang cukup menarik untuk diketahui sejarah, perkembangan, dan kondisinya saat ini adalah pendapa Rumah Dinas Bupati Purworejo. Hingga saat ini, bangunan yang menjadi simbol dari eksistensi pemerintah di Kabupaten Purworejo itu tetap tegak berdiri dan berfungsi sebagaimana mestinya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Teryata tidak mudah untuk menemukan data sejarah yang bersifat komprehensif terkait peninggalan masa megalitik, klasik (Hindu), maupun warisan masa penjajahan Kolonial Belanda termasuk pendapa Purworejo. Kendati demikian, sejumlah data yang setidaknya bisa menggambarkan secara singkat mengenai bangunan itu berhasil didapatkan.&lt;br /&gt;Salah satunya yakni data sejarah yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Purworejo. Data itu menyebutkan perkiraan bangunan pendapa Kabupaten Purworejo telah dibangun sekitar tahun 1840, pada masa pemerintahan Bupati Purworejo pertama RAA Tjokronegoro I. Rumah dalem Bupati sendiri kemungkinan lebih tua, yakni dibangun sekitar tahun 1833.&lt;br /&gt;"Berdasarkan data itu, bangunan utama pendapa Kabupaten Purworejo umurnya sudah mencapai 169 tahun. Sementara dalem bupati lebih tua tujuh tahun yakni mencapai 176 tahun," ungkap Kasie Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas P dan K, Eko Riyanto.&lt;br /&gt;Berdasarkan data sejarah yang ada, rumah bupati mempunyai arti filosofis dengan Keraton Surakarta. Sumbu imajiner utara-selatan dipegang teguh karena sumbu ini merupakan garis sakral.&lt;br /&gt;"Dalam kosmologi Jawa, arah selatan menghadap Samudera Indonesia, tempat berkuasanya Nyi Roro Kidul yang dipercaya sebagai penguasa Laut Selatan. Selain itu, dimaksudkan untuk tidak membelakangi Keraton Surakarta yang dihormatinya," imbuhya.&lt;br /&gt;"Berdasarkan perjanjian Giyanti yang memisahkan Keraton Surakarta dan Yogyakarta, wilayah Purworejo (Bagelen) itu di bawah Surakarta, jadi Keraton Surakarta memang sangat dihormati," tambahnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan, bangunan itu secara umum terbagi menjadi dua bagian. Pertama bangunan pendapa yang merupakan bangunan terbuka tanpa dinding, setangkup, atap joglo ditutup genteng plentong kodok, dan listplank motif geometris.&lt;br /&gt;Lantai teras dan emper berbahan keramik, sedangkan bagian dalam beralaskan ubin tegel. Plafon kayu menempel usuk dengan balok-balok kuning yang kelihatan di bawahnya. Atap ditopang dengan empat saka guru, 12 saka rowo, dan 20 saka emper terbuat dari kayu jati perseni serta saka goco dari besi.&lt;br /&gt;Pada bagian saka guru tidak ketinggalan dihiasi ornamen daun warna emas berdiri di atas umpak batu dengan mustaka melebar dihiasi motif daun warna emas. Saka emper dan saka rowo dihubungkan dengan balok-balok gantung sebagai penguat.&lt;br /&gt;"Di pertemuan antara saka rowo dan murplat dihiasi ornamen daun warna emas. Pada sisi utara dan sebagian timur dan barat terdapat pagar kayu. Sementara entrace bangunan berupa kanopi, atap pelana ditutup genteng pres kodok dan ditopang empat buah saka besi. Gunungan depan ditutup sopi-sopi kayu. Bangunan pendapa ini digunakan sebagai tempat pertemuan," paparnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, bagian kedua berupa bangunan induk yang sekarang digunakan sebagai tempat tinggal Bupati Purworejo. Bangunan ini dihubungkan oleh selasar, atap pelana ditutup genteng pres kodok yang ditopang dengan empat buah kolom kayu persegi.&lt;br /&gt;"Bangunan induk ini memiliki denah persegi panjang, atap limasan majemuk ditutup genteng pres kodok dengan listplank motif geometris, lantai keramik dan plafon kayu. Entrace bangunan berupa ruang teras menjorok ke dalam yang ditopang empat kolom masif persegi berderet-berdiri di atas umpak. Di sisi-sisinya terdapat pilaster sejajar dengan empat buah kolom di tengah dan berdiri di atas umpak," tambahnya. &lt;br /&gt;Di antara kolom-kolom tengah terdapat pagar kayu berornamen sebagai pembatas teras dan selasar. Bagian depan dan sebagian samping kanan kiri terdapat selasar (galeri) di topang saka-saka kayu persegi yang ditutup sopi-sopi di ambang atasnya. Selasar bagian samping ditopang saka-saka besi.&lt;br /&gt;Pada facade terdapat pintu utama tinggi bentuk dobel, yaitu kupu tarung panil empat buah dengan jendela tinggi dan kupu tarung panil kaca sebelah dalam dengan bouvenlicht kaca di atasnya. Bangunan induk berbentuk dobel, kupu tarung panil krepyak kayu sebelah luar dan kupu tarung panil kaca sebelah dalam.&lt;br /&gt;Lain lagi di sisi barat dan timur bagian tengah bangunan, terdapat teras menjorok ke dalam yang ditopang dengan tiga buah kolom masif persegi dibatasi pagar kayu berornamen. Bagunan induk itu dibatasi pagar dinding pada pintu masuk kupu tarung panil kayu dengan bovenlicht lengkung ram kayu di atasnya.&lt;br /&gt;Bagian dalam pagar terdapat beberapa unit bangunan, antara lain selasar yang menghubungkan bangunan induk dengan bangunan servis, seperti dapur, kamar mandi, dan WC. Atap selasar pelana ditutup genteng pres kodok yang ditopang kolom-kolom beton persegi. Lantai keramik, plafon eternit. Selain bangunan servis terdapat dua buah bangunan persegi.&lt;br /&gt;"Sebagian besar gaya arsitektur dan bagian bangunan masih dipertahakan sesuai aslinya. Hanya ada beberapa perubahan kecil dalam warna pengecatan. Jika komplek pendapa Rumah Dinas itu dulunya berdiri sendiri di sebelah utara alun-alun, kompleknya kini sudah dipenuhi oleh perkantoran dan fasilitas publik lainnya," jelasnya.&lt;br /&gt;Komplek itu terdiri dari Kantor Sekpri Bupati di sebelah barat bangunan induk, Kantor BKD Purworejo, Kantor KPUD, Gedung Loka Adibina, Mushola, lapangan tenis, perpustakaan Dharma Wanita, kantor PKK, dan pos penjagaan Satpol PP yang semuanya merupakan bangunan baru.&lt;br /&gt;Salah satu yang menarik lagi dari bangunan pendapa dan dalem bupati ini yakni integritas langgam yang ditunjukkan merupakan perpaduan gaya tradisional (pendopo dan bentuk atap joglo) dengan gaya indische architecture (adanya bukaan lebar dan selasar).&lt;br /&gt;"Sebuah integritas kekriyaan yang tidak jamak dijumpai di Kabupaten Purworejo. Bangunan pendapa bupati ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Purworejo dan menjadi salah satu citra kawasan wilayah alun-alun Purworejo dan unsur pembentuk tata kota kuno," pungkasnya.&lt;br /&gt;Oleh: Hendri Utomo (Alumnus Ilmu Sejarah UNY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2992751684475102464?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2992751684475102464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/napak-tilas-rumah-bupati-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2992751684475102464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2992751684475102464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/napak-tilas-rumah-bupati-purworejo.html' title='NAPAK TILAS RUMAH BUPATI PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SycuWG_DjpI/AAAAAAAAAeY/WyF8OaHL0Ic/s72-c/Pendopo+Kabupaten+baru+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-135256998876504645</id><published>2009-12-15T13:28:00.003+07:00</published><updated>2009-12-15T13:32:03.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>GOA SEPLAWAN: PESONA ALAM DAN PENINGGALAN PURBAKALA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SyctVICBsXI/AAAAAAAAAeQ/tbeyJ9kvNd4/s1600-h/goa-seplawan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SyctVICBsXI/AAAAAAAAAeQ/tbeyJ9kvNd4/s320/goa-seplawan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415346917892796786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Goa Seplawan : Pesona Alam dan Peninggalan Purbakala&lt;br /&gt;Celah tebing tinggi mengapit anak-anak tangga menuju mulut Goa Seplawan yang berada di salah satu puncak Pegunungan Menoreh di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ratusan anak tangga membantu pengunjung meniti jalan menurun menuju mulut goa yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit itu. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pegunungan purba yang telah terbentuk sejak puluhan juta tahun itu terbentang mulai dari Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, hingga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Proses evolusi alam telah membentuk permukaan pegunungan itu sedemikian rupa sehingga menghadirkan sebuah keajaiban panorama alam. Pada puncak-puncak pegunungan tersebut terdapat sejumlah goa, seperti Goa Kiskendo di Kulon Progo, Goa Seplawan di Purworejo, dan sejumlah goa buatan hasil kebudayaan masa purba lainnya di sekitar Purworejo. &lt;br /&gt;Goa Seplawan yang berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut cukup menawan. Mulut goa itu menyerupai corong yang melebar di bagian atas dan menyempit di bagian leher. Permukaan mulut goa yang melebar dan cukup landai itu secara evolutif mengalami pelebaran terus-menerus akibat erosi. Erosi yang terjadi pada mulut goa, misalnya, langsung "ditelan" oleh leher goa yang berbentuk tegak lurus, menyerupai sumur. Diameter leher goa itu mencapai 15 meter, dengan kedalaman sekitar 12 meter. &lt;br /&gt;Dahulu tidak mudah untuk mencapai Goa Seplawan. Baru beberapa tahun belakangan ini orang bisa menjelajahinya dengan mudah. Sebelum ditata, dasar goa itu berlumpur dan berair sehingga sulit dijelajahi. Ruangan di dalamnya pun gelap. Namun, sekarang Pemerintah Kabupaten Purworejo telah membangun jalan setapak, selain menyediakan penerangan di dalam goa sehingga wisatawan dapat menikmati lokasi itu dengan nyaman. &lt;br /&gt;Pembangunan fasilitas tersebut tak sekadar mempertimbangkan keindahan goa, melainkan lebih dari itu, yakni karena Goa Seplawan juga meninggalkan jejak-jejak sejarah peradaban kuno. Pada salah satu altar di dinding goa itu—karena memang ada bagian-bagian datar yang menyerupai altar pada dinding goa—ditemukan arca emas setinggi lebih kurang 9 sentimeter, dengan kadar emas 22 karat. Arca itu terdiri atas sepasang pria dan wanita yang sedang bergandengan tangan. &lt;br /&gt;Diyakini, arca tersebut adalah Dewa Siwa dan Dewi Badrawati. Kini arca emas tersebut disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Sebagai tanda bahwa arca tersebut ditemukan di Goa Seplawan, maka didirikanlah replika arca di depan mulut goa. Replika arca itu dibangun dengan ukuran jauh lebih besar dari ukuran aslinya sehingga menyerupai monumen. &lt;br /&gt;Sepasang dewa-dewi &lt;br /&gt;Arkeolog dari Universitas Gadjah Mada, Soekatno TW, memperkirakan arca emas itu adalah sepasang dewa dan dewi. Hal itu, katanya, ditandai dengan pasangan yang mengenakan pakaian lengkap dengan chattra, bahkan dengan prabha di sekitar kepalanya. Selain itu, ditemukan pula lingga-yoni di samping mulut goa. Pasangan lingga-yoni itu menyerupai alu dan lesung yang menyimbolkan laki-laki dan perempuan. &lt;br /&gt;Temuan arca lingga-yoni, menurut Soekatno, memberikan petunjuk bahwa pasangan dewa-dewi tersebut merupakan peninggalan Hindu Siwa, yang diduga menggambarkan Siwa-Parwati atau arca perwujudan raja dan permaisuri dalam bentuk Siwa-Parwati. Temuan-temuan tersebut, lanjut Soekatno, diperkirakan sezaman dengan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, yakni sekitar abad ke-9 Masehi. Perkiraan itu didasarkan pada sejumlah temuan penyerta yang ada di goa tersebut, yang juga digambarkan pada relief Candi Borobudur. &lt;br /&gt;Temuan lain yang dijumpai pula di Goa Seplawan adalah jejak-jejak fosil kerang berukuran 5 cm-15 cm. Jejak-jejak fosil itu dapat ditemui pada dinding goa dan, menurut laporan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah, hal itu merupakan hasil proses terangkatnya daerah sekitar Pegunungan Menoreh ke permukaan laut. Diperkirakan, temuan itu merupakan jejak-jejak fosil kerang laut. Di tempat itu ditemukan juga jejak fosil berbagai jenis ikan asal Sumatera Barat yang menempel pada dinding goa. Binatang itu diduga pernah hidup di dasar laut pada masa Eosen, sekitar 40 juta tahun yang lalu. &lt;br /&gt;Meski di dalam Goa Seplawan ditemukan sejumlah benda-benda bersejarah, diperkirakan goa itu bukan tempat hunian, hanya dijadikan sebagai situs pemujaan. Goa tersebut merupakan tempat pemujaan bagi kalangan penguasa atau raja yang telah mengundurkan diri dari aktivitas duniawi. Perkiraan bahwa goa tersebut bukan tempat hunian karena di dalamnya kurang cahaya, bahkan sirkulasi udaranya pun tidak terlalu menyegarkan. Lantai goa yang berbentuk tanah basah dan selalu dialiri air pun membuat lokasi itu tidak nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. &lt;br /&gt;Tiga goa lain &lt;br /&gt;Di sekitar itu ada juga tiga goa lainnya, yakni di Desa Kesawen, Kecamatan Pituruh, dan Desa Kali Glagah, Kecamatan Kemiri. Menurut Eko Riyanto, Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Purworejo, ketiga goa tersebut juga diperkirakan digunakan sebagai situs pemujaan dari masa yang sama dengan Goa Seplawan karena di sana juga ditemukan sejumlah lingga-yoni. &lt;br /&gt;Hanya saja, jarak ketiga goa itu relatif lebih dekat dari pusat kota Purworejo dibandingkan dengan Goa Seplawan. Jarak ketiga goa itu hanya 20 kilometer dari kota Purworejo. Sebaliknya, jarak Goa Seplawan dari kota Purworejo mencapai 40 kilometer. "Makanya, agak sulit juga untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Goa Seplawan itu. Jaraknya cukup jauh. Lagi pula, jalan menuju goa itu cukup curam dan berkelok-kelok meski sudah diaspal semua," ujar Eko. &lt;br /&gt;Jumlah pengunjung Goa Seplawan setiap bulannya hanya sekitar 300 orang-400 orang. Jumlah ini biasanya meningkat pada masa liburan, seperti pada masa Lebaran. Oleh karena itu, harga tiket masuk ke Goa Seplawan yang Rp 1.000 pun tak pernah dinaikkan. "Sudah murah saja masih sedikit yang mengunjungi, apalagi kalau mahal," tutur Eko. &lt;br /&gt;Apa pun alasannya, tidak rugi menempuh perjalanan panjang ke goa tersebut sebab kita akan menikmati pemandangan alam dan peninggalan sejarah yang berarti. &lt;br /&gt;Kompas, 24 November 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-135256998876504645?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/135256998876504645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/goa-seplawan-pesona-alam-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/135256998876504645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/135256998876504645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/goa-seplawan-pesona-alam-dan.html' title='GOA SEPLAWAN: PESONA ALAM DAN PENINGGALAN PURBAKALA'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SyctVICBsXI/AAAAAAAAAeQ/tbeyJ9kvNd4/s72-c/goa-seplawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-7371490604017425924</id><published>2009-12-06T15:35:00.003+07:00</published><updated>2009-12-06T15:57:38.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>KABUPATEN PURWOREJO DI PENTAS RAKYAT NEGERIKU (PERAK NEGERIKU) JATENG FAIR 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SxtxzFSxXgI/AAAAAAAAAcw/CylWrLQy5wM/s1600-h/PIC_0010+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SxtxzFSxXgI/AAAAAAAAAcw/CylWrLQy5wM/s320/PIC_0010+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412044499623960066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Agustus lalu, Kabupaten Purworejo mendapatkan jadwal untuk memberikan hiburan kepada pengunjung Jateng Fair 2009 / PRPP di Semarang. Kegiatan ini diwakili kelompok kesenian dolalak “Wira Budaya” dari Desa Wironatan Kecamatan Butuh.&lt;br /&gt;Bentuk kesenian yang ditampilkan adalah dolalak dengan penari pria. Sebagaimana kita ketahui, beberapa waktu yang lalu terjadi booming penari dolalak perempuan. Namun grup dolalak “Wira Budaya” hingga saat ini masih memegang eksistensinya dengan tetap mempertahankan penari dolalak prianya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penari sejumlah 12 orang dan 10 orang pengrawit serta 2 waranggono, grup yang diketuai oleh Bapak Suyanto ini mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pentas di Semarang.&lt;br /&gt;Pelepasan pemberangkatan ke Semarang dilaksanakan oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Drs. Bambang Aryawan, MM, bertempat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam pesannya beliau berharap bahwa Grup Dolalak “Wira Budaya” yang telah ditunjuk menjadi wakil dapat menjadi “wajah” Kabupaten Purworejo di kancah pergaulan seni budaya tingkat propinsi Jawa Tengah, agar dapat menjaga amanah dan menganggap berkesenian sebagai bentuk ibadah, karena dapat membahagiakan orang lain / penontonnya. Rombongan dipimpin oleh Kasi Penyuluhan, Analisis, Sarana Prasarana dan Pemasaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan didampingi Pamong Budaya Wilayah Kecamatan Butuh. &lt;br /&gt;Tim Kesenian ini tiba di anjungan Kabupaten Purworejo sebagai tempat transit kurang lebih pukul 4 petang dan langsung melaksanakan blocking. Sementara pementasannya dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB. &lt;br /&gt;Kesenian yang memang menjadi icon kabupaten Purworejo ini mendapat tempat di mata penonton PRPP, terbukti semenjak mulai hingga usai banyak pengunjung yang tidak beranjak dari tempatnya menonton. Sebuah apresiasi yang membanggakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposkan oleh agung pranoto &lt;br /&gt;www.budayapurworejo.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-7371490604017425924?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/7371490604017425924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/kabupaten-purworejo-di-pentas-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7371490604017425924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7371490604017425924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/kabupaten-purworejo-di-pentas-rakyat.html' title='KABUPATEN PURWOREJO DI PENTAS RAKYAT NEGERIKU (PERAK NEGERIKU) JATENG FAIR 2009'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SxtxzFSxXgI/AAAAAAAAAcw/CylWrLQy5wM/s72-c/PIC_0010+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1741832495177764603</id><published>2009-12-06T15:27:00.002+07:00</published><updated>2009-12-06T15:33:24.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>PARADE SENI BUDAYA 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SxtrzYhHA1I/AAAAAAAAAcg/AJkq-k3TXrs/s1600-h/PIC_0080+copy2+parade+sb1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 90px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SxtrzYhHA1I/AAAAAAAAAcg/AJkq-k3TXrs/s320/PIC_0080+copy2+parade+sb1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412037907714605906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Hari Jadi Propinsi Jawa Tengah dilaksanakan tepat tanggal 15 Agustus 2009. Didalamnya terdapat peristiwa budaya yaitu pelaksanaan kegiatan Parade Seni Budaya. Sebagai duta kesenian, Kabupaten Purworejo mengirimkan wakil Grup Incling “Kuda Wiromo” Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing. Grup yang diketuai oleh .....ini merupakan salah satu Grup Incling yang masih eksis di Kecamatan Kaligesing, ditengah ratusan kesenian yang ada di Kecamatan Kaligesing khususnya dan Kabupaten Purworejo umumnya. Sebagai gambaran saja, kesenian Incling ini mirip dengan kesenian kuda kepang, karena sama-sama mempergunakan media kuda kepang sebagai properti tarinya.&lt;br /&gt;Namun dari bentuk kuda, tarian dan alat musik yang dipergunakan membuat kesenian ini memang beda. Tarian ini memiliki salah satu ciri yaitu mengolah / mengekspose gerakan kaki.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SxtsHrfCPgI/AAAAAAAAAco/rxyVR79UsZU/s1600-h/PIC_0070+copyparade+sb2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SxtsHrfCPgI/AAAAAAAAAco/rxyVR79UsZU/s320/PIC_0070+copyparade+sb2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412038256403561986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan persiapan yang memakan waktu kurang lebih 3 (tiga) bulan, grup ini diwajibkan membuat garapan pementasan dengan durasiu 3 (tiga) menit yang akan ditampilkan di depan podium / tamu kehormatan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui beberapa kali rapat koordinasi di Solo dan Semarang, dalam undian Kabupaten Purworejo mendapatkan nomor urut tampil 26. Tidak seperti pementasan di PRPP beberapa hari yang lalu, pemberangkatan grup kesenian ini sangat pagi. Pukul 05.30 mereka telah berangkat dari Kaligesing. Dan jam 06.30 kami telah berangkat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Karena target waktu pukul 14.00 WIB harus telah siap di sekitar Kantor Setda Propinsi. Sementara kegiatan Parade Seni Budaya secara resmi baru akan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Praktis, ketika sampai di Taman Budaya Raden Saleh (tempat transit Kabupaten Purworejo) para penari dan pengrawit langsung merias diri sambil nyambi makan dan istirahat. Capek luar biasa, jelas .... padahal mereka belum pentas ! Sebuah dedikasi berkesenian yang patut diacungi jempol !!&lt;br /&gt;Begitu selesai rias, makan dan istirahat / sholat pukul 14.00 kami di berikan pemberitahuan oleh Petugas Penghubung kami untuk segera bersiap di sekitar Kantor Setda Propinsi. Berangkat kami kesana, menunggu dan pengecekan akhir hingga waktu menunjukkan sekitar pukul 17.00 tiba waktu Kabupaten Purworejo menunjukkan kebolehannya.&lt;br /&gt;Dari awal hingga akhir tidak ada yang mengecewakan dari penampilan Kudo Wirama. Hanya ketika di tengah pelaksanaan pentas, sempat 2 kali sound system panitia ngadat dan menimbulkan bunyi yang mengganggu pementasan. Sangat disayangkan memang. Karena ini mengganggu konsentrasi penari dan pengrawit.&lt;br /&gt;Walaupun rilis resmi Panitia sampai saat ini belum kami terima, namun dari hasil pantauan penilaian, untuk Parade tahun ini Kabupaten Purworejo belum masuk kejuaraan. Bukan sesuatu yang mengecewakan mengingat segala keterbatasan yang ada. Namun ini menjadi cambuk untuk memperbaiki semua sisi dalam rangka persiapan pementasan Parade Seni Budaya Hari Jadi Jawa Tengah tahun depan. Pada tahun 2010 kami akan datang lagi. Semoga dengan dukungan semua pihak menjadikan tampilan Kabupaten Purworejo akan menjadi lebih baik. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposkan oleh agung pranoto&lt;br /&gt;www.budayapurworejo.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1741832495177764603?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1741832495177764603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/parade-seni-budaya-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1741832495177764603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1741832495177764603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/parade-seni-budaya-2009.html' title='PARADE SENI BUDAYA 2009'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SxtrzYhHA1I/AAAAAAAAAcg/AJkq-k3TXrs/s72-c/PIC_0080+copy2+parade+sb1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-7078689644031588639</id><published>2009-12-04T20:21:00.002+07:00</published><updated>2009-12-04T20:27:10.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>DOLALAK PUSPASARI SABET GELAR PENYAJI TERBAIK I</title><content type='html'>PURWOREJO, Dengan tampilan yang energik, mengeksplorasi gerakan tubuh sebagai dasar garapan tarinya secara totalitas, Dolalak Puspasari Bugel Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo berhasil menyabet gelar Penyaji Terbaik I pada Festival Kesenian Daerah Kabupaten Purworejo tahun 2009 yang berlangsung di GOR WR Soepratman Sabtu (28/11) lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam festival tersebut Dolalak Puspasari menjadi penyaji terbaik I, karena dinilai mampu menyuguhkan tarian yang energik dan ekspresif. Bahkan gerakan-gerakan yang dibawakan hampir semuanya mengekplorasi tubuh sebagai basis kekuatan.. Ini sering mendatangkan aplaus panjang dari para penonoton, yang saat itu didominasi oleh anak-anak muda. Disamping itu para pengiringnya juga didominasi anak-anak usia SMP. ”Ini awal bagus bagi tumbuh dan hidupnya seni dolalak di Kabupaten Purworejo,” kata Wagino SPd, Pamong Budaya Dinas P dan K Kabupaten Purworejo disela-sela menjadi dewan yuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dolalak Margo Lestari juga menampilkan suguhan yang apik. Mereka menampilkan cirinya dengan pola yang dinamis dari gerakan yang satu kegerakan yang lainnya. Dari sisi asesoriespun, Dolalak Margo Lestari juga cukup bagus, mereka mempunyai ciri lokal Kaligesingan yang cukup kental. Disamping itu, para penabuh juga nampak serasi ketika mengiringi para penarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dolalak Puspasari mampu mengungguli 15 peserta Festival Dolalak dengan total nilai 1.249. Para yuri yang terdiri dari Pamong Budaya Dinas P dan K Kabupaten Purworejo, setelah sidang sepakat memberikan predikat penyaji terbaik I kepada Grup Dolalak Bugel dan berhak meraih trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta. Untuk penyaji terbaik II diraih Dolalak Margo Lestari Tlogoguwo Kaligesing, dengan total nilai 1.193 dan berhak mendapat trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 750 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk terbaik III diraih Dolalak Dwi Lestari Plipir Purworejo, dengan nilai 1.179 dan berhak mendapat trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu. Sedangkan untuk penyaji terbaik harapan I diraih Dolalak Subur Makmur, Surorejo banyuurip dengan nilai 1.171 dan berhak mendapat trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 300. Dolalak Rukun Santoso Sumber Agung  Grabag tampil sebagai penyaji terbaik harapan II, dengan nilai 1.169 dan berhak aatas trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 200 ribu.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Ahmad Nas Imam  &lt;br /&gt; http://purworejonews.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-7078689644031588639?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/7078689644031588639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/dolalak-puspasari-sabet-gelar-penyaji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7078689644031588639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7078689644031588639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/12/dolalak-puspasari-sabet-gelar-penyaji.html' title='DOLALAK PUSPASARI SABET GELAR PENYAJI TERBAIK I'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-7560002727159754241</id><published>2009-11-27T22:46:00.005+07:00</published><updated>2009-11-27T23:11:49.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita Batam'/><title type='text'>WALI KOTA BATAM SHALAT DI MASJID RAYA BATAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sw_5MsJFVfI/AAAAAAAAAYI/CkvtstP_kmE/s1600/salat+ied1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 235px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sw_5MsJFVfI/AAAAAAAAAYI/CkvtstP_kmE/s320/salat+ied1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408815673898259954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Batam pos. departeman Agama (depag) Kota Batam menetapkan sedikitnya 364 lokasi sebagai tempat salat Idul Adha 1430 H. Lokasi ini tersebar di 12 kecamatan se- Kota Batam, baik di lapangan terbuka maupun di sejumlah masjid.&lt;br /&gt;Wali kota Batam, Ahmad Dahlan dijadwalkan bakal menunaikan salat Idul Adha di Masjid Raya, Batam Center. Bertindak sebagai khatib adalah Jamaluddin Noor, Muslim Ahmad sebagai imam dan Ustad Ridho S.ag dan bilal M Hasyim. Shalat Ied akan dilaksanakan pukul 07.00 WIB sampai selesai.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sw_5bk7b3qI/AAAAAAAAAYQ/txdNdW0Ljno/s1600/salat+ied2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 235px; height: 294px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sw_5bk7b3qI/AAAAAAAAAYQ/txdNdW0Ljno/s320/salat+ied2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408815929660006050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Kita menghimbau agar masyarakat dapat hadir lebih awal mengingat hari itu hari Jum’at. Salat akan dilaksanakan tepat pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban dan salat Jum’at,” ujar kabag humas Pemko Batam., Yusfa Hendri.&lt;br /&gt;Usai mengikuti salat Idul Adha, wali kota bersama dengan unsure Muspida Kota Batam akan menyaksikan pemotongan hewan kurban di samping Masjid Raya Batam Center. Untuk pelaksanaan kurban, Pemko Batam menyumbangkan 11 ekor sapi dan 15 ekor kambing yang disebar di beberapa tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sw_57kENkRI/AAAAAAAAAYY/4QkH0UIw8wk/s1600/kurban3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 235px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sw_57kENkRI/AAAAAAAAAYY/4QkH0UIw8wk/s320/kurban3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408816479184195858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelaksanaan hewan kurban di Masjid Raya, secara simbolis, wali kota akan menyerahkan kepada panitia pelaksana (10 ekor sapid an 60 ekor kambing). Selain di  Masjid Raya, setiap SKPD di lingkungan Pemko Batam juga melaksanakan pemotongan hewan kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas kebersihan dan pertamanan (DKP) misalnya, melakukan pemotongan hewan kurban sendiri untuk dibagi-bagikan kepada seluruh pegawai dan pasukan kuning. Untuk lokasi parkir, Dinas Perhubungan Kota Batam telah berkoordinasi dengan Sat Lantas Poltabes Barelang. “Kegiatan pemotongan hewan lembu tidak hanya dipusatkan di Masjid Raya, tapi juga ditempat-tempat yang masyarakatnya sangat membutuhkan bantuan daging kurban tersebut,” terang Yusfa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pawai takbir keliling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pelaksanaan salat Ied, pada Kamis malam digelar pawai takbir keliling. Kegiatan pawai takbir keliling diikuti oleh pihak kecamatan dengan mengirimkan kendaraan hiasnya.&lt;br /&gt;Adapun rute pawai takbir, start dari Masjid Raya melewati simpang kabil, simpang jam, simpang baloi center, Tanjunguma, Nantongga, Polsek Batuampar, Seraya Atas, simpang Ramco, Simpang Kuda Atas Sei Panas, Simpang Bundaran Regata, dan finish di Masjid Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-7560002727159754241?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/7560002727159754241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/wali-kota-batam-shalat-di-masjid-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7560002727159754241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/7560002727159754241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/wali-kota-batam-shalat-di-masjid-raya.html' title='WALI KOTA BATAM SHALAT DI MASJID RAYA BATAM'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sw_5MsJFVfI/AAAAAAAAAYI/CkvtstP_kmE/s72-c/salat+ied1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1827192240335610552</id><published>2009-11-27T22:37:00.001+07:00</published><updated>2009-11-27T22:46:22.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita Batam'/><title type='text'>DIBALLIK TRAGEDI DUMAI EXPRESS 10</title><content type='html'>DATA TAK AKURAT, SULIT PENCARIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karimun,KEPRI.(BP) tim SAR dari TNI AL, BC, POLAIRUD,  SWASTA, DAN NELAYAN TERUS MELAKUKAN PENCARIAN 22 KORBAN TRAGEDI Dumai Express 10, kemaren. Pencarian di hari ke tiga ini masih berkisar di Perairan Takong Hiu, Kabupaten Karimun.&lt;br /&gt;“Pencarian terus dilakukan, namun kendala utama soal tidak akuratnya data. Khususnya data jumlah penumpang. Ada dua kemungkinan. Apakah memang masih ada lagi yang belum terselamatkan, baik masih hidup atau lpun sudah meninggal belum bisa dipastikan, “ ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Edwin kepada Batam Pos. selasa (24/11).&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pencarian dan evakuasi, sambung Edwin, akan berakhir sampai sabtu (28/11) mendatang. Kemarin, armada yang terjun ke lokasi bertambah. Jika seelumnya hanya 14 kapal dan dua kapal armada yang turun 21 unit.&lt;br /&gt;“ TNI AL ada empat tambahan kapal perang. Diantaranya, KRI Klabang, Todak, Slamet Riyadi dan KRI Dipatiunus. Semuanya itu diminta membantu melakukan pencarian dan evaskuasi di sekitar lokasi kejadian tenggelamnya feri dan juga likasi lainnya,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Danlanal, selain masalah akurasi data, kendala lain yakni kondisi laut di lokasi musibah tenggelamnya Dumai Express 10, yakni hantaman gelombang yang mencapai 2.5 meter. Untuk itu, masing-masing armada juga diminta untuk berhati-hati ketika berada di lokasi tersebut.&lt;br /&gt;“Sampai hari ini ombak cukup  besar dan perlu berhati-hati,’ terang Edwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemulangan Jenazah dan korban selamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban tewas dan selamt dari tragedy Dumai Express 10 yang tenggelam Ahad (22/11) lalu di Perairan Takong Hiu, Kabupaten Karimun, dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing kemarin. Empat peti jenazah di masukkan ke dalam kapal feri Dumai LLLExpress 10 untuk dipulangkan ke Batam. Di dalam ada lima jenazah. Salah satu peti berisikan dua jenazah kakak beradik yang masih anak-anak. “Keduanya adalah anak pasangan kakak beradik, Fitri Adi Yahya, 5, dan Sahla ,4. Keduanya dipulangkan ke Batam atas permintaan keluarga, “ kata dr Yovie, dokter di RSUD Karimun.&lt;br /&gt;Sementara itu, feri Dumai Express 05 yang awalnya membawa 13 jenazah tujuan Dumai yang berangkat sekitar pukul 08.00 WIB dari pelabuhan Tanjungbalai Balai Karimun diminta kembali lagi setelah 15 menit perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kembali lagi untuk mangambil jenazah seorang korban yang tidak jadi dipulangkan ke Dumai, melainkan ke Batam. Permintaan tersebut dating dari tim di Posko,”kata Plh Kepala Adpel Tanjung balai Karimun, Bahtiar, Kemaren.&lt;br /&gt;Nahkoda Dumai Excpress 05 Murdianto, melalui ponselnya membenarkan kapal yang dikemudikannya diminta untuk merapat lagi ke Pelabuhan Tanjung Balai Karimun karena ada yang mau mengambil jenazah dan tidak jadi dibawa ke Dumai. &lt;br /&gt;Terpisah, Kepala Dinas Sosial Keprpi, Benny Kosmayadi mengatakan, semua koraban yang selamat maupun yang telah teridentifikasi telah dipulangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk ke Batam 103 orang selamat dan lima jenazah atasa nama Fadilla, Fitri Adi Yahya, Sahla, Adlis Tiara dan Sunarti, “ katanya.&lt;br /&gt;Masih menurut Benny, masih ada korban lainnya yang langsung dibawa ke Dumai. “Saya tidak tahu jumlah pastinya, namun lebih banyak yang dibawa ke dumai baik korban selamat maupun meninggal,” lanjutnya.&lt;br /&gt;Kata Benny lagi, sampai saat ini, di RSUD Karimun masih ada delapan mayat yang belum teridentifikasi, “menunggu keluarga korban yang mengenali,”imbaunya. Selanjutnya, Benny juga menerangkan, masih ada sekitar 10 orang bahkan lebih yang belum ditemukan atau hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tidak tahu jumlah pastinya daftar manifest dan jumlah korban tidak sesuai. Hal itu juga menyulitkan kita. Namun TIMSAR masih melakukan pencarian,”ungkap Benny.&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Cabang PT Jasa Raharja (persero) Kepri, Ery Martajaya mengatakan, puhaknya mendapatkan konfirmasi korban meninggal 27 orang. Menurut Ery, santunan untuk korban meninggal dunia Rp 25 juta dan diserahkan ke ahli waris korban.&lt;br /&gt;“Untuk korban luka-luka, santunan maksimal Rp 10 juta. Sebenarnya korban luka 18 orang, tapi kemudian tinggal 11 orang, ungkapnya. Ery mengaku, pihaknya siap memberikan santunan kepada korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1827192240335610552?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1827192240335610552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/diballik-tragedi-dumai-express-10.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1827192240335610552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1827192240335610552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/diballik-tragedi-dumai-express-10.html' title='DIBALLIK TRAGEDI DUMAI EXPRESS 10'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-2581485632472616189</id><published>2009-11-16T23:37:00.006+07:00</published><updated>2009-11-16T23:46:52.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>WARUNG PINGGIR JALAN, KULINER MENARIK DI MALAM HARI (BATAM)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGA_w8zoNI/AAAAAAAAAVg/HWmCgdjwL_o/s1600/btmmlm1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGA_w8zoNI/AAAAAAAAAVg/HWmCgdjwL_o/s320/btmmlm1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404742860781363410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dunia malam merupakan dunia tersendiri di Batam dimana aktivitas manusia terus berlanjut seiring waktu yang berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kegiatan kuliner yang ada. Pergantian waktu yang ada ternyata juga merupakan pergantian dari kuliner yang ada kepada kuliner yang lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat malam hari berbagai aktivitas kuliner juga mulai beraksi menghiasi batam. Terdapat berbagai pilihan,rasa dan juga harga yang yang bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGBOKONyII/AAAAAAAAAVo/4gt0lovNNmY/s1600/btmmlm2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGBOKONyII/AAAAAAAAAVo/4gt0lovNNmY/s320/btmmlm2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404743108083435650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tempat yang populer untuk bersantap di pinggir jalan di Batam terletak di sepanjang jalan utama di depan komplek windsor. Disalah satu ruas jalannya anda akan menjumpai warung-warung tenda yang berjejer di sepanjang jalan tersebut pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis masakan di tawarkan disana, mulai dari seafood, sate, soup, sayur, mie / bakso , bandrek dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGBiGxiu9I/AAAAAAAAAV4/_vcsHj-AZtI/s1600/btmmlm3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGBiGxiu9I/AAAAAAAAAV4/_vcsHj-AZtI/s320/btmmlm3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404743450755251154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang mengunjungi tempat ini selalu ramai. Makanan yang enak dan harga yang relatif murah membuat tempat ini jadi tempat alternatif saat mencari makanan di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga Batam yang belum tehu tempat spesial ini silahkan datang ke lokasi dan bagi anda yang berencana ke Batam Jangan lupa berkunjung ke sana bila anda ke Batam :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGBwCsdF1I/AAAAAAAAAWA/diXKxehEdco/s1600/btmmlm4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGBwCsdF1I/AAAAAAAAAWA/diXKxehEdco/s320/btmmlm4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404743690178336594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.narigunung.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-2581485632472616189?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/2581485632472616189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/warung-pinggir-jalan-kuliner-menarik-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2581485632472616189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/2581485632472616189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/warung-pinggir-jalan-kuliner-menarik-di.html' title='WARUNG PINGGIR JALAN, KULINER MENARIK DI MALAM HARI (BATAM)'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SwGA_w8zoNI/AAAAAAAAAVg/HWmCgdjwL_o/s72-c/btmmlm1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3036394246387104908</id><published>2009-11-07T16:39:00.001+07:00</published><updated>2009-11-07T16:50:35.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>TARI DOLALAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SvVCvELmIEI/AAAAAAAAAVY/765IhCfY0uY/s1600-h/dolalak1-300x197.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SvVCvELmIEI/AAAAAAAAAVY/765IhCfY0uY/s320/dolalak1-300x197.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401296704444440642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesenian tari Dolalak merupakan sabuah tarian rakyat yang menjadi primadona tari tradisional di Purworejo. Tarian yang sudah eksis sejak sekitar 85 tahunan ini telah merebak hampir di setiap desa di wilayah Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah terciptanya tarian Dolalak yang menjadikan tarian khas dari Purworejo ini konon bermula dari peniruan oleh beberapa pengembala terhadap gerakan tarian dansa serdadu Belanda. Penamaan Dolalak diambil dari dari dominannya notasi nada do – la – la yang dinyanyikan serdadu Belanda untuk tarian dansa mereka.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali tercipta, tarian Dolalak tidak diiringi dengan peralatan instrumen musik, namun menggunakan nyanyian yang dilagukan oleh para pengiringnya. Lagu-lagu yang dicipta biasanya bernuansa romantis bahkan ada yang erotis. Nyanyian tersebut dinyanyikan silih berganti atau terkadang secara koor bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, iringan musik tarian Dolalak menggunakan instrumen musik jidur, terbang, kecer, dan kendang. Sedang untuk iringan nyanyian menggunakan syair-syair dan pantun berisi tuntunan dan nasehat. Isi syair dan pantun yang diciptakan, campuran dari Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kostum penari Dolalak, mengenakan layaknya pakaian serdadu Belanda, pakaian lengan panjang hitam dengan pangkat di pundaknya, mengenakan topi pet, dan berkacamata hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik dan paling menarik dari tari Dolalak adalah ketika penari memasuki tahap tarian trance ( kemasukan roh halus ). Saat penari mengalami trance yang ditandai dengan mengenakannya kaca mata hitam, penari akan mampu menari berjam-jam tanpa henti. Selain itu gerak tariannya pun berubah menjadi lebih energik dan mempesona. Kesadaran penari akan pulih kembali setelah sang dukun “ mencabut “ roh dari tubuh sang penari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Dolalak, semula ditarikan oleh para penari pria. Namun dalam perkembangannya, tahun 1976 Dolalak ditarikan oleh penari wanita. Dan hampir setiap grup Dolalak di Purworejo, kini semua penarinya adalah wanita. Jarang sekali sekarang ini ditemui ada grup Dolalak dengan penari pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.purworejokab.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=189&amp;Itemid=93&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3036394246387104908?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3036394246387104908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/tari-dolalak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3036394246387104908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3036394246387104908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/tari-dolalak.html' title='TARI DOLALAK'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SvVCvELmIEI/AAAAAAAAAVY/765IhCfY0uY/s72-c/dolalak1-300x197.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3516321956999006592</id><published>2009-11-07T16:14:00.003+07:00</published><updated>2009-11-07T16:36:24.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>SATE WINONG DIKENAL SAMPAI KE JAKARTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SvU_FpZMphI/AAAAAAAAAVI/3ZdHjXQfm90/s1600-h/sate+winong.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SvU_FpZMphI/AAAAAAAAAVI/3ZdHjXQfm90/s320/sate+winong.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401292694344214034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PURWOREJO - Tujuh pedagang sate kambing yang mangkal di depan sebuah warung makan di Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Purworejo, secara bersamaan memanggang sate, Selasa siang kemarin (27/3). Kebetulan siang itu ada acara pertemuan perkenalan antara jajaran Satlantas Polres Purworejo yang dipimpin AKP Daniel Widya Mucharam SIK dengan insan pers Purworejo, sehingga tak ada pedagang yang tak kebagian. Seandainya tidak banyak yang pesan, maka tujuh pedagang itu dengan sadar menggilirnya agar semua pedagang kebagian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SvU7n5uafZI/AAAAAAAAAUw/xiTTBk_VWsE/s1600-h/sate.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 225px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SvU7n5uafZI/AAAAAAAAAUw/xiTTBk_VWsE/s320/sate.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401288884797210002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berjualan secara bersamasama di depan seuah warung makan di Desa Winong tersebut sudah dijalani sejak tahun 1967. Uniknya, para pedagang sate tersebut tidak menyediakan nasi atau lontong seperti penjual sate lainnya. Pembeli biasanya langsung masuk ke warung memesan sate, namun nasi dan minumannya disediakan oleh pemilik warung makan, yang berada di belakang deretan penjual sate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semula yang berjualan di depan warung ada tiga orang. Namun karena saking banyaknya pembeli, kini mencapai tujuh pedagang sate," ujar Erman (45), pedagang sate dari Desa Sutoragan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erman menuturkan, ia hanya menggantikan ayahnya, Suri (70) yang kini sudah tak mampu lagi berjualan. Generasi Erman adalah generasi kedua setelah Suri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Winong&lt;br /&gt;Menurut Erman, awalnya ayah mereka berjualan keliling dengan cara memikul keliling Kota Purworejo. Suatu hari ketika berjalan dari Desa Sutoragan ke kota, mereka istirahat di depan warung makan. Saat istirahat itulah ternyata pembeli di warung makan tersebut memesan sate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ayah Erman berinisiatif mangkal di depan warung, daripada berjalan jauh dan belum tentu laku. Pemilik warung pun juga senang karena nasi dan minumannya bertambah laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sering kewalahan dan selalu habis, akhirnya dua rekannya ikut nimbrung, dan kini jumlahnya mencapai tujuh pedagang. Warga Purworejo sering menamakan sate mereka dengan Sate Winong, karena mereka berjualan di Desa Winong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keterkenalannya, kini nama sate winong digunakan oleh beberapa pedagang baik di Desa Winong maupun di luar desa. Di jalan Raya Purworejo- Kutoarjo bahkan banyak tumbuh menjamur pedagang sate dengan embel-embel nama Sate Winong. Satu porsi berharga Rp 10.000, berisi 20 tusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat Lebaran biasanya banyak orang Jakarta asal Purworejo yang mudik. Mereka pasti mampir ke Sate Winong. Kalau belum makan sate winong, rasanya belum puas. Jadi sate kami sudah terkenal sampai ke Jakarta," ujar Erman. Dulrokhim-T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3516321956999006592?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3516321956999006592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/sate-winong-dikenal-sampai-ke-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3516321956999006592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3516321956999006592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/11/sate-winong-dikenal-sampai-ke-jakarta.html' title='SATE WINONG DIKENAL SAMPAI KE JAKARTA'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SvU_FpZMphI/AAAAAAAAAVI/3ZdHjXQfm90/s72-c/sate+winong.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1175400774337267313</id><published>2009-10-23T00:03:00.002+07:00</published><updated>2009-10-23T00:48:58.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Traveler'/><title type='text'>WIDYA WISATA CANDI BOROBUDUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SuCa6walXBI/AAAAAAAAATQ/3t-QxDYEqRk/s1600-h/Borobudur03.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SuCa6walXBI/AAAAAAAAATQ/3t-QxDYEqRk/s320/Borobudur03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395482687809346578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Candi Borobudur, saujana (bentang alam sejauh mata memandang) jantung Jawa, kebanggaan Indonesia berdiri megah di Magelang, Jawa Tengah, ditanah datar 2500 m2. Hanya berjarak 40 km di barat laut Yogyakarta, 100 km arah barat daya Semarang, Jawa Tengah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya, wisatawan yang bertujuan ke Yogyakarta dan Semarang hanya menyinggahi Candi Borobudur beberapa jam saja. Padahal di musim liburan, sejatinya wisatawan dapat berkunjung dan tinggal lebih lama, bahkan berhari-hari di sekitar candi yang sempurna memadukan keanggunan pusaka alam dan budaya ini. Terlebih untuk kegiatan widya wisata, para siswa perlu tinggal lebih lama untuk survey lapangan, pengerjaan dan pemaparan hasil. Agenda widya wisata Candi Borobudur dapat dirancang sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkunjung ke Candi Borobudur untuk menerima waxana sejatah dan upaya pelestariannya. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahuluan, sejarawan spesialis Asia Tenggara, JG de Casparis memperkirakan, pendiri Candi Borobudur adalah raja Dinasti Sailendra bernama Samaratungga, sekitar 824 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1814 telah dilakukan serangkaian upaya pelestarian Candi Borobudur melalui dokumentasi dan penelitian oleh bidang purbakala Hindia Belanda. Berpuncak pada 1991, ketika candi Budha dengan nilai tertinggi ditetapkan sebagai warisan Dunia oleh UNESCO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri bekas-bekas sungai purba pada sungai Progo dan menyaksikan matahari terbit dari puncak bukit. Muara sungai purba ini penuh tinggalan serakan batu-batu andesit, atau lapisan endapan vulkanik yang terbentuk berabad-abad. Dilanjutkan mengenal pemanfaatan ruang sekitas Candi Borobudur untuk kegiatan budaya, seperti rumah, galeri dan museum seni  Elo and Progo Art milik Sony Santosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelajahi gunung-gunung, pusaka alam dan budaya di sekitar Candi Borobudur. Seperti candi Selogriyo, pendem, Asu, Ngawen dan lain-lain, serta menyaksikan seni pertunjukan rakyat atau kegiatan seni di desa-desa budaya, seperti Festival 5 gunung. Wisatwan dapat memperpanjang lama tinggal dengan menginap dirumah-rumah penduduk desa Candirejo, misalnya. Ini akan sangat membantu pengembangan kunjungan pusaka saujana dan mempercepat peningkatan ekonomi local.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melintasi Magelang dengan mengunjungi bangunan warisan zaman colonial Belanda, museum seni rupa mmaupunwisata boga. Seperti Museum Seni Rupa milik kolektor seni rupa terbesar di Indonesia, dr Oei Hong Dijen mampu menumbuhkan seni rypa di sekitar kawasan candi di dataran Kedu yang kaya keindahan alam dan budaya.&lt;br /&gt;Pada hari-hari tersebut, dapat pula berwisata sambil belajar membuat gerabah di Desa Klipoh atau membatik di desa Gemawang. Juga, melihat  rancangan lingkungan oleh masyarakat yang menonjol sepertu di desa Candirejo atau Desa Tutup ngisor. Serta mengunjungi Losari Coffee Plantation Spa and Resort, atau Restoran Bu Empat di Magelang yang unik dan memiliki keelokan pedesaan sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirangkum dari tulisan karya Laretna T Adishakti, penulis Rubrik Sudut Pandang Majalah National Geographic Traveler adisi Juni , beredar 25 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1175400774337267313?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1175400774337267313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/10/widya-wisata-candi-borobudur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1175400774337267313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1175400774337267313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/10/widya-wisata-candi-borobudur.html' title='WIDYA WISATA CANDI BOROBUDUR'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SuCa6walXBI/AAAAAAAAATQ/3t-QxDYEqRk/s72-c/Borobudur03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-5257655633122885541</id><published>2009-10-22T23:13:00.007+07:00</published><updated>2009-10-23T00:00:48.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>PEMUGARAN PESANGGRAHAN MBAH KERAMAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SuCOqfjfOLI/AAAAAAAAASw/cE4jnUHbH0I/s1600-h/mk+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 314px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SuCOqfjfOLI/AAAAAAAAASw/cE4jnUHbH0I/s320/mk+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395469214265850034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Mbah Keramat bagi masyarakat Kemiri Lor sudah tidak asing lagi, sebab Mbah Keramat merupakan pepunden bagi masyarakat Kemiri Lor. "Penduduk mempunyai pendapat yang berbeda-beda, mengenai asal mula keberadaan makam tersebut yang kebetulan berlokasi ditengah persawahan (dekat dengan Kauman, Kemiri Lor) ada yang berpendapat Beliau adalah seorang puteri dari kerajaan Mataram yang bernama Putri Mayang sari". Begitu kata Bapak Richwan (warga Kemiri Lor).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SuCPnoSSd2I/AAAAAAAAATI/0bh7BzsR3t0/s1600-h/mk+renov.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 314px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SuCPnoSSd2I/AAAAAAAAATI/0bh7BzsR3t0/s320/mk+renov.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395470264581650274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini pesanggrahan sedang direnovasi atas keinginan dan biaya dari warga". Lanjut Bapak Richwan kepada Blogger Kemiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua warga bergotong-royong ditengah sawah untuk membersihkan puing-puing bekas pembongkaran cungkup. Dimana pembangunan akan diperkirakan memakan waktu satu bulan. (BK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-5257655633122885541?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/5257655633122885541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/10/pemugaran-pesanggrahan-mbah-keramat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5257655633122885541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5257655633122885541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/10/pemugaran-pesanggrahan-mbah-keramat.html' title='PEMUGARAN PESANGGRAHAN MBAH KERAMAT'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SuCOqfjfOLI/AAAAAAAAASw/cE4jnUHbH0I/s72-c/mk+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3156009736801962171</id><published>2009-10-15T18:36:00.003+07:00</published><updated>2009-10-15T20:39:32.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>ASYIKNYA NAIK PRAMEX DARI STASIUN KUTOARJO KE YOGYAKARTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/StcmAIJoTTI/AAAAAAAAASQ/V4C9Ndl9QH4/s1600-h/pramex1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/StcmAIJoTTI/AAAAAAAAASQ/V4C9Ndl9QH4/s320/pramex1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392820862429187378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Warga Kutoarjo dan sekitarnya termasuk Warga Kemiri yang ingin bepergian ke Yogyakarta sekarang dimanjakan dengan transportasi yang cepat dan murah meriah kereta cepat PRAMEX (Prambanan Express).&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo menuju Solo dan berhenti sebentar di stasiun Tugu Yogyakarta ini sangatlah nyaman. Dari keberangkatnya yang ditentukan dengan jadwal beberapa kali sehari ini membuat kereta PRAMEX menjadi sangat eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tarif tiket Rp 8000 sangatlah terjangkau bagi mereka yang mobilitasnya tinggi seperti para pedagang, mahasiswa dan pelajar sangat cocok menggunakan transportasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3156009736801962171?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3156009736801962171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/10/asyiknya-naik-pramex-dari-stasiun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3156009736801962171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3156009736801962171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/10/asyiknya-naik-pramex-dari-stasiun.html' title='ASYIKNYA NAIK PRAMEX DARI STASIUN KUTOARJO KE YOGYAKARTA'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/StcmAIJoTTI/AAAAAAAAASQ/V4C9Ndl9QH4/s72-c/pramex1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3207979482594753391</id><published>2009-09-20T13:51:00.013+07:00</published><updated>2009-09-21T08:57:23.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>PAWAI TAKBIR TEMPUH 50 KM DIMULAI DARI DEPAN MASJID RAYA BATAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbaAxaZ0zI/AAAAAAAAARY/T3zkYRCa5fg/s1600-h/pawai2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbaAxaZ0zI/AAAAAAAAARY/T3zkYRCa5fg/s320/pawai2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383730111366943538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelum salat Idul Fitri, digelar pawai takbiran. Ini diperlombakan. Setiap Kecamatan Mengirim utusannya, minimal lima kendaraan Hias.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbbBdbMFzI/AAAAAAAAARo/eMAbPmn2Nnw/s1600-h/Wali+kota+Batam+Bp.+Ahmad+Dahlan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbbBdbMFzI/AAAAAAAAARo/eMAbPmn2Nnw/s320/Wali+kota+Batam+Bp.+Ahmad+Dahlan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383731222693025586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pawai takbir akan dilepas di halaman Masjid Raya Batam oleh Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan unsur Muspida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbaRO19BgI/AAAAAAAAARg/MV9bj7Ui-1M/s1600-h/malam+takbir2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbaRO19BgI/AAAAAAAAARg/MV9bj7Ui-1M/s320/malam+takbir2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383730394145031682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rute yang akan dilalui peserta, yakni Simpang Kabil, simpang jam, Baloi Center, Tanjung uma, Simpang Nantongga, depan polsek batuampar, seraya atas, ramako, patung kuda, sei panas dan finish di Masjid Raya Batam dengan panjang rute 50 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbcGGhwgrI/AAAAAAAAASI/SiHh8rHT-4E/s1600-h/masjid+raya.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 314px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbcGGhwgrI/AAAAAAAAASI/SiHh8rHT-4E/s320/masjid+raya.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383732401957536434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Srbb9Cg5rCI/AAAAAAAAASA/riws2Xi1siQ/s1600-h/pawai+takbir+1430+H.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Srbb9Cg5rCI/AAAAAAAAASA/riws2Xi1siQ/s320/pawai+takbir+1430+H.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383732246261378082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Srbb1yKW7UI/AAAAAAAAAR4/sz5iNdQc7PI/s1600-h/petugas+keamanan.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Srbb1yKW7UI/AAAAAAAAAR4/sz5iNdQc7PI/s320/petugas+keamanan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383732121612774722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Srbbq5gtGfI/AAAAAAAAARw/4p0q0q1Uf40/s1600-h/pawai+1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Srbbq5gtGfI/AAAAAAAAARw/4p0q0q1Uf40/s320/pawai+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383731934606989810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3207979482594753391?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3207979482594753391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/09/pawai-takbir-tempuh-50-km-dimulai-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3207979482594753391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3207979482594753391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/09/pawai-takbir-tempuh-50-km-dimulai-dari.html' title='PAWAI TAKBIR TEMPUH 50 KM DIMULAI DARI DEPAN MASJID RAYA BATAM'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SrbaAxaZ0zI/AAAAAAAAARY/T3zkYRCa5fg/s72-c/pawai2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3678492572106313207</id><published>2009-09-04T17:24:00.007+07:00</published><updated>2009-09-04T17:37:45.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>MASUK SINGAPURA MELALUI BATAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDt2ktgmII/AAAAAAAAAQ4/4kKSNRNGMcc/s1600-h/singapore-450.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDt2ktgmII/AAAAAAAAAQ4/4kKSNRNGMcc/s320/singapore-450.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377559476903647362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDrVOWeRbI/AAAAAAAAAQQ/xlTMxEXRi0Q/s1600-h/air-asia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDrVOWeRbI/AAAAAAAAAQQ/xlTMxEXRi0Q/s320/air-asia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377556704942507442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Batam merupakan pintu masuk yang paling menarik yang digunakan para wisatawan dari Indonesia untuk masuk menuju Singapore. Mengapa paling menarik ? Tentunya alasan utama adalah murahnya biaya fiskal melalui transportasi laut sebesar 500 rb rupiah. Jika melalui udara, maka biaya fiskal menjadi 1 juta rupiah. Selisih 500 rb dirasa cukup signifikan, apalagi jika berombongan banyak orang. Apalagi ditambah dengan semakin banyaknya penerbangan menuju Batam (Bandara Hang Nadim) dari Jakarta dengan biaya yang murah tentunya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan diceritakan tahapan tahapan apa saja yang akan ditempuh untuk menuju Singapura melalui Batam dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerbangan Jakarta Batam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa maskapai penerbangan dari Jakarta menuju Batam, diantaranya Lion Air, Air Asia dan Garuda Indonesia. Untuk penerbangan Air Asia dan Lion Air berangkat dari Terminal 1A di Bandara Cengkareng Sukarno Hata, sedangkan Garuda dari Terminal 2.&lt;br /&gt;Sebelumnya saya menggunakan maskapai penerbangan Air Asia untuk menuju Batam, karena cukup praktis dalam pemesanan tiketnya. Dengan menggunakan kartu kredit, cukup memesan melalui internet. Setelah memesan tiket melalui internet, kita cukup mencetak e-ticket nya. Hasil cetakan ini cukup ditunjukkan pada petugas bandara untuk memasuki pintu Terminal 1A, dan juga pada petugas boarding untuk mendapatkan boarding pass. Sebenarnya kita cukup mencatat nomor booking pada kertas kecil atau bahkan ditangan (he he he), namun kok jadi tidak yakin atau nyaman kalau kita tidak memegang ‘tiket’. Untuk menuju batam, saya pernah mendapatkan harga sekitar 300 rb. Tentunya, untuk pembelian tiket yg semakin dekat dengan harga keberangkatan akan menjadi lebih mahal.&lt;br /&gt;Pada petugas boarding pass, kita cukup menunjukkan ktp untuk setiap nama di tiketnya. Untuk Air Asia, ada perbedaan biaya bagasi yang harus dibayarkan. Jika kita sudah memesan melalui internet dikenakan biaya sekitar 9 rb per bagasi, namun apabila kita langsung menambahkan pada saat berangkat, biaya menjadi 15 rb untuk setiap bagasi.&lt;br /&gt;Setelah itu menuju ke lokasi pemberangkatan, ada biaya Airport Tax sebesar 30 rb rupiah untuk setiap tiket. Ternyata biaya ini sudah diseragamkan diseluruh bandara di Indonesia.&lt;br /&gt;Untuk pesawat Air Asia, disini tidak ada penulisan nomor tempat duduk pada boarding pass. Jadi, kita harus ‘berebut’ tempat duduk. Sebenarnya juga tidak perlu harus buru buru, karena juga tidak akan sampai kejadian kehabisan tempat duduk, dan mendapatkan tiket berdiri. He he he. Namun biasanya buat yang rombongan, ingin mendapatkan tempat duduk yang satu baris, maka ini yang harus buru buru. Kecuali buat yang beli Layanan Express Boarding, tidak perlu buru buru. Cukup dengan membayar 25 rb per orang, akan dipersilahkan masuk lebih dulu dengan santai.&lt;br /&gt;Tapi kalau ingin ‘berebut’ tempat duduk, ini ada tips nya : Carilah tempat duduk yang dekat dengan pintu keluar pada waktu di ruang tunggu keberangkatan. Begitu waktu kurang dari 5-10 menit dari waktu keberangkatan. Siap siap saja merapat ke pintu keluar. Biasanya juga bakalan banyak yang ngikutin. :D. Setelah pintu dibuka, biasanya banyak yg balapan lari. He he he. Terserah mau ikutan balapan, atau cukup dengan jalan kencang, atau malahan jalan santai (Jadi percuma ikutan ngantri di depan). Untuk masuk ke pesawat, biasanya pintu belakang jarang yang naik. Jadi, masuk saja dari sana. Cukup leluasa untuk memilih kursi.&lt;br /&gt;Penerbangan dari Jakarta menuju Batam kurang lebih sekitar 1.5 jam perjalanan. Jadi cukup waktu untuk tiduran dulu, menikmati pemandangan awan, baca buku, atau menunggu beli konsumsi yang disediakan oleh pramugari pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bandara Hang Nadim dan Batam Center&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDtOEzblZI/AAAAAAAAAQo/hQulwTJB2T4/s1600-h/hang-nadim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDtOEzblZI/AAAAAAAAAQo/hQulwTJB2T4/s320/hang-nadim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377558781143782802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Bandara Hang Nadim, kita dapat mengambil uang di beberapa ATM dari Bank Mandiri dan Bank BNI apabila terlupa persiapan uang untuk pembayaran fiskal. Disini juga ada beberapa tempat makan, seperti makanan padang dan makanan lainnya.&lt;br /&gt;Didalam areal bandara, kita dapat membeli voucher tiket Ferry (Batam - Singapore) disini. Dan harganya jauh lebih murah daripada membeli di Batam Center. Sebagai perbandingan, jika kita membeli tiket pulang pergi di Bandara Hang Nadim mendapatkan harga S$18, namun jika kita membeli di Batam Center bisa mendapatkan harga S$25. Cukup jauh kan ? Lumayan ada kelebihan S$7 buat nyari oleh oleh.&lt;br /&gt;Dari Bandara Hang Nadim menuju Batam Center dengan menggunakan taxi. Cukup banyak tersedia di depan bandara. Biaya per taxi menuju Batam Center sebesar 70 ribu rupiah. Untuk satu taxi bisa memuat maksimal 4 orang penumpang. 1 di depan dan 3 orang di belakang. Tapi, kalau rombongan 5 orang dewasa, biasanya mau juga berangkat dalam 1 taxi dengan membayar 100 rb rupiah. Lumayanlah mepet mepet an. Hi hi hi hi. Waktu yang ditempuh dari bandara menuju Batam Center, sekitar 20 menit. Sebenarnya cukup jauh, namun karena jalanan sepi, lebar dan bagus, jadinya bisa sampai dengan cepat.&lt;br /&gt;Sesampai di Batam Center, kita menuju ke loket Ferry untuk mendapatkan boarding pass dan membayar sea port sebesar S$7 per tiket. Kapal Ferry yang tersedia biasanya adalah Penguin dan Batam Fast. Jadwal keberangkatan kedua kapal ini selisih sekitar setengah jam. Lokasi loket berada pada sebelah kanan dari pintu masuk. Dokumen yang perlu disiapkan pasport dan voucher Ferry (jika sudah membeli di Hang Nadim). Setelah selesai mendapatkan boarding pass, menuju ke lokasi pembayaran fiskal. Lokasinya berada di sebelah kiri dari pintu masuk. Kalau lokasi pembayaran fiskal langsung terlihat begitu masuk Batam Center, dibanding lokasi loket Ferry yang terselip di pojokan.&lt;br /&gt;Untuk pembayaran fiskal dikenakan biaya 500 rb per orang. Untuk anak anak dibawah 12 tahun bebas biaya fiskal. Untuk mengurus bebas fiskal, biasanya perlu fotokopi pasport anak. Lebih baik dipersiapkan dahulu fotokopinya, namun jika lupa mempersiapkan, sudah ada jasa fotocopy tepat didepan loket fiskal. Cukup membayar 2000 rupiah per pasport (he he he he) untuk mendapatkan 1-2 lembar fotokopi.&lt;br /&gt;Kemudian jika ada keperluan pengurusan bagasi, bisa ditemukan dibawah eskalator. Untuk berangkat, tinggal naik menuju lantai dua. Setelah masuk areal pelabuhan, disana akan diperiksa bagian imigrasi terlebih dahulu. Kalau bagian ini, jelas harus mempersiapkan pasport nya untuk distempel.&lt;br /&gt;Nah, masuk lagi ke ruang tunggu untuk masuk ke dalam kapal Ferry. Saran saya, masuk lebih awal, agar mendapatkan lokasi yang nyaman untuk duduk. Kalau dibawah penuh, bisa naik ke lantai dua. Namun, jika jarang naik kapal. Bisa mabuk laut kalau berada di lantai dua. Lama perjalanan menuju HarbourFront ditempuh dalam waktu 1 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HarbourFront Singapore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDtlX0GGyI/AAAAAAAAAQw/TGV3vAUAb_A/s1600-h/penguin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDtlX0GGyI/AAAAAAAAAQw/TGV3vAUAb_A/s320/penguin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377559181383834402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di HarbourFront, kita akan memasuki bagian Imigrasi Singapura terlebih dahulu. Meskipun antriannya cukup panjang, biasanya cukup cepat juga antrinya, karena petugasnya cukup banyak. Biasanya dokumen Imigrasi sudah diisikan oleh pihak Ferry, namun isian lama dan alamat menginap kosong, isi saja terlebih dahulu, biar proses diimigrasi lebih sederhana.&lt;br /&gt;Setelah selesai urusan Imigrasi, tinggal menuju keluar Imigrasi dan langsung masuk ke areal pertokoan (Mall) HarbourFront. Dan, selamat datang di Singapura. Tinggal memilih transportasi selanjutnya sesuai lokasi tujuan, dengan menggunakan MRT, Taxi atau dijemput dengan teman atau agen perjalanan.&lt;br /&gt;Cukup mudah untuk mencari lokasi MRT atau Taxi Stand (tempat antrian untuk naik taxi), karena ada banyak petunjuk lokasi di bagian bangunan. Atau kalau sudah lapar, ada foodcourt halal (banquet) disebelah kanan setelah keluar dari bagian imigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3678492572106313207?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3678492572106313207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/09/masuk-singapura-melalui-batam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3678492572106313207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3678492572106313207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/09/masuk-singapura-melalui-batam.html' title='MASUK SINGAPURA MELALUI BATAM'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqDt2ktgmII/AAAAAAAAAQ4/4kKSNRNGMcc/s72-c/singapore-450.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8005615498329491701</id><published>2009-09-04T03:37:00.014+07:00</published><updated>2009-09-04T06:55:40.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>PESONA PULAU BATAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;OCARINA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAsG8xrUWI/AAAAAAAAAPg/In-c5ekTGNo/s1600-h/COASTARINA.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAsG8xrUWI/AAAAAAAAAPg/In-c5ekTGNo/s320/COASTARINA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377346452985696610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;          &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAqd5foWNI/AAAAAAAAAPY/5YfADBHhfmc/s1600-h/COASTARINA2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 135px; height: 101px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAqd5foWNI/AAAAAAAAAPY/5YfADBHhfmc/s320/COASTARINA2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377344648218433746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="belt"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAqJxQ8uKI/AAAAAAAAAPI/ToAp2eEiHQk/s1600-h/COASTARINA.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Banyak anggapan yang menyatakan bahwa wisata ke Batam, Kepulauan Riau hanya berupa pantai dan pusat perbelanjaan saja. Namun, siapa sangka Anda juga akan menemukan kawasan wisata lengkap yang memadukan Ancol, Water Boom, dan Giant Wheel dalam satu lokasi. Kawasan lengkap ini dapat ditemukan di Ocarina, Costarina, Pasir Putih, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau. Tempat wisata ini baru saja diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ocarina berada di lahan seluas 40 hektar berada di tepian Teluk Kering, dan komplek perumahan mewah Costarina. Tidak heran, karena kawasan wisata ini memang menjadi salah satu proyek dalam komplek perumahan mewah Costarina. Sedianya, di kawasan Ocarina akan ada sekitar 30 jenis wisata yang ditawarkan pada pengunjung. Namun, saat ini tempat wisata Ocarina belum sepenuhnya rampung dan diharapkan pembangunan dapat selesai dengan cepat sehingga ada wisata sekelas Ancol, Jakarta yang berada di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap awal baru 25 hektar lahan yang digunakan untuk tempat rekreasi dan ada sekitar 11 jenis yang dioperasikan di antaranya Kampoeng Indonesia atau pusat jajanan, Kampoeng Seni atau pasar produk kerajinan dan karya seni, Festival&lt;br /&gt;pantai, dan Giant Wheel atau Kincir Raksasa yang bergaris tengah 30 meter. Di sekitar lokasi ini juga terdapat ornamen pohon lengkap dengan puluhan burung bangau.Selain permainan besar, ditempat ini juga menyediakan ruang bermain terbuka bagi anak-anak, pantai berpasir, food court, restoran ala Jimbaran, Karaoke di atas laut, tempat konser menghadap laut, dan banyak lagi.Salah satu yang menarik adalah Giant Wheel dengan garis tengah sekitar 30 meter yang dibangun diatas permukaan laut dengan ketinggian 25 meter dari permukaan laut. Sehingga, ketika kita berada di titik puncaknya, akan terlihat seluruh Kawasan Mega Wisata Ocarina, Perumahan Elit Costarina dan pemandangan separuh kota Batam. Giant Wheel ini didatangkan dari Shanghai, dengan 16 gondola yang akan berputar perlahan-laha. Penumpang Giant Wheel dapat menikmati pemandangan&lt;br /&gt;laut dengan iringan musik sehingga penumpang benar-benar dapat menikmati suasana ketika berada di atas udara.&lt;br /&gt;Tiap Gondola dapat ditumpangi lima orang dewasa, dan tujuh anak-anak. Pada malam hari, penumpang Giant Wheel dapat menikmati suasana malam karena seluruh kerangka gondolanya dihiasi dengan kerlap-kerlip lampu. Selain itu, juga terdapat permainan ekstrem Sky runners bagi penggemar olahraga ekstrem. Bahkan, di tempat-tempat wisata lain termasuk di Jakarta belum ada yang menawarkan permainan ini. Sky Runners terbuat dari aluminium dengan bentuk lengkung dari telapak kaki hingga dengkul dilengkapi dengan pegas dan kaki beralaskan karet. Pengunjung yang menggunakan sepasang alat bantu&lt;br /&gt;Sky Runners, dapat berjalan cepat dengan melompat-lompat macam burung unta, bahkan yang sudah mahir dapat berlari bahkan bersalto layaknya bermain atraksi.&lt;br /&gt;Saat ini Sky Runners tengah menjadi tren di dunia, seperti di Eropa, Kanada, dan Afrika Selatan. Meski baru diperkenalkan, namun permainan ini menjadi favorit sejumlah anak-anak muda yang berbadan kuat dan lentur. Bahkan, bila hari libur seperti Sabtu atau Minggu, di kawasan ini dipenuhi pengunjung yang penasaran dan mencoba permainan ini . Pengunjung juga dapat mencoba beragam fasilitas wisata air, seperti banana boat, kapal dayung, renang, atau bahkan menyelam.Atau sekedar piknik dan duduk-duduk di tepi pantai sambil menikmati sunset atau bahkan sunrise juga dapat dilakukan di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya masuk ke tempat wisata Ocarina ini juga cukup murah, hanya Rp 5.000 per orang. Bila ingin menjadi anggota, bahkan lebih murah lagi. Untuk pelajar SD-SMA melalui sekolah dapat membeli kartu anggota yang dipatok dengan harga sekitar Rp 100.000 berlaku satu tahun dengan fasilitas bebas masuk tanpa batas. Sedang bagi keluarga tersedia kartu VIP dengan tarif Rp 1 juta yang berlaku untuk setahun. Bagi yang ber-KTP seumur hidup, tarif kartu tersebut dikurangi 20 persen. Tarif masuk tersebut di luar biaya untuk menikmati hiburan yang berbayar. Perjalanan menuju Ocarina dari bandara Hang Nadim yang terdapat di Jalan Hang Nadim, Batu Besar, Batam, Kepulauan Riau dapat ditempuh sekitar 15 menit menggunakan kendaraan pribadi. Atau dapat juga ditempuh dengan taksi yang terdapat di sekitar bandara. Pengunjung juga dapat menyewa mobil dengan biaya sebesar Rp 350.000 - Rp 500.000 per hari. Atau dapat juga dengan alternatif lain, yakni dengan menggunakan sepeda menuju ke arah Bengkong.&lt;br /&gt;Karena letaknya yang tidak jauh dari pusat kota, menuju kawasan Ocarina dengan bersepeda dapat menjadi salah satu pilihan. Karena selain lebih sehat, Anda juga tidak akan didera kelelahan karena jaraknya yang tidak terlalu jauh. Selain itu, ketika tiba di tempat wisata, Anda dapat menyisir pantai di kawasan wisata Ocarina menggunakan sepeda. Bahkan, juga dapat mengganti sepeda Anda dengan sepeda air yang ada di tempat wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;SENI RUMAH HITAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAs3lhs-5I/AAAAAAAAAPo/49l6VqCEjcM/s1600-h/rumah+hitam.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAs3lhs-5I/AAAAAAAAAPo/49l6VqCEjcM/s320/rumah+hitam.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377347288558271378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dunia seni di Batam bisa di katakan cukup baik dibanding daerah-daerah lain. Sebagai kota yang Multi-Kultural di tinjau dari masyarakat Batam yang berasal dari berbagai suku, ras, dan agama, Batam telah mampu menjadi wadah perkembangan seni penduduknya. Ini di tandai dengan seringnya diadakan pagelaran seni oleh pemerintah kota Batam di berbagai tempat.Pemerintah kota Batam terus melakukan pelestarian budaya seni yang ada di Batam sebagai warisan dari nenek moyang kita. Secara garis besar kebudayaan di Batam banyak mengarah pada budaya melayu yang memang merupakan buadaya asli masyarakat tempatan.&lt;br /&gt;Salah satu komunitas seni di Batam yang cukup dikenal oleh masyarakat ialah Komunitas Seni Rumah Hitam. Komunitas Seni yang berlokasi tepat di depan Gedung Gurindam di daerah Sei Harapan-Sekupang ini, telah memiliki kredibilitas yang cukup baik di mata masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian beberapa penghargaan dari berbagai pagelaran seni.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, Komunitas Seni Rumah Hitam ini juga kerap kali di undang untuk manjadi telent pada beberapa event atau pesta budaya di berbagai tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Seni Rumah Hitam telah ada sejak 21 April 2000, dengan diasuh oleh Saudara Tarmizi Disana kita bisa belajar berbagai macam keterampilan di bidang seni budaya tentunya, mulai dari Seni membaca Puisi, Tari, sampai Opera. Sebagai sebuah Sanggar Budaya Seni, Komunitas Seni Rumah Hitam telah memberikan kontribusi yang cukup besar untuk kemajuan seni di Kota Batam, baik dari segi pelestarian maupun pengembangannya. Salah satu hal yang menarik perhatian dari&lt;br /&gt;komunitas ini ialah, seluruh bangunan di Komunitas Seni Rumah Hitam menggunakan corak warna Hitam sebagai ciri&lt;br /&gt;khasnya. Bahklan jika kita memperhatikan keseharian Sdr ……….. selaku pengasuh komunitas ini, beliau juga hampir&lt;br /&gt;setiap harinya menggunakan pakaian yang berwarna hitam.&lt;br /&gt;Untuk sebuah komunitas seni, mereka tergolong cukup mandiri. Hal ini dapat kita lihat dari adanya kegiatan berwirausahan engan membuka Warung Makan. Melihat lokasi komunitas itu sendiri sangat strategis di wilayah sei harapan, dimana terdapat beberapa perkantoran milik pemerintah dan perusahaan perusahaan asing yang membuka pabrik disana.&lt;br /&gt;Suasana yang disuguhkan oleh tempat ini pun cukup berbeda dengan rumah makan kebanyakan, dalam penataan tempatnya mereka mengusung konsep yang lebih alamiah, hal ini di dukung oleh suasana lingkungan sekitar yang memang telah tampak&lt;br /&gt;asri dan nyaman. Mengenai menu makanan yang di sajikan, sebagian besar merupakan khas masakan padang, yang mengenai rasanya tak perlu di ragukan lagi. Kita juga dapat memesan berbagai aneka macam jus sampai es kelapa muda yang segar rasanya. Untuk mencari keberadaan tempat ini anda tidak perlu takut akan sulit menemukannya, karena letaknya persisi di sudut jalan protokol di daerah Sei Harapan-Sekupang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;TANJUNG UMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAuYN28HYI/AAAAAAAAAPw/jKqeq-bRmU8/s1600-h/deartanjuanguma.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 177px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAuYN28HYI/AAAAAAAAAPw/jKqeq-bRmU8/s320/deartanjuanguma.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377348948652203394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menjadikan Tanjung uma sebagai salah satu pilihan untuk melepaskan kepenatan sehari-hari,&lt;br /&gt;dimana masing-masing kita di sibukkan oleh pekerjaan yang menjenuhkan. Di sana kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam kota Batam, terlebih pada saat sore hari sampai dengan malam hari.&lt;br /&gt;Dimana kita bisa menyaksikan saat-saat matahari tergelincir di barat. Untuk menyaksikan panorama alam di perbukitan seperti Tanjung Uma, kita tidak perlu merogoh kantong kita terlalu dalam.&lt;br /&gt;Jadi bisa dikatakan Tanjung Uma adalah tempat melepas penat yang cukup terbilang murah.&lt;br /&gt;Setelah matahari terbenam di ufuk barat kota Batam, tak lama kemudian langit senja yang berwarna kemerahan berlalu di balut langit malam yang gelap dihiasi bintang malam. Tak mau kalah, satu persatu lentera di dataran Jodoh mulai menghiasi kota Batam. Seakan menjadi cermin alam langit malam.&lt;br /&gt;Semakin malam dataran Jodoh mulai ramai di padati oleh kendaraan yang lalu-lalang.&lt;br /&gt;Dari atas bukit Tanjung Uma, kita semakin di manjakan pemandangan malam kota Batam yang di penuhi dengan lampu-lampu dengan segala warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramainya masyarakat Batam yang datang berkunjung ke sana, memberikan komoditi tersendiri untuk masyarakat sekitar. Beberapa diantara mereka mencoba meraup keuntungan dari hasil berjualan disana. Barisan kios para pedagang membentang di sepanjang bibir jalan di atas bukit Tanjung Uma.&lt;br /&gt;Beraneka macam dagangan yang bisa kita beli disana, seperti martabak, jagung bakar, sate, dan aneka gorengan. Minuman penghangat juga banyak lho…… seperti bandrek…… STMJ ( Susu Telor Jahe Madu )&lt;br /&gt;Lain halnya dengan persatuan pemuda peduli Tanjung Uma, mereka mengambil inisiatif dengan&lt;br /&gt;banyaknya pengunjung untuk memungut tarif parkir bagi pengunjung disana. Harga untuk sebuah karcis parkir sebesar Rp1000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;BARELANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAvLkkIWkI/AAAAAAAAAP4/HJdR60NFyKo/s1600-h/barelang1.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 202px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAvLkkIWkI/AAAAAAAAAP4/HJdR60NFyKo/s320/barelang1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377349830920657474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;      &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAvYK2fvQI/AAAAAAAAAQA/ZR8uuv0XDzg/s1600-h/barelanglola2.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 286px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAvYK2fvQI/AAAAAAAAAQA/ZR8uuv0XDzg/s320/barelanglola2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377350047356665090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghabiskan waktu di sore hari ini, saya coba untuk berkeliling di sekitaran wilayah Batu Aji dengan menggunakan roda dua yang saya miliki. Ketika perjalanan saya sampai di perempatan lampu merah&lt;br /&gt;Tembesi, terlintas di benak saya untuk mengunjungi Jembatan Barelang. Kemudi roda dua ini pun saya arahkan kesana, dengan berbelok kearah kanan setelah trafic light berganti hijau.&lt;br /&gt;Dari perempatan lampu merah tersebut hingga beberapa ratus meter kedepan berderet kios pedagang makanan dan minuman yang jumlahnya mencapai belasan kios. Disepanjang perjalanan saya dimanjakan dengan suasana perbukitan dan hutan lindung yang sangat asri. Hamparan hijau dikiri dan kanan jalan menjadikan perjalanan saya semakin menyenangkan. Setelah menempuh beberapa kilo meter perjalanan, akhirnya saya sampai di Jembatan 1, Jembatan ini dibangun pada tahun 2000 Tujuan dibuatnya jembatan&lt;br /&gt;ini ialah sebagai sarana penghubung antara Pulau Batam dengan pulau-pulau kecil yang berada di sekitarnya guna memperlancar aktifitas masyarakat dari satu Pulau ke Pulau yang lain yang merupakan masih wilayah Kepulauan Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat di sepanjang bibir jalan telah banyak masyarakat Batam yang juga berkunjung disini sejak tadi. Beberapa di antara mereka datang ke tempat ini bersama keluarga, teman, kerabat, dan pasangan mereka untuk menyaksikan indahnya pemandangan laut disore hari dari jembatan ini. Merasa tempat ini telah terlampau dipadati pengunjung, Saya pun melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat yang lebih lapang guna melepas kepenatan. Sedikit melewati pertengahan jembatan, saya menghentikan pencarian, agaknya di tempat ini pemandanganya lebih indah. Setelah memarkir roda dua saya di tempat yang aman, saya mulai beranjak mendekat ke tepi jembatan. Hari semakin senja, lingkaran waktu di pergelangan telah menunjukkan angka 6. Sembari melepas penat, saya menengadahkan pandangan ke langit, melihat bentangan jingga yang begitu indah. Sedikit menekuk mata ke bawah hamparan pemandangan laut kian membuat diri ini tersenyum kagum akan keindahan Maha Karya Sang Pencipta yang tiada bandingannya. Ketika menoleh ke sisi lain, mata ini pun terpukau oleh lingkaran kemerahan yang perlahan terbenam di sebelah barat. Tak lama kemudian langit pun berubah gelap, warna jingga itu kini berubah hitam pekat yang bartabur kemilau-kemilau kecil dari pijaran bintang malam.&lt;br /&gt;Inilah, keunikan tersendiri yang dimiliki oleh Pulau Batam….. 1 kesalahan besar jika anda yang datang ke Batam tidak mengunjungi tempat ini….. (weh…. saya…. benar - benar makin cantik di bawah naungan&lt;br /&gt;sunset….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;TAMAN INTERNET&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAwMEn6rVI/AAAAAAAAAQI/C50W-eJA9Vo/s1600-h/tamaninternet.png"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAwMEn6rVI/AAAAAAAAAQI/C50W-eJA9Vo/s320/tamaninternet.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377350939038100818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPEEDY akses Cepat Internet.&lt;br /&gt;Kemajuan ilmu pengetahuan di dunia Informasi dan Teknologi ( IT ) dewasa ini sangatlah berkembang pesat, sudah tak terhitung berapa banyak inovasi dan penemuan - penemuan baru di bidang IT. Salah satu yang paling pesar kemajuannya ialah teknologi didunia maya atau yang lebih kita kenal dengan Internet. Banyak hal-hal baru yang kita temui dengan menjelajah internet. Kita bisa mendapatkan informasi dari berbagaipenjuru dunia tanpa harus berada disana. &lt;br /&gt;Sebagai salah satu promo program Speedy oleh Telkom, penyedia layanan telekomunikasi ini membangun sebuah Taman Internet Speedy. Taman Internet ini menggunakan fasilitas WiFi dalam koniksifitasnya.&lt;br /&gt;Telkom Speedy menawarkan akses kecepatan tinggi dalam menjelajah dunia maya, sehingga anda tidak kecewa oleh lambannya koneksi internet seperti beberapa produk serupa oleh operator komunikasi yang lain. Fasilitas HotSpot ini bisa anda nikmati tanpa harus mengeluarkan biaya alias gratis.&lt;br /&gt;Cukup datang dengan membawa laptop kesana, anda sudah bisa menikmati layanan akses Internet dengan kecepatan tinggi sampai 1042 kbps.&lt;br /&gt;Salah satu Taman Internet yang di miliki Telkom berada di Tiban Center. Jadi untuk anda yang bermukim di sekitaran wilayah Tiban, anda bisa datang ke kompleks Pertokoan Tiban Center, yang berada persis di depan perumahan Tiban Ayu di samping pemukiman Tiban Kampung. Taman ini dibangun diatas lahan yang berada dalam jalur hijau komplek pertokoan tersebut, letak persisnya tidak jauh dari Pos Polisi Tiban Center. Kebanyakan pengguna layanan gratisan ini ialah para pelajar dan mahasiswa, hanya beberapa yang berasal dari kalangan masyarakat umum. Beberapa diantara mereka memanfaatkan fasilitas ini untuk mendapatkan informasi - informasi yang mereka butuhkan. Selain itu ada juga yang memanfaatkannya sebagai sarana penghubung dengan kerabat-kerabat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;LIVE MUSIC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A-Mild Live Soundrenaline, akhirnya mampir juga di Batam. di Batam, perhelatan musik akbar tahunan dari A-Mild dengan co-sponsor Simpati Telkomsel, digelar di lap. parkir Stadion Temenggung Abdul Jamal (TAJ) dan di Panggung Ocarina. Kesempatan ini di Batam digunakan juga utk launching program pariwisata "Visit Batam 2010".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajaran artis papan atas turut meramaikan acara di Batam, ada Afgan, Aura Kasih, Astrid, The Rock, Dewa, Magneto - jawara A-Mild sound sensation(?) dari Makassar, Melly, Mulan, Repvblik, Samsons, Titans, Ungu dan masih banyak artis lain.&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;Masih banyak even di selenggarakan di Batam. Kalo ingin mengetahui acara apa saja di Batam klik aja link ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://batamevent.com"&gt;http://www.batamevent.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOTEL DI BATAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Hotel Alamat Dan Nomor Telepon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT AFP DWILESTARI&lt;br /&gt;Jl Hang Lekiu BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL BAHARI&lt;br /&gt;Pert Nagoya Square Bl D/99-100 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL BATAM STAR&lt;br /&gt;Pert Nagoya Square Bl C/64-68 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BOUGENVILLE WISMA&lt;br /&gt;Nagoya Business Centre Bl II/28-29 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL GAJAH MADA&lt;br /&gt;Jl Raden Patah Ngenang BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL GAMA&lt;br /&gt;Kompl Bumi Indah Bl I/54-55 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL GITA WISATA&lt;br /&gt;Jl Gn Bromo BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL HALO BATAM&lt;br /&gt;Kompl Bumi Indah Bl V/34 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL HARBOUR BAY AMIR&lt;br /&gt;Jl Duyung BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL HARRIS RESORT&lt;br /&gt;Hotel Harris Kompl Water Front City BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT HILL TOP&lt;br /&gt;Jl Ir Sutami 8 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL I&lt;br /&gt;Jl Teuku Umar I BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT HOTEL INDAH&lt;br /&gt;Jl Teratai Bl V/1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOTEL INTAN&lt;br /&gt;Kompl Penuin Centre Bl D/14-15 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL ISTANA BATAM&lt;br /&gt;Business Centre Bl VI/7-8 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT JODOH ARDHI MUSTIKA&lt;br /&gt;Kompl Tanjung Pantun BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT KARYA PRIMA PUTRA MANDIRI&lt;br /&gt;Kompl Nagoya Garden Bl E/1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT KTM INDONESIA&lt;br /&gt;Jl Kol Sugiono 20151 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL LAY LAY MUTIARA&lt;br /&gt;Pert Nagoya Square Bl C/72-74 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOTEL MEGA&lt;br /&gt;Nagoya Business Centre Bl II/16-20 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL MELIA PANORAMA&lt;br /&gt;Kompl Tanjung Pantun BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT MITRA PETALA NUSANTARA&lt;br /&gt;Jl Duyung BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MUTIARA BATAM INN&lt;br /&gt;Jl Teuku Umar Bl C/2 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL NAGOYA PLASA&lt;br /&gt;Jl Imam Bonjol Lubuk Baja BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT HOTEL NAGOYA&lt;br /&gt;Jl Imam Bonjol Lubuk Baja BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVOTEL BATAM&lt;br /&gt;Jl Duyung 1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT NUANSA BARU 899&lt;br /&gt;Kompl Nagoya Square Bl D/89 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL ORION&lt;br /&gt;Kompl Nagoya Garden Bl E/1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL OZON INTERNATIONAL&lt;br /&gt;Kompl Penuin Centre Bl H/1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL PENUIN&lt;br /&gt;Ruko Penuin Centre Bl L/11 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL PLANET HOLIDAY&lt;br /&gt;Jl Raja Ali Haji Hotel Planet Holiday BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PURAJAYA BEACH RESORT BATAM&lt;br /&gt;Jl Hang Lekiu BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL RAMA&lt;br /&gt;Kompl Lumbung Rejeki Bl A/6 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT RASHINTA BATAMA&lt;br /&gt;Kompl Bukit Mas Housing BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL ROMANCE&lt;br /&gt;Ruko Dian Center Bl B/9 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL SAN SAN&lt;br /&gt;Kompl Psr Baloi Bl C/4 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL SEKAWAN&lt;br /&gt;Jl Raden Patah Kompl Nagoya Point Bl JJ/7-8-9 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SIJORI RESORT&lt;br /&gt;Jl Ir Sutami 6 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL SINGAPURA&lt;br /&gt;Kompl Tanjung Pantun Bl U/10-1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT HOTEL NAGOYA&lt;br /&gt;Jl Imam Bonjol Lubuk Baja BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;NOVOTEL BATAM&lt;br /&gt;Jl Duyung 1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT NUANSA BARU 899&lt;br /&gt;Kompl Nagoya Square Bl D/89 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL ORION&lt;br /&gt;Kompl Nagoya Garden Bl E/1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL OZON INTERNATIONAL&lt;br /&gt;Kompl Penuin Centre Bl H/1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL PENUIN&lt;br /&gt;Ruko Penuin Centre Bl L/11 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL PLANET HOLIDAY&lt;br /&gt;Jl Raja Ali Haji Hotel Planet Holiday BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PURAJAYA BEACH RESORT BATAM&lt;br /&gt;Jl Hang Lekiu BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL RAMA&lt;br /&gt;Kompl Lumbung Rejeki Bl A/6 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT RASHINTA BATAMA&lt;br /&gt;Kompl Bukit Mas Housing BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL ROMANCE&lt;br /&gt;Ruko Dian Center Bl B/9 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL SAN SAN&lt;br /&gt;Kompl Psr Baloi Bl C/4 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL SEKAWAN&lt;br /&gt;Jl Raden Patah Kompl Nagoya Point Bl JJ/7-8-9 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SIJORI RESORT&lt;br /&gt;Jl Ir Sutami 6 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL SINGAPURA&lt;br /&gt;Kompl Tanjung Pantun Bl U/10-1 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL TERATAI MAS&lt;br /&gt;Kompl Windsor Square Bl B/15 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT TIRTA UTAMA RIANA INDAH&lt;br /&gt;Jl Hang Lekiu Turi Beach Resort BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL TURI BEACH RESORT&lt;br /&gt;Jl Hang Lekiu Turi Beach Resort BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOTEL WISATAMA&lt;br /&gt;Kompl Tanjung Pantun Bl B-M/2 BATAM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8005615498329491701?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8005615498329491701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/09/pesona-pulau-batam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8005615498329491701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8005615498329491701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/09/pesona-pulau-batam.html' title='PESONA PULAU BATAM'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SqAsG8xrUWI/AAAAAAAAAPg/In-c5ekTGNo/s72-c/COASTARINA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8362410243498846134</id><published>2009-08-24T03:07:00.011+07:00</published><updated>2009-08-24T03:26:21.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>KETAWANG...OH KETAWANG</title><content type='html'>Pantai Ketawang yang eksotik...&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGj-piBYyI/AAAAAAAAANw/jp0nrasQWNc/s1600-h/IMG-0068.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGj-piBYyI/AAAAAAAAANw/jp0nrasQWNc/s320/IMG-0068.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373256127125480226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGiSyJ4x9I/AAAAAAAAANo/zi4tpVwWuT4/s1600-h/IMG-0450.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGiSyJ4x9I/AAAAAAAAANo/zi4tpVwWuT4/s320/IMG-0450.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373254274014300114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGkTYqceuI/AAAAAAAAAOA/cUiFD1KscqQ/s1600-h/IMG-0445.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGkTYqceuI/AAAAAAAAAOA/cUiFD1KscqQ/s320/IMG-0445.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373256483374660322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGkvmfXo1I/AAAAAAAAAOQ/gHcIfbkPWLY/s1600-h/IMG-0422.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGkvmfXo1I/AAAAAAAAAOQ/gHcIfbkPWLY/s320/IMG-0422.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373256968122639186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGk_1Bwm7I/AAAAAAAAAOY/QgcyV5PX-jY/s1600-h/IMG-0067.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGk_1Bwm7I/AAAAAAAAAOY/QgcyV5PX-jY/s320/IMG-0067.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373257246902885298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGlLRv45LI/AAAAAAAAAOg/x5o8xOspoEk/s1600-h/dawet.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGlLRv45LI/AAAAAAAAAOg/x5o8xOspoEk/s320/dawet.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373257443591120050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8362410243498846134?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8362410243498846134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/ketawangoh-ketawang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8362410243498846134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8362410243498846134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/ketawangoh-ketawang.html' title='KETAWANG...OH KETAWANG'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SpGj-piBYyI/AAAAAAAAANw/jp0nrasQWNc/s72-c/IMG-0068.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3170369816453575026</id><published>2009-08-14T21:35:00.002+07:00</published><updated>2009-08-14T22:10:25.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>KARANG LUAS, BRUNO, KEPIL, PURWOREJO, KEMIRI ( CURUG MUNCAR/PANCAR &amp; CURUG BRUNO)</title><content type='html'>Foto-foto sebagai obat rindu teman-teman yang dirantau....&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;object width="350" height="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www2.skyalbum.com/album2/2009/200906/20090613/bundadanananda/4a857d4420e/curug_kemiri.swf"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www2.skyalbum.com/album2/2009/200906/20090613/bundadanananda/4a857d4420e/curug_kemiri.swf" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="350" height="300"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Mudah-mudahan foto-foto diatas sedikit memuaskan rasa rindu teman-teman dirantau yang semasa mudik tidak mempunyai kesempatan untuk menikmati kenangan lama.(Gambar disunting dari adiou812.multiply.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3170369816453575026?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3170369816453575026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/karang-luas-bruno-kepil-purworejo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3170369816453575026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3170369816453575026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/karang-luas-bruno-kepil-purworejo.html' title='KARANG LUAS, BRUNO, KEPIL, PURWOREJO, KEMIRI ( CURUG MUNCAR/PANCAR &amp; CURUG BRUNO)'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-4048436984017435209</id><published>2009-08-05T01:35:00.005+07:00</published><updated>2009-08-05T01:58:41.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>MISTERI PERAYAAN SYABANAN DI JEMBATAN BANJARSARI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SniExu-NHyI/AAAAAAAAANY/w0EZLzeakEU/s1600-h/JEMBATAN+KALI+JALI.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 182px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SniExu-NHyI/AAAAAAAAANY/w0EZLzeakEU/s320/JEMBATAN+KALI+JALI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366184945969340194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Jembatan kali Jali di ruas jalan Purworejo-Karang Duwur, nampak biasa-biasa saja, layaknya jembatan pada umumnya. Jembatan yang dibangun di jaman pemerintah Kolonial Belanda, telah direhab pada tahun 1986, akibat patah tidak mampu menahan beban truk tronton yang dipenuhi semen. &lt;span class="fullpost"&gt; Jembatan ini membentang di perbatasan Desa Winong Lor Kecamatan Gebang dengan Desa Winong Kecamatan Kemiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Namun pada sat-saat tertentu, ternyata lokasi tersebut bagaikan magnit, mempunyai daya tarik tersendiri. Bagi orang luar daerah, akan dibuat penasaran suatu saat melihat perayaan masyarakat sekitar, yang dikenal dengan syabanan. Pada perayaan tersebut, jalan akan macet sepanjang sekitar 200 m, dari sisi barat hingga sisi timur jembatan. Kemacetan disebabkan di kanan kiri jalan dipenuhi penjual makanan dan dijejali manusia. Perayaan tesebut dilaksanakan selama dua hari, bertepatan setiap tanggal 15-16 Sya’ban (kalender Islam).&lt;br /&gt;            Sejak kapan tradisi seperti itu dilaksanakan, masyarakat sekitar tidak ada yang tahu. Mereka umumnya mengetahui dari tradisi secara turun temurun, sejak puluhan tahun, bahkan ratusan tahun lalu. Hal ini mungkin hampir identik dengan pasar senggol di wilayah pantura. Tapi bagi masyarakat agar jangan tergesa-gesa menyimpulkan kegiatan tesebut identik dengan kemesumen dan kemaksiatan. Bila anda berpikir seperti itu sangat keliru, sebab perayaan di lokasi tersebut tidak dijumpai adanya dua hal itu.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Lalu apa aktifitas yang dilakukan masyarakat setempat? Mereka hanya sekedar jalan-jalan, kemudian jajan lalu pulang. Namun keramaian berlangsung sejak sore hingga dini hari. Masyarakat sekitar lokasi sangatlah Islami. Mereka merayakan setelah pulang dari masjid untuk melakukan Sholat Nifsu Sya’ban.&lt;br /&gt;             Di era sebelum tahun 80 an, saat pemberantasan perjudian belum seketat sekarang, saat perayaan di sekitar lokasi tersebut penuhi perjudian. Namun sekarang tidak akan dijumpai hal tersebut. Demikian juga kesan mesum, tidak akan bisa dijumpai.&lt;br /&gt;             Dibalik itu, ternyata ada sebuah cerita rakyat (legenda) yang melatar belakangi perayaan tersebut. Namun legenda tersebut, belum banyak masyarakat yang mengetahui secara runtut. Ada masyarakat umumnya mempunyai cerita, bila mandi di sungai tersebut pada peryaan syaban, akan awet muda, cepat dapat jodoh dan lain-lain.&lt;br /&gt;             Seperti dituturkan kembali oleh Bahrain (59), salah satu warga Dusun Pakuncen, Desa Sutoragan Kecmatan Kemiri, yang tidak jauh dari lokasi tesebut. Ia mengutip dari cerita ayahnya yang diberikan kepadanya. Cerita itu tentunya tidak diketahui asal usulnya dan kebenarannya. Menurut Bahrain, ayahnya Rejo Sendol, menceritakan tradisi berdasarkan legenda tersebut, ketika kehidupan kakeknya, dan mbah buyutnya. Rejo Sendol sendiri, telah meninggal dunia dalam usia 125 tahun.&lt;br /&gt;              Konon, disalah satu desa di wilayah pesisir selatan Purworejo, hiduplah seorang janda tua bersama enam putrinya. Desanya bernama Awu-Awulangit. Disaat usia yang senja, keenam putrinya sudah berumur, yang semestinya sudah layak berumah tangga, namun kesemuanya belum ada tanda-tanda akan berkeluarga. Sehingga dia gelisah, lantaran uisa semakin tua, sementara keenam anaknya belum satupun yang menenukan jodoh.&lt;br /&gt;             Didorong raya kekawatiran jangan sampai terlambat berkeluarga, akhirnya si janda tersebut datang kepada orang pintar (sebut saja dukun). Oleh sang dukun, disarankan agar anaknya di mandikan di kali Jali, tepatnya di atas jembatan Banjarsari, bertepatan tanggal 15 Sya’ban. Menurutnya daerah tersebut, dahulu oleh masyarakat luas dikenal Banjarsari.&lt;br /&gt;              Singkat cerita, saat hari yang ditentukan, si janda membawa anaknya dua, untuk mandi di lokasi yang dimaksud. Ternyata dalam kurun satu tahun tersebut, dua anak tersebut menemukan jodoh. Kemudian tahun berikutnya membawa lagi dua orang anaknya, lagi-lagi pada kurun waktu satu tahun tersebut kedua anaknya juga berkeluarga lagi. Tahun berikutnya ia membawa anaknya yang nomor 5 dan 6, untuk dimandikan di lokasi tersebut. Ternyata tak lama kemudian juga menemukan jodoh lagi.&lt;br /&gt;             Kabar tersebut cepat berkembang dari satu mulut ke mulut lain, sehingga di wilayah tersebut mendengar semua. Dari kejadian tersebut, akhirnya satu demi satu, tiap tanggal tersebut ada tetangga yang mengikuti jejaknya. Sehingga semakin lama, semakin banyak. &lt;br /&gt;           “Sehingga tiap tahun dijumpai keramaian, kendati belum seramai saat ini. Dari keramaian tesebut, akhirnya ada salah satu orang yang memberitahukan kepada mbah buyut saya, agar mau berjualan makan dan minuman. Ia yakin laku, karena banyak orang. Dari peristiwa itulah terus secara turun-temurun hingga sekarang menjadi keramaian di lokasi tesebut,” jelasnya.&lt;br /&gt;            Saat ini, lanjut Bahrain yang juga perangkat desa Sutoragan, ternyata masih ada yang percaya terhadap legenda tersebut. Buktinya setiap perayaan masih ada satu dua orang yang mandi. Biasanya dilakukan selepas jam 24.00, dan mereka berasal dari luar daerah, seperti Jogyakarta, Magelang dll &lt;br /&gt;             Perayaan tersebut saat ini berlangsung selama dua malam, yaitu tanggal 15 dan 16 Sya’ban, hal ini mengantisipasi perbedaan penanggalan. Ada yang berpandapat perpindahan penanggalan waktu Mahrib. Sementara pendapat lain, pergantian penanggalan terjadi tengah malam. Untuk mengantisipasi hal perbedaan tersebut, maka perayaan dilaksanakan selama dua hari.&lt;br /&gt;            Masyarakat sekitar tidak ada tanggapan yang kontra terhadp perayaan tersebut, kendati lingkunganya sangat Islami. Mereka bisa menerima, karena dinilai jauh dari indikasi musrik ataupun maksiat. Bahkan keberadaannya memberi peluang bagi mereka, untuk berjualan makanan.&lt;br /&gt;           “Anehnya penjual makanan laku semua, kendati banyak jumlahnya. Jangankan di musim kemarau, dalam kondisi hujan pun mereka tetap laku. Namun sekarang di hari kedua, sudah agak berkurang, karena semenjak tahun 90 an, bersamaan Ponpes An Nawawi Berjan menyelenggarakan khoul. Banyak warga masyarakat baik sekitar lokasi maupun dari daerah lain mengikuti khoul di Berjan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-4048436984017435209?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/4048436984017435209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/misteri-perayaan-syabanan-di-jembatan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/4048436984017435209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/4048436984017435209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/misteri-perayaan-syabanan-di-jembatan.html' title='MISTERI PERAYAAN SYABANAN DI JEMBATAN BANJARSARI'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SniExu-NHyI/AAAAAAAAANY/w0EZLzeakEU/s72-c/JEMBATAN+KALI+JALI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1675070648324284596</id><published>2009-08-05T01:16:00.002+07:00</published><updated>2009-08-05T01:21:10.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>KELURAHAN DAN KECAMATAN SE KAB. PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Snh7g6YHliI/AAAAAAAAAMo/Sv1FwQJl8FQ/s1600-h/sketsa-kabupaten-purworejo+new.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Snh7g6YHliI/AAAAAAAAAMo/Sv1FwQJl8FQ/s320/sketsa-kabupaten-purworejo+new.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366174761368393250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti wilayah Indonesia , sebagian besar wilayah pembentuk kabupaten Purworejo adalah pedesaan. Pedesaan tersebut menjadi sentra – sentra agronomi yang juga merupakan tulang punggung perekonomian rakyat. &lt;span class="fullpost"&gt; Dengan variasi dataran tinggi dan dataran rendah wilayah – wilayah tersebut membentuk karakteristik yang unik dalam pola cocok tanam warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pedesaan namun bukan berarti wilayah tersebut tidak tersentuh modernisasi maupun pembangunan infrastruktur dalam skalanya masing – masing . Jalan beraspal dan listrik pedesaan telah menyebar secara luas ke penjuru pelosok adalah salah satu contoh geliat pembangunan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersumber dari Wikipedia Indonesia, berikut adalah desa &amp; kelurahan yang berada di Kabupaten Purworejo. Beberapa desa sudah ditulis secara detail seperti Desa Wingko Tinumpuk , Desa Pasaranom , Desa Bulus .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda pernah mendengar nama desa / kelurahan di Kabupaten Purworejo atau ingin berkunjung namun belum tahu ada disebelah mana , data berikut semoga membantu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Bagelen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bagelen&lt;br /&gt;2. Bapangsari&lt;br /&gt;3. Bugel&lt;br /&gt;4. Clapar&lt;br /&gt;5. Dadirejo&lt;br /&gt;6. Durensari&lt;br /&gt;7. Hargorojo&lt;br /&gt;8. Kalirejo&lt;br /&gt;9. Kemanukan&lt;br /&gt;10. Krendetan&lt;br /&gt;11. Piji&lt;br /&gt;12. Semagung&lt;br /&gt;13. Semono&lt;br /&gt;14. Soko&lt;br /&gt;15. Sokoagung&lt;br /&gt;16. Somorejo&lt;br /&gt;17. Tlogokotes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Banyuurip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bajangrejo&lt;br /&gt;2. Banyu Urip&lt;br /&gt;3. Bencorejo&lt;br /&gt;4. Boro Kulon&lt;br /&gt;5. Boro Wetan&lt;br /&gt;6. Candingasinan&lt;br /&gt;7. Candisari&lt;br /&gt;8. Cengkawakrejo&lt;br /&gt;9. Condongsari&lt;br /&gt;10. Golok&lt;br /&gt;11. Kertosono&lt;br /&gt;12. Kledung Karangdalem&lt;br /&gt;13. Kledung Kradenan&lt;br /&gt;14. Kliwonan&lt;br /&gt;15. Malangrejo&lt;br /&gt;16. Pakisrejo&lt;br /&gt;17. Popongan&lt;br /&gt;18. Sawit&lt;br /&gt;19. Seborokrapyak&lt;br /&gt;20. Sokowaten&lt;br /&gt;21. Sumber Sari&lt;br /&gt;22. Surorejo&lt;br /&gt;23. Tanjunganom&lt;br /&gt;24. Tegalkuning&lt;br /&gt;25. Tegalrejo&lt;br /&gt;26. Triwarno&lt;br /&gt;27. Wangunrejo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Bayan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bandung Kidul&lt;br /&gt;2. Bandungrejo&lt;br /&gt;3. Banjarejo&lt;br /&gt;4. Bayan&lt;br /&gt;5. Besole&lt;br /&gt;6. Boto Daleman&lt;br /&gt;7. Botorejo&lt;br /&gt;8. Bringin&lt;br /&gt;9. Dewi&lt;br /&gt;10. Dukuhrejo&lt;br /&gt;11. Grantung&lt;br /&gt;12. Jatingarang&lt;br /&gt;13. Jono&lt;br /&gt;14. Jrakah&lt;br /&gt;15. Kalimiru&lt;br /&gt;16. Ketiwijayan&lt;br /&gt;17. Krandegan&lt;br /&gt;18. Pekutan&lt;br /&gt;19. Pogung Juru Tengah&lt;br /&gt;20. Pogungkalangan&lt;br /&gt;21. Pogungrejo&lt;br /&gt;22. Pucang Agung&lt;br /&gt;23. Sambeng&lt;br /&gt;24. Sucenjuru Tengah&lt;br /&gt;25. Tangkisan&lt;br /&gt;26. Tanjungrejo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Bener&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bener&lt;br /&gt;2. Benowo&lt;br /&gt;3. Bleber&lt;br /&gt;4. Cacaban Kidul&lt;br /&gt;5. Cacaban Lor&lt;br /&gt;6. Guntur&lt;br /&gt;7. Jati&lt;br /&gt;8. Kali Urip&lt;br /&gt;9. Kaliboto&lt;br /&gt;10. Kalijambe&lt;br /&gt;11. Kalitapas&lt;br /&gt;12. Kaliwader&lt;br /&gt;13. Kamijoro&lt;br /&gt;14. Karang Sari&lt;br /&gt;15. Kedung Loteng&lt;br /&gt;16. Kedung Pucang&lt;br /&gt;17. Ketosari&lt;br /&gt;18. Legetan&lt;br /&gt;19. Limbangan&lt;br /&gt;20. Mayung Sari&lt;br /&gt;21. Medono&lt;br /&gt;22. Ngasinan&lt;br /&gt;23. Nglaris&lt;br /&gt;24. Pekacangan&lt;br /&gt;25. Sendangsari&lt;br /&gt;26. Sidomukti&lt;br /&gt;27. Sukowuwuh&lt;br /&gt;28. Wadas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Bruno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Blimbing&lt;br /&gt;2. Brondong&lt;br /&gt;3. Brunorejo&lt;br /&gt;4. Brunosari&lt;br /&gt;5. Cepedak&lt;br /&gt;6. Giyombong&lt;br /&gt;7. Gowong&lt;br /&gt;8. Gunung Condong&lt;br /&gt;9. Kaliwungu&lt;br /&gt;10. Kambangan&lt;br /&gt;11. Karanggedang&lt;br /&gt;12. Kemranggen&lt;br /&gt;13. Pakisarum&lt;br /&gt;14. Plipiran&lt;br /&gt;15. Puspo&lt;br /&gt;16. Somoleter&lt;br /&gt;17. Tegalsari&lt;br /&gt;18. Watuduwur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Butuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Andong&lt;br /&gt;2. Binangun&lt;br /&gt;3. Butuh&lt;br /&gt;4. Dlangu&lt;br /&gt;5. Kaliwatubumi&lt;br /&gt;6. Kaliwatukranggan&lt;br /&gt;7. Karanganom&lt;br /&gt;8. Kedungagung&lt;br /&gt;9. Kedungmulyo&lt;br /&gt;10. Kedungsari&lt;br /&gt;11. Kedungsri&lt;br /&gt;12. Ketug&lt;br /&gt;13. Klepu&lt;br /&gt;14. Kunir&lt;br /&gt;15. Kunirejo Kulon&lt;br /&gt;16. Kunirejo Wetan&lt;br /&gt;17. Langenrejo&lt;br /&gt;18. Lubang Dukuh&lt;br /&gt;19. Lubang Indangan&lt;br /&gt;20. Lubang Kidul&lt;br /&gt;21. Lubang Lor&lt;br /&gt;22. Lubang Sampang&lt;br /&gt;23. Lugu&lt;br /&gt;24. Lugurejo&lt;br /&gt;25. Mangunjayan&lt;br /&gt;26. Panggeldlanggu&lt;br /&gt;27. Polomarto&lt;br /&gt;28. Rowodadi&lt;br /&gt;29. Sidomulyo&lt;br /&gt;30. Sruwoh Dukuh&lt;br /&gt;31. Sruwohrejo&lt;br /&gt;32. Sumbersari&lt;br /&gt;33. Tamansari&lt;br /&gt;34. Tanjunganom&lt;br /&gt;35. Tegalgondo&lt;br /&gt;36. Tlogorejo&lt;br /&gt;37. Wareng&lt;br /&gt;38. Wironatan&lt;br /&gt;39. Wonodadi&lt;br /&gt;40. Wonorejo Kulon&lt;br /&gt;41. Wonorejo Wetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Gebang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bendosari&lt;br /&gt;2. Bulus&lt;br /&gt;3. Gebang&lt;br /&gt;4. Gintungan&lt;br /&gt;5. Kalitengkek&lt;br /&gt;6. Kemiri&lt;br /&gt;7. Kragilan&lt;br /&gt;8. Kroyo&lt;br /&gt;9. Lugosobo&lt;br /&gt;10. Mlaran&lt;br /&gt;11. Ngaglik&lt;br /&gt;12. Ngemplak&lt;br /&gt;13. Pakem&lt;br /&gt;14. Pelutan&lt;br /&gt;15. Penungkulan&lt;br /&gt;16. Prumben&lt;br /&gt;17. Redin&lt;br /&gt;18. Rendeng&lt;br /&gt;19. Salam&lt;br /&gt;20. Seren&lt;br /&gt;21. Sidoleren&lt;br /&gt;22. Tlogosono&lt;br /&gt;23. Winong Kidul&lt;br /&gt;24. Winong Lor&lt;br /&gt;25. Wonotopo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Grabag&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Aglik&lt;br /&gt;2. Bakurejo&lt;br /&gt;3. Banyuyoso&lt;br /&gt;4. Bendungan&lt;br /&gt;5. Dudukulon&lt;br /&gt;6. Duduwetan&lt;br /&gt;7. Dukuhdungus&lt;br /&gt;8. Grabag&lt;br /&gt;9. Harjobinangun&lt;br /&gt;10. Kalirejo&lt;br /&gt;11. Kedung Kamal&lt;br /&gt;12. Kertojayan&lt;br /&gt;13. Kese&lt;br /&gt;14. Ketawangrejo&lt;br /&gt;15. Kumpulrejo&lt;br /&gt;16. Munggangsari&lt;br /&gt;17. Nambangan&lt;br /&gt;18. Pasaranom&lt;br /&gt;19. Patutrejo&lt;br /&gt;20. Rejosari&lt;br /&gt;21. Rowodadi&lt;br /&gt;22. Roworejo&lt;br /&gt;23. Sangubanyu&lt;br /&gt;24. Sumberagung&lt;br /&gt;25. Tegalrejo&lt;br /&gt;26. Tlepok Kulon&lt;br /&gt;27. Tlepok Wetan&lt;br /&gt;28. Trimulyo&lt;br /&gt;29. Tulusrejo&lt;br /&gt;30. Tunggulrejo&lt;br /&gt;31. Ukirsari&lt;br /&gt;32. Wonoenggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Kaligesing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Donorejo&lt;br /&gt;2. Gunungwangi&lt;br /&gt;3. Hardimulyo&lt;br /&gt;4. Hulosobo&lt;br /&gt;5. Jatirejo&lt;br /&gt;6. Jelok&lt;br /&gt;7. Kaligono&lt;br /&gt;8. Kaliharjo&lt;br /&gt;9. Kedunggubah&lt;br /&gt;10. Ngadirejo&lt;br /&gt;11. Ngaran&lt;br /&gt;12. Pandanrejo&lt;br /&gt;13. Pucungroto&lt;br /&gt;14. Purbowono&lt;br /&gt;15. Somongari&lt;br /&gt;16. Somowono&lt;br /&gt;17. Sudorogo&lt;br /&gt;18. Tawangsari&lt;br /&gt;19. Tlogo Rejo&lt;br /&gt;20. Tlogobulu&lt;br /&gt;21. Tlogoguwo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Kemiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bedono Kluwung&lt;br /&gt;2. Bedono Pageron&lt;br /&gt;3. Dilem&lt;br /&gt;4. Gedong&lt;br /&gt;5. Gesikan&lt;br /&gt;6. Girijoyo&lt;br /&gt;7. Girimulyo&lt;br /&gt;8. Gunungteges&lt;br /&gt;9. Jatiwangsan&lt;br /&gt;10. Kaliglagah&lt;br /&gt;11. Kalimeneng&lt;br /&gt;12. Kaliurip&lt;br /&gt;13. Kapiteran&lt;br /&gt;14. Karangduwur (Bedono)&lt;br /&gt;15. Karangluas&lt;br /&gt;16. Kedung Pomahan Kulon&lt;br /&gt;17. Kedung Pomahan Wetan&lt;br /&gt;18. Kedunglo&lt;br /&gt;19. Kemiri Kidul&lt;br /&gt;20. Kemiri Lor&lt;br /&gt;21. Kerep&lt;br /&gt;22. Kroyo Kulon&lt;br /&gt;23. Kroyo Lor&lt;br /&gt;24. Loning&lt;br /&gt;25. Paitan&lt;br /&gt;26. Purbayan&lt;br /&gt;27. Rebug&lt;br /&gt;28. Rejosari&lt;br /&gt;29. Rejowinangun&lt;br /&gt;30. Rowobayem&lt;br /&gt;31. Samping&lt;br /&gt;32. Sidodadi&lt;br /&gt;33. Sokogelap&lt;br /&gt;34. Sutoragan&lt;br /&gt;35. Turus&lt;br /&gt;36. Waled&lt;br /&gt;37. Wanurojo&lt;br /&gt;38. Winong&lt;br /&gt;39. Wonosari&lt;br /&gt;40. Wonosuko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Kutoarjo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bandung&lt;br /&gt;2. Bayem&lt;br /&gt;3. Kaligesing&lt;br /&gt;4. Karangrejo&lt;br /&gt;5. Karangwuluh&lt;br /&gt;6. Katerban&lt;br /&gt;7. Kebondalem&lt;br /&gt;8. Kemadu Lor&lt;br /&gt;9. Kepuh&lt;br /&gt;10. Kiyangkongrejo&lt;br /&gt;11. Kutoarjo&lt;br /&gt;12. Kuwurejo&lt;br /&gt;13. Majir&lt;br /&gt;14. Pacor&lt;br /&gt;15. Pringgowijayan&lt;br /&gt;16. Purwosari&lt;br /&gt;17. Semawung Daleman&lt;br /&gt;18. Semawung Kembaran&lt;br /&gt;19. Sidarum&lt;br /&gt;20. Sokoharjo&lt;br /&gt;21. Suren&lt;br /&gt;22. Tepus Kulon&lt;br /&gt;23. Tepus Wetan&lt;br /&gt;24. Tunggorono&lt;br /&gt;25. Tuntungpahit&lt;br /&gt;26. Tursino&lt;br /&gt;27. Wirun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Loano&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Banyuasin Kembaran&lt;br /&gt;2. Banyuasin Separe&lt;br /&gt;3. Guyangan&lt;br /&gt;4. Jetis&lt;br /&gt;5. Kali Glagah&lt;br /&gt;6. Kalikalong&lt;br /&gt;7. Kalinongko&lt;br /&gt;8. Kalisemo&lt;br /&gt;9. Karangrejo&lt;br /&gt;10. Kebongunung&lt;br /&gt;11. Kedungpoh&lt;br /&gt;12. Kemejing&lt;br /&gt;13. Loano&lt;br /&gt;14. Maron&lt;br /&gt;15. Mudalrejo&lt;br /&gt;16. Ngargosari&lt;br /&gt;17. Rimun&lt;br /&gt;18. Sedayu&lt;br /&gt;19. Tepansari&lt;br /&gt;20. Tridadi&lt;br /&gt;21. Trirejo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Ngombol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Awuawu&lt;br /&gt;2. Bojong&lt;br /&gt;3. Briyan&lt;br /&gt;4. Candi&lt;br /&gt;5. Cokroyasan&lt;br /&gt;6. Curug&lt;br /&gt;7. Depokrejo&lt;br /&gt;8. Girirejo&lt;br /&gt;9. Jeruken&lt;br /&gt;10. Jombang&lt;br /&gt;11. Joso&lt;br /&gt;12. Kalitanjung&lt;br /&gt;13. Kaliwungu Kidul&lt;br /&gt;14. Kaliwungu Lor&lt;br /&gt;15. Karangtalun&lt;br /&gt;16. Keburuhan&lt;br /&gt;17. Kedondong&lt;br /&gt;18. Kembangkuning&lt;br /&gt;19. Kesidan&lt;br /&gt;20. Klandaran&lt;br /&gt;21. Kumpulsari&lt;br /&gt;22. Kuwukan&lt;br /&gt;23. Laban&lt;br /&gt;24. Malang&lt;br /&gt;25. Mendiro&lt;br /&gt;26. Ngentak&lt;br /&gt;27. Ngombol&lt;br /&gt;28. Pagak&lt;br /&gt;29. Pejagran&lt;br /&gt;30. Piyono&lt;br /&gt;31. Pulutan&lt;br /&gt;32. Rasukan&lt;br /&gt;33. Ringgit&lt;br /&gt;34. Seboro Pasar&lt;br /&gt;35. Secang&lt;br /&gt;36. Singkil Kulon&lt;br /&gt;37. Singkil Wetan&lt;br /&gt;38. Sruwoh&lt;br /&gt;39. Sumberejo&lt;br /&gt;40. Susuk&lt;br /&gt;41. Tanjung&lt;br /&gt;42. Tanjungrejo&lt;br /&gt;43. Tumenggungan&lt;br /&gt;44. Tunjungan&lt;br /&gt;45. Walikoro&lt;br /&gt;46. Wasiat&lt;br /&gt;47. Wero&lt;br /&gt;48. Wingko Sanggrahan&lt;br /&gt;49. Wingko Sigromulyo&lt;br /&gt;50. Wingko Tinumpuk&lt;br /&gt;51. Wingkoharjo&lt;br /&gt;52. Wingkomulyo&lt;br /&gt;53. Wonoboyo&lt;br /&gt;54. Wonoroto&lt;br /&gt;55. Wonosari&lt;br /&gt;56. Wonosri&lt;br /&gt;57. Wunut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Pituruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Blekatuk&lt;br /&gt;2. Brengkol&lt;br /&gt;3. Dlisen Kulon&lt;br /&gt;4. Dlisen Wetan&lt;br /&gt;5. Girigondo&lt;br /&gt;6. Gumawangrejo&lt;br /&gt;7. Kaligintung&lt;br /&gt;8. Kaligondang&lt;br /&gt;9. Kalijering&lt;br /&gt;10. Kalikotes&lt;br /&gt;11. Kalimati&lt;br /&gt;12. Karanganyar&lt;br /&gt;13. Karanggetas&lt;br /&gt;14. Keburusan&lt;br /&gt;15. Kedung Batur&lt;br /&gt;16. Kembangkuning&lt;br /&gt;17. Kendalrejo&lt;br /&gt;18. Kesawen&lt;br /&gt;19. Luweng Kidul&lt;br /&gt;20. Luweng Lor&lt;br /&gt;21. Megulung Kidul&lt;br /&gt;22. Megulung Lor&lt;br /&gt;23. Ngampel&lt;br /&gt;24. Ngandagan&lt;br /&gt;25. Pamriyan&lt;br /&gt;26. Pangkalan&lt;br /&gt;27. Pekacangan&lt;br /&gt;28. Pepe&lt;br /&gt;29. Petuguran&lt;br /&gt;30. Pituruh&lt;br /&gt;31. Polowangi&lt;br /&gt;32. Prapag Kidul&lt;br /&gt;33. Prapag Lor&lt;br /&gt;34. Prigelan&lt;br /&gt;35. Sambeng&lt;br /&gt;36. Sawangan&lt;br /&gt;37. Sekartejo&lt;br /&gt;38. Semampir&lt;br /&gt;39. Sikambang&lt;br /&gt;40. Somogede&lt;br /&gt;41. Sumber&lt;br /&gt;42. Tapen&lt;br /&gt;43. Tasikmadu&lt;br /&gt;44. Tersidi Kidul&lt;br /&gt;45. Tersidi Lor&lt;br /&gt;46. Tunjungtejo&lt;br /&gt;47. Waru&lt;br /&gt;48. Wonosido&lt;br /&gt;49. Wonoyoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Purwodadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Banjarsari&lt;br /&gt;2. Blendung&lt;br /&gt;3. Bongkot&lt;br /&gt;4. Bragolan&lt;br /&gt;5. Brondongrejo&lt;br /&gt;6. Bubutan&lt;br /&gt;7. Gedangan&lt;br /&gt;8. Geparang&lt;br /&gt;9. Gesing&lt;br /&gt;10. Guyangan&lt;br /&gt;11. Jatikontal&lt;br /&gt;12. Jatimalang&lt;br /&gt;13. Jenar Kidul&lt;br /&gt;14. Jenar Lor&lt;br /&gt;15. Jenar Wetan&lt;br /&gt;16. Jogoboyo&lt;br /&gt;17. Jogoresan&lt;br /&gt;18. Karanganyar&lt;br /&gt;19. Karangmulyo&lt;br /&gt;20. Karangsari&lt;br /&gt;21. Kebonsari&lt;br /&gt;22. Keduren&lt;br /&gt;23. Kentengrejo&lt;br /&gt;24. Keponggok&lt;br /&gt;25. Kesugihan&lt;br /&gt;26. Ketangi&lt;br /&gt;27. Nampu&lt;br /&gt;28. Nampurejo&lt;br /&gt;29. Plandi&lt;br /&gt;30. Pundensari&lt;br /&gt;31. Purwodadi&lt;br /&gt;32. Purwosari&lt;br /&gt;33. Sendangsari&lt;br /&gt;34. Sidoharjo&lt;br /&gt;35. Sukomanah&lt;br /&gt;36. Sumberejo&lt;br /&gt;37. Sumbersari&lt;br /&gt;38. Tegalaren&lt;br /&gt;39. Tlogorejo&lt;br /&gt;40. Watukuro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desa/Kelurahan di Kecamatan Purworejo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Baledono&lt;br /&gt;2. Brenggong&lt;br /&gt;3. Cangkrep Kidul&lt;br /&gt;4. Cangkrep Lor&lt;br /&gt;5. Donorati&lt;br /&gt;6. Doplang&lt;br /&gt;7. Ganggeng&lt;br /&gt;8. Kedung Sari&lt;br /&gt;9. Keseneng&lt;br /&gt;10. Mranti&lt;br /&gt;11. Mudal&lt;br /&gt;12. Pacekelan&lt;br /&gt;13. Paduroso&lt;br /&gt;14. Pangenjuru Tengah&lt;br /&gt;15. Pangenrejo&lt;br /&gt;16. Plipir&lt;br /&gt;17. Purworejo&lt;br /&gt;18. Semawung&lt;br /&gt;19. Sido Mulyo&lt;br /&gt;20. Sidorejo&lt;br /&gt;21. Sindurjan&lt;br /&gt;22. Sudimoro&lt;br /&gt;23. Tambakrejo&lt;br /&gt;24. Wonoroto&lt;br /&gt;25. Wonotulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1675070648324284596?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1675070648324284596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/kelurahan-dan-kecamatan-se-kab.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1675070648324284596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1675070648324284596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/kelurahan-dan-kecamatan-se-kab.html' title='KELURAHAN DAN KECAMATAN SE KAB. PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Snh7g6YHliI/AAAAAAAAAMo/Sv1FwQJl8FQ/s72-c/sketsa-kabupaten-purworejo+new.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8776999381091989202</id><published>2009-08-04T23:53:00.009+07:00</published><updated>2009-08-05T00:55:57.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>SELAYANG PANDANG</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;object height="200" width="180"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www2.skyalbum.com/album2/2009/200906/20090613/bundadanananda/4a786fde218/my_documents.swf"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www2.skyalbum.com/album2/2009/200906/20090613/bundadanananda/4a786fde218/my_documents.swf" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="160" width="180"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PESONA MASJID RAYA BATAM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Data Masjid&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Luas Lahan :                                 &lt;div align="right"&gt;     ± 75.000 m2&lt;/div&gt;2. Besaran ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; a. Ruang shalat dan mezanin                       &lt;div align="right"&gt;   2.515,00 m2&lt;/div&gt;b. Ruang wudhu pria                                &lt;div align="right"&gt;        506,70 m2&lt;/div&gt;c. Ruang wudhu wanita                              &lt;div align="right"&gt;     178,10 m2&lt;/div&gt;d. Ruang simpan sepatu                             &lt;div align="right"&gt;         39,96 m2&lt;/div&gt;------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;                                               &lt;div align="right"&gt;  3.239,76 m2&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;e. Ruang kegiatan (lantai dasar)                   &lt;div align="right"&gt;   2.190,24 m2&lt;/div&gt;f.  Menara tinggi 66 m dengan luas                  &lt;div align="right"&gt;      9,00 m2&lt;/div&gt;g. Selasar penghubung                               &lt;div align="right"&gt;  1.270,00 m2&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kapasitas di dalam Masjid ± 3.500 jamaah &amp;amp; Kapasitas di luar Masjid ± 15.000 jamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Filosofi Bangunan Masjid&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tiga dimensi bentuk yang dirancang merupakan penggabungan dari dua bentuk dasar yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Balok bujur sangkar sebagai badan bangunan.&lt;br /&gt;2. Limas sama sisi (teriris tiga bagian) sebagai kepala bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan dipilihnya kedua bentuk dasar tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Balok Bujur Sangkar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kompak dan kokoh sehingga lebih memenuhi syarat untuk fungsi masjid dalam membentuk keimanan yang kuat.&lt;br /&gt;b. Lebih memenuhi syarat untuk bangunan bentang besar/bebas kolom, sehingga mampu menampung jamaah shalat lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Limas Sama Sisi&lt;/span&gt; (teriris tiga bagian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bentuk atap yang cocok untuk denah bangunan bujur sangkar.&lt;br /&gt;b. Mempunyai persepsi vertikalisme menuju satu titik diatas se-bagai simbol hubungan antara manusia dan Tuhannya (Habluminallah).&lt;br /&gt;c. Irisan tiga bagian merupakan simbol perjalanan hidup manusia (sebagai hamba Allah) dalam tiga alam yaitu alam rahim, dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plaza Shalat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plaza shalat berupa pelataran halaman utama Masjid, yang karena pertimbangan topografis dan arsitektural letaknya lebih tinggi dari jalan masuk. Plaza shalat diperlukan sebagai perluasan ruang masjid manakala jamaah "Meluap", atau pada acara shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang biasanya di selenggarakan di lapangan terbuka. Agar penyelenggaraan shalat sesuai dengan tuntunan agama, dibuat garis-garis shaf yang akan men-garahkan jamaah shalat dengan berbaris lurus menghadap kiblat. Lebar shaf ditentukan 120 cm. Plaza ini terdiri dari dua tingkatan yaitu plaza bawah dan plaza atas. Hal ini untuk memberikan kesempatan pada pengunjung untuk "beristirahat" sejenak sebelum naik lagi menuju masjid. Pada plaza bawah ditem-patkan kolam air mancur yang bisa juga dipakai berwudlu. Elemen lain yang dihadirkan selain kolam kolam air mancur dan tangga-tangga adalah bak-bak tanaman batu kali, lampu-lampu taman dan deretan pohon-pohon Palem Raja. Keseluruhan elemen diharapkan membuat suasana plaza shalat lebih nyaman, lebih indah dan berwibawa sebagai suatu plaza shalat masjid raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selasar Tertutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adanya selasar tertutup yaitu selasar yang beratap sebagai pembatas plaza shalat dan penanda zona transisi /semi suci sebelum masuk ke zona suci/ruang utama Masjid. Selasar tertutup ini dirancang sedemikian rupa merupakan elemen arsitektur yang cukup berarti dilihat dari segi fungsi maupun arsitektural masjid. Dipilih bahan beton bertulang untuk kolom maupun atap. Agar tidak berkesan statis, terdapat permainan irama atap yaitu atap pelat beton diselingi atap limas dari bahan transparan dengan struktur pipa besi hitam. Bahan penutup lantai adalah keramik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian utama meialui tangga utama yang langsung menghadap plaza shalat. Tangga khusus dari ruang wudlu dan untuk menuju meza-nine diekspresikan dalam bentuk "ruang tangga" yang berupa core tang¬ga yang terletak di bagian kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fasilitas Penyandang Cacat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kemudahan penyandang cacat terutama "pemakai kursi roda", disediakan ramp menuju ruang utama Masjid maupun ruang wudlhu Ramp utama yaitu menuju ruang shalat utama memakai bahan beton bertulang. Kemiringan ramp yang direncanakan adalah 1:15 atau ± 6,9%. Selain ramp disediakan pula toilet khusus baik untuk pria maupun wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fasilitas Parkir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disediakan area parkir untuk para jamaah yang menampung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan roda empat (mobil) dengan kapasitas ±158 kendaraan&lt;br /&gt;Bis dengan kapasitas ± 9 kendaraan&lt;br /&gt;Kendaraan roda dua (sepeda motor) dengan kapasitas ± 140 kendaraan.&lt;br /&gt;Kendaraan VIP dengan kapasitas ± 8 kendaraan&lt;br /&gt;Parkir di pintu utara dengan kapasitas ± 20 kendaraan roda empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plaza Kurban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyelenggaraan pemotongari hewan kurban, disediakan tempat yang permanen yang telah dilengkapi dengan tempat penampungan serta saluran air limbah darah, tiang-tiang tenda pelindung cuaca. Dengan tersedianya plaza kurban yang permanen diharapkan lingkungan masjid akan tetap bersih dan nyaman terutama pada hari-hari menjelang, pada saat dan sesuai hari Idhul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kolam Air Mancur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai antisipasi terhadap jamaah yang meluap, disediakan pula keran-keran air wudhu luar yang menjadi satu kesatuan dengan kolam air mancur. Fungsi utama kolam air mancur ini sebagai elemen estetis dan penyejuk ruang luar, terutama plaza shalat, Selain di plaza shalat, ditempatkan pula kolam air mancur berjenjang di pintu utara. Kolam ini semata-mata penanda pada pintu utara sekaligus sebagai elemen estetis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama adalah tempat menyimpan peralatan tata suara agar suara adzan dapat terdengar lebih jauh dan jelas. Dari sisi arsitektural merupakan "eye catcher" dan penanda lingkungan, karena berupa unsur vertikal yang cukup dominan dengan penempatan di sudut tapak menghadap ke pusat perempatan jalan. Tinggi menara 66 m sebagai penandaan akan 6.666 ayat dalam AI-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tata Hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup dari pekerjaan landscaping adalah menata elemen-elemen keras dan lunak pada halaman dan plaza shalat Masjid Raya Batam Centre sedemikian rupa dalam rangka mendukung kemakmuran aktifitas rutin dan berkala. Tujuan khususnya adalah untuk menciptakan suasana ruang luar agar lebih hijau, sejuk dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elemen lunak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen lunak yaitu berupa tanaman, yang dipilih adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oreodoxaregia&lt;/span&gt; (Palem Raja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini ditanam hampir di sekeliling lahan dengan tujuan sebagai bingkai penanda area masjid dan sebagai pemersatu suasana dengan area sekelilingnya yang juga sudah banyak dinamai Palem Raja. Pohon ini tertinggi dari pohon-pohon lainnya yang direncanakan ditanam, jadi paling proporsional sebagai pembingkai. Pohon ini ditanam juga di plaza shalat sebagai elemen penyejuk dan pengarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Peltophorum Pterocatpum&lt;/span&gt; (Ye/low Flame)&lt;br /&gt;3.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bougenvillea Glabra &lt;/span&gt;(Bougenville)&lt;br /&gt;4.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ixora Javanica&lt;/span&gt; (Soka Merah)&lt;br /&gt;5.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Erythrina Cristagali &lt;/span&gt;(Dadap merah)&lt;br /&gt;6.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rheodiscolor&lt;/span&gt; (Adam Hawa)&lt;br /&gt;7.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismarckia Nobilis&lt;/span&gt; (Palem Anggur)&lt;br /&gt;8.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hibiscus Rosasinensis &lt;/span&gt;(Kembang Sepatu)&lt;br /&gt;9.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Helliconia Sp &lt;/span&gt;(Pisang-pisangan) 10 Alamanda&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Collestemon Citrinus &lt;/span&gt;(Sikat Botol)&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rumput Paitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elemen Keras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkupnya adalah penataan terutama bahan penutupnya tangga, bak tanaman, plaza shalat, jalan, trotoar dan parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tangga-tangga plaza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangga-tangga plaza direncanakan sebagai elemen arsitektur untuk menuju plaza shalat. Keistimewaan tangga ini dirnensi injakannya disesuaikan dengan ruang gerak shalat, sehingga bisa digunakan untuk aktifitas shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bak-bak tanaman &lt;/span&gt;(bloembak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak tanaman memakai bahan batu kali berwarna ketabu kehi-taman, hal ini untuk memberi kesan alami dan kokoh. Berfungsi pula sebagai pengakhiran tangga dan turap penahan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Plaza shalat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plaza shalat ditutup klinker terakota yang berwarna merah bata. Garis-garis shaf memakai.bahan "paving blocks" yang dipola, dengan warna kelabu sehingga terlihat kontras dengan merah batanya klinker terakota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan yang direncanakan memakai lapisan aspal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trotoar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trotoar yang direncanakan memakai lapisan "paving blocks".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Parkir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah pelataran parkir. Bahan penutupnya adalah "grass blocks"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Visi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Mewujudkan Masjid sebagai Pusat peningkatan keimanan dan nilai-nilai Islami serta Pencerahan Intelektual bagi umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Misi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Menjadikan Masjid Raya Batam sebagai konsep dan trend masjid masa depan&lt;br /&gt;• Meningkatkan kualitas umat secara terpadu baik dalam hubungannya di masyarakat maupun dengan Allah SWT&lt;br /&gt;• Wahana pemberdayaan sumber daya umat yang berahlak karim dan meningkatkan kesejahteraan umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elemen Estetika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia cenderung menyenangi keindahan. Hal itu tidak bisa dipungkiri merupakan suatu sifat yang merupakan anugerah dari Allah SWT. Keindahan dapat diekspresikan pada seni murni maupun seni terapan. Contoh seni murni misalnya lukisan, patung, ukiran, anyaman dan seba-gainya. Sedang seni terapan adalah pakaian, bangunan, kendaraan, alat rumah tangga, dan sebagainya. Hal yang diuraikan tersebut sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, bisa dilihat dari peninggalan yang ada baik dimuseum maupun yang ada di lapangan. Begitu pula dengan Masjid Raya Batam, keindahannya akan lebih muncul lagi apabila dilengkapi dengan sentuhan-sentuhan karya seni, seperti adanya kaligrafi, lampu gantung, lampu dinding, ragam hias dan sebagainya. Tentunya benda-benda seni ini harus dirancang secara profesional, baik bentuk, ukuran, bahan yang dipakai, tampilan akhir, maupun letaknya pada bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun karya seni yang dirancang adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaligrafi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan seni menulis indah aksara arab dengan menggunakan gara kufik, mengabadikan ayat-ayat suci Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaligrafi tembaga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada bidang bawah kuncup atap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguh-nya Allah beserta orang-orang yang sabar (Al Baqarah 2: 153)&lt;br /&gt;Berdoalah kepada Tuhan dengan berendah diri dan suara yang lembut sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (Al 'Araaf 7: 5)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku ini adalah Allah. Tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan didirikanlah shalat untuk mengingat Aku (Thoha 20: 14)&lt;br /&gt;Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya karena Allah, Tuhan semesta alam (Al An'am 6: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada dinding mihrab di antara kolom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman (An Nisa 4: 10)&lt;br /&gt;Sesungguhnya  beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sembahyang (Al Muiminun 23:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bidang interior utara dan selatan : 99 sifat Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bidang antara entrance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makluk Nya): tidak mengantuk dantidak tidur. Kepunyaan Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin Nya ? Allah mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (Ayat 255, surat Al Baqarah)&lt;br /&gt;Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi kasih sayang sesama mereka; kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dan bekas sujud. Demikian sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya kursi Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min) Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh diantara mereka ampunan dan pahala yang besar (Al Fath 48 :29)&lt;br /&gt;Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nik'matnya) (An Naml 27 : 40)&lt;br /&gt;Salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang (Yaa siin 36 : 58)&lt;br /&gt;Masuklah kedalamnya dengan sejahtera lagi aman (Al Hijr 1 : 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bidang barat: 99 asma Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaligrafi kaca patri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kaligrafi ini dibentuk dari kaca patri dengan disain khusus. Produk yang di disain adalah pengisi jendela segi delapan dan ornamen diatas mihrab. Kata yang ditulis adalah Allah, Muhammad dan La liana Illallah Muhammadarasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ornamen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dibuat dari bahan tembaga. Produk yang didisain adalah penutup pengeras suara, pada balustrade cat walk dan sebagai penyempur-naan kaligrafi kuncup. Dasar acuan disain adalah pola-pola geometris Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lampu-lampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lampu gantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terbuat dari bahan tembaga dengan tinggi 7.32 m, lebar lapis I 3,41 m, lapis II 3,90 m dan lapis III 3,41 m. Memuat 48 titik lampu. Jumlah : 4 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lampu kolom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lampu kolom merupakan lampu yang ditempelkan pada kolom dan portal miring. Terbuat dari bahan tembaga ketok dan kaca patri. Dimensinya ± 80 cm x 60 cm., Bentuk mengacu pada esen-si bentuk masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tempat baca Qur'an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terbuat dari kayu dengan ornamen tembaga. Dimensi ±85x120x45 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mimbar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terbuat dari kayu dengan ornamen tembaga. Undakan berjumlah tiga buah. Meja mimbar merupakan esensi ben¬tuk atap masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8776999381091989202?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8776999381091989202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/selayang-pandang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8776999381091989202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8776999381091989202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/08/selayang-pandang.html' title='SELAYANG PANDANG'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-6509538467740658726</id><published>2009-07-27T13:47:00.003+07:00</published><updated>2009-07-27T16:53:42.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>SALAH SATU DESA DI KEMIRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sm15FUnyXtI/AAAAAAAAAMY/ezmuiB7NCX0/s1600-h/Kemiri.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sm15FUnyXtI/AAAAAAAAAMY/ezmuiB7NCX0/s320/Kemiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363075863610023634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:6;" &gt;Desa Sukogelap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa sukogelap adalah salah satu desa kecil di kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.Sukogelap terletak di dataran tinggi/dipegunungan utara kecamatan Kemiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Sukogelap berbatasan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selatan desa Wanurojo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat desa Kaliglagah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utara desa Gunungteges dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur desa Kedung Pomahan Kulon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Sukogelap saat ini di huni sekitar 200 kepala keluarga. Yang sebagaian besar warga masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan peternak.&lt;br /&gt;Fasilitas umum yang dimiliki desa Sukogelap saat ini adalah: dibidang pendidikan ada satu sekolah dasar, bidang kesehatan satu puskesmas pembantu dan sarana ibadah ada satu masjid dan beberapa musholah (maaf ga hapal musholahnya ada berapa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukogelap terletak di daerah dataran tinggi/perbukitan.&lt;br /&gt;Kondisi alam Sukogelap, sebagian besar tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk pertanian/bercocok tanam.&lt;br /&gt;mata pencaharian masyarakat sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak.&lt;br /&gt;hasil alam yang dihasilkan yaitu: ketela,kelapa, pisang,cengkeh,kapulogo,jahe,temu lawak dll.&lt;br /&gt;dari hasil beternak yaitu kambing, yang setiap menjelang hari raya kurban Sukogelap selalu mengirim ratusan kambing bahkan sampe ribuan ke daerah Jabodetabek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila saudara pernah mampir di Purworejo&lt;br /&gt;saudara pasti kenal dengan stasiun Kutoarjo/stasiun terbesar di Purworejo.&lt;br /&gt;Apabila saudara akan berkunjung ke desa kami Sukogelap, saudara tinggal ke arah utara&lt;br /&gt;kurang lebih 14-15 km. Apabila saudara sampai di kecamatan kemiri&lt;br /&gt;saudara hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit untuk sampai ke desa kami tercinta Sukogelap.&lt;br /&gt;Tapi saudara kami harap tidak usah kaget apabila sudah menuju ke desa Sukogelap karena jalan menuju kedesa kami lumayan naik maklum di pegunungan. Meski di bilang pegunungan tapi pembangunan infrastukture sudah mulai membaik, karena baru-baru ini ada pengaspalan jalan dari desa Kalimeneng-Wanurojo, walaupun Wanurojo belum semua, semoga  kedepan pengaspalan jalan tetap dilanjutkan sampai kedesa Purbayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saudara-saudaraku yang ingin berkunjung ke Sukogelap  dijamin ga rugi…….. di Sukogelap keadaannnya sejuk dengan udara khas pegunungan yang subur nan asri. Tapi ada satu hal yang sangat kurang di Sukogelap yaitu air dimusim kemarau.(he he he he he he nek ketigo wong sukogelap ngangsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;Cah Sukogelap di rantau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-6509538467740658726?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/6509538467740658726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/salah-satu-desa-di-kemiri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6509538467740658726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/6509538467740658726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/salah-satu-desa-di-kemiri.html' title='SALAH SATU DESA DI KEMIRI'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Sm15FUnyXtI/AAAAAAAAAMY/ezmuiB7NCX0/s72-c/Kemiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3330712823527021208</id><published>2009-07-18T23:18:00.003+07:00</published><updated>2009-07-18T23:26:03.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>PEMBIBIT TANAMAN DI KEC.KEMIRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SmH3Lai4UVI/AAAAAAAAAMQ/L8VvCpJfTcI/s1600-h/BIBIT.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 80px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SmH3Lai4UVI/AAAAAAAAAMQ/L8VvCpJfTcI/s320/BIBIT.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359836807023841618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendulang Keuntungan di Musim Penghujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUARA MERDEKA&lt;/span&gt;.DATANGNYA musim penghujan tidak selalu dipandang buruk. Termasuk bagi sebagian besar warga di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Musim penghujan justru menjadi sebuah pintu gerbang bagi mereka untuk meraup keuntungan yang besar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran? Ya, Kecamatan Kemiri merupakan sentra pembibitan tanaman, baik jenis kayu-kayuan maupun buah-buahan. Keberadaanya sudah sangat terkenal di berbagai daerah. Bahkan hingga ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar warga Kecamatan Kemiri adalah petani pembibit, yang kualitas produknya sudah diakui. Memasuki musim penghujan ini, harga bibit tanaman melonjak lantaran banyaknya permintaan. Pada gilirannya, para pembibit tanaman pun mendulang keuntungan yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kalau musim penghujan, banyak warga masyarakat yang membutuhkan bibit untuk ditanam. Harganya jadi melonjak. Bagi kami kondisi ini memang sangat menguntungkan,'' akunya Muhtarom (40), pembibit di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kemiri, saat ditemui di area pembibitannya, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencontohkan, harga bibit buah mangga awalnya Rp 3.000 per pohon, sekarang naik menjadi Rp 5.000. Untuk kualitas yang paling bagus bahkan mencapai Rp 6.000. Harga bibit buah manggis dari Rp 4.000 naik menjadi Rp 7.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan Muhtarom, ada dua jenis bibit yang dikembangkan para petani, yaitu jenis buah-buahan dan jenis kayu-kayuan. Jenis buah-buahan, meliputi bibit mangga, manggis, durian, rambutan, petai, dan belimbing. Sedangkan jenis kayu-kayuan, meliputi bibit albasia, jati, suren, mahoni, dan glodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tahun ini yang paling banyak diminati adalah albasia untuk jenis kayu. Kemudian untuk buah-buahan, adalah manggis dan mangga,'' imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit-bibit tanaman tersebut, dipasarkan ke berbagai daerah. Antara lain yang terdekat di Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Magelang, Cilacap, Yogyakarta, dan Solo. Selain itu, petani pembibit juga sudah banyak melayani permintaan dari luar Jawa, yaitu Kalimantan dan Sumatera. ''Pesanan dari Kalimantan yang paling banyak,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikirim ke China&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembibit lainnya, Shodiyah (35) mengungkapkan, pemasaran bibit tanaman dari Kemiri belakangan ini mulai merambah pasar luar negeri, yaitu China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ada yang dapat order kemudian kami penuhi secara berkelompok. Jumlahnya lumayan banyak,'' katanya memprediksikan, permintaan pasar luar negeri akan semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap musim penghujan seperti ini, selama 24 jam truk pengangkut bibit dari luar kota hilir mudik mengambil pesanan bibit. Setiap harinya, omset yang diperoleh petani rata-rata mencapai Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. ''Minimal sehari 6.000 bibit terjual,'' ujar Shodiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camat Kemiri, Subagyo Suhud SSos melalui Kasie Keuangan dan Perencanaan Teguh Wasilun SSos menjelaskan, keberadaan Kemiri menjadi sentra pembibitan tanaman, sejarahnya dimulai pada tahun 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Dulu ada proyek reboisasi dari pemerintah pusat. Desa Rejowinangun digunakan sebagai desa percontohan pembibitan tanaman reboisasi. Akhirnya, dikembangkan masyarakat dan berlangsung sampai sekarang,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kecamatan Kemiri, ada tujuh desa yang menjadi sentra pembibitan tanaman. Yaitu, Rejowinangun, Samping, Kroyo Lor, Kerep, Kemiri Kidul, Kemiri Lor, dan Rejosari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-3330712823527021208?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/3330712823527021208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/pembibit-tanaman-di-keckemiri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3330712823527021208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/3330712823527021208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/pembibit-tanaman-di-keckemiri.html' title='PEMBIBIT TANAMAN DI KEC.KEMIRI'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SmH3Lai4UVI/AAAAAAAAAMQ/L8VvCpJfTcI/s72-c/BIBIT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-518993508454813173</id><published>2009-07-18T22:10:00.001+07:00</published><updated>2009-07-18T22:13:05.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita purworejo'/><title type='text'>BUPATI PURWOREJO DITUNTUNT TIGA TAHUN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SmHmcMbn8OI/AAAAAAAAAMI/dyu5dNBBTrc/s1600-h/025247p.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SmHmcMbn8OI/AAAAAAAAAMI/dyu5dNBBTrc/s320/025247p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359818403595415778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PURWOREJO, KOMPAS.com - Terdakwa perkara korupsi dana fasilitasi senilai Rp 2,7 miliar, Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi, dituntut hukuman tiga tahun penjara. Atas perbuatannya, Kelik juga di haruskan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider enam bulan penjara.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami pun juga meminta agar selama proses persidangan ini, terdakwa tetap ditahan," ujar Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heny Wahyu, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kabupaten Purworejo, Senin (13/7. Sidang kemarin dipimpin ketua majelis hakim Aroziduhu Waruwu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembacaan tuntutan oleh JPU, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana ditambah dan diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, yang dicantumkan dalam dakwaan sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heny mengatakan, dalam hal ini, terdakwa dinilai bersalah karena telah memberikan disposisi kepada mantan Kepala Bagian Keuangan Budi Santoso atau biasa dikenal Dodi, yang akhirnya mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,7 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mekanisme pencairan dana juga dinilai tidak mematuhi prosedur sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 tahun 2006 tentang petunjuk tata pengelolaan anggaran daerah Kabupaten Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sidang, Kelik siap mengatakan dirinya akan siap untuk segera memberikan pembelaan. Materi pembelaan akan disiapkannya bersama tim penasihat hukum, selama 14 hari ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator tim penasihat hukum Kelik, Masduki Simor, mengatakan, pihaknya tidak akan kesulitan untuk menyusun materi pembelaan karena fakta dalam persidangan saja, sudah menunjukkan bahwa Kelik tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persidangan yang menghadirkan saksi Dodi saja, diketahui bahwa Pak Kelik hanya memberikan disposisi dan sama sekali tidak menerima uang hasil korupsi, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disposisi bupati, menurut Simor, hanyalah rangkaian dari mekanisme pencairan dana. Kalau toh menyalahi aturan, kesalahan itu pun semestinya diketahui oleh jajaran pejabat yang ada di bawahnya seperti sekretaris daerah (sekda), dan kepala bagian keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-518993508454813173?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/518993508454813173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/bupati-purworejo-dituntunt-tiga-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/518993508454813173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/518993508454813173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/bupati-purworejo-dituntunt-tiga-tahun.html' title='BUPATI PURWOREJO DITUNTUNT TIGA TAHUN'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SmHmcMbn8OI/AAAAAAAAAMI/dyu5dNBBTrc/s72-c/025247p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-1705195756113020885</id><published>2009-07-17T22:56:00.007+07:00</published><updated>2009-07-17T23:17:42.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Batam'/><title type='text'>JEMBATAN BARELANG - BATAM</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;object width="280" height="160"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www2.skyalbum.com/album2/2009/200906/20090613/bundadanananda/4a60a13738a/my_documents.swf"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www2.skyalbum.com/album2/2009/200906/20090613/bundadanananda/4a60a13738a/my_documents.swf" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="280" height="160"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Daerah Industri Batam diperluas ke pulau Rempang dan Galang melalui Keputusan Presiden No. 28 tahun 1992. Dasar pemikiran penambahan wilayah ini karena semakin meningkatnya usaha di pulau Batam dan terbatasnya kemampuan serta daya dukung lahan yang tersedia di daerah industri pulau Batam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh pulau dalam wilayah Barelang dihubungkan dengan enam buah jembatan. Masing-masing jembatan dibangun dengan sistem yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sore hari dan malam hari, maka jembatan-jembatan ini menjadi areal wisata bagi penduduk pulau Batam. Banyak pedagang makanan dan minuman ringan yang berjejer di pinggiran jembatan untuk menjajakan dagangannya. Mulai dari jajanan rujak, es kelapa muda dicampur jeruk nipis sampai ke udang dan kepiting goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wisatawan dari sekitar Pulau Batam maupun yang dari luar Pulau Batam, dapat menikmati jajanan-jajanan itu sambil menikmati indahnya pemandangan laut dan pulau-pulau yang terhampar di sebelah kiri dan kanan jembatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat tertentu juga maka jembatan-jembatan itu menjadi areal kebut-kebutan bagi anak-anak muda. Sambil disaksikan oleh pengunjung yang lainnya.&lt;br /&gt;Bookmark and Share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-1705195756113020885?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/1705195756113020885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/jembatan-barelang-batam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1705195756113020885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/1705195756113020885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/jembatan-barelang-batam.html' title='JEMBATAN BARELANG - BATAM'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-5324860835950282175</id><published>2009-07-14T22:02:00.006+07:00</published><updated>2009-08-05T22:13:14.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>KEMIRI, KUTOARJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SlygGW5dMgI/AAAAAAAAAL4/M_eTmcCy5Io/s1600-h/layar+tancap.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 102px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SlygGW5dMgI/AAAAAAAAAL4/M_eTmcCy5Io/s320/layar+tancap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358333687750275586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Layar Tancap Di Tengah Perkembangan Teknologi Informasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sabtu sore 17 Mei penulis melihat promosi salah satu dealer kendaran bermotor bahwa sabtu malam mengadakan layar tancap di Alun-alun kemiri dengan judul ‘Laskar Pelangi’. Ada hal cukup menarik bagi penulis untuk melihat datang ke acara tersebut bukan tertarik kepada judul filmnya, namun ingin melihat suasana dan nuansanya karena sudah beberapa tahun (mungkin lebih 5 tahun) tidak ada layar tancap.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pemutaran film di layar tancap atau lebih di kenal dengan nama layar tancap merupakan film layar lebar yang dulu biasanya diadakan oleh produsen rokok atau obat, di beberapa daerah di Kutoarjo, layar tancap di sebut dengan istilah sorot karena ada sinar cahaya yang di pancarkan melalui proyektor menampilkan gambar bergerak.&lt;br /&gt;Film layar lebar biasanya di putar di gedung bioskop, di Kutoarjo dulu ada dua Gedung bioskop yaitu Pelangi di Jl. Pangeran Diponegoro dan Bioskop Sawunggalih. Di Kota Purworejo dulu juga terdapat dua gedung Bioskop yaitu Pusaka dan Bagelen, namun semua Gedung bioskop tersebut sudah tutup sejak tahun 98-an. Sehinga sudah sebelas tahun dari sekarang.&lt;br /&gt;Sebab tutupnya gedung bioskop karena terus merugi, hal ini di sebabkan semakin banyaknya aneka hiburan di TV dan banyaknya CD bajakan sehingga banyak orang yang sudah menonton film menggunakan VCD player sehingga ketika film tersebut di putar di gedung bioskop, banyak orang yang tidak tertarik untuk menonton lagi.&lt;br /&gt;Dari kenyataan diatas memberikan indikasi bahwa film layar mengalami masa redup karena di gantikan oleh film – film senetron di TV sehingga ketika ada pertunjukan layar tancap terdengar agak aneh dan lain. Sabtu malam penulis datang untuk melihat perrtunjukan layar tancap di alun-alun kemiri yang diadakan oleh FORMAIS(Forum Silaturahmi Remaja Islam) yang di gawangi oleh Azis dkk (085729383838) , sekitar pukul 20.00 sampai di sana dan ternyata sangat ramai oleh penonton yang memenuhi alun-alun dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Hal yang beda dengan layar tancap jaman dulu adalah pada peralatan untuk menampilkan gambar, setahu penulis kalau dulu menggunakan proyektor film dan gulungan pita film yang di putar sehingga bisa menampilkan gambar. Namun yang penulis lihat di layar tancap sekarang menggunakan LCD proyektor yang di sambungkan ke Laptop dan menggunakan VCD (Video Compact Disk), Gambar di pancarkan lewat LCD proyektor dan di arahkan ke layar tancap.&lt;br /&gt;Namun yang kelihatanya lebih mantap adanya peralatan tambahan berupa Salon/Speaker di sisi kanan kiri layar tancap sehingga suaranya lebih mantap dan peralatan lain yang kelihatannya seperti alat control dan pengatur suara. Semua peralatan di letakkan di dalam posisi terbuka meskipun ada sebagian yang ada di bak truk, penulis hanya kepikiran gimana kalau terjadi hujan, wah bisa kacau acaranya. Dari kualitas gambarnya memang sangat bagus karena tidak ada garis-garis yang kadang muncul seperti pada film yang menggunakan pita film.&lt;br /&gt;Jika penulis lihat penontonnya, cukup menarik karena meskipun banyak yang antusias untuk melihat filmnya, namun banyak juga anak-anak muda yang sekedar nongkrong di jalan sekitar alun-alun, mereka seolah tidak mempedulikan film yang di putar namun lebih enjoy dengan suasana keramaian. Selain itu keramian semakin bertambah dengan banyaknya pengendara motor yang hilir mudik di sekitar alun-alun.&lt;br /&gt;Penulis sempatkan berkeliling di sekitar perapatan kemiri yaitu di selatan pasar, wah ternyata di tempat tersebut ramai oleh anak muda yang sekedar nongkrong dan beli makan dan jajan. Penulis sempatkan membeli binggel goreng atau ada yang menyebutkan geblek goreng ( makanan apa ini ?). Bentuknya bundar dan ada lubang di tengahnya, rasanya gurih dan di makan agak alot dan lunak. Malam itu masih ramai karena adanya beberapa penjual sate winong (sate kambing muda), bakso, ronde, bubur madura, mie ayam serta warung, apotik,bengkel dan toko yang masih buka.&lt;br /&gt;Jika penulis amati penonton yang datang ke alun-alun tidak hanya sekedar ingin melihat film namun banyak yang sekedar mencari suasana seperti penulis. Disisi lain layar tancap bisa mengingatkan memori akan kejayaan film layar lebar sehingga bisa sebagai ajang nostalgia.&lt;br /&gt;Pemilihan judul Laskar pelangi menurut penulis sangat tepat dan mendidik karena karena selain untuk semua umur juga ceritanya sangat bagus mengharukan dan membuat inpirasi orang untuk giat belajar dan bersemangat untuk terus berjuang dengan kondisi yang ada. Kalau dulu Film yang di putar di layar tancap biasanya Rhoma Irama, Rano Karno untuk film-film percintaan, Barry Prima, Advent Bangun untuk film-film laga dan Dono kasino Indro untuk film-film komedi serta masih ada film-film lainnya. Sehingga film-film tersebut hanya sekedar untuk hiburan.&lt;br /&gt;Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media hiburan dimana munculnya internet, TV-TV swasta, Handphone dengan berbagi fasilitas, play Station, VCD Player dll sehingga membuat orang cenderung lebih individual dalam menikmati hiburan sehingga dengan adanya pemutaran film di layar tancap dapat menjadi media untuk berinteraksi dan bersama-sama menikmati hiburan film. Hal ini cukup bagus selain untuk kebersamaan juga lebih menghidupkan suasana yang berefek pada perekonomian khususnya para pedagang.&lt;br /&gt;Namun yang menjadi perhatian adalah faktor keamanan dan ketertiban lingkungan, hal ini tanggung jawab kita semua karena membutuhkan kedewasaan semua orang yang terlibat baik penonton, penyelanggara, petugas keamanan dan warga sekitar, sehingga setiap pertunjukan dan hiburan dapat berjalan dengan aman dan tertib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-5324860835950282175?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/5324860835950282175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/kemiri-kutoarjo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5324860835950282175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/5324860835950282175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/kemiri-kutoarjo.html' title='KEMIRI, KUTOARJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SlygGW5dMgI/AAAAAAAAAL4/M_eTmcCy5Io/s72-c/layar+tancap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-8596659095557201700</id><published>2009-07-14T21:38:00.007+07:00</published><updated>2009-07-14T22:15:10.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kemiri'/><title type='text'>PASAR KEC.KEMIRI, PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Slyg8XgSvDI/AAAAAAAAAMA/-D4u_JgxawU/s1600-h/pasar.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Slyg8XgSvDI/AAAAAAAAAMA/-D4u_JgxawU/s320/pasar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358334615626103858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kazanah bahasa dan produk di Pasar Tradisional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Purworejo, terletak 5 km di utara kota Kutoarjo. Meskipun kota kecamatan namun geliat dan dinamika masyarakat Kemiri sudah maju dinamis, hal tersebut di dukung dengan akses jalan yang bagus, baik dengan kota Kutoarjo mapun dengan desa-desa di sekitar Kemiri. Sebagian wilayah pedesaan di kecamatan Kemiri terletak di pegunungan yang terletak di utara Kota kemiri.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Di kota kecamatan kemiri terdapat beberapa pusat ekonomi perdagangan, diantaranya pertokoan di utara alun-alun, AlfaMart dan Pasar. Ketiganya salin berdekatan, khusus untuk pasar terdapat dua hari dalam satu minggu yang ramai, atau di namakan hari pasaran yaitu Rabu dan sabtu, sehingga pada hari tersebut sangat ramai oleh pedagang dan pembeli yang bertransaksi, dilihat dari jenis barang dagangan setidaknya ada empat jenis yang cukup menjolok, yaitu:&lt;br /&gt;1.Pasar Bambu&lt;br /&gt;Terletak di alun-alun kemiri bagian barat, setiap hari pasaran terdapat penjual bambo yang memajang barang dagangan di alun-alun. Biasanya para pedagang adalah para petani yang langsung membawa bamboo menggunakan sepeda ontel dari desa-desa misalnya desa Sidodadi Karang Tengah, desa Samping, desa Kaliurip dll, setiap sepeda biasanya memuat delapan bamboo dengan harga kisaran 40-60ribuan. Biasanya pasar ini dari jam 5 sampai jam 8 pagi.&lt;br /&gt;2. Pasar Ayam dan Unggas&lt;br /&gt;Terletak di jalan sebelah barat pasar, biasanya yang di perjualbelikan ayam, itik,mentok, burung dara.&lt;br /&gt;3. Pasar hewan/Kambing&lt;br /&gt;Terletak di Pasar sebelah utara, biasanya hewannya adalah kambing&lt;br /&gt;4. Pasar kebutuhan Pokok&lt;br /&gt;Terletak di pasar sebelah dalam, bermacam-macam barang dagangan yang dijual belikan di pasar tersebut.&lt;br /&gt;Jika di lihat dari barang yang di jual terdapat kekhasan tersendiri, meskipun sebagian besar barang yang dijual biasanya ada di pasar-pasar lain di Kutarjo maupun Purworejo namun ada beberapa barang yang hanya ada di pasar kemiri, misalnya tiwul ireng,gadungan,gaplek dsb (penulis tidak hafal namanya).&lt;br /&gt;Dilihat dari model tempat dagangan dan cara penyajian dagangan, terdapat keunikan karena namanya pasar tradisional sehinga ada nuansa ‘pedesaan’ yang masih kental sehingga berkesan unik meskipun ada beberapa yang sudah cukup modern.&lt;br /&gt;Bahasa….ini yang cukup unik dan menarik (bagi penulis) karena sebagian besar pedagang dan pembeli adalah orang-orang lokal dan orang pedesaan sehingga bahasa yang digunakan juga khas, baik dari segi dialek maupun kosakata, namun itu tidak menghambat komunikasi karena tetap bahasa jawa. Meskipun kadang ada istilah yang bagi penulis sudah jarang digunakan yaitu ‘pitungringgit, limangringgit’ dsb.&lt;br /&gt;Mengenai harga relative, jika barang-barang yang diperdagangkan adalah barang yang berasal dari luar Kemiri, maka harganya cenderung lebih tinggi, tapi jika barang asli hasil daerah tersebut maka harga relative lebih murah.&lt;br /&gt;Belanja di pasar kemiri meskipun pasar tradisional namun ada nuansa tersendiri dan ada barang yang tidak terdapat di pasar lain (Kutoarjo, maupun Purworejo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618596296123651139-8596659095557201700?l=bloggerkemiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/feeds/8596659095557201700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/pasar-keckemiri-purworejo.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8596659095557201700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618596296123651139/posts/default/8596659095557201700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerkemiri.blogspot.com/2009/07/pasar-keckemiri-purworejo.html' title='PASAR KEC.KEMIRI, PURWOREJO'/><author><name>Cah Kemiri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13320192582139318799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/SiehdMELW7I/AAAAAAAAABg/su3xe5CFqFY/S220/bundadanananda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Slyg8XgSvDI/AAAAAAAAAMA/-D4u_JgxawU/s72-c/pasar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618596296123651139.post-3610429227060583162</id><published>2009-07-14T18:27:00.004+07:00</published><updated>2009-07-14T19:14:38.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Purworejo'/><title type='text'>MUSEUM TOSAN AJI PURWOREJO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Slx2XNNUiQI/AAAAAAAAAKw/EGLHoMaEIvM/s1600-h/museum-tosan-aji-300x219.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_THx88_RvumE/Slx2XNNUiQI/AAAAAAAAAKw/EGLHoMaEIvM/s320/museum-tosan-aji-300x219.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358287797718649090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Museum Tosan Aji&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan pecinta tosan aji (benda-benda pusaka) yang berkunjung ke Museum Tosan Aji yang berada di tengah Kota Purworejo, tepatnya di sebelah selatan alun-alun besar kota ini mengagumi beraneka macam pusaka berupa keris, tombak, patrem (keris kecil), pedang, dan lainnya yang terawat cukup baik oleh petugas museum ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Di museum ini memang tersimpan berbagai macam benda pusaka berupa keris dan tombak dari masa Kerajaan Majapahit, Demak, Mataram hingga keris atau tombak buatan saat ini," kata Dwi Astuti, seorang pemerhati kepariwisataan di Purworejo, Minggu (16/3).&lt;br /&gt;Saat dihubungi dari Semarang, ia menambahkan, walaupun tidak sebanyak pengunjung pada objek wisata alam yang ada di daerah ini, namun keberadaan museum tosan aji tetap ada peminatnya (pengunjung).&lt;br /&gt;Dengan mengunjungi objek wisata ini, wisatawan akan bertambah pengetahuannya tentang benda-benda pusaka
